Dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Inisiatif (SDL), penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas IV IPAS di SD Negeri 29/II Sungai Mancur. Hal ini didasari oleh “hasil ujian semester ganjil tahun ajaran 2024 yang masih di bawah Kriteria Kelulusan Minimum (KKM), serta rendahnya tingkat partisipasi dan hasil belajar siswa”. Dalam penelitian ini, digunakan “dua siklus pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTC). Setiap siklus terdiri dari empat fase: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi”. Sebanyak 13 siswa kelas IV, terdiri dari 6 laki-laki dan 7 perempuan, dari SD Negeri 29/II Sungai Mancur menjadi subjek penelitian. Metode pengumpulan data meliputi tes untuk mengukur hasil belajar, dokumentasi, dan lembar pengamatan untuk mengukur proses pembelajaran guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan “peningkatan yang signifikan. Aktivitas pengajaran guru mencapai 75% dengan kategori sangat baik pada akhir Siklus I, dan meningkat menjadi 97,37% dengan kategori sangat baik pada Siklus II”. Proses belajar siswa juga meningkat dari 30,77% pada pertemuan pertama Siklus I menjadi 46,15% pada pertemuan kedua, dan diklasifikasikan sebagai terlibat secara moderat. Pada Siklus II, peningkatan terus berlanjut, naik dari 76,92% menjadi 92,31%, yang dianggap sangat aktif. Hasil belajar siswa secara langsung terkait dengan peningkatan proses belajar tersebut. Pada akhir Siklus II, rata-rata nilai ujian akhir meningkat dari 53,84% (di bawah rata-rata) pada Siklus I menjadi 84,62% (luar biasa). Dengan indikator keberhasilan yang terpenuhi ≥75% siswa mencapai standar kompetensi minimal (KKM) 70 peningkatan ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Mandiri bermanfaat dalam meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.