Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peningkatan Proses Belajar Keterampilan Membaca Pemahaman Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composittion di Kelas IV SDN 050/II Lubuk Landai Putri, Irma Yunita; Aprizan, Aprizan; Subhanadri, Subhanadri
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.108

Abstract

Kemampuan membaca pemahaman yang rendah pada siswa kelas empat menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan proses belajar siswa kelas IV SDN 050/II Lubuk Landai. Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus pembelajaran, masing-masing siklus terdiri dari dua siklus yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sebanyak 21 siswa kelas IV menjadi subjek penelitian ini. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi soal tes, observasi, dan dokumentasi. soal tes yang digunakan untuk mengukur peningkatan siswa, lembar observasi guru, berfungsi sebagai panduan bagi guru dalam mengamati proses pembelajaran dan lembar observasi siswa, berfungsi sebagai panduan dalam mengamati proses pembelajaran. Berdasarkan temuan penelitian, keterampilan membaca pemahaman dapat dipelajari secara lebih efektif dengan menggunakan paradigma pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis. Peningkatan observasi guru dari 65% pada siklus I dengan kategori Cukup menjadi 85% pada siklus II dengan kategori sangat baik menjadi bukti. Selain itu, pada siklus I, 60% lembar observasi siswa masuk ke dalam kategori cukup, sedangkan pada siklus II, 80% masuk ke dalam kategori baik. Menurut hasil soal tes siswa mengalami peningkatan pada siklus I, dengan 47,62% di antaranya masuk ke dalam kategori kurang. Namun pada siklus II, presentase siswa yang masuk ke dalam kategori baik meningkat menjadi 80,95%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas IV SDN 050/II Lubuk Landai dapat menguasai keterampilan membaca pemahaman secara lebih efektif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran membaca dan menulis terpadu secara kooperatif
Penggunaan Model Pembelajaran Somatic, Auditory, Visual, Intelectual Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar IPAS Di Kelas V SDN 296/VI Rantau Panjang Sumiyanti, Sumiyanti; Subhanadri, Subhanadri; Aprizan, Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.109

Abstract

Penelitian ini berawal dari masalah rendahnya motivasi belajar siswa. Hal ini juga mengakibatkan rendahnya proses dan hasil belajar sisa pada IPAS kelas V Sekolah Dasar Negeri 296/VI Rantau Panjang. Tujuan penelitian untuk meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik serta motivasi belajar peserta didik menggunakan model somatic, auditory, visual, intelectual. penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.  Hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa peningkatan proses pembelajaran guru, Siklus I yaitu 77,77% dengan kategori baik selanjutnya siklus II meningkat menjadi 91,38% dengan kategori sangat baik. Pada lembar observasi siswa selama proses belajar siklus I yaitu 56,25% dan selanjutnya siklus II meningkat menjadi 80,5% dengan kategori baik dan dinyatakan berhasil. Hasil penelitian motivasi belajar peserta didik siklus I 43,75% dan pada siklus II meningkat menjadi 82% dengan kategori sangat termotivasi dan dinyatakan berhasil. Hasil penelitian tes hasil belajar peserta didik siklus I 25% dan pada siklus II meningkat 81% sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa model somatic, auditory, visual, intelectual dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan data tersebut penggunaan model pembelajaran somatic, auditory, visual, intelectual terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas V dan memberikan dampak positif pada hasil belajar mereka.
Peran Self-Directed Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS di Tingkat Sekolah Dasar Wulandari, Tri; Subhanadri, Subhanadri; Guswita, Reni
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.112

Abstract

Dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Inisiatif (SDL), penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas IV IPAS di SD Negeri 29/II Sungai Mancur. Hal ini didasari oleh “hasil ujian semester ganjil tahun ajaran 2024 yang masih di bawah Kriteria Kelulusan Minimum (KKM), serta rendahnya tingkat partisipasi dan hasil belajar siswa”. Dalam penelitian ini, digunakan “dua siklus pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTC). Setiap siklus terdiri dari empat fase: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi”. Sebanyak 13 siswa kelas IV, terdiri dari 6 laki-laki dan 7 perempuan, dari SD Negeri 29/II Sungai Mancur menjadi subjek penelitian. Metode pengumpulan data meliputi tes untuk mengukur hasil belajar, dokumentasi, dan lembar pengamatan untuk mengukur proses pembelajaran guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan “peningkatan yang signifikan. Aktivitas pengajaran guru mencapai 75% dengan kategori sangat baik pada akhir Siklus I, dan meningkat menjadi 97,37% dengan kategori sangat baik pada Siklus II”. Proses belajar siswa juga meningkat dari 30,77% pada pertemuan pertama Siklus I menjadi 46,15% pada pertemuan kedua, dan diklasifikasikan sebagai terlibat secara moderat. Pada Siklus II, peningkatan terus berlanjut, naik dari 76,92% menjadi 92,31%, yang dianggap sangat aktif. Hasil belajar siswa secara langsung terkait dengan peningkatan proses belajar tersebut. Pada akhir Siklus II, rata-rata nilai ujian akhir meningkat dari 53,84% (di bawah rata-rata) pada Siklus I menjadi 84,62% (luar biasa). Dengan indikator keberhasilan yang terpenuhi ≥75% siswa mencapai standar kompetensi minimal (KKM) 70 peningkatan ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Mandiri bermanfaat dalam meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.
Peningkatan Aktvitas dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Talking Stick Dengan Berbantuan Media Audio visual di Kelas IV SDN 101/II Muara Bungo Sazia, Ayu; Subhanadri, Subhanadri; Abdulah, Abdulah
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.156

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini berangkat dari permasalahan rendahnya aktivitas dan capaian hasil belajar yang ditunjukkan oleh siswa kelas IV SDN 101/II Muara Bungo pada proses pembelajaran IPAS. Permasalahan yang ditemukan meliputi kurangnya partisipasi siswa saat diminta bertanya atau mengemukakan pendapat, siswa kurang memperhatikan pembelajaran, dan hasil belajar yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPAS melalui penerapan model pembelajaran Talking Stick yang didukung oleh media pembelajaran audio visual. Metode yang digunakan berupa penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Masing-masing siklus mencakup empat tahapan utama, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi untuk mengevaluasi hasil. Subjek penelitian ini merupakan 31 siswa kelas IV SDN 101/II Muara Bungo yang mengikuti pembelajaran pada semester II tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, pemberian tes, serta dokumentasi, dengan analisis dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan signifikan di mana kualitas mengajar guru dari 80% (siklus I) mencapai 95% (siklus II), aktivitas belajar siswa dari 76% mencapai 89%, dan hasil belajar siswa dari 61% mencapai 81%. Model pembelajaran Talking Stick terbukti mampu meningkatkan keterlibatan aktif aktivitas sekaligus hasil belajar IPAS siswa di kelas IV SDN 101/II Muara Bungo.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Teams Games Tournament pada Kelas VI di SDN 001/VIII Sungai Pandan Affandi, Toni; Subhanadri, Subhanadri; Habibie, Zulqoidi R.
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.207

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya kualitas dan hasil belajar IPAS pada 18 siswa kelas VI, di mana hanya 44,44% yang mencapai ketuntasan. Penyebabnya adalah metode pembelajaran yang monoton dan berpusat pada guru. Dengan menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam dua siklus, penelitian ini berhasil menunjukkan hasil positif. Keterampilan mengajar guru meningkat dari 78,5% menjadi 93%, sementara aktivitas siswa naik dari 69,5% menjadi 85,5%. Hasil belajar juga membaik secara signifikan, dengan jumlah siswa yang tuntas meningkat dari 12 orang (77,77%) pada siklus I menjadi 16 orang (83,33%) pada siklus II. Kesimpulannya, model TGT terbukti efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran IPAS di SDN 001/VIII Sungai Pandan dan dapat menjadi alternatif strategi mengajar yang inovatif
PENERAPAN PROJECT-BASED LEARNING (PJBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR IPA Surya, Yenni Fitra; Sumianto, Sumianto; Witarsa, Ramdhan; Subhanadri, Subhanadri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 01 (2023): Volume 08 No. 01 Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v8i01.37450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Project-Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar IPA siswa kelas IV Sekolah Dasar di wilayah Riau. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design yang melibatkan 60 siswa, terdiri dari 30 siswa pada kelas eksperimen dan 30 siswa pada kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dan lembar observasi keterampilan proses sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL secara signifikan meningkatkan hasil belajar IPA, terbukti dari selisih nilai pretest dan posttest yang lebih tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol, serta nilai signifikansi uji statistik < 0,05. Selain itu, keterampilan proses sains siswa pada kelas eksperimen menunjukkan perkembangan yang konsisten pada setiap pertemuan, terutama pada kemampuan mengamati, mengklasifikasi, mengukur, memprediksi, dan menyimpulkan. Temuan penelitian mengonfirmasi bahwa PjBL efektif dalam menciptakan pengalaman belajar bermakna, kontekstual, dan mendukung peningkatan kemampuan ilmiah siswa sejak dini. Dengan demikian, PjBL layak dipertimbangkan sebagai alternatif model pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Learning Cycle 5E Di Kelas IV SD Negeri 112/II Purwo Bakti Arisetya, Mutia; Subhanadri, Subhanadri; Aprizan, Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.180

Abstract

Tingkat aktivitas dan hasil belajar siswa yang rendah dalam pembelajaran IPAS, di mana interaksi dan partisipasi siswa selama proses belajar sangat minim, menjadi pendorong utama penelitian ini. Tujuan proyek ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran IPAS bagi siswa kelas empat di SD Negeri 112/II Purwo Bakti. Proyek penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus pembelajaran, masing-masing siklus mencakup dua sesi dengan fase persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sebanyak 20 siswa kelas empat menjadi subjek penelitian ini. Metode pengumpulan data meliputi penilaian hasil belajar, pencatatan, dan observasi. Analisis data menggunakan lembar observasi siswa dan soal ujian untuk mengukur kemajuan siswa, serta lembar observasi guru sebagai acuan untuk memantau proses pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPAS dapat ditingkatkan dengan menerapkan paradigma pembelajaran Siklus 5E. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan 72,2% dalam “observasi guru pada siklus I dengan kategori cukup baik dan peningkatan 94,44% dengan kategori sangat baik. Selain itu, lembar observasi siswa pada siklus I memiliki penilaian 57,5% kategori cukup baik, sedangkan lembar observasi siswa pada siklus II memiliki penilaian 85% kategori baik. Hasil tes menunjukkan bahwa skor siswa meningkat pada siklus I, dengan 65% di antaranya menyelesaikan tes dengan kategori memuaskan, dan pada siklus II, 90% di antaranya menyelesaikan tes dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran IPAS untuk siswa kelas IV di SD Negeri 112/II Purwo Bakti dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran Siklus Pembelajaran 5E”.