Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Graphene-Based Electrode Materials via Liquid Phase Exfoliation from Chicken Feather Waste Negara, Vamellia Sari Indah; Usna, Sri Rahayu Alfitri; Machmudah, Machmudah; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.14.3.305-311.2025

Abstract

Graphene was successfully synthesized from chicken feather biomass waste using the Liquid Phase Exfoliation (LPE) method assisted by Linear Alkylbenzene Sulfonate (LAS) surfactant at varying volumes of 1 mL, 1.5 mL, and 2 mL. The aim of this study was to evaluate the potential of chicken feather-derived graphene as an electrode material for rechargeable batteries. Characterization using UV-Visible spectrophotometry showed a distinct absorption peak at approximately 270 nm, corresponding to the π→π* electronic transition, with increasing absorbance intensity observed with higher surfactant volumes, indicating more effective graphene exfoliation. XRD analysis revealed a shift in diffraction peaks to lower 2 angles, increased interlayer spacing (d-spacing), and the largest crystallite size of 13.58 nm at a surfactant volume of 1.5 mL. These results indicate that the surfactant plays a critical role in stabilizing and forming the crystalline structure of graphene. Overall, this study demonstrates that chicken feather-based graphene has promising potential to be developed as an eco-friendly electrode material in rechargeable battery applications
Pengaruh Edukasi (e-Edu_Asiek) Terhadap Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar Tahun 2025 Mulsin, Nur Kalsum; Rejeki, Sri; Astuti, Rahayu; Machmudah, Machmudah; Hartati, Tri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48107

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif merupakan faktor kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan bayi dan menurunkan angka kematian neonatal. Meskipun telah direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF, cakupan ASI Eksklusif di Indonesia masih berada di bawah target nasional. Salah satu pendekatan inovatif yang dapat digunakan dalam promosi ASI adalah melalui edukasi digital. Penelitian ini mengembangkan e-EDU_ASIEK, sebuah modul edukasi berbasis e-book yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp, sebagai upaya untuk meningkatkan praktik pemberian ASI Eksklusif. Metode: Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan desain post-test with control group. Sebanyak 40 ibu menyusui bayi usia 4,0–4,5 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan edukasi digital melalui WhatsApp, sedangkan kelompok kontrol mendapat edukasi standar. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 85% ibu pada kelompok intervensi memberikan ASI Eksklusif, lebih tinggi dibanding kelompok kontrol yang hanya 55%. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,038). Diskusi: Edukasi digital berbasis WhatsApp efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu dalam pemberian ASI Eksklusif. Inovasi ini dapat menjadi strategi promosi kesehatan yang efisien, murah, dan mudah diakses di era digital.
Learning English through Literary Works Afandi, Mujad Didien; Muflihah, Tatik; Aquariza, Novi Rahmania; Machmudah, Machmudah
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022331

