Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peningkatan Proses Belajar Keterampilan Membaca Pemahaman Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composittion di Kelas IV SDN 050/II Lubuk Landai Putri, Irma Yunita; Aprizan, Aprizan; Subhanadri, Subhanadri
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.108

Abstract

Kemampuan membaca pemahaman yang rendah pada siswa kelas empat menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan proses belajar siswa kelas IV SDN 050/II Lubuk Landai. Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus pembelajaran, masing-masing siklus terdiri dari dua siklus yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sebanyak 21 siswa kelas IV menjadi subjek penelitian ini. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi soal tes, observasi, dan dokumentasi. soal tes yang digunakan untuk mengukur peningkatan siswa, lembar observasi guru, berfungsi sebagai panduan bagi guru dalam mengamati proses pembelajaran dan lembar observasi siswa, berfungsi sebagai panduan dalam mengamati proses pembelajaran. Berdasarkan temuan penelitian, keterampilan membaca pemahaman dapat dipelajari secara lebih efektif dengan menggunakan paradigma pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis. Peningkatan observasi guru dari 65% pada siklus I dengan kategori Cukup menjadi 85% pada siklus II dengan kategori sangat baik menjadi bukti. Selain itu, pada siklus I, 60% lembar observasi siswa masuk ke dalam kategori cukup, sedangkan pada siklus II, 80% masuk ke dalam kategori baik. Menurut hasil soal tes siswa mengalami peningkatan pada siklus I, dengan 47,62% di antaranya masuk ke dalam kategori kurang. Namun pada siklus II, presentase siswa yang masuk ke dalam kategori baik meningkat menjadi 80,95%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas IV SDN 050/II Lubuk Landai dapat menguasai keterampilan membaca pemahaman secara lebih efektif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran membaca dan menulis terpadu secara kooperatif
Penggunaan Model Pembelajaran Somatic, Auditory, Visual, Intelectual Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar IPAS Di Kelas V SDN 296/VI Rantau Panjang Sumiyanti, Sumiyanti; Subhanadri, Subhanadri; Aprizan, Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.109

Abstract

Penelitian ini berawal dari masalah rendahnya motivasi belajar siswa. Hal ini juga mengakibatkan rendahnya proses dan hasil belajar sisa pada IPAS kelas V Sekolah Dasar Negeri 296/VI Rantau Panjang. Tujuan penelitian untuk meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik serta motivasi belajar peserta didik menggunakan model somatic, auditory, visual, intelectual. penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.  Hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa peningkatan proses pembelajaran guru, Siklus I yaitu 77,77% dengan kategori baik selanjutnya siklus II meningkat menjadi 91,38% dengan kategori sangat baik. Pada lembar observasi siswa selama proses belajar siklus I yaitu 56,25% dan selanjutnya siklus II meningkat menjadi 80,5% dengan kategori baik dan dinyatakan berhasil. Hasil penelitian motivasi belajar peserta didik siklus I 43,75% dan pada siklus II meningkat menjadi 82% dengan kategori sangat termotivasi dan dinyatakan berhasil. Hasil penelitian tes hasil belajar peserta didik siklus I 25% dan pada siklus II meningkat 81% sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa model somatic, auditory, visual, intelectual dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan data tersebut penggunaan model pembelajaran somatic, auditory, visual, intelectual terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas V dan memberikan dampak positif pada hasil belajar mereka.
Peran Self-Directed Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS di Tingkat Sekolah Dasar Wulandari, Tri; Subhanadri, Subhanadri; Guswita, Reni
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.112

