Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pelatihan Konselor Sebaya Dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Remaja di Kota Pekalongan dan Kabupaten Rembang Handayani, Novia; Sriatmi, Ayun; Martini, Martini; Kusumawati, Aditya; Nuridzin, Dion Zein; Camellia, Arta; Armunanto, Armunanto; Okta Hardiyanti, Tutut
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.578

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan seperti kesehatan reproduksi, penyalahgunaan NAPZA, kekerasan dan gangguan mental. Remaja di Indonesia memiliki potensi besar, akan tetapi mereka harus menghadapi tantangan seperti minimnya pengetahuan tentang kesehatan dan terbatasnya akses ke layanan kesehatan yang ramah remaja, yang diperburuk oleh stigma dan penilaian negatif dari lingkungan sekitar. Pendekatan konseling sebaya dinilai mampu mengatasi permasalahan remaja, mengingat remaja cenderung lebih terbuka kepada teman sebayanya dibandingan dengan orang tua. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memperkuat kapasitas remaja dalam menyampaikan informasi kesehatan yang akurat, menjadi pendamping yang responsif terhadap permasalahan kesehatan yang dialami teman sebayanya, memiliki kemampuan untuk mengarahkan mereka dalam mengakses layanan kesehatan yang sesuai serta menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan awal bagi temannya yang mengalami permasalahan. Penilaian kegiatan ini dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan konselor sebaya bagi remaja, dengan metode pretest-posttest, pemberian materi, simulasi peran (roleplay), dan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen peserta. Hasil posttest menunjukkan bahwa 75% peserta di Kota Pekalongan dan 74,07% peserta di Kabupaten Rembang mengalami peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil evaluasi melalui pretest dan posttest, dapat disimpulkan bahwa pelatihan konselor sebaya yang diselenggarakan berhasil meningkatkan tingkat pengetahuan para peserta.
Peningkatan Kapasitas Petugas Vaksinator Melalui Kegiatan Refreshing dalam Implementasi Vaksin Baru: PCV, Rotavirus, dan HPV di Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo Sriatmi, Ayun; Martini, Martini; Kusumawati, Aditya; Handayani, Novia; Erlin Friska; Petosutan, Kenny; Armunanto, Armunanto
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.585

Abstract

Imunisasi merupakan upaya preventif yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular, terutama pada bayi dan balita. Dalam rangka mendukung program imunisasi nasional dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, pemerintah telah menambahkan tiga jenis vaksin baru, yakni Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), Rotavirus, dan Human Papillomavirus (HPV). Implementasi vaksin baru menuntut kesiapan petugas vaksinator, baik dari segi pengetahuan, keterampilan teknis, hingga komunikasi efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas vaksinator melalui pelatihan penyegaran (refreshing) di Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo. Metode pelaksanaan terbagi dua tahap, yaitu audiensi persiapan dan pelaksanaan kegiatan refreshing. Materi yang disampaikan dalam kegiatan refreshing meliputi informasi terkait vaksin baru, teknik penyuntikan yang aman (safety injection), dan komunikasi efektif. Kegiatan diikuti oleh 49 petugas vaksinator dari dua kabupaten. Hasil diskusi kelompok menunjukkan bahwa secara umum kesiapan sumber daya manusia dan logistik telah memadai, namun masih terdapat kendala seperti keterbatasan tenaga IT, keterlambatan distribusi vaksin, serta tantangan dalam penerimaan masyarakat akibat informasi yang salah. Program refreshing ini dinilai penting untuk memperbarui kompetensi vaksinator, memperkuat pelaksanaan imunisasi vaksin baru, dan meningkatkan mutu layanan imunisasi di tingkat puskesmas.
PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR, DISIPLIN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KELURAHAN BEKASI JAYA Handayani, Novia; Pitoyo, Bayu Seno; Giningroem, Dewi Sri Woelandari Pantjolo
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 2 No. 4 (2025): JULI
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v2i4.1265

