Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) PADA PT PAMAPERSADA NUSANTARA Anggita, Aulya Wawin; Zulfikar, Iwan; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.778

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengelolaan penyimpanan limbah B3 dan penerapan aspek K3 di PT Pamapersada Nusantara Balikpapan berdasarkan Permen LHK No. 6 Tahun 2021. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan sebagian besar pengelolaan telah sesuai peraturan, namun masih ditemukan kendala seperti lantai penyimpanan tidak kedap air dan keterbatasan ruang. Aspek K3 telah diterapkan dengan cukup baik melalui briefing, pengawasan, dan inspeksi rutin. Rekomendasi mencakup perbaikan infrastruktur, pelatihan regulasi, dan peningkatan pencatatan logbook.
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PEKERJAAN PEMBUBUTAN PADA PT SANGGAR SARANA BAJA DI BALIKPAPAN Sanjaya, Sardi; Mulya, Widya; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.792

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam setiap proses industri, terutama pada proses pembubutan yang memiliki potensi bahaya cukup tinggi. PT Sanggar Sarana Baja Balikpapan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan rekayasa teknik, menjalankan berbagai aktivitas yang menuntut perhatian serius terhadap faktor keselamatan kerja, salah satunya adalah pekerjaan pembubutan komponen alat berat. Penelitian ini, penulis menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) untuk menganalisis potensi bahaya, risiko, serta upaya pengendalian pada tahapan proses pembubutan. JSA digunakan sebagai alat sistematis untuk mengidentifikasi bahaya kerja pada setiap langkah aktivitas, serta menyusun langkah-langkah pengendalian yang sesuai berdasarkan prinsip hirarki pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa tahapan kerja yang mengandung risiko tinggi, antara lain akibat paparan benda berputar, serpihan logam, penggunaan mesin bubut tanpa pelindung, serta postur kerja yang kurang ergonomis. Risiko-risiko tersebut dapat diminimalisir dengan tindakan pengendalian seperti rekayasa teknis, prosedur kerja aman, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai. Melalui penelitian ini, diharapkan perusahaan dapat lebih mengoptimalkan penerapan JSA sebagai bagian dari sistem manajemen K3 untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan K3 di sektor manufaktur serupa.
PENGARUH PENCAHAYAAN RUANGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT ATHAR JASA TRANSPORTASI Mulya, Widya; Pratamasari, Iin; Hasibuan, Imam Syuhada Lukman
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.813

Abstract

Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam lingkungan kerja yang dapat memengaruhi kenyamanan visual, kesehatan, konsentrasi, serta produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencahayaan ruangan kerja terhadap kinerja karyawan di PT Athar Jasa Transportasi. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Data dikumpulkan melalui pengukuran intensitas cahaya menggunakan lux meter serta penyebaran kuesioner kepada 31 responden karyawan kantor. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan rata-rata di ruang kerja sebesar 145,7 lux, yang berada di bawah standar pencahayaan perkantoran menurut Permenaker No. 5 Tahun 2018 sebesar 300 lux. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dengan tahapan uji Validitas, Reliabilitas, uji Normalitas (menggunakan Shapiro-Wilk), serta uji Hipotesis melalui metode Anova Two-Way dan Crosstab. Hasil uji Anova Two-Way menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pencahayaan ruangan kerja terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian, pencahayaan yang optimal perlu diperhatikan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan kenyamanan kerja karyawan.
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH DI SAKIT UMUM DAERAH RATU AJI PUTRI BOTUNG PENAJAM PASER UTARA Fuadi, Yan; Al Mutawaqil, Muhammad Irsyad; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.832