Abstract

Dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Inisiatif (SDL), penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas IV IPAS di SD Negeri 29/II Sungai Mancur. Hal ini didasari oleh “hasil ujian semester ganjil tahun ajaran 2024 yang masih di bawah Kriteria Kelulusan Minimum (KKM), serta rendahnya tingkat partisipasi dan hasil belajar siswa”. Dalam penelitian ini, digunakan “dua siklus pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTC). Setiap siklus terdiri dari empat fase: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi”. Sebanyak 13 siswa kelas IV, terdiri dari 6 laki-laki dan 7 perempuan, dari SD Negeri 29/II Sungai Mancur menjadi subjek penelitian. Metode pengumpulan data meliputi tes untuk mengukur hasil belajar, dokumentasi, dan lembar pengamatan untuk mengukur proses pembelajaran guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan “peningkatan yang signifikan. Aktivitas pengajaran guru mencapai 75% dengan kategori sangat baik pada akhir Siklus I, dan meningkat menjadi 97,37% dengan kategori sangat baik pada Siklus II”. Proses belajar siswa juga meningkat dari 30,77% pada pertemuan pertama Siklus I menjadi 46,15% pada pertemuan kedua, dan diklasifikasikan sebagai terlibat secara moderat. Pada Siklus II, peningkatan terus berlanjut, naik dari 76,92% menjadi 92,31%, yang dianggap sangat aktif. Hasil belajar siswa secara langsung terkait dengan peningkatan proses belajar tersebut. Pada akhir Siklus II, rata-rata nilai ujian akhir meningkat dari 53,84% (di bawah rata-rata) pada Siklus I menjadi 84,62% (luar biasa). Dengan indikator keberhasilan yang terpenuhi ≥75% siswa mencapai standar kompetensi minimal (KKM) 70 peningkatan ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Mandiri bermanfaat dalam meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.
Peningkatan Aktvitas dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Talking Stick Dengan Berbantuan Media Audio visual di Kelas IV SDN 101/II Muara Bungo Sazia, Ayu; Subhanadri, Subhanadri; Abdulah, Abdulah
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.156

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini berangkat dari permasalahan rendahnya aktivitas dan capaian hasil belajar yang ditunjukkan oleh siswa kelas IV SDN 101/II Muara Bungo pada proses pembelajaran IPAS. Permasalahan yang ditemukan meliputi kurangnya partisipasi siswa saat diminta bertanya atau mengemukakan pendapat, siswa kurang memperhatikan pembelajaran, dan hasil belajar yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPAS melalui penerapan model pembelajaran Talking Stick yang didukung oleh media pembelajaran audio visual. Metode yang digunakan berupa penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Masing-masing siklus mencakup empat tahapan utama, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi untuk mengevaluasi hasil. Subjek penelitian ini merupakan 31 siswa kelas IV SDN 101/II Muara Bungo yang mengikuti pembelajaran pada semester II tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, pemberian tes, serta dokumentasi, dengan analisis dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan signifikan di mana kualitas mengajar guru dari 80% (siklus I) mencapai 95% (siklus II), aktivitas belajar siswa dari 76% mencapai 89%, dan hasil belajar siswa dari 61% mencapai 81%. Model pembelajaran Talking Stick terbukti mampu meningkatkan keterlibatan aktif aktivitas sekaligus hasil belajar IPAS siswa di kelas IV SDN 101/II Muara Bungo.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Teams Games Tournament pada Kelas VI di SDN 001/VIII Sungai Pandan Affandi, Toni; Subhanadri, Subhanadri; Habibie, Zulqoidi R.
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.207

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya kualitas dan hasil belajar IPAS pada 18 siswa kelas VI, di mana hanya 44,44% yang mencapai ketuntasan. Penyebabnya adalah metode pembelajaran yang monoton dan berpusat pada guru. Dengan menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam dua siklus, penelitian ini berhasil menunjukkan hasil positif. Keterampilan mengajar guru meningkat dari 78,5% menjadi 93%, sementara aktivitas siswa naik dari 69,5% menjadi 85,5%. Hasil belajar juga membaik secara signifikan, dengan jumlah siswa yang tuntas meningkat dari 12 orang (77,77%) pada siklus I menjadi 16 orang (83,33%) pada siklus II. Kesimpulannya, model TGT terbukti efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran IPAS di SDN 001/VIII Sungai Pandan dan dapat menjadi alternatif strategi mengajar yang inovatif
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Learning Cycle 5E Di Kelas IV SD Negeri 112/II Purwo Bakti Arisetya, Mutia; Subhanadri, Subhanadri; Aprizan, Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.180

