Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelian Impulsif Produk Fashion pada Generasi Z Kabupaten Karawang: Peran Kontrol Diri dan Konformitas Teman Sebaya dalam Era Belanja Digital Melalui Platform Shopee Muharsih, Lania; Minarsih, Yulyanti; Ardiansyah, Fachri Rizki
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2548

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kontrol diri dan konformitas terhadap pembelian impulsif produk fashion pada Generasi Z pengguna Shopee di Kabupaten Karawang. Dengan pendekatan kuantitatif dan desain kausalitas, data diperoleh melalui accidental sampling terhadap 204 responden menggunakan instrumen IBTS, BSCS, dan The Conformity Scale. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa kontrol diri berpengaruh negatif signifikan, sedangkan konformitas berpengaruh positif signifikan terhadap pembelian impulsif. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 36% variansi pembelian impulsif, dengan kontribusi konformitas (25%) lebih dominan dibanding kontrol diri (11%). Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan faktor internal (kontrol diri) dan eksternal (konformitas) dalam konteks lokal Generasi Z Karawang, khususnya pengguna Shopee. Hasil ini menegaskan pentingnya literasi digital sebagai strategi pencegahan perilaku pembelian impulsif di kalangan generasi muda.
Merchandise yang Melimpah: Mampukah Harga Diri Memprediksi Perilaku Konsumtif NCTzen Karawang? Muharsih, Lania; Singadimedja, Holy Greata; Sulistiyowati, Eka
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2556

Abstract

Perilaku konsumtif di kalangan penggemar NCT, khususnya dalam pembelian merchandise menunjukkan bahwa membeli tidak lagi didorong oleh kebutuhan, melainkan oleh dorongan psikologis seperti harga diri. Tujuan penelitian ini guna mengetahui pengaruh harga diri terhadap perilaku konsumtif pembelian merchandise di kalangan penggemar NCT di Karawang. Metode yang digunakan ialah kuantitatif dengan desain kausalitas. Teknik pengambilan sampel yang dipakai berupa snowball sampling. Populasi penelitian ini adalah penggemar NCT di Karawang, dengan jumlah responden sebanyak 204. Alat ukurnya yang dipakai yakni Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES)  dengan 10 item dan Skala Konstruk Perilaku Konsumtif dengan 24 item. Data dianalisis dengan teknik regresi linier sederhana. Temuan ini mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh harga diri terhadap perilaku konsumtif, dengan tingkat sig. 0,000 (p<0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa individu dengan tingkat harga diri yang tinggi cenderung memiliki tingkat perilaku konsumtif yang tinggi pula. Penelitian ini membantu memahami bagaimana pengaruh harga diri terhadap perilaku konsumtif dalam suatu fandom. Hasilnya juga bisa menjadi dasar untuk membuat program psikologis yang dapat membantu mengatasi perilaku konsumtif yang berlebihan.
Pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Impulsive Buying Belanja Online pada Wanita Menikah Lahay, Cahyani; Muharsih, Lania; Pratomo , Yuwono
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 3 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i3.9976

Abstract

This study aims to determine the effect of Fear of Missing Out (FOMO) and social media usage intensity on impulsive buying in online shopping among married women in Kota Wisata Housing, Bogor. The background is based on the increasing phenomenon of impulsive buying in e-commerce, particularly triggered by FOMO and intense social media exposure among married women. This study uses a quantitative method with an associative causality research design. The sampling technique used is non-probability sampling with a purposive sampling method. The population was married women domiciled in Kota Wisata Cibubur Housing and actively engaged in online shopping, with 209 respondents. The research instruments consisted of a FOMO scale adopted from the FoMO Scale by Przybylski et al (2013), a social media usage intensity scale adopted from the Media and Technology Usage and Attitudes Scale (MTUAS) by Rosen et al (2013), and an impulsive buying scale adopted from the Buying Impulsiveness Scale by Rook & Fisher (1995). The results showed that simultaneously, both variables have a significant effect on impulsive buying (F = 183.330, p < 0.05) with 64% contribution (R² = 0.640). Partially, FOMO has a significant effect on impulsive buying (t = 10.576, p < 0.05), and social media usage intensity also has a significant effect on impulsive buying (t = 9.708, p < 0.05). The conclusion is that the higher the level of FOMO and social media usage intensity, the higher the impulsive buying behavior among married women in Kota Wisata Housing, Bogor.
Organizational Commitment Reviewed from Work-Life Balance in Students Who Study While Working Magdalena, Elfrida; Muharsih, Lania; Hakim, Arif Rahman
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 4 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i4.12459

