Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS KELUHAN SICK BUILDING SYNDROME PADA KANTOR ADMINISTRASI DI PT. XYZ BALIKPAPAN Wahyudi, Irvan; Sari, Iin Pratama; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.700

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kumpulan gejala kesehatan yang dialami oleh penghuni gedung, terutama di lingkungan kerja tertutup, yang umumnya membaik setelah meninggalkan ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keluhan SBS pada Ruang Airport Operation Kantor Administrasi PT. XYZ Balikpapan dengan fokus pada parameter karbon dioksida (CO₂). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 informan yang merupakan karyawan di ruang tersebut. Hasil pengukuran menunjukkan kadar CO₂ sebesar 1453 ppm, melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) 1000 ppm sesuai regulasi kesehatan lingkungan. Hasil wawancara mengidentifikasi 17% keluhan terkait gejala SBS seperti pusing, mudah lelah, dan ketidaknyamanan di hidung, yang umumnya membaik setelah keluar ruangan. Faktor utama penyebab SBS diidentifikasi sebagai kurangnya ventilasi memadai, tidak adanya ventilasi silang, dan durasi pengukuran kualitas udara yang tidak sesuai standar. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan sistem ventilasi dan pengadaan tanaman penyerap CO₂ untuk meningkatkan kualitas udara dan mencegah SBS di lingkungan kerja.
ANALISIS INTENSITAS PENCAHAYAAN PADA KANTOR XYZ BALIKPAPAN Sihotang, Filemon; Sari, Iin Pratama; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.707

Abstract

Penerangan yang memadai di tempat kerja sangat berpengaruh dalam mendukung kenyamanan, keselamatan, dan efektivitas kerja. Studi ini bertujuan mengevaluasi tingkat intensitas cahaya di Kantor XYZ Balikpapan berdasarkan acuan dari Permenaker No. 5 Tahun 2018. Proses pengambilan data dilakukan di dua ruang dengan total luas 91 m² menggunakan alat lux meter pada tiga rentang waktu yang berbeda: pukul 08.00, 12.00, dan 16.00 WITA. Rata-rata intensitas pencahayaan yang tercatat di Ruang 1 adalah 235,56 lux, sementara Ruang 2 mencatatkan 257,17 lux—keduanya masih di bawah standar minimum yang dipersyaratkan, yaitu 300 lux. Analisis terhadap susunan armatur lampu juga menunjukkan bahwa distribusi cahaya belum maksimal. Oleh sebab itu, diperlukan penyesuaian ulang tata letak dan penambahan armatur lampu agar pencahayaan sesuai dengan ketentuan standar. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi sebagai referensi dalam upaya perbaikan kualitas pencahayaan guna mendukung lingkungan kerja yang lebih nyaman dan produktif.
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PADA AREA WORKSHOP DI PT. TJOKRO BERSAUDARA SAMARINDAINDO Arif, Muhammad Dzakwan; Sari, Iin Pratama; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.710

Abstract

Kebisingan merupakan faktor bahaya fisika di lingkungan kerja yang dapat berdampak terhadap kenyamanan dan kesehatan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kebisingan pada area workshop PT. Tjokro Bersaudara Samarindaindo, khususnya di divisi bubut, otomotif, milling, dan fabrikasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengukuran menggunakan Sound Level Meter sesuai SNI 7231:2009 dan Permenaker No. 5 Tahun 2018. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa divisi fabrikasi memiliki tingkat kebisingan tertinggi, dengan nilai melebihi ambang batas 85 dBA. Divisi lainnya masih dalam batas aman. Analisis statistik ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar divisi (p < 0,05). Sebagai upaya pengendalian, disarankan penerapan hierarchy of control seperti peredam suara, rotasi kerja, dan penggunaan APD (earplug/earmuff). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar peningkatan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.
ANALISIS PENCAHAYAAN DI GUDANG PT PLN NUSA DAYA BALIKPAPAN Leksono, Dio Pujo; Sari, Iin Pratama; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.721