Abstract

This study is conducted to determine the extent of the influence of Career Development, Work Discipline, and Work Motivation on the Performance of Employees at Bekasi Jaya Sub-district. The population of this study is all employees of Bekasi Jaya Sub-district. This research uses a quantitative method. Data collection in this study was conducted using a questionnaire with 39 respondents, and the sampling method used is non-probability sampling where the entire population is treated as a sample. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis with the help of SPSS application. The results of the partial (t) test show that the Career Development variable does not have a significant effect on Employee Performance. Work Discipline has a significant effect on Employee Performance. And Work Motivation does not have a significant effect on Employee Performance. Furthermore, the simultaneous (f) test results show that all three variables together have a significant influence on employee performance.
TAPS Ban and Media Literacy to Protect Youth from Tobacco Industry Inducement Nurjanah, Nurjanah; Sugihantono, Anung; Widjanarko, Bagoes; Handayani, Novia; Musthofa, Syamsulhuda Budi; Puspitaningtyas, Sheila Indah; Wulandari, Anastasia; Fadhilah, Nur; Fajriyah, Nuniek Nizmah; Permadi, Yulian Wahyu; Subekti, Ratih; Faozan, Amir
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 13 No. SI2 (2025): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V13.ISI2.2025.135-142

Abstract

Background: The Indonesia Health Survey 2023 indicates that around 70 million people in the country smoke, with 7.2% aged 10 to 18, and Central Java province reports one of the highest child prevalence rates in Indonesia at 9.6%. Tobacco Advertising, Promotion, and Sponsorship (TAPS) influence intention to smoke, and on the other hand, Smoking Media Literacy (SML) can be a shield for youth to protect them from tobacco industry inducement. Methods: This study aims to evaluate the impact of TAPS exposure and SML on smoking intention. This cross-sectional study includes 1,014 students from ten junior high schools, eleven high schools, and five universities located in the three primary municipalities of Central Java Province. A stratified sampling method was used to choose the participants, and data was collected through a self-administered questionnaire. Results: The students were most frequently exposed to TAPS through outdoor media such as billboards and banners, followed by displays at points of sale and online platforms like social media and websites. The logistic regression found that Higher media literacy is associated with a decreased likelihood of intending to smoke, with (OR 0.60). Conversely, exposure to tobacco advertising, promotion, and sponsorship (TAPS) increases intending to smoke by approximately 55% (OR 1.55). The intention to smoke is the most potent predictor of whether an individual has ever smoked (OR 9.91). Conclusion: The low media literacy increases vulnerability to tobacco marketing, while exposure to tobacco advertising and promotion significantly heightens the likelihood of intending to smoke. The strong association between smoking intention and highlights the critical importance of early preventative measures. Targeted strategies such as media literacy education and a total TAPS ban are essential to curb the rising trend of tobacco use among Indonesian youth.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP PADA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) Mayasari, Mayasari; Ratnapuri, Siska; Nursafitri, Nursafitri; Handayani, Novia; Hidayat, Wahyu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menelaah kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP dari yang kemampuannya tinggi ke rendah berdasarkan indikator yang muncul dari siswa. Analisis kemampuan berpikir kreatif ini diperoleh dari tes insrument kemampuan berpikir kreatif siswa yang diberikan kepasa Siswa Menengah Pertama yang berdasarkan indikator (1) berpikir dengan lancar (2) berpikir secara luwes (3) berpikir secara orisinil (4) berpikir secara elaboratif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskritif. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII siswa SMP Negeri 45 Bandung. Pengolahan data dari hasi penelitian menggunakan uji Mann Whitney. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan kemampuan siswa terhadp menyelesaikan soal-soal kemampuan berpikir kreatif pada indikator yang telah ditentukan.
MENGANALISIS KEMAMPUANKONEKSI MATEMATIS PADA MATERI BANGUN DATAR SISWA SMPN DI BANDUNG BARAT Nursafitri, Nursafitri; Handayani, Novia; Mayasari, Mayasari; Amelia, Risma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah dengan cara mengaitkan konsep. Analisis koneksi matematik ini diperoleh dari tes instrument kemampuan koneksi matematik siswa yang diberikan kepada siswa sekolah menengah pertamayang berdasarkan indikator 1) Menggunakan koneksi antar topik matematika dengan topik lain. 2) Mencari hubungan berbagai representasi atau gambaran, konsep dan prosedur. 3) Menggunakan matematika dalam bidang studi lain atau kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. subjek penelitian ini adalah 21 siswa kelas VIII B salah satu SMPN di Bandung Barat . Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa yang termasuk kedalam kategori paling rendah yaitu terdapat pada indikator ke-1, Indikator ini tergolong rendah karena siswa karena siswa belum mampu menghubungkan antar gambar bangun datar ke-1 dengan gambar bangun datar ke-2, sehingga siswa kebingungan bagaimana cara menyelesaikannya, Karena siswa terbiasa menyelesaikan soal yang terdiri dari 1 topik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN MUTU KESEHATAN DAN PENDIDIKAN DI DESA DUKUH ., Suhendra; Rachmady, Deddy; Handayani, Novia
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.869 KB)

