Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Struktur Cerita Rakyat Ditinjau dengan Perspektif Jason dan Segal Serta Nilai Pendidikan dalam Buku Tutur Daerah Sumbawa Barat Faridah Faridah; Mahsun Mahsun; Johan Mahyudi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.005 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.7024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur cerita rakyat ditinjau dengan perspektif Jason dan Segal serta nilai pendidikan dalam buku Tutur Daerah Sumbawa Barat yang didokumentasikan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2018. Tutur Daerah Sumbawa Barat yang digunakan dalam penelitian yakni: (1) Batu Liangongo, (2) Batu Dopa, (3) Santoana, (4) Balang Kitab Ode, (5) Jompang Motong, (6) Unter Nore, (7) Jompong Suar, (8) Kaki Aca, dan (9) Batu Rea. Pendeskripsian struktur cerita rakyat meliputi: the level of wording, the level of poetic texture, the level of naratif, dan the level of meaning. Melalui tingkatan makna (the level of meaning) dapat dijaring nilai-nilai pendidikan berupa nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai sosiokultural, dan nilai kearifan lokal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitik yaitu analisis data dengan cara memberi pemaparan dan penggambaran data dalam bentuk uraian yang diperoleh dari kedalaman penghayatan terhadap interaksi antarkonsep yang sedang dikaji secara empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) yang berfokus pada satu sasaran (subjek), yaitu buku Tutur Daerah Sumbawa Barat. Data kemudian dianalisis dengan pendekatan struktural dan mengikuti model analisis Huberman dan Miles yang terdiri dari empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat dalam buku Tutur Daerah Sumbawa Barat secara umum memiliki empat tingkatan stuktur cerita yang dimulai dari tingkatan kata, tingkatan tekstur puitik, tingkatan naratif (jalinan alur atau plot), dan tingkatan makna. Keempat tingkatan struktur tersebut membentuk sebuah alur dan memiliki peran penting dalam pemaknaan yang berbeda dengan cerita rakyat dari daerah lain serta sesuai dengan ciri khas daerah Sumbawa Barat itu sendiri yang layak dinikmati, menarik, dan mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, penjaringan melalui tingkatan makna ditemukan nilai pendidikan yang sangat bervariasi. Nilai pendidikan yang terdapat dalam kesembilan cerita tersebut antara lain nilai religius, nilai moral, nilai sosiokultural dan nilai kearifan lokal. Struktur dan nilai pendidikan dalam cerita rakyat Sumbawa Barat tersebut dapat memperkaya khazanah pengetahuan serta dijadikan rekomendasi kajian cerita rakyat dalam dunia pendidikan maupun masyarakat secara umum
Sastra Sebagai Sarana Pengembangan Jati Diri: Aspek Moral Cerpen Si Kakek dan Burung Dara Karya Muhammad Fudoli: Literature as A Means Of Self Development: Moral Aspect of The Short Story Si Kakek dan Burung Dara by Muhammad Fudoli Burhanuddin; Mahsun; Kusdiratin
Jurnal Bastrindo Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v4i1.881