Abstract

Pencahayaan merupakan faktor penting dalam keselamatan dan produktivitas kerja di area pergudangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis intensitas cahaya dan tata letak armatur lampu di gudang PT PLN Nusa Daya Balikpapan. Pengukuran dilakukan secara kuantitatif pada tiga waktu berbeda (08.00, 12.00, 16.00 WITA) selama enam hari. Hasil menunjukkan rata-rata pencahayaan lantai satu 83,11 lux, lantai dua 98,16 lux, dan lantai tiga 102,52 lux, sementara standar yang ditetapkan berada pada kisaran 100–200 lux. Tata letak armatur satu baris dengan empat lampu belum mampu mendistribusikan cahaya secara optimal. Perhitungan menunjukkan kebutuhan tambahan hingga 12 lampu dengan konfigurasi tiga baris sejajar. Kesimpulannya, pencahayaan yang kurang standar dan tata letak tidak efisien berpotensi menurunkan efektivitas kerja dan meningkatkan risiko kecelakaan. Penataan ulang armatur serta penambahan jumlah lampu sesuai SNI 6197:2020 direkomendasikan untuk mendukung lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
ANALISIS PENYIMPANAN LIMBAH MEDIS PADAT PADA RUMAH SAKIT XYZ Kamule, Leon Jonas; Sari, Iin Pratama; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.722

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesesuaian penyimpanan limbah medis padat di Rumah Sakit XYZ, berdasarkan Permen LHK Nomor 56 Tahun 2015. Limbah medis padat (B3) memerlukan pengelolaan ketat. Metode kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi (checklist) dan wawancara mendalam. Hasil observasi menunjukkan kepatuhan 85% dalam penyimpanan limbah. Ketidaksesuaian meliputi: (1) penyimpanan limbah infeksius melebihi batas dua hari (pengangkutan tiga hari sekali), (2) tidak adanya sistem drainase/bak kontrol, dan (3) kurangnya pencahayaan. Pada Aspek K3, kepatuhan hanya 55%, dengan masalah seperti ketiadaan alarm kebakaran dan pintu darurat, kotak P3K kosong, serta absennya prosedur spill kit. Disimpulkan bahwa penyimpanan limbah medis padat di Rumah Sakit XYZ belum sepenuhnya memenuhi standar teknis dan K3. Rekomendasi meliputi peningkatan infrastruktur, kepatuhan batas waktu penyimpanan, serta penyediaan dan pemeliharaan peralatan K3 esensial untuk menjamin lingkungan kerja yang aman dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KENYAMANAN VISUAL PADA CATERING DI PT. DJULITA Baraja, Ryan Bari; Mulya, Widya; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.730

Abstract

Pencahayaan yang tidak memenuhi standar di lingkungan kerja dapat mengurangi kenyamanan visual dan membahayakan keselamatan kerja. PT. Djulita sebagai penyedia layanan katering membutuhkan tingkat pencahayaan yang memadai untuk mendukung pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intensitas pencahayaan terhadap kenyamanan visual pekerja. Pada pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan metode pengukuran cahaya menggunakan lux meter, dan penyebaran kuesioner kepada 30 responden. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan berkisar antara 150,0 hingga 218,6 lux, belum memenuhi standar minimal yaitu 250 lux sampai dengan 300 lux . Sebagian besar pekerja mengeluhkan kelelahan mata dan ketidakseimbangan distribusi cahaya. Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari intensitas cahaya, waktu pengamatan, dan interaksi keduanya terhadap tingkat kenyamanan visual pada area dapur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pencahayaan yang tidak memenuhi standar berdampak negatif terhadap kenyamanan visual, sehingga perbaikan sistem pencahayaan sangat dibutuhkan
HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PADA KARYAWAN PERUSAHAAN UMUM DAERAH TIRTA MANUNTUNG BALIKPAPAN Ocean, Aditra Ramadhan; Yuliana, Lina; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.743

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan kinerja karyawan pada divisi distribusi Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan. Beban Kerja yang tinggi, baik secara fisik maupun mental, berpotensi memengaruhi produktivitas, kualitas kerja, serta keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis korelasi spearman. Sampel berjumlah 49 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner beban kerja berdasarkan metode NASA-TLX dan kuesioner kinerja. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mayoritas karyawan mengalami beban kerja tinggi dan sangat tinggi, namun tetap menunjukkan kinerja tinggi. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara beban kerja dan kinerja karyawan dengan nilai koefisien korelasi 0,728 dan signifikansi 0,000 (p<0,05). Artinya, peningkatan beban kerja berbanding lurus dengan peningkatan kinerja karyawan dalam konteks penelitian ini.
PENERAPAN RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN PADA GUDANG DI PT. REKAYASA MULIA RAHARJA Gupara, Median Sefri; Mulya, Widya; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.757

