Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Derajat Stres Pada Pasien Tumor Ginekologi Yang Menjalani Kemoterapi Di Rumah Sakit Ibnu Sina Herlina, Besse; Jaya, Muhammad Alim; Swarga, Tirta; Dewi, Anna Sari; Ismail, Wirasto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22174

Abstract

Pasien dengan tumor ginekologi yang menjalani kemoterapi berisiko mengalami stres psikologis akibat diagnosis penyakit yang mengancam jiwa, efek samping kemoterapi, serta perubahan fisik dan sosial. Stres yang tidak tertangani dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan derajat stres pada pasien tumor ginekologi yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling pada pasien yang terdiagnosis tumor ginekologi dan sedang menjalani kemoterapi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42) yang telah tervalidasi. Dari total 64 responden, sebagian besar pasien berada pada kategori stres sedang, yaitu sebanyak 39 responden (60,9%), diikuti oleh stres tinggi sebanyak 18 responden (28,1%), dan stres rendah sebanyak 7 responden (10,9%). Faktor yang berkontribusi terhadap stres antara lain lamanya menjalani kemoterapi, dukungan sosial, dan kondisi ekonomi. Kesimpulannya, mayoritas pasien tumor ginekologi yang menjalani kemoterapi mengalami tingkat stres sedang, sehingga diperlukan skrining dan intervensi psikologis sejak dini untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. 
HUBUNGAN TREMOR, ATROFI OTAK, DAN ANSIETAS DALAM ASPEK NEUROBIOLOGI Aisyah, Sahida Nur; Jaya, Muhammad Alim; Japari, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55050

Abstract

Tremor merupakan gangguan gerak yang tidak hanya berkaitan dengan disfungsi motorik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor emosional seperti ansietas serta perubahan struktural otak. Perubahan neurobiologis, khususnya atrofi pada serebelum, sistem limbik, dan korteks prefrontal, dapat mengganggu regulasi motorik dan emosional sehingga memperberat tremor. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hubungan antara tremor, atrofi otak, dan ansietas dalam perspektif neurobiologi. Metode yang digunakan adalah narrative systematic review terhadap literatur internasional tahun 2015–2025 yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan NCBI menggunakan kata kunci tremor, atrofi otak, dan ansietas. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa ansietas dapat memperberat tremor melalui peningkatan aktivitas simpatis dan gangguan kontrol inhibisi top-down. Atrofi pada struktur serebelar dan limbik–prefrontal berkontribusi terhadap disfungsi regulasi emosi dan motorik. Temuan neuroimaging dan molekuler mendukung adanya hubungan dua arah antara tremor, ansietas, dan atrofi otak. Kesimpulannya, tremor, atrofi otak, dan ansietas saling berkaitan melalui mekanisme neurobiologis yang terintegrasi, sehingga pendekatan diagnostik dan terapeutik perlu mempertimbangkan aspek motorik dan emosional secara bersamaan.
Analisis Hubungan Faktor-Faktor Kepuasan Pasien terhadap Bed Occupancy Rate (BOR) pada Instalasi Bedah RSP Ibnu Sina Puspita, Andi Adelia; Jaya, Muhammad Alim; Karim, Marzelina; Harahap, Wirawan; Hasbi, Berry Erida
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepuasan pasien dan Bed Occupancy Rate (BOR) pada pelayanan rawat inap Instalasi Bedah RS Ibnu Sina YW–UMI Makassar. Penelitian ini merupakan studi epidemiologi analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) yang menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner kepuasan pasien berbasis SERVQUAL yang mencakup lima dimensi, yaitu tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance, sedangkan datasekunder berupa laporan BOR rumah sakit Triwulan I Tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 89 responden yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BOR Instalasi Bedah sebesar 70,85%, yang berada dalam kategori ideal sesuai standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sebagian besar pasien menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan, dengan tingkat kepuasan tertinggi pada dimensi reliability dan terendah pada dimensi responsiveness. Namun, hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara seluruh dimensi kepuasan pasien dan BOR (p > 0,05) dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian BOR lebih dipengaruhi oleh faktor manajerial dan operasional rumah sakit dibandingkan persepsi kepuasan pasien, sehingga peningkatan mutu pelayanan dan pengelolaan BOR perlu dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi.