Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Buku Cerita Digital Interaktif sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Literasi Baca-Tulis Anak Usia Dini Hardianti, Indah; Nafiqoh, Heni; Lestari, Ririn Hunafa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i1.26471

Abstract

Kemampuan membaca dan menulis merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup anak. Namun, ada anak-anak yang sebagian besar masih menghadapi kesulitan membaca serta menulis,  seperti anak belum bisa mengungkapkan bahasa serta belum bisa membaca dan menulis namanya dengan lengkap. Dengan karakteristik anak yang suka melihat buku yang bergambar, buku cerita digital bisa menjadi solusi untuk meningkatkan literasi baca-tulis anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan media buku cerita digital bagi anak usia dini dapat meningkatkan literasi baca-tulis anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi dan analisis data deskriptif persentase. Penelitian ini menggunakan subjek berupa enam anak laki laki dan dua anak perempuan kelas B di RA Al-Majidiyyah. Hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil dan analisis data diperoleh bahwa buku cerita digital interaktif ini dapat meningkatkan literasi baca-tulis anak usia dini dengan indikaror (1) Anak mampu menulis namanya sendiri dengan lengkap 54,5%; (2) Anak mampu membaca namanya sendiri denga lengkap 72,46% ; (3) Anak mampu mengelompokkan gambar berdasarkan huruf awalan sama 85,6%. Reading and writing are some of the most important skills for a child's survival. However, there are children who mostly still face difficulties in reading and writing, such as children who cannot express language and cannot read and write their names completely. With the characteristics of children who like to see picture books, digital storybooks can be a solution to improve children's reading and writing literacy. This study aims to determine whether the use of digital storybook media for early childhood can improve children's reading and writing literacy. This study uses a quantitative descriptive method using data collection techniques in the form of observation and descriptive percentage data analysis. This study used subjects in the form of six boys and two girls in class B at RA Al-Majidiyyah. The results of this study, based on the results and data analysis obtained, indicate that this interactive digital storybook can improve early childhood reading and writing literacy with indicators. (1) Children can write their names completely 54.5%; (2) Children can read their names completely 72.46%; (3) Children can group images based on the same initial letters 85.6%.
Tipikal Kendala Guru PAUD dalam Mengajar pada Masa Pandemi Covid 19 dan Implikasinya Agustin, Mubiar; Puspita, Ryan Dwi; Nurinten, Dinar; Nafiqoh, Heni
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i1.598

Abstract

Pandemi covid 19 menjadikan semua jenjang pendidikan termasuk PAUD menghentikan kegiatan pembelajaran secara tatap muka dan berganti dengan sistem daring. Hal ini menimbulkan kekagetan budaya dan kendala dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap tipikal kendala mengajar guru PAUD saat pandemi covid 19 dan implikasinya pada kegiatan pembelajaran berbasis konsep normal baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data penelitian diperoleh secara online menggunakan media google form. Sampel dalam penelitian ini adalah 645 guru  yang berada di wilayah Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kendala mengajar yang dialami guru PAUD pada masa pandemi covid 19 berada  pada empat indikator  yaitu kendala komunikasi, metode pembelajaran,materi dan biaya serta penggunaan teknologi dengan kecenderungan prosentase yang tinggi  berada pada kategori sering dan kadang-kadang.  Tentunya perlu solusi untuk mengatasi masalah ini supaya tidak berdampak secara  sistemik serta supaya  guru PAUD lebih siap menerapkan kegiatan pembelajaran berbasis konsep normal baru.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Nafiqoh, Heni
Tunas Siliwangi Vol 3 No 1 (2017): VOL 3 NO 1, APRIL 2017
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v3i1p57-75.318