Abstract

Tingkat aktivitas dan hasil belajar siswa yang rendah dalam pembelajaran IPAS, di mana interaksi dan partisipasi siswa selama proses belajar sangat minim, menjadi pendorong utama penelitian ini. Tujuan proyek ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran IPAS bagi siswa kelas empat di SD Negeri 112/II Purwo Bakti. Proyek penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus pembelajaran, masing-masing siklus mencakup dua sesi dengan fase persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sebanyak 20 siswa kelas empat menjadi subjek penelitian ini. Metode pengumpulan data meliputi penilaian hasil belajar, pencatatan, dan observasi. Analisis data menggunakan lembar observasi siswa dan soal ujian untuk mengukur kemajuan siswa, serta lembar observasi guru sebagai acuan untuk memantau proses pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPAS dapat ditingkatkan dengan menerapkan paradigma pembelajaran Siklus 5E. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan 72,2% dalam “observasi guru pada siklus I dengan kategori cukup baik dan peningkatan 94,44% dengan kategori sangat baik. Selain itu, lembar observasi siswa pada siklus I memiliki penilaian 57,5% kategori cukup baik, sedangkan lembar observasi siswa pada siklus II memiliki penilaian 85% kategori baik. Hasil tes menunjukkan bahwa skor siswa meningkat pada siklus I, dengan 65% di antaranya menyelesaikan tes dengan kategori memuaskan, dan pada siklus II, 90% di antaranya menyelesaikan tes dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran IPAS untuk siswa kelas IV di SD Negeri 112/II Purwo Bakti dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran Siklus Pembelajaran 5E”.
Integrating E-Learning into The Vocational High School Curriculum: Strategies, Challenges, and Future Directions Hakiki, Muhammad; Kartika, Rani; Hamid, Mustofa Abi; Utami, Resti; Suprapto, Yuni; Subhanadri, Subhanadri
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v6i1.1523

Abstract

This study investigates the integration of e-learning into the curricula of Vocational High Schools, emphasising strategies, challenges, and prospective avenues for enhancing the quality of teaching and learning. E-learning plays a crucial role in enhancing vocational education within the framework of rapid digital transformation, facilitating flexibility, interactivity, and access to a variety of learning resources. A qualitative approach was employed to collect data through in-depth interviews, surveys, and participatory observation at 39 Vocational High Schools in Padang, Indonesia, which offer Computer and Network Engineering and Software Engineering programs. The research included 73 teachers and 195 students who participated in e-learning activities. The findings indicate that both teachers and students possess favourable views regarding the integration of e-learning, recognising its capacity to improve conceptual understanding, promote learner autonomy, and create more engaging educational environments. Educators indicated that the implementation of learning management systems, online discussions, multimedia resources, and virtual simulations enhances student engagement and fosters collaboration. Data triangulation confirmed that teacher competence and engagement in professional development significantly impact e-learning success. Challenges remain, such as insufficient digital literacy, inadequate infrastructure, and diminished direct interaction. The research highlights the necessity of ongoing teacher training, dependable technological infrastructure, and curriculum redesign in accordance with industry standards to facilitate effective e-learning integration. It is advisable to establish collaborative partnerships among educational institutions, industry stakeholders, and policymakers to improve curriculum relevance and learning outcomes. Ongoing monitoring and evaluation are crucial for sustaining dynamic and adaptive e-learning environments. This study presents a framework aimed at enhancing e-learning implementation in Vocational High Schools, thereby facilitating students' preparedness for the digital and industrial workforce.
Implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran IPAS :Studi fenomenologi di SDN 101/II Muara Bungo Nurhana, Siti; Aprizan, Aprizan; Subhanadri, Subhanadri; Wiyoko, Tri; Dani, Refril
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Muara Pendidikan Vol 9 No 1 Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v9i1.2020

