Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Midwifery

HUBUNGAN TERAPI BIRTHBALL PADA IBU INPARTU PRIMIGRAVIDA DENGAN KELANCARAN PROSES PERSALINAN KALA I DI PMB BIDAN IDA LAINA, S.ST KOTA BENGKULU SITUMORANG, RONALEN BR.; RAHMAWATI, DIYAH TEPI; FITRIANA, FITRIANA; RS, DANUR AZISSAH; SITUMORANG, ARNITA
Journal Of Midwifery Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada persalinan yang lama dapat menyebabkan ibu mengalami stress bahkan munculnya rasa kelelahan yang dapat lebih lama sehingga rasa nyeri akan meningkat pada masa proses persalinan. Lamanya waktu persalinan bisa disebabkan oleh bayi yang besar atau bahkan adanya kelainan pada pelvis yang mengakibatkan rasa nyeri dan kelelahan yang semakin meningkat dan seiring lamanya proses persalinan terjadi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan Terapi birth ball pada ibu inpartu primigravida dengan kelancaran proses persalinan kala I di PMB Bidan Ida Laina, S.ST di Kota Bengkulu tahun 2022”. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi menggunakan cross sectional. Populasi sebanyak 30 orang dan pengambilan sampel secara total sampling sehingga sampel yang digunakan sebanyak 30 orang. Pengambilan data secara primer yaitu mengobservasi langsung yang selanjutnya dilakukan analisa data mengunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa pelaksanaan terapi birth ball sebagian besar melakukan terapi birthball sebanyak 22 orang (73,3%) dan sebagian besar mengalami kelancaran proses persalinan sebanyak 25 orang (83,3%). Dari hasil analisa menggunakan uji statistik chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara terapi birth ball dengan kelancaran proses persalinan, dimana nilai p value (0,000) lebih kecil dari nilai α (0,05). Simpulan didapatkan bahwa terdapat hubungan antara Terapi birth ball pada ibu inpartu primigravida dengan kelancaran proses persalinan kala I. Saran bagi Tenaga kesehatan yang membantu persalinan diharapkan bisa memberikan terapi birthing ball dan bisa juga dilakukan pada ibu hamil trimester III.
PENGARUH BUKU SAKU UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI RUMAH SAKIT UMUM UMMI BENGKULU TAHUN 2024 HADARA, HADARA; SYAFRIE, ICE RAKIZAH; RAHMAWATI, DIYAH TEPI
Journal Of Midwifery Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI Eksklusif merupakan pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, dan nasi tim dalam jangka waktu 6 bulan. Data Rumah Sakit Umum Ummi Bengkulu tahun 2023 dari 1.088 yang melakukan persalinan didapatkan bahwa keberhasilan IMD 58,6%. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh buku saku terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pemberian ASI eksklusif di Rumah Sakit Umum Ummi Bengkulu Tahun 2024. Desain penelitian Quasi Ekperimen dengan rancangan “two grup pretest-postest”. Populasi penelitian ibu hamil yang memeriksakan diri di Poli Kebidanan Rumah Sakit Umum Ummi Bengkulu pada bulan 1 Maret- 30 April 2024 berjumlah 380 orang. Sampel penelitian ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan diri di Rumah Sakit Umum Ummi Bengkulu berjumlah 30 orang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 15 orang yang diberi pendidikan kesehatan secara konvensional dan 15 ibu hamil yang diberi buku saku. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian dari 15 orang ibu hamil sebelum diberikan intervensi buku saku pengetahuan kurang sebanyak 12 orang (80%) dan setelah diberikan intervensi pengetahuan baik sebanyak 11 orang (73,3%). Dari 15 orang ibu hamil sebelum diberikan intervensi pendidikan kesehatan konvensional pengetahuan kurang sebanyak 12 orang (80%) dan setelah diberikan intervensi pengetahuan cukup sebanyak 8 orang (53,3%). Hasil analisis dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai p-value = 0,000 < nilai α = 0,05, artinya ada pengaruh buku saku untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pemberian ASI eksklusif di Rumah Sakit Umum Ummi Bengkulu Tahun 2024. Diharapkan buku saku ASI eksklusif dapat digunakan sebagai media tambahan/alternatif peningkatan pengetahuan ibu hamil dan cakupan ASI eksklusif.