Abstract

Penelitian ini beranjak dari adanya guru Taman kanak-kanak di Kota Bandung yang belum menunjukkan Kinerja mengajar yang memadai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepemimpinan dan motivasi berprestasi terhadap kinerja guru PAUD di Kota Bandung. Penelitian dilakukan terhadap guru TK yang ada di lokasi penelitian dengan menggunakan metode survei yang menggunakan kuesioner/angket tertutup sebagai alat pengumpul data. Sampel yang diambil dengan menggunakan stratified sampling sebanyak 83 dari populasi 493 lembaga. Adapun hasil Penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang sangat tinggi antara kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja mengajar guru (Y) sebesar 17,16%, motivasi berprestasi (X2) terhadap kinerja (Y) sebesar 33,69% dan pengaruh kepemimpinan (X1) dan motivasi berprestasi (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 50,84%. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain sebesar 49,16%. Adapun untuk meningkatkan kinerja guru, kepala sekolah taman Kanak-kanak membuka saluran komunikasi, pedoman kerja yang jelas, promosi bagi guru berprestasi serta meningkatkan kompetensi pendidik dalam penguasaan metode dan strategi pembelajaran. Kata kunci: pengaruh kepemimpinan, motivasi berprestasi, kinerja guru. 
PEMBELAJARAN SAINS SEDERHANA DALAM RANGKA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI DI PAUD TUNAS SILIWANGI CIMAH TENGAH nafiqoh, heni
Tunas Siliwangi Vol 4 No 2 (2018): VOL 4 NO 2, OKTOBER 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v4i2p77-84.1227

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang : “Pembelajaran Sains Sederhana dalam rangka peningkatan motivasi belajar anak usia dini di PAUD TUNAS SILIWANGI Cimahi “.Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan : Secara umum, penelitian bertujuan untuk “Mendeskripsikan data pelaksanaan Pembelajaran Sains Sederhana anak PAUD TUNAS SILIWANGI untuk meningkatkan motivasi belajar anak”.Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Sugiyono (2009: 21-22). Sumber data penelitian ini adalah anak Siswa PAUD TUNAS SILIWANGI Cimahi. Sedangkan sampel berjumlah 27 orang anak serta yang dijadikan sampel refresentatif 5 anak dan 2 guru untuk menjadi kasus. Data penelitian menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi. Penggunaan Pembelajaran Sains Sederhana dalam meningkatkan motivasi belajar anak dalam penelitian ini dilaksanakan dengan melalui dua kali observasi. Kondisi pembelajaran kegiatan meningkatkan motivasi belajar anak dengan menggunakan Pembelajaran Sains Sederhana sudah mulai terkondisikan. Anak sudah bisa berkonsentrasi untuk memperhatikan instruksi dari guru dan mau mempraktekkan langsung kegiatan serta termotivasi belajar dengan menggunakan Pembelajaran Sains Sederhana. Hasil yang diperoleh melalui observasi menunjukkan hasil yang memuaskan. Motivasi belajar anak meningkat walaupun kadarnya bervariasi. Dengan menggunakan Pembelajaran Sains Sederhana di dalam meningkatkan motivasi belajar, pembelajaran ini digunakan dikarenakan sangat menarik, sehingga anak ingin melihat serta mengamati eksperimen tersebut. Selain itu, anak semakin antusias mengikuti pembelajaran dikarenakan guru memperlihatkan langsung bagaimana cara pembelajaran sains sederhana tersebut dalam kegiatan meningkatkan motivasi belajar, dan guru juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mempraktekkan dan mendemonstrasikan apa yang didapat setelah mempelajari melalui Pembelajaran Sains Sederhana di depan teman-teman yang lain, sehingga anak akan terus mengingat pembelajaran ini dan semakin antusias untuk terus belajar.Kata kunci: Motivasi, Sains Sederhana
STUDI DESKRIPTIF TENTANG METODE HYPNOTEACHING PADA ANAK USIA DINI zahro, ifat fatimah; rohmalina, rohmalina; nafiqoh, heni
Tunas Siliwangi Vol 5 No 2 (2019): VOL 5 NO 2, OKTOBER 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v5i2p64-72.1473

Abstract

Metode Hypnoteaching merupakan suatu keahlian untuk memberikan ‘pesan’ ke dalam bawah sadar sehingga anak tersebut terdorong untuk melaksanakan pesan tersebut. Pesan yang dimaksud adalah sugesti berisi serangkaian kalimat verbal yang diucapkan oleh guru kepada anak dengan tujuan yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan pelaksanaan pembelajaran dengan metode Hypnoteaching di lembaga PAUD berikut faktor penghambat dalam penggunaan metode ini. Jadi fokus masalah dalam penelitian ini yakni belum optimal penggunaan metode yang digunakan dalam upaya pembelajaran yang menyenangkan bagi anak dan minimnya kemampuan sebagian guru dalam penggunaan beragam metode yang sesuai dengan tahap usia anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Lokasi dan subjek yang diteliti ialah PAUD Terpadu Tunas Siliwangi, anak usia 4-5 tahun dan guru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan beberapa tahapan yang teorinya menggunakan teknik sugesti serta pola interaktif. sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu memberikan perubahan pada anak.Kata kunci: Metode Hyphnoteaching,anak usia dini
METODE PEMBELAJARAN BERMAIN KARTU KATA DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN KOGNITIF DI TK TRIDAYA CIMAHI Aprianti, Ema; Nafiqoh, Heni; Rohaeti, Euis Eti
Tunas Siliwangi Vol 6 No 1 (2020): Vol 6 No 1, APRIL 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i1p%p.1478