Abstract

Human potential that can be developed can increase productivity and employee performance. The amount of commitment to a company influences the success of an employee's performance. Some of the phenomena found in employees who study at Buana Perjuangan University, Karawang, are the difficulty of managing their schedule between study and work, physical fatigue, and having to hide their identity as a student at their place of work. This research examines how much influence work-life balance has on organizational commitment among Buana Perjuangan University Karawang students who study while working. Participants in this research were 319 students studying while working. The research instrument used was the organizational commitment scale consisting of 24 items as the dependent variable and the work-life balance scale consisting of 17 items as the independent variable. The sampling technique used was quota sampling. The data analysis technique in this research uses simple linear regression analysis with the help of the SPSS statistics 25 program. Based on the results of the hypothesis test, a significance value of 0.004 <0.05 is obtained, which means work-life balance has a positive influence on organizational commitment, with an R square value of 0.708, which means that the influence contributed by the work-life balance variable on organizational commitment is 70.8% and the remaining 29.2% is influenced by other variables. This means that there is a relationship between the work-life balance variable and organizational commitment. The higher the work-life balance, the higher the level of commitment to the organization.Potensi manusia yang dapat dikembangkan mampu meningkatkan hasil keproduktifan juga kinerja karyawan. Besar komitmen terhadap sebuah perusahaan mempengaruhi keberhasilan kinerja seorang karyawan. Beberapa fenomena yang terdapat pada karyawan yang kuliah di Universitas Buana Perjuangan Karawang yaitu sulitnya mengatur jadwal antara kuliah dan bekerja, kelelahan fisik, serta harus menyembunyikan identitasnya sebagai mahasiswa di tempatnya bekerja. Penelitian ini menguji seberapa besar pengaruh work-life balance terhadap komitmen organisasi pada mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang yang kuliah sambil bekerja. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang kuliah sambil bekerja berjumlah 319 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala komitmen organisasi yang terdiri dari 24 aitem sebagai variabel dependen dan skala work-life balance yang terdiri dari 17 aitem sebagai variabel independen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS statistic 25. Berdasarkan hasil uji hipotesis didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,004 < 0,05 yang berarti work-life balance memiliki pengaruh yang positif terhadap komitmen organisasi, dengan nilai R square sebesar 0.708 yang berarti pengaruh yang disumbangkan variabel work-life balance terhadap komitmen organisasi sebesar 70,8% dan sisanya sebesar 29.2% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain. Artinya terdapat hubungan antara variabel work-life balance dan komitmen organisasi. Semakin tinggi work-life balance maka semakin tinggi tingkat komitmen terhadap organisasi.
Organizational Commitment Is Viewed From The Perception Of Organizational Support For Students Who Study While Working Rahman, Saoki; Muharsih, Lania; Hakim, Arif Rahman
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 4 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i4.12402