Abstract

Background. The lack of awareness and knowledge possessed by English teachers about the importance of literary works in learning English in elementary schools is a significant factor that makes English learning does not runs optimally. Therefore, this community service program (PKM) needs to be carried out to help students at one of MI (Islamic Elementary School) in Pranti village, Sidoarjo learn English effectively through literary works in the form of fairy tales. Method. The implementation of this program was divided into three stages, namely planning, implementation, and evaluation. At the planning stage, location survey and preliminary observation were conducted to get an overview of the partners. The team also discussed the problems experienced by the school and offered solutions. The implementation stage was carried out by conducting dissemination on learning English through literary works and implementation of English language learning through literary works. This program involved 25 third graders of the MI. Results. The result of the pretest revealed that all of the students (25 students) had unsatisfying scores.  After the implementation, the scores increased. All of the students (100%) achieved satisfying scores. The pretest and posttest scores showed a significantly different result as evidenced by the N-Gain score of 0.72 (72.2%). Conclusion. The community service program reveals that literary works in the form of fairy tales involved in classroom English learning through a short movie and flashcards is fairly effective to help the students learn English, especially in mastering the vocabulary. Abstrak: Kurangnya kesadaran dan pengetahuan yang dimiliki oleh guru bahasa Inggris akan pentingnya karya sastra dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar menjadi faktor signifikan yang menyebabkan pembelajaran bahasa Inggris menjadi kurang maksimal.Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini perlu dilakukan untuk membantu siswa di salah satu MI (Madrasah Ibtidaiyah) di Desa Pranti, Sidoarjo mempelajari bahasa Inggris secara efektif melaui karya sastra yang berbentuk cerita dongeng. Metode. Pelaksanaan program ini dibagi dalam tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.  Pada tahap perencanaan, survei lokasi dan observasi awal dilakukan untuk mendapatkan gambaran dari mitra. Tim ini juga mendiskusikan masalah yang dialami oleh sekolah tersebut serta menawarkan solusinya. Tahap pelaksanaan berisi kegiatan diseminasi tentang pembelajaran bahasa Inggris melalui karya sastra (berupa cerita dongeng), implementasi pembelajaran bahasa Inggris melalui karya sastra, monitoring dan bimbingan tentang penggunaan karya sastra dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pada tahap terakhir, evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program setelah kegiatan PKM selesai. Program ini melibatkan 25 siswa kelas 3 di MI tersebut Hasil. Hasil pretes mengungkapkan bahwa semua siswa (100%) menghasilkan nilai yang tidak memuaskan. Setelah implementasi, nilai mereka meningkat. Semua siswa memperoleh nilai yang memuaskan. Nilai pretes dan posttes menunjukkan perbedaan signifikan yang dibuktikan dengan nilai N-Gain sebesar 0,72 (72,2%). Kesimpulan. Program PKM ini mengungkapkan bahwa karya sastra dalam bentuk cerita dongeng yang dilibatkan dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas melalui film pendek dan flashcards cukup efektif membantu siswa dalam mempelajari bahasa Inggris, khususnya dalam penguasaan kosakata
Media Audio Visual : Pendampingan Guru dan Orang Tua Untuk Optimalisasi Kemandirian Anak Wahono, Wahono; Retnasari, Henita; Machmudah, Machmudah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5786

Abstract

Audio visual merupakan salah satu media yang digunakan dalam menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media audio visual berbasis video interaktif untuk optimalisasi sikap kemandirian anak. Penggunaan jenis penelitian berupa penelitian kualitatif yang mengaplikasikan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data oleh peneliti dengan mengaplikasikan: tehnik observasi, tehnik wawancara beserta dokumentasi. Kegiatan observasi pelaksanaannya terhadap aktivitas anak sebelum dan sesudah menggunakan audio visual yang berjumlah 10 anak,  fokus pada penelitian yakni pada 5 anak pada tahap “Belum Berkembang (BB)”. Dari hasil penelitian terlihat perubahan sikap pada anak yang awalnya masih enggan melakukan kegiatan secara mandiri setelah diterapkan pembelajaran menggunakan audio visual ,anak cenderung antusias serta termotivasi mengikuti pembelajaran, memudahkan anak memahami penyampaian materi pembiasaan kemandirian. Nilai kemandirian dapat diperoleh dari kegiatan pembiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak kelompok B seperti pembiasaan mencuci tangan, membereskan mainan setelah digunakan, menggunakan kaos kaki dan sepatu sendiri. Keberhasilan juga didukung peran orang tua dalam mengaplikasikan media audio visual kepada anak. Orang tua melatih dan mempraktekkan kepada anak sikap kemandirian yang sesuai dengan video interaktif sehingga anak anak lebih mudah mengaplikasikan nya dalam 
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU MENGELOLA KELAS DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI TPQ JALALUDDIN DIWET POGAR BANGIL PASURUAN Saleh, Nanang Rokhman; Syaikhon, Muhammad; Machmudah, Machmudah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25430

Abstract

Selama ini pembelajaran membaca al-Qur’an di TPQ Jalaluddin sudah berjalan baik sesuai dengan petunjuk dan panduan yang terdapat di dalam buku metode qiroati itu sendiri. Namun jika ditinjau dari manajemen kelas (pengelolaan kelas) maka dapat dikemukakan bahwa pembelajaran al-Qur’an di TPQ tersebut adalah kurang kondusif dan efektif, terbukti masih adanya santri yang ramai, berbicara sendiri, kurang fokus dan tidak memperhatikan bahkan menggangu teman selama pembelajaran al-Qur’an berlangsung. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masayarakat di TPQ Jalaluddin Dusun Diwet Kelurahan Pogar Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang peningkatan keterampilan guru mengelola kelas dalam pembelajaran al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah mengumpulkan para guru TPQ Jalaluddin, kemudian diberikan penyuluhan tentang peningkatan keterampilan guru mengelola kelas dalam pembelajaran al-Qur’an.. Penyuluhan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan evaluasi. Tingkat pengetahuan responden dapat diketahui dengan dilakukan pre test sebelum kegiatan dan post tes sesudah kegiatan. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang peningkatan keterampilan guru mengelola kelas dalam pembelajaran al-Qur’an. Hasil luaran dari kegiatan ini adalah laporan yang akan dipublikasikan di jurnal nasional atau prosiding nasional, hak kekayaan intelektual, video kegiatan (youtube), dan media massa online atau offline, dan peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden serta perubahan perilaku.
THE TEACHERS’ PERCEPTION ON TEACHING ENGLISH STRATEGIES TO AUTISM SPECTRUM DISORDER STUDENTS Saputri, Tiyas; Pujo Basuki, Edi; Machmudah, Machmudah; Khoirul Fitriyah, Fifi; Lutfauziah, Asmaul; Nadziroh, Nadziroh; Asna, Adibatul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35256