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang : dengan judul “Metode Pembelajaran Bermain Kartu Kata Dalam Meningkatkan kecerdasan kognitif di TK TRIDAYA CIMAHI “.Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan : (1) Untuk mengetahui data tentang pelaksanaan penggunaan media kartu kata melalui anak TK untuk meningkatkan pengembangan kecerdasan kognitif (2) Hasil penggunaan media kartu kata dan pengaruhnya terhadap anak TK (3) Pendorong dan penghambat  penggunaan media kartu kata dalam upaya peningkatan  pengembangan kecerdasan kognitif bagi anak di Taman Kanak-Kanak. Metode Penelitian yang di gunakan Penelitian kualitatif dengan pertimbangan bahwa subjek riset adalah Siswa Taman Kanak-Kanak Tridaya pengumpulan data yang hanya bisa didekati dengan pendekatan pengamatan dan tidak bisa menggunakan instrument baku yang disusun sebelumnya sehingga peneliti berpindah sebagai instrument.Teknik yang digunakan melalui penggunaan observasi dan wawancara dikarenakan banyak orang yang lebih suka berbicara daripada menulis untuk memberikan respon terhadap pernyataan tertentu, apalagi anak-anak (Best, J.W., Khan, J.V. 2003:323). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Berdasarkan hasil observasi metode pembelajaran yang digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi anak yaitu menggunakan media kartu gambar sebagai upaya peningkatan kecerdasan kognitif dan pelaksanaannya sangat diminati anak. 2) Berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan media kartu gambar pada upaya peningkatan kecerdasan kognitif sangat besar pengaruhnya terhadap anak, dengan media kartu gambar berpengaruh positif anak lebih termotivasi dalam pembelajaran konsep huruf. 3) Berdasarkan Observasi ditemukan kesulitan pada faktor pendorong dan pendukung dalam penggunaan media kartu gambar adalah sarana dan prasarana serta seperti penataan ruangan yang kurang menarik serta cara tutor dalam memimpin kegiatan sehingga anak kurang berminat dalam pembelajaran. Dari  penjelasan di atas, dapat  disimpulkan bahwa upaya  kecerdasan kognitif melalui media kartu kata. Anak dapat meniru apa yang telah ditunjukkan dan dilakukan oleh tutor. Agar anak dapat meniru semua kegiatan yang dilakukan oleh tutor, tutor harus mengatur media kartu kata dalam menjelaskan kegiatannya. Media kartu kata sangat berpengaruh pada konsentrasi anak. Media kartu kata membuat anak tertarik untuk mengikuti pembelajaran, anak akan menjadi lebih antusias mengikuti pembelajaran.
MENGEMBANGKAN SIKAP SAINS ANAK USIA DINI MELALUI METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN BERBASIS BELAJAR DI RUMAH (BDR) Nafiqoh, Heni; Wulansuci, Ghina
Tunas Siliwangi Vol 6 No 2 (2020): VOL 6 NO 2, OKTOBER 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i2p%p.2144