Abstract

Kesehatan lingkungan dan Pendidikan merupakan dua hal penting yang harus diperhatikan dalam dunia Masyarakat. Kurangnya pemerataan pemahaman kesehatan dan pendidikan di masyarakat membuat kec.cibungbulang desa dukuh menjadi desa yang turun akan angka kesehatan dan pendidikannya. Peningkatan masyarakat hanya terlihat dari segi skill dan kreativitas, khususnya ibu-ibu desa dukuh yang begitu aktif dalam mempersiapkan kreativitas dalam menyambut acara besar 17 Agustus. Namun, untuk kesadaran akan lingkungan dan dunia pendidikan masih kurang. Hal tersebut bisa terlihat dari banyaknya anak-anak di bawah usia sekolah harus putus sekolah karena faktor ekonomi atau kurangnya perhatian dari orangtua terkait pentingnya pendidikan. Selain pendidikan, kesadaran masyarakat akan lingkungan masih perlu ditingkatkan lagi. Momen gotong royong warga yang seharusnya menjadi solusi akan kebersihan lingkungan dari sampah masih sedikit yang aktif untuk ikut andil dalam menjalankan program tersebut
Pengasahan kemampuan kognitif sehat pada siswa sekolah dasar melalui permainan keterampilan Berpikir Kritis Handayani, Novia; Indraswari, Ratih; Shaluhiyah, Zahroh; Kusumawati, Aditya
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v6i1.1230

Abstract

Sebagian besar permasalahan kesehatan saat ini disebabkan karena perilaku individu yang tidak sehat. Hal ini dapat dicegah jika tiap individu mampu berpikir kritis di setiap perilaku yang akan diadopsinya. Keterampilan berpikir kritis perlu diajarkan sejak dini. Pegabdian ini bertujuan untuk mengajarkan anak di SD Negeri Tlogosari Wetan 02 Semarang agar terampil berpikir kritis sebelum memutuskan sesuatu atau menyelesaikan permasalahan. Dengan demikian, mereka dapat menjauhi perilaku tidak sehat akibat pengaruh lingkungan sekitarnya saat memasuki fase remaja. Pengabdian ini menggunakan metode participatory community service dan diikuti oleh 64 siswa kelas 5 karena pada usia ini anak-anak mulai mengalami pubertas. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa anak-anak sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran karena dilakukan dengan cara bermain berkelompok serta bermain peran. Keterampilan berpikir kritis anak-anak meningkat dibandingkan sebelum diberi pembelajaran. Mereka memahami bahwa setiap tindakan harus dipikirkan dulu baik buruknya dan memahami proses pencarian alternatif yang sehat. Diharapkan anak-anak dapat menyebarluaskan pengetahuan tentang berpikir kritis di lingkungan pertemanan sekitarnya.
Optimalisasi Kolaborasi Koalisi Organisasi Profesi untuk Percepatan Program Triple Eliminasi di Kabupaten Grobogan dan Brebes Kusumawati, Aditya; Handayani, Novia; Nuridzin, Dion Zein; Martini; Sriatmi, Ayun; Hardiyanti, Tutut Okta
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20487

Abstract

Background: Penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Untuk mengatasinya, Kementerian Kesehatan meluncurkan Program Triple Eliminasi melalui peningkatan skrining antenatal, pengobatan dini, dan edukasi kesehatan. Namun, implementasi di tingkat kabupaten, seperti di Grobogan dan Brebes, masih menghadapi tantangan berupa lemahnya koordinasi lintas sektor, keterbatasan sumber daya, serta keterlibatan organisasi profesi yang belum optimal. Metode: Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui diskusi kelompok terarah, evaluasi program, dan analisis situasi untuk memperkuat peran Koalisi Organisasi Profesi (KOPI). Hasil: Dari 15 organisasi profesi dalam KOPI Triple Eliminasi, hanya sekitar 60% yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan bersama. Kedua kabupaten belum memiliki legitimasi formal berupa Surat Keputusan Dinas Kesehatan, dan sebagian besar dari 55 tenaga kesehatan peserta FGD belum mendapatkan pelatihan komprehensif, sehingga kapasitas implementasi program masih terbatas. Kesimpulan: Optimalisasi kolaborasi KOPI berpotensi besar mempercepat pencapaian target Triple Eliminasi, namun membutuhkan mekanisme kerja terpadu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta legalisasi formal melalui SK. Temuan ini bersifat kualitatif dan memerlukan penelitian kuantitatif lanjutan untuk mengukur efektivitas kolaborasi secara lebih sistematis.