Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA (JKK) PADA BPJS KETENAGAKERJAAN TERHADAP PEKERJA DI PT DUNIA BARUSA TOYOTA CABANG MEULABOH Fera, Baiti; Fahlevi, Muhammad Iqbal; Rismawati, Rismawati; Ernawati, Ernawati; Musnadi, Jun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28010

Abstract

Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa sebagian karyawan di perusahaan Dunia Barusa Toyota Cabang Meulaboh belum memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan. Ini mengindikasikan bahwa tidak semua karyawan di perusahaan tersebut terdaftar dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Ada kemungkinan bahwa hak-hak mereka terkait JKK belum sepenuhnya terpenuhi, kondisi tersebut berpotensi melanggar ketentuan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang. Tujuan Penelitian ini untuk memverifikasi bagaimana implementasi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) terhadap karyawan diperusahaan tersebut. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif teknik pengumpalan data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi, dalam hal ini penulis mewawancarai 1 orang pimpinan dan 8 orang karyawan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program JKK di Toyota cabang Meulaboh telah sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan. Dari total 86 karyawan di perusahaan tersebut, hanya satu karyawan yang belum memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan karena masih dalam tahap pelatihan di perusahaan. Pihak perusahaan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam megimplementasikan program JKK. Prosedur klaim JKK pada saat terjadi kecelakaan kerja para pekerja harus melengkapi syarat seperti KTP, jika kecelakaan kerja terjadi dijalan maka harus ada surat keterangan kepolisian dari SATLANTAS. Setelah itu di serahkan kepada pihak rumah sakit dan melaporkan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan  paling lambat 1x24 jam. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perusahaan tersebut telah mengimplementasikan program JKK sesuai dengan ketentuan yang berlaku, karyawan dapat merasakan manfaat dari program yang telah mereka ikuti.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PABRIK KARET PTPN 3 KEBUN BANDAR BETSY Yusnidar, Naidatul Ullmaziarikhaza; Yarmaliza; Paradhiba, Meutia; Fahlevi, Muhammad Iqbal; Saputra, Firman Firdauz
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31316

Abstract

Pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagai alat untuk melindungi diri dari potensi risiko dan kecelakaan yang bisa terjadi di tempat kerja. Dampak dari tidak menggunakan APD ialah dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja baik kecelakaan kerja mayor maupun minor, dan akan berakibat pada produktivitas kerja karyawan. Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja Pabrik Karet PTPN 3 Kebun Bandar Betsy. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan metodologi penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Pabrik Karet PTPN 3 Perkebunan Bandar Betsy pada bulan Desember 2023. Jumlah populasi yaitu sebanyak 74 responden yang terdiri dari pekerja pabrik. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variable bebas ialah pengetahuan dan sikap, dan variable terikat yaitu penggunaan alat pelindung diri (APD). Mencari hasil analisis dalam penelitian ini menggunakan metode uji chi square. Hasil analisis menyatakan tidak diperoleh hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan APD (P=0,266 > 0,05). Hasil analisis menyatakan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan penggunaan APD (p=1,00 > 0,05). Hasil uji hubungan melalui uji chi square didapatkan tidak diperoleh hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Perusahaan agar dapat meningkatkan jumlah ketersediaan APD bagi pekerja, sehingga mendorong mereka untuk memakai alat pelindung diri. Selain itu, perusahaan memiliki wewenang untuk menetapkan kebijakan dan menjatuhkan hukuman kepada karyawan yang mengabaikan kebutuhan untuk mengenakan APD lengkap.
Peran Dinas Kesehatan dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Aceh Selatan Sari, Mita Purnama; Fahlevi, Muhammad Iqbal; Safrizal, Safrizal; Fitriani, Fitriani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i05.4002

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi tantangan utama di bidang kesehatan masyarakat, termasuk di Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Dinas Kesehatan dalam menurunkan AKI dan AKB, serta mengidentifikasi kendala dan peluang perbaikan program kesehatan ibu dan anak. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen, wawancara mendalam terhadap lima informan kunci, serta studi pustaka. Informan utama terdiri dari Ketua Tim Kesehatan Keluarga, Penanggung Jawab Program Ibu, dan Program Anak, serta dua informan pendukung, yaitu Kepala Dinas dan Kepala Bidang Kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan telah melaksanakan berbagai program seperti bantuan bagi ibu hamil berisiko tinggi, audit maternal-neonatal, pelatihan tenaga kesehatan, serta pelaporan digital melalui aplikasi KOMDAT dan MPDN. Kendala yang dihadapi meliputi keterlambatan rujukan, keterbatasan tenaga terlatih, logistik, serta infrastruktur pelaporan. Upaya perbaikan dilakukan melalui pelatihan berbasis proyek, pendampingan dokter spesialis, penyediaan alat deteksi dini, dan pendekatan siklus hidup. Kesimpulannya, program bersifat integratif dan berbasis data, namun memerlukan penguatan sistem rujukan, digitalisasi informasi, dan evaluasi berkala untuk efektivitas jangka panjang.
Hubungan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Pengawasan Kerja Dengan Kecelakaan Kerja Pada Penderes Karet Sitorus, Aulia Fitri; Nursia, Lili Eky; Yulizar, Yulizar; Musnadi, Jun; Fahlevi, Muhammad Iqbal
Jumantik Vol 12 No 2 (2025): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan kerja masih menjadi permasalahan krusial dalam sektor perkebunan, khususnya pada pekerja penderes karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan pengawasan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja di Afdeling 1 PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, serta melibatkan seluruh populasi sebanyak 50 orang pekerja penderes karet di PT X, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner tertutup dan lembar observasi untuk mengumpulkan data mengenai penerapan K3, penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan SOP, dan pengawasan kerja terhadap kejadian kecelakaan kerja. Analisis data dilakukan melalui tahapan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara penggunaan APD (p = 0,000), penerapan SOP (p = 0,009), dan pengawasan kerja (p = 0,000) dengan kejadian kecelakaan kerja. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kepatuhan dalam penggunaan APD, pelatihan yang berkelanjutan terkait SOP, serta penguatan pengawasan di lingkungan kerja.