Abstract

This research is based on a lack of understanding by educators regarding the independent curriculum in science and science learning, a lack of integration in science and science learning, and a lack of training among fellow educators regarding the independent curriculum in science and science learning. This research aims to interpret the planning, implementation and assessment of science and science learning at SDN 101/II Muara Bungo. This research uses a qualitative and phenomenological approach; the research was carried out at SDN 101/II Muara Bungo. Participants in qualitative research with a phenomenological approach are Class IV and Class V teachers. The procedure for selecting participants in this research uses purposive sampling, interviews, observation, and documentation to carry out data collection techniques, and activities in data analysis are carried out by data collection, data reduction, data presentation. and conclusion. Data analysis was strengthened using the IT atlas application and triangulation as data validity. The results of this research show that: 1) science AS learning planning is designed by analysing the independent criteria platform, which contains learning outcomes, learning objectives, flow of learning objectives and open modules; 2) educators collaborate with colleagues to design science AS learning, 3) implementation Independent curriculum science and science learning is suitable for using the Think pair score (TPS) strategy and the Discovery Learning model, 4) assessment of science and science learning using diagnostic assessments (physical and psychological assessments), formative (games, quizzes, appreciation), summative (daily tests, UTS, UAS ).
Penerapan Model Inside Outside Circle Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa di Kelas V SD Negeri 12/II Empelu Ardila, Mutiara; Subhanadri, Subhanadri; Mufthi, Dhini
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.192

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi proses dan hasil belajar peserta didik di kelas V SDN 12/II Empelu masih rendah dalam pembelajaran. tujuan penelitian ini adalah meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS melalui model pembelajaran Inside Outside Circle. Penelitian tindakan kelas (CAR) adalah jenis penelitian yang dilakukan dalam studi ini. Sebanyak 25 siswa kelas lima dari SDN 12/II Empelu menjadi subjek penelitian; delapan di antaranya perempuan dan 17 di antaranya laki-laki. Peneliti melaksanakan dua siklus dalam implementasi penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di kelas lima SDN 12/II Empelu pada semester genap tahun ajaran 2024–2025. Hasil tes, dokumentasi, dan lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses dan hasil pembelajaran IPAS kelas lima di SDN 12/II Empelu dapat ditingkatkan dengan menerapkan paradigma pembelajaran Inside Outside Circle. Proses pembelajaran siswa pada siklus I memiliki kriteria baik dan sangat baik (72%) dan pada siklus II memiliki kriteria baik dan sangat baik (84%) dalam kategori baik, sementara kinerja pendidik pada siklus I memiliki kriteria baik dan sangat baik (70%) dalam kategori baik dan 90% dalam kategori sangat baik. Rata-rata skor pembelajaran siswa pada siklus I dan II, yang mencapai KKTP dengan persentase 52% dan 88% masing-masing, menunjukkan bahwa standar kriteria pencapaian target pembelajaran sebesar 72% telah terpenuhi. Untuk meningkatkan standar pendidikan ke depannya, perlu menerapkan dan memperluas penggunaan paradigma pembelajaran Inside Outside Circle dalam pengajaran IPAS.
Penerapan Model Discovery Learning Dalam Meningkatkan Proses Dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran IPAS Putri, Dea Irwana; Subhanadri, Subhanadri; Habibie, Zulqoidi R.
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.213

Abstract

Penelitian Tindakan kelas pada siswa kelas IV SDN 124/II Tanjung Menanti ini dijalankan karena rendahnya capaian belajar yang dipengaruhi oleh kurang berkembangnya keterampilan proses ilmiah siswa. Dapat dilihat melalui perolehan nilai rata-rata peserta didik pada mata pelajaran IPAS, di mana dari 31 siswa hanya 13 yang memenuhi kriteria ketuntasan, sedangkan 18 lainnya belum tuntas. Tujuan riset ini adalah mendeskripsikan peningkatan proses serta capaian belajar kognitif IPAS melalui penerapan model kegiatan belajar Discovery Learning pada siswa kelas IV SDN 124/II Tanjung Menanti. Metode riset yang digunakan adalah PTK dengan dua siklus, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek riset berjumlah 31 siswa kelas IV. Data diperoleh melalui instrumen berupa lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan tes capaian belajar. Hasil riset memperlihatkan bahwa: (1) keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar dengan model Discovery Learning pada siklus I mencapai 66% (kategori cukup) dan meningkat menjadi 93% (kategori sangat baik) pada siklus II, (2) kinerja guru dalam melaksanakan model Discovery Learning meningkat dari 82% pada siklus I menjadi 98% pada siklus II, dan (3) capaian belajar kognitif IPAS siswa mengalami peningkatan dari 61% pada siklus I menjadi 87% pada siklus II. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Discovery Learning efektif untuk mengoptimalkan keaktifan dan kerja sama siswa, mengembangkan keterampilan proses ilmiah, serta mengoptimalkan pencapaian capaian belajar mereka