Abstract

It is very challenging for a teacher to teach students with special needs, for example those with Autism Spectrum Disorder (ASD), so that they can learn and get a proper education. ASD students have poor communication and interaction skills. This can be a problem for teachers in the teaching process because their mastery in teaching English strategies to ASD students is low. Teaching ASD students is different from teaching other students in general because English teachers must have special guidelines for teaching strategies. The solution to help is to equip them with the right teaching strategies. Teaching strategies are the structures, systems, methods, techniques, procedures, and processes that teachers use during teaching as a way to help students learn better. There are five teaching strategies for ASD students by applying: 1. Total Physical Response (TPR), 2. Contextual Teaching Learning (CTL) approach, 3. Image media with play techniques, 4. RPP according to the needs of ASD students, 5. Video Recording Method Interactive. The socialization of community service was oriented to focus on strategies for teaching English for ASD students to English teachers at the Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Private Junior High School association in the North Surabaya region. The target participants for this activity were 40 junior high school teachers from various schools who are members of the association, but in fact there were 97 people who attended this seminar. This study aimed to determine teachers' perceptions in teaching English language strategies to students with ASD. This study used qualitative research methods by describing the results of teachers' perceptions obtained from interview with them. The findings of this study indicated that teachers' perceptions were positive regarding this matter. The data collection method was carried out by interviewing five English teachers randomly. Data analysis was carried out by describing the data from the interviews. The results indicated that the English teacher's perception of this community service activity was positive to increase English teachers' mastery in teaching English language strategies to ASD students so that they can teach with appropriate teaching strategies.
High Cholesterol Prevention through Healthy Lifestyle Education and the Use of Bay Leaves (Syzygium polyanthum) as a Cholesterol-Lowering Herbal Remedy in Islamic Boarding Schools Bintarti, Tri Wahyuni; Salim, Hotimah Masdan; Salamy, Nanda Fadhilah Witris; Machmudah, Machmudah; Aji, Audi Ikhfina Tanra; Faraadies, Rangga Azhaar; Bariyah, Khadijah Khairul
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261378

Abstract

Hypercholesterolemia is a growing health problem, including among adolescents in Islamic boarding schools (pesantren) where diets are high in fat and low in fiber, and physical activity is limited. This condition carries a risk of developing cardiovascular disease, necessitating preventive interventions tailored to the characteristics of the Islamic boarding school community. This Community Service (PkM) activity aims to increase students' knowledge and awareness of high cholesterol prevention through healthy lifestyle education and the use of bay leaves (Syzygium polyanthum) as an alternative herbal cholesterol-lowering agent. The program's innovation lies in integrating evidence-based health education with local wisdom, making it easily implemented in Islamic boarding schools. The activity was conducted at the Zainul Hasan Genggong Islamic Boarding School in Probolinggo in May 2025, involving 30 students and 14 religious teachers. The methods used included an initial survey, FGDs, interactive counseling with pre- and post-test evaluations, and free health checks, including anthropometry, blood pressure, and blood sugar measurements, medical consultations, and medication administration. The primary outcome was increased participant knowledge, measured by comparing pre-test and post-test scores and baseline health data from the examination. The results of the activity showed an average increase in participant knowledge of 23.4 points between the pre-test and post-test. Students also gained practical skills in using bay leaves as a daily ingredient beneficial for health.
Pengaruh Penerapan Seven Habits of Great Indonesian Children pada Minat Belajar dan Lingkungan Belajar yang Menyenangkan Wulandari, Elya Prastiti; Machmudah, Machmudah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Seven Habits of Great Indonesian Children terhadap minat belajar siswa serta terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan pada siswa SD. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan campuran (mixed-method) dengan desain quasi-experimental. Penelitian ini melibatkan siswa kelas III di salah satu sekolah dasar swasta di Jawa Timur.  Instrumen penelitian berupa kuesioner minat belajar, lembar observasi, wawancara terbuka, serta jurnal reflektif siswa. Hasil uji reliabilitas instrumen mengindikasikan instrumen yang cukup baik dan reliabel untuk mengukur konstruk minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan  perilaku pembiasaan yang positif seperti bangun pagi, taat ibadah, gemar belajar, berolahraga, makan sehat, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Selain itu, kebiasaan tersebut mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, interaktif, dan menyenangkan saat berada di kelas. Penelitian ini juga menyarankan agar guru dan orang tua secara konsisten mengintegrasikan Seven Habits dan berkolaborasi dalam kehidupan sehari-hari anak untuk memperkuat serta mewujudkan budaya positif baik di sekolah maupun saat di rumah. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan intervensi karakter yang efektif di jenjang sekolah dasar.
EMPOWERMENT OF EARLY CHILDHOOD EDUCATORS IN PASURUAN REGENCY IN FORMING AN ATTITUDE OF TOLERANCE IN EARLY CHILDHOOD Syaikhon, Muhammad; Rokhman Saleh, Nanang; Djuwari , Djuwari; Machmudah, Machmudah; Asmara, Berda; Rihlah , Jauharotur
Community Service Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v7i2.807

Abstract

One of the major social issues currently faced in Indonesia, particularly in Pasuruan Regency, is intolerance. Educational institutions play a strategic role in instilling values of tolerance to reduce intolerant attitudes, especially from early childhood education. However, early childhood education institutions in Pasuruan Regency face challenges related to educators’ limited understanding of how to foster tolerant attitudes among young children. This community service activity aimed to enhance the knowledge and understanding of early childhood educators regarding the formation of tolerant attitudes in early childhood learners. The program was conducted over four months and involved early childhood educators in Pasuruan Regency, totalling 50 participants. The method employed was educational counseling delivered through lectures and question-and-answer sessions. Participants’ knowledge levels were measured using a pre-test questionnaire prior to the counseling session and a post-test afterward to assess knowledge improvement. The results indicated that only 10 participants (20%) demonstrated adequate knowledge in the pre-test, while post-test results showed a significant increase, with 40 participants (80%) demonstrating improved understanding. In conclusion, educational counseling activities for early childhood educators in Pasuruan Regency effectively increased their knowledge in fostering tolerant attitudes among early childhood learners.
Pengaruh Pembiasaan Doa Harian Terhadap Perkembangan Nilai Moral Dan Agama Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di Tk Yamassa Surabaya Mufarocha, Rochmatun Nisa; Saleh, Nanang Rokhman; Shari, Destita; Machmudah, Machmudah
Early Childhood Research Journal (ECRJ) Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ecrj.v8i2.12205

Abstract

This study aims to determine the effect of daily prayer habituation on the development of religious and moral values in children aged 4–5 years at TK Yamassa Surabaya. The background of this research is the increasing use of digital technology, which has led to a decline in social interaction and children's understanding of religious and moral values. Preliminary observations indicated that some children had not yet developed the ability to recite daily prayers properly due to inappropriate behavior. The research uses a quantitative approach with a one-group pretest-posttest pre-experimental design. The sampling technique used was saturated sampling. Data collection was conducted through observation and documentation. Data analysis included descriptive analysis, Normality Test, Homogeneity Test, and t-Test using IBM SPSS version 30. The results of the descriptive analysis showed an average pre-test score of 9.60 and a post-test score of 16.05. The normality test (Shapiro-Wilk) indicated that the data were normally distributed, with a pre-test value of 0.087 and a post-test value of 0.116. The homogeneity test showed that the data were homogeneous with a value of 0.175 > 0.05. The t-test showed a significance value of 0.001 < 0.05, which means there is a significant effect of daily prayer habituation. Based on these results, it can be concluded that daily prayer habituation has an effect on the development of religious and moral values in children aged 4–5 years at TK Yamassa Surabaya. It is suggested that educators, schools, and future researchers be more innovative in developing daily prayer habituation through various activities.