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui perkembangan sikap sains anak usia dini melalui metode pembelajaran eksperimen berbasis belajar dari rumah (BDR) . Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrument yang dilakukan di TK DA’RURAHMA Majalaya. Teknik pengumpulan data ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak usia dini berjumlah 15 anak, yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan usia 5 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh bahwa dari 15 siswa terdapat 6 anak yang mulai berkembang  dan 9 anak yang berkembang sesuai dengan harapan. Metode pembelajaran sains mampu mengembangkan sikap sains anak usia dini meskipun pembelajaran berbasis belajar dari rumah (BDR). Adapun bentuk prosentase dari hasil data yaitu 42,66% anak mulai berkembang kemampuan sikap sainsnya dan 59,33% anak yang kemampuan sikap sainsnya berkembang sesuai harapan. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran meksperimen akan lebih baik jika dilaksanakan disekolah dan dilaksanakan secara bersama-sama dengan guru ataupun temannya di sekolah.
MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI MELALUI METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN PASCA BENCANA GEMPA BUMI Nafiqoh, Heni; Khotimah, Fanny; Mila Mardianti Fadlah; Fitrotunnisa Nadhmi Kamil; Husniyah Arofah Fadilah; Isma Aisyah Fauziah; Lisnawati; Lutfi Nurul Nisa
Tunas Siliwangi Vol 9 No 2 (2023): VOL 9 NO 2, OKTOBER 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v9i2.3724

Abstract

Permasalahan yang muncul di salah satu taman kanak-kanak di Cianjur adalah terdapat beberapa anak yang motivasi belajarnya sangat kurang dikarenakan dampak dari bencana alam yaitu gempa bumi. Tujuan penelitian yaitu meningkatkan motivasi dengan metode pemebalajaran eksperimen pasca gempa bumi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang diperoleh dari observasi, dokumentasi dan wawancara kepada anak kelompok A, dua pendidik, kepala sekolah serta orang tua sebagai subjek penelitian. Kemudian data yang sudah diperoleh dianalisis dengan analisis data kualitataif. Hasil penilaian menunjukan bahwa dengan metode pembelajaran eksperimen sederhana pada semester satu tahun 2022/2023 guru membimbing dan mengajarkan kegiatan eksperimen sederhana sesuai dengan tema, hasil tingkat pencapaian motivasi belajar anak melalui metode eksperimen dinyatakan bahwa dari sepuluh anak yang diteliti delapan anak berkembang sangat baik (BSB) dari tiga indikator yang diteliti sedangkan dua anak dalam indikator terakhir menunjukkan berkembang sesuai harapan (BSH).
The contribution of science learning to the formation of positive emotions in early childhood Nafiqoh, Heni; Dwi Nurcahyani, Ratna; Suryamah, Suryamah; Khotimah, Fanny
Tunas Siliwangi Vol 11 No 1 (2025): VOL 11 N0 1, APRIL 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v11i1.5963

Abstract

Science learning has a very important role in early childhood development, because it can help them explore the contribution of science to the formation of positive emotions. This can be seen from the emotions of children in group A at KB Lab PAUD Terpadu Tunas Siliwangi, who have not been able to express their emotions naturally. Therefore, this study aims to develop positive emotions in children through the application of science learning. The method used in this research is descriptive qualitative, which includes direct observation and interviews. The research was conducted for eight meetings, involving eight children as subjects, consisting of four boys and four girls. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. At the initial meeting, it was seen that the children began to show emotional development. However, after eight meetings, the results showed that science learning significantly increased children's curiosity, excitement and satisfaction. This contributed positively to their emotional development, creating a more supportive learning environment.
Project Based Learning: Model Pembelajaran dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Nurhayati, Yati; Nafiqoh, Heni; Atika, Ayu Rissa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i3.27041

Abstract

The low critical thinking skills of children aged 5–6 years require an appropriate learning model. The project-based learning model is a child-centered approach that provides direct experiences for children. The purpose of this study was to improve the critical thinking skills of children aged 5–6 years through the project-based learning model at Sinarmulya Playgroup. This study is classroom action research using the Kemmis and Taggart model, conducted in two cycles. The study subjects were 11 children aged 5–6 years at Sinarmulya Playgroup. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using quantitative and qualitative methods. The results showed that, before the intervention, children's critical thinking development was as follows: Not Developing—60.80%, Starting to Develop—27.40%, and Developing According to Expectations—11.80%. After implementing cycles I and II using the project-based learning model, children's critical thinking skills—measured by indicators such as making observations, asking questions, expressing opinions, connecting cause and effect, classifying by type, conducting experiments, identifying similarities and differences, proposing alternative solutions, and drawing conclusions—increased to: Starting to Develop – 6.40%, Developing According to Expectations – 62.70%, and Developing Very Well – 31%. In cycles I and II, the results showed that the project-based learning model can improve children's critical thinking skills.