Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Relationship of Knowledge and Attitudes of Traders with Traditional Market Sanitation Hygiene Fera, Dian; Nabela, Danvil; Muchsin, Sri Wahyuni; Kiswanto, Kiswanto; Iskandar, Wardah; Fahlevi, Muhammad Iqbal
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 10, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/j-kesmas.v10i1.7381

Abstract

Hygiene sanitation of the traditional market environment with conditions of ignorance of market traders must be clean from garbage, dirt in trading facilities and around the market and do not use personal protective equipment, various public health problems can occur if traders do not know and are not aware to maintain the cleanliness of market environment sanitation. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of traders with hygiene, sanitation, environment, traditional markets in Kota Fajar Village, North Kluert District, South Aceh Regency. Type of quantitative research with Cross Sectional design. The study was conducted on June 5-18, 2022 with a sample of 74 traders using a simple Random Sampling technique Data collection using questionnaires. Data analysis using univariate and bivariate analysis with chi-square test. The level of knowledge of market traders in maintaining the sanitary hygiene of the market environment was partly obtained by the results that 11 respondents 64.7% had poor knowledge with poor sanitary hygiene. Negative attitudes of 13 respondents 17.6% with poor sanitary hygiene . Based on statistical tests using chi-square, there is a relationship between the knowledge (P value 0.000) and attitude (P value 0.000) of market traders by maintaining the sanitary hygiene of the traditional market environment. It is expected that market traders will know and be aware of maintaining the cleanliness of facilities including personal protective equipment
IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA (JKK) PADA BPJS KETENAGAKERJAAN TERHADAP PEKERJA DI PT DUNIA BARUSA TOYOTA CABANG MEULABOH Fera, Baiti; Fahlevi, Muhammad Iqbal; Rismawati, Rismawati; Ernawati, Ernawati; Musnadi, Jun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28010

Abstract

Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa sebagian karyawan di perusahaan Dunia Barusa Toyota Cabang Meulaboh belum memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan. Ini mengindikasikan bahwa tidak semua karyawan di perusahaan tersebut terdaftar dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Ada kemungkinan bahwa hak-hak mereka terkait JKK belum sepenuhnya terpenuhi, kondisi tersebut berpotensi melanggar ketentuan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang. Tujuan Penelitian ini untuk memverifikasi bagaimana implementasi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) terhadap karyawan diperusahaan tersebut. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif teknik pengumpalan data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi, dalam hal ini penulis mewawancarai 1 orang pimpinan dan 8 orang karyawan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program JKK di Toyota cabang Meulaboh telah sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan. Dari total 86 karyawan di perusahaan tersebut, hanya satu karyawan yang belum memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan karena masih dalam tahap pelatihan di perusahaan. Pihak perusahaan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam megimplementasikan program JKK. Prosedur klaim JKK pada saat terjadi kecelakaan kerja para pekerja harus melengkapi syarat seperti KTP, jika kecelakaan kerja terjadi dijalan maka harus ada surat keterangan kepolisian dari SATLANTAS. Setelah itu di serahkan kepada pihak rumah sakit dan melaporkan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan  paling lambat 1x24 jam. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perusahaan tersebut telah mengimplementasikan program JKK sesuai dengan ketentuan yang berlaku, karyawan dapat merasakan manfaat dari program yang telah mereka ikuti.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PABRIK KARET PTPN 3 KEBUN BANDAR BETSY Yusnidar, Naidatul Ullmaziarikhaza; Yarmaliza; Paradhiba, Meutia; Fahlevi, Muhammad Iqbal; Saputra, Firman Firdauz
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31316

Abstract

Pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagai alat untuk melindungi diri dari potensi risiko dan kecelakaan yang bisa terjadi di tempat kerja. Dampak dari tidak menggunakan APD ialah dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja baik kecelakaan kerja mayor maupun minor, dan akan berakibat pada produktivitas kerja karyawan. Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja Pabrik Karet PTPN 3 Kebun Bandar Betsy. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan metodologi penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Pabrik Karet PTPN 3 Perkebunan Bandar Betsy pada bulan Desember 2023. Jumlah populasi yaitu sebanyak 74 responden yang terdiri dari pekerja pabrik. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variable bebas ialah pengetahuan dan sikap, dan variable terikat yaitu penggunaan alat pelindung diri (APD). Mencari hasil analisis dalam penelitian ini menggunakan metode uji chi square. Hasil analisis menyatakan tidak diperoleh hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan APD (P=0,266 > 0,05). Hasil analisis menyatakan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan penggunaan APD (p=1,00 > 0,05). Hasil uji hubungan melalui uji chi square didapatkan tidak diperoleh hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Perusahaan agar dapat meningkatkan jumlah ketersediaan APD bagi pekerja, sehingga mendorong mereka untuk memakai alat pelindung diri. Selain itu, perusahaan memiliki wewenang untuk menetapkan kebijakan dan menjatuhkan hukuman kepada karyawan yang mengabaikan kebutuhan untuk mengenakan APD lengkap.
Peran Dinas Kesehatan dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Aceh Selatan Sari, Mita Purnama; Fahlevi, Muhammad Iqbal; Safrizal, Safrizal; Fitriani, Fitriani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i05.4002

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi tantangan utama di bidang kesehatan masyarakat, termasuk di Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Dinas Kesehatan dalam menurunkan AKI dan AKB, serta mengidentifikasi kendala dan peluang perbaikan program kesehatan ibu dan anak. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen, wawancara mendalam terhadap lima informan kunci, serta studi pustaka. Informan utama terdiri dari Ketua Tim Kesehatan Keluarga, Penanggung Jawab Program Ibu, dan Program Anak, serta dua informan pendukung, yaitu Kepala Dinas dan Kepala Bidang Kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan telah melaksanakan berbagai program seperti bantuan bagi ibu hamil berisiko tinggi, audit maternal-neonatal, pelatihan tenaga kesehatan, serta pelaporan digital melalui aplikasi KOMDAT dan MPDN. Kendala yang dihadapi meliputi keterlambatan rujukan, keterbatasan tenaga terlatih, logistik, serta infrastruktur pelaporan. Upaya perbaikan dilakukan melalui pelatihan berbasis proyek, pendampingan dokter spesialis, penyediaan alat deteksi dini, dan pendekatan siklus hidup. Kesimpulannya, program bersifat integratif dan berbasis data, namun memerlukan penguatan sistem rujukan, digitalisasi informasi, dan evaluasi berkala untuk efektivitas jangka panjang.