Abstract

Students who decide to study while working have to take on a tougher role than students who don't work. The negative impact of studying while working is feeling that the work they do has no meaning, there are students who choose to resign from the company for several reasons, such as wanting to focus on completing their final assignment, choosing to look for a new job because of the long shift system, there are also students who often refuse to work overtime when asked by their superiors, it is in this situation that students' commitment is tested. Meanwhile, companies need employees who are proactive and have a high commitment to work. This research looked at the influence of organizational support on organizational commitment in 319 students who studied while working at UBPK. The sampling method uses quota sampling. In this study, 2 scales were used: the Allen and Meyer organizational commitment scale with 24 items and the Eisenberger perceived organizational support scale with 8 items. The SPSS 25 statistical program was used to analyze this research data. The results of the hypothesis test show a significance of 0.000 P <0.05. With an R coefficient value of 0.752, it is clear that the variable perception of organizational support has a positive impact on organizational commitment. This means that the more positive the perception of organizational support, the higher the level of commitment to the organization.Mahasiswa yang memutuskan untuk kuliah sambil bekerja harus menempuh peran yang lebih berat daripada mahasiswa yang tidak bekerja. Dampak negatif dari kuliah sambil bekerja adalah merasa bahwa pekerjaannya yang dilakukan tidak memiliki makna, adanya mahasiswa yang memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan dengan beberapa alasan, seperti ingin memfokuskan diri untuk menyelesaikan tugas akhir, memilih mencari pekerjaan baru karena sistem shift yang berkepanjangan, ada juga mahasiswa yang sering menolak lembur ketika diminta oleh atasan, di situasi tersebutlah komitmen mahasiswa diuji. Sedangkan perusahaan membutuhkan karyawan yang proaktif dan memiliki komitmen yang tinggi dalam bekerja. Penelitian ini melihat pengaruh dukungan organisasi terhadap komitmen organisasi pada 319 mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di UBPK. Metode pengambilan sampelnya menggunakan kuota sampling. Dalam penelitian ini, digunakan 2 skala: skala komitmen organisasi Allen dan Meyer dengan 24 item dan skala persepsi dukungan organisasi Eisenberger dengan 8 item. Program statistik SPSS 25 digunakan untuk menganalisis data penelitian ini. Hasil uji hipotesis menunjukkan signifikansi 0.000 P <0,05. Dengan nilai koefisien R sebesar 0,752, jelas bahwa variabel persepsi dukungan organisasi berdampak positif pada komitmen organisasi. Artinya semakin positif persepsi dukungan organisasi maka semakin tinggi tingkat komitmen pada organisasi
SELF-CONTROL DAN MONEY ATTITUDE SEBAGAI PREDIKTOR DARI IMPULSIVE BUYING PADA MAHASISWI DI KARAWANG Lania Muharsih; Riswati
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 7 No. 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v7i2.3423

Abstract

Students have daily needs that to be consumed every day. Beside those daily needs that have to be fullfilled, students also have the desire to purchase a certain product. The products seen on the market are various increasingly, therefore so many students want to buy or just collect those products, even though they actually don't need them. This study aims to determine the effect of selfcontrol and money attitude as predictors of impulsive buying in students in Karawang. The research method used is a quantitative research method with associative research type, that is research that aims to determine the effect or relationship between two or more variables. The population in this study were female students in Karawang and the sampling technique used was quota sampling with 159 respondents. The data collection method was carried out using an impulsive buying scale of 22 items, a self-control scale of 24 items, and a money attitude scale of 28 items. Based on the Alpha Cronbach formula, the impulsive buying scale reliability coefficient is 0.926, the self-control scale is 0.828, and the money attitude scale is 0.913, meaning that these three scales are very reliable. The results of data analysis show that self-control and money attitude can have an effect as predictors of impulsive buying on female students in Karawang with significance value of 0.000 <0.05. The influence of self-control and money attitude on impulsive buying in female students in Karawang is 48.2% and another 51.8% is influenced by other variables outside of this study. Keywords: Impulsive buying, self-control, money attitude, karawang students Mahasiswa mempunyai kebutuhan hidup yang perlu dikonsumsi setiap harinya, Selain kebutuhan yang harus terpenuhi, mahasiswa juga memiliki keinginan untuk memiliki suatu produk tertentu. Produk-produk yang terlihat di pasaran semakin beraneka ragam bentuknya, sehingga banyak mahasiswa yang ingin membeli ataupun hanya sekadar mengoleksi produk tersebut, walaupun sebenarnya mahasiswa tersebut tidak membutuhkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-control dan money attitude sebagai prediktor terhadap impulsive buying pada mahasiswi di Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan antara dua variabel atau lebih. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswi di Karawang dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota samplingdengan jumlah responden 159. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala impulsive buying sebanyak 22 item, skala self-control sebanyak 24 item, dan skala money attitude sebanyak 28 item. Berdasarkan rumus Alpha Cronbach diperoleh koefisien reliabilitas skala impulsive buying sebesar 0,926, skala self-control sebesar 0,828, dan skala money attitude sebesar 0,913, artinya ketiga skala ini sangat reliabel. Hasil analisis data menunjukkan bahwa self-controldan money attitude dapat berpengaruh sebagai prediktor terhadap impulsive buying pada mahasiswi di Karawang dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Adapun pengaruh self-control dan money attitude terhadap impulsive buying pada mahasiswi di Karawang sebesar 48,2% dan 51,8% lainnya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini. Kata Kunci: Impulsive buying, self-control, money attitude, mahasiswi Karawang
GENERASI X, Y, Z: SIAPA YANG PALING BAHAGIA DI KARAWANG? Nita Rohayati; Lania Muharsih; Linda Mora
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8312