Abstract

Perkembangan industri yang pesat menuntut penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang optimal, khususnya dalam pengelolaan area gudang. Gudang yang tidak tertata dengan baik dapat menjadi sumber bahaya, meningkatkan risiko kecelakaan kerja, dan menurunkan efisiensi serta produktivitas perusahaan. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, rapi, dan efisien adalah konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan prinsip 5R di gudang PT. Rekayasa Mulia Raharja, sebuah perusahaan jasa di bidang konstruksi, perbaikan mesin, dan elektrikal yang berlokasi di Balikpapan.Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tiga informan utama yang terlibat langsung dalam pengelolaan gudang. Penilaian dilakukan dengan skala kategori yang mengukur tingkat keterlaksanaan masing-masing aspek 5R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek Resik dan Rajin sudah masuk dalam kategori sangat baik dengan persentase masing-masing sebesar 85%. Aspek Ringkas dan Rawat berada dalam kategori baik dengan persentase 70%. Sementara itu, aspek Rapi masih berada pada kategori tidak baik dengan persentase hanya 50%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan 5R di gudang PT. Rekayasa Mulia Raharja belum maksimal secara keseluruhan. Hambatan terbesar terletak pada kurangnya media penyimpanan, tidak adanya denah penyimpanan, dan rendahnya kesadaran karyawan dalam menjaga kerapian area kerja. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sarana dan pembentukan budaya kerja disiplin yang berkelanjutan untuk menunjang efektivitas penerapan 5R secara menyeluruh.
EFEKTIVITAS PENYIMPANAN DAN PENGANGKUTAN LIMBAH B3 MEDIS PADAT DI RUMAH SAKIT RESTU IBU BALIKPAPAN Sari, Novita Kurnia; Sari, Iin Pratama; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyimpanan dan pengangkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis padat di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan, berdasarkan Permen LHK No. 56 Tahun 2015 dan Permen LHK No. 06 Tahun 2021. Latar belakang menunjukkan peningkatan limbah medis B3 yang tidak terkelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan, dengan data Kementerian Kesehatan RI (2023) menunjukkan 60% fasilitas kesehatan belum memenuhi standar penyimpanan dan pengangkutan. Metode penelitian melibatkan observasi langsung dan wawancara. Hasil observasi menunjukkan tingkat kesesuaian 65% untuk penyimpanan dan 92% untuk pengangkutan. Temuan utama dalam penyimpanan meliputi: ketidaksesuaian dalam klasifikasi kelompok limbah, kurangnya simbol/label dan jumlah wadah yang cukup, tidak adanya fasilitas pendingin untuk limbah patologis, drainase yang terhalang, wadah tanpa penutup, pengikatan limbah yang tidak standar ("telinga kelinci"), dan kantong limbah yang terbuka. Sementara itu, dalam pengangkutan, ketidaksesuaian utama adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak lengkap oleh petugas. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam sistem pengelolaan limbah medis padat B3 di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan untuk meningkatkan keamanan dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku.
ANALISIS PENYIMPANAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN PADA 3 BENGKEL DI BALIKPAPAN Merentek, Davin Feliano; Mulya, Widya; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.770

Abstract

Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang tidak sesuai standar dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan kerja dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian sistem penyimpanan limbah B3 serta penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tiga bengkel mobil yang berlokasi di Balikpapan, yaitu Bengkel A, B, dan C. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi dengan mengacu pada Permen LHK No. 6 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh bengkel belum sepenuhnya memenuhi standar teknis penyimpanan limbah B3. Persentase kesesuaian penyimpanan limbah B3 berkisar antara 23% hingga 34%, sedangkan aspek K3 hanya mencapai 10% hingga 30%. Beberapa kekurangan yang ditemukan antara lain tidak adanya Tempat Penyimpanan Sementara (TPS), fasilitas darurat yang tidak memadai, minimnya pelabelan limbah, serta ketiadaan dokumentasi logbook dan manifest yang dikelola internal. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa sistem penyimpanan limbah B3 dan penerapan aspek K3 di bengkel mobil di Balikpapan masih perlu banyak perbaikan, baik dari segi infrastruktur, administratif, maupun pemahaman regulasi oleh pelaku usaha