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bermaksud menjelaskan unsur moral dalam cerpen Si Kakek dan Burung Dara karya Muhammad Fudoli yang dikaitkan dengan sarana pengembangan jati diri. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi untuk mengumpulkan aspek-aspek moral dalam cerpen. Data yang terkumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam cerpen Si Kakek dan Si Burung Dara karya Muhammad Fudoli terdapat aspek moral yang dapat dijadikan sarana pembinaan dan pengembangan jati diri manusia Indonesia. Aspek-aspek moral dimaksud adalah percaya diri, pasrah akan kebesaran dan kekuasaan-Nya (takdir), cinta dan kasih sayang (baik sesama, lingkungan atau alam, maupun Tuhan), kehidupan dunia dan akhirat harus dijalani secara seimbang, serta pendidikan sejak dini untuk pengembangan kepribadian anak. Kebenaran suatu norma-norma dalam suatu masyarakat bersifat relatif karena harus merunut kepada norma yang hakiki dari Tuhan sebagai kontrol. Aspek moral ini sangat penting sebagai renungan dan bahan introspeksi karena berkaitan dengan aktivitas yang dapat memberikan alternatif dalam memutuskan atau melakukan suatu tindakan secara tepat dan benar. Abstract: This paper intends to explain the moral elements in the short story Si Kakek dan Burung Dara  by Muhammad Fudoli which are related to the means of developing identity. This study uses the documentation method to collect moral aspects in short stories. The data collected was then analyzed using structural analysis. The results of the study show that in the short story Si Kakek dan Burung Dara  by Muhammad Fudoli there are moral aspects that can be used as a means of fostering and developing Indonesian human identity. The moral aspects referred to are self-confidence, surrender to His greatness and power (destiny), love and compassion (both for each other, the environment or nature, as well as God), the life of the world and the hereafter must be lived in a balanced way, as well as education from an early age to child personality development. The truth of a norm in a society is relative because it must follow the essential norm from God as the control. This moral aspect is very important as a reflection and material for introspection because it relates to activities that can provide an alternative in deciding or taking an action correctly and correctly.
Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMP Negeri 2 Gunungsari Muhammad Hamdi; Mahsun Mahsun; Muhammad Sukri
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 8, No 1: January 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v8i1.13358

Abstract

This study aims to describe the ability to write expository texts through a problem-based learning approach at SMP Negeri 2 Gunungsari. This type of research is descriptive research by describing existing learning activities especially related to the problem-based learning process in students' ability to write exposition texts. In this descriptive analysis, it is described about analyzing and designing problem-based learning, implementing the learning process along with learning outcomes in the form of students' ability to write exposition texts. From the results of research and analysis of data on writing exposition texts, it was found that the aspect of writing content in writing exposition texts was still at a moderate level, which was quite evident from 13 students having scores between 17-21, aspects of student organization assessed with CK (good enough), vocabulary aspects with scores between 14-17 was obtained by 10 students with CK scores or good enough, aspects of students' use of language on fairly good abilities (CB) and mechanical aspects had a range of values from 2-5. As many as 15 students scored a very good perfect mechanical aspect (SBS) from the writing they had made. The assessment of the ability to write expository texts is based on five aspects assessment guidelines that have been prepared. Each consists of a range of values with the designation of very good perfect (SBS), pretty good (CB), moderate enough (SC), and very poor (SK). This mention certainly has several indicators that must be achieved.
Kesantunan Berbahasa Santriwati dalam Berkomunikasi di Lingkungan Pondok Pesantren Tajul Karomah Rakam, Lombok Timur Laila Yuparni Durratun Yatimah; Mahsun Mahsun; Burhanuddin Burhanuddin
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 3 (2023): Kode: Edisi September 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i3.47454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Wujud kesantunan berbahasa Santriwati  dalam Berkomunikasi di Lingkungan Pondok Pesantren Tajul Karomah, Rakam, Lombok Timur dengan menggunakan teori Leech (1983) dan wujud pelanggaran kesantunan berbahasa santriwati dalam berkomunikasi di lingkungan pondok pesantren tajul karomah rakam, lombok timur dengan menggunakan teori Leech (1983). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data bahasa lisan yakni tuturan santriwati dalam berkomunikasi di lingkungan pondok pesantren tajul karomah, rakam Lombok Timur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas cakap dan teknik simak libat cakap,  rekam, dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode padan ekstralingual. Berdasarkan hasil analisis data 1) wujud kesantunan berbahasa santriwati dalam berkomunikasi di lingkungan pondok pesantren tajul karomah, rakam Lombok Timur mematuhi keenam prinsip kesantunan berbahasa yang meliputi maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian/penghargaan, maksim kecocokan, dan maksim kesimpatian; 2) wujud ketidaksantunan berbahasa santriwati dalam berkomunikasi di lingkungan pondok pesantren tajul karomah rakam, Lombok Timur melanggar atau menyimpang dari keenam prinsip kesantunan berbahasa yang meliputi maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kerendahan hati, maksim kecocokan dan maksim kesimpatianKata Kunci: Kesantunan Berbahasa, Santriwati, Pondok Pesantren
Pemertahanan Bahasa Bali di Kabupaten Lombok Barat Desak Made Yoniartini; Mahsun Mahsun; Burhannudin Burhannudin
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol 13 No 2 (2023): Volume 13 No 2 Oktober 2023
Publisher : Pusat Kajian Bali Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2023.v13.i02.p07