Abstract

This study aims to analyze the level of happiness and well-being among three generations, namely Generation X, Y, and Z, in Karawang Regency. The method used is a quantitative survey with the PERMA Profiler instrument to measure the dimensions of well-being based on five main factors: positive emotions, engagement, relationships, meaning, and achievement. The sample of this study consisted of 300 respondents, with 100 respondents each for Generation X, Y, and Z. The results of statistical analysis using ANOVA showed that there was no statistically significant difference in well-being scores between the three generations (p = 0.45). Although Generation X had the highest well-being score, the difference was not large enough to be considered significant. The discussion shows that although there are differences in the average well-being scores, these three generations generally have relatively good well-being and are in the normal function category. The implication is that even though there are no significant differences, policies are still needed that focus more on improving well-being, especially among the younger generation, in terms of mental health, stress management, and healthier social relationships. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan di antara tiga generasi, yaitu Generasi X, Y, dan Z, di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan instrumen PERMA Profiler untuk mengukur dimensi kesejahteraan berdasarkan lima faktor utama: emosi positif, keterlibatan, hubungan, makna, dan pencapaian. Sampel penelitian ini terdiri dari 300 responden, dengan 100 responden masing-masing untuk Generasi X, Y, dan Z. Hasil analisis statistik menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan secara statistik dalam skor kesejahteraan antara ketiga generasi (p = 0,45). Meskipun Generasi X memiliki skor kesejahteraan tertinggi, perbedaan yang ada tidak cukup besar untuk dianggap signifikan. Pembahasan menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan rata-rata skor kesejahteraan, ketiga generasi ini secara umum memiliki kesejahteraan yang relatif baik dan berada dalam kategori fungsi normal. Implikasinya, meskipun tidak ada perbedaan signifikan, tetap diperlukan kebijakan yang lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan, terutama di kalangan generasi muda, dalam hal kesehatan mental, pengelolaan stres, dan hubungan sosial yang lebih sehat.
KONTROL DIRI SEBAGAI MODERATOR PENGARUH KEPRIBADIAN NEUROTIK TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN IMPULSIF REMAJA PENGGEMAR K-POP DI KARAWANG Lania Muharsih; Nita Rohayati; Anggun Pertiwi; Bunga Phallosa
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 1 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v10i1.10460