Abstract

Penelitian ini menganalisis kecukupan penyimpanan dan pengangkutan limbah medis di RSUD AjiPutri Botung Penajam Paser Utara, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup danKehutanan Nomor 56 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor06 Tahun 2021. Limbah medis padat (B3) memerlukan pengelolaan yang ketat. Metode kualitatifdeskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi (daftar periksa) dan wawancaramendalam. Hasil observasi menunjukkan tingkat kepatuhan sebesar 66,67% dalam penyimpananlimbah. Masalah ketidakpatuhan meliputi: (1) penyimpanan limbah infeksius melebihi batas dua hari(pengangkutan terjadi setiap tiga hari), (2) tidak adanya sistem drainase/bak kontrol, dan (3)pencahayaan yang tidak memadai. Dalam hal pengangkutan, kepatuhan berada pada angka 91,67%,dengan masalah seperti tidak adanya spill kit dan tidak adanya prosedur. Disimpulkan bahwapenyimpanan limbah medis padat di rumah sakit tidak sepenuhnya memenuhi standar teknis danperaturan kesehatan dan keselamatan kerja. Rekomendasi yang diberikan meliputi peningkataninfrastruktur, kepatuhan terhadap batas waktu penyimpanan, serta penyediaan dan pemeliharaanperalatan kesehatan dan keselamatan kerja yang penting untuk memastikan lingkungan kerja yangaman dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
IMPLEMENTASI 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) PADA TOOLS STORAGE DI PT. PLN NUSA DAYA BALIKPAPAN Mulya, Widya; Justine, Dave; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.837

Abstract

Lingkungan kerja yang tidak tertata secara sistematis dapat menimbulkan berbagai risiko keselamatan, penurunan produktivitas, serta ketidakefisienan operasional. Salah satu pendekatan strategis yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah penerapan prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Konsep 5R ini merupakan adaptasi dari metode Jepang 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) yang menurut Osada (1995) dan Gaspersz (2011) terbukti meningkatkan efisiensi kerja, kualitas lingkungan kerja, serta keselamatan kerja secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi prinsip 5R pada area penyimpanan alat (tools storage) di PT PLN Nusa Daya Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi berupa observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator operasional dari kelima prinsip 5R, dan dianalisis menggunakan persentase skor terhadap standar ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip Ringkas, Resik, dan Rajin masing-masing memperoleh skor 80%, 90%, dan 80% yang dikategorikan sebagai sangat baik. Namun, implementasi Rapi (55%) dan Rawat (65%) masih dalam kategori baik, dengan kelemahan utama terletak pada ketiadaan layout ruangan, pembagian zona kerja, serta minimnya visualisasi standar seperti poster dan penanda. Penerapan prinsip 5R yang efektif tidak hanya berdampak pada kebersihan dan keteraturan, tetapi juga terbukti dapat menurunkan potensi kecelakaan kerja (Ramli, 2010; Suma’mur, 2014 Penelitian ini merekomendasikan penguatan sosialisasi budaya 5R, penambahan fasilitas visual (layout, signage, poster), serta peningkatan pelatihan K3 berbasis prinsip 5R sebagai langkah perbaikan berkelanjutan.
ANALISIS PENYIMPANAN LIMBAH B3 PADA KEGIATAN OPERASIONAL WORKSHOP PT. COATES HIRE INDONESIA DI BALIKPAPAN Pratamasari, Iin; Naufal, Ridho Agung; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1276

Abstract

Perkembangan industri memberikan banyak manfaat, namun juga menimbulkan dampak negatif berupa limbah hasil proses industri, termasuk limbah B3. Apabila limbah B3 tidak dikelola dengan baik dan dibuang langsung ke lingkungan, hal tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia, makhluk hidup, serta merusak keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan perusahaan terhadap penerapan kegiatan penyimpanan limbah B3. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari HSE Manager dan HSE Officer PT. Coates Hire Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penerapan kegiatan penyimpanan limbah B3 PT. Coates Hire Indonesia terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 mencapai 73%, dengan nilai terendah terdapat pada indikator pengemasan limbah B3. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perbaikan dan pengendalian sesuai rekomendasi yang ditawarkan pada penelitian ini guna meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi serta mendukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.