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA KEHAMILAN DI PUSKESMAS BERINGIN RAYA KOTA BENGKULU SY, NUR’AINI; SYAFRIE, ICE RAKIZAH; RAHMAWATI, DIYAH TEPI
Journal Of Midwifery Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius dan terutama menyerang wanita hamil dan nifas. WHO memperkirakan 37% wanita hamil di seluruh dunia menderita anemia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia dan paritas dengan kejadian anemia pada kehamilan di Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu. Metode Penelitian: Jenis rancangan penelitian ini adalah Survey analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi seluruh ibu hamil di Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu bulan Juni tahun 2024 sebanyak 35 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil Penelitian : Hasil peneliaan analisis univariat dari 35 responden hampir sebagian besar responden (45,7%) mengalami kejadian anemia kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu. Dari 35 responden sebagian besar responden (71,4%) dengan usia 20-35 tahun di wilayah kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu. Dari 35 responden sebagian besar responden (68,6%) dengan paritas multipara di wilayah kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu. Analisis bivariat ada hubungan usia dengan kejadian anemia kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu dengan nilai p-value (0,022). Ada hubungan paritas ibu dengan kejadian anemia kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu dengan nilai p-value (0,011). Saran: Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kejadian anemia kehamilan dan pentingnya memperhatikan usia dan paritas saat hamil dengan meningkatan program promosi kesehatan melalui penyuluhan maupun pendidikan kesehatan sehingga kesadaran ibu hamil untuk melakukan pencegahan anemia kehamilan meningkat.
ANALISIS PERAN KADER PPKB (PEMBANTU PEMBINA KELUARGA BERENCANA) TERHADAP AKSEPTOR KB PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI KOTA BENGKULU RAHMAWATI, DIYAH TEPI; METASARI, DES
Journal Of Midwifery Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Berencana dapat mengatur kehamilan, jarak dan usia ideal melahirkan. Mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai hak reproduksi. Data BKKBN tahun 2023, jumlah Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKB) provinsi Bengkulu terdiri dari 1.356 orang tersebar diseluruh kabupaten dan kota Bengkulu, jumlah PPKB hanya 112 orang dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di provinsi Bengkulu tahun 2024 berjumlah 323 orang, dengan jumlah peserta KB aktif sebanyak 225 orang atau 69,6%. Hal ini masih sangat dibutuhkan aktifnya peran kader PPKB kepada PUS dalam mencapai cakupan akseptor KB yang maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran kader terhadap penggunaan kontrasepsi pada PUS di kota Bengkulu tahun 2024. Penelitian ini dikriptif analitik dengan desain crossectional, melihat distribusi frekeuensi masing-masing dan hubungan peran kader PPKB dengan penggunaan kontrasespsi pada PUS. Sampel 50 orang PUS yang diambil dengan teknik accidental sampling. Hasilnya menunjukkan, lebih dari sebagian (56%) kader PPKB berperan baik terhadap PUS, sebagian (54%) PUS tidak menggunakan kontrasepsi dan terdapat hubungan antara peran kader PPKB terhadap penggunaan kontrasepsi pada PUS dikota Bengkulu dengan nilai a; 0,001 Kesimpulan, peran kader penting dalam mengaktifkan dan meningkatkan jumlah akseptor KB, untuk meningkatkan peran kader PPKB perlu pendampingan dari petugas kesehatan dan BKKBN setempat, pelatihan, sehingga dapat menggerakkan PUS untuk aktif mengikuti program KB dengan menjadi akseptor KB.