Abstract

Increased purchases of merchandise such as albums, photocards, posters and lightsticks are often done by teenage K-Pop fans with emotional conditions that are still developing, thus giving rise to the urge to make impulsive purchases. This study aims to determine the role of self-control in moderating the influence of neurotic personality on impulsive buying behavior of teenage K-Pop fans in Karawang. The research method used is a quantitative research method with an associative research type. The population in this study were teenage K-Pop fans in Karawang aged 15 to 22 years. The sampling technique used was quota sampling with a total of 204 respondents. The data collection method was carried out using the Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS), the Big Five MINI-IPIP Neurotic Personality Scale, and the Brief Self-Control Scale (BSCS). The data analysis technique in this study used a moderation regression test through the JASP 0.16 program. Based on the results of the data analysis, a significance value of 0.696 or p> 0.05 was obtained, this means that self-control is unable to moderate the influence of neurotic personality on impulsive buying behavior of teenage K-Pop fans in Karawang. The influence contributed by neurotic personality and self-control on impulsive buying of teenage K-Pop fans in Karawang is 11.4% and the other 88.6% is influenced by other variables outside this study. Peningkatan pembelian merchandise seperti album, photocard, poster dan lightstick banyak dilakukan oleh remaja penggemar K-Pop dengan kondisi emosi yang masih berkembang, sehingga memunculkan dorongan untuk melakukan pembelian impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kontrol diri dalam memoderasi pengaruh kepribadian neurotik terhadap perilaku pembelian impulsif remaja penggemar K-Pop di Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi pada penelitian ini yaitu remaja penggemar K-Pop di Karawang yang berusia 15 hingga 22 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dengan jumlah responden sebanyak 204. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS), Skala Kepribadian Neurotik Big Five MINI-IPIP, dan Brief Self-Control Scale (BSCS). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi moderasi melalui program JASP 0.16. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi 0,696 atau p > 0,05, hal ini berarti bahwa kontrol diri tidak mampu memoderasi pengaruh kepribadian neurotik terhadap perilaku pembelian impulsif remaja penggemar K-Pop di Karawang. Adapun pengaruh yang disumbangkan kepribadian neurotik dan kontrol diri terhadap pembelian impulsif remaja penggemar K-Pop di Karawang adalah sebesar 11,4% dan 88,6% lainnya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini.
Ketika Kuliah Menjadi Beban: Analisis Peran Dukungan Sosial dan Motivasi Belajar terhadap Academic Burnout Mulyani, Gina; Muharsih, Lania; Minarsih, Yulyanti
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Vol 6, No 4 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i4.837

Abstract

Mahasiswa yang tidak mampu menghadapi berbagai permasalahan perkuliahan dan tuntutan akademik akan rentan mengalami stres dan kemudian burnout. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui dukungan sosial dan motivasi belajar sebagai prediktor academic burnout pada mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang. Penelitian ini dilakukan kepada 336 responden yang merupakan seluruh Mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 skala psikologi, yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey, Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan The Motivated Strategies For Learning Qustionnaire yang diadaptasi oleh peneliti. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial dukungan sosial dan motivasi belajar memiliki dampak terhadap academic burnout. Secara parsial menunjukkan bahwa variabel dukungan sosial memiliki dampak terhadap burnout academic dengan nilai signifikansi 0,049 < 0,05 dan variabel motivasi belajar memiliki dampak tehadap burnout academic dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,50. Kemudian didapatkan hasil dukungan sosial dan motivasi belajar memberikan dampak sebesar 42,1% terhadap academic burnout.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN SKINCARE MS GLOW DI MS GLOW GROSIR KARAWANG -, Karyati; Muharsih, Lania; Simatupang, Marhisar
Psikologi Prima Vol. 5 No. 1 (2022): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v5i1.2756

Abstract

Belakangan ini fenomena skincare dan wanita memang sulit untuk dipisahkan. Skincare menjadi pilihan bagi beberapa wanita agar mendapatkan kulit wajah yang bersih, lembut, dan juga glowing. Salah satu skincare yang ada di Indonesia adalah MS Glow, karena meningkatnya permintaan pasar dari konsumen terhadap kebutuhan skincare, membuat banyaknya muncul merek skincare baru di pasaran. Dampak tersebut memengaruhi keputusan pembelian skincare MS Glow di MS Glow grosir Karawang. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian ini dengan tujuan untuk mendapatkan data berupa angka mengenai pengaruh celebrity endorsement dan brand image terhadap keputusan pembelian skincare MS Glow di MS Glow grosir Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling, dengan jumlah populasi sebanyak 307 responden dan sampel berjumlah 174 responden berdasarkan rumus Yamane dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil uji regresi berganda diperoleh nilai Sig. 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh celebrity endorsement secara parsial terhadap keputusan pembelian. Kemudian diperoleh nilai Sig. 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh brand image secara parsial terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan hasil uji hipotesis simultan diperoleh nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh secara simultan celebrity endorsement dan brand image terhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,407 yang berarti 40,7% keputusan pembelian dipengaruhi oleh celebrity endorsement dan brand image.