Abstract

Ancaman punahnya bahasa daerah di Indonesia semakin nyata terlihat. Bahasa Bali merupakan salah satu bahasa daerah yang merasakan ancaman ditinggalkan oleh penggunannya, masifnya penggunaan bahasa Indonesia, bahasa Sasak bahkan bahasa asing lainnya baik di ranah keluarga, pendidikan, maupun lingkungan pergaulan disinyalir sebagai penyebabnya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan metode cakap dan metode simak, selanjutnya data dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dengan metode naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahasa Bali di Kabupaten Lombok Barat termasuk bertahan hal ini dilihat dari berbagai aspek yaitu; anak-anak etnis Bali menguasai dan menggunakan bahasa Bali dengan baik, masifnya penggunaan bahasa Bali baik pada ranah keluarga, pergaulan, pendidika non formal, dan kegiatan adat istiadat, adanya langkah nyata yang dilakukan etnis Bali untuk melakukan usaha pemertahanan bahasa secara maksimal. Adapun faktor yang menjadi penyangga bertahannya bahasa Bali adalah adanya faktor internal dari etnis Bali itu sendiri serta adanya faktor eksternal yang mendukung permetahanan bahasa Bali di Kabupaten Lombok Barat.
Verba Denominal dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat Karya Mark Manson Nurwitrun Yustika; Mahsun Mahsun; Muhammad Sukri
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2023): Edisi November 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk verba denominal, makna afiks pembentuk verba denominal, dan fungsi verba denominal dalam buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dianalisis menggunakan metode padan intranlingual. Hasil penelitian menunjukkan, ada tiga afiks yang membentuk verba denominal dalam buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, yaitu, prefiks, sufiks dan konfiks. Makna afiks pembentuk verba denominal tersebut yaitu, Prefiks {meŋ-} bermakna `melakukan`, `menuju`, dan `menyerupai`. Prefiks {bər-} bermakna `menghasilkan`, ‘mempunyai`, dan `menuju`. Prefiks {di-} bermakna `menyatakan` dan `menentukan`. Prefiks {tər-} bermakna `ketidak sengajaan`, dan `keadaan`. Prefiks {pər-} bermakna ` membuat`. Prefiks {sə-} menyatakan makna `satu`, dan `seluruh`. Sufiks {-an} bermakna ‘perbuatan pada bentuk dasar’. Konfiks {kə-[an]} bermakna menyatakan `hal masalah pada bentuk dasar` dan, menyatakan `tempat` atau `daerah`. Konfiks {pər-[an]} bermakna `hal` atau `hasil`, `tempat`, `daerah`, dan `berbagai-bagai`. Konfiks {pəŋ-[an]} bermakna `hal melakukan perbuatan pada kata yang sejalan`, menyatakan makna `hasil perbuatan pada kata yang sejalan`, menyatakan `alat yang digunakan untuk melakukan perbuatan pada kata yang sejalan`, dan menyatakan `tempat melakukan perbuatan yang tersebut pada kata yang sejalan`. Konfiks {bər-[an]} bermakna `saling`. Konfiks {məŋ-[an]} bermakna`melakukan`. Dan konfiks {məŋ-[i]} bermakna `melakukan`. Terdapat tiga fungsi verba denominal dalam buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat dibagi kedalam dua kategori verba yaitu verba transitif memiliki fungsi sebagai Subjek, objek, predikat, keterangan dan pelengkap. Dan verba taktransitif memiliki fungsi sebagai predikat, keterangan dan pelengkap.
Pengaruh Pendidikan Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Karangpenang Kabupaten Sampang dengan Profesionalisme sebagai Variabel Intervening Chamariyah Chamariyah; Mei Indrawati; Mahsun Mahsun
Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen dan E-Commerce Vol. 3 No. 4 (2024): Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen dan E-Commerce
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/digital.v3i4.3821

Abstract

Mahsun, 2024. The Influence of Education on the Performance of Employees at the Karangpenang District Office, Sampang Regency with Professionalism as an Intervening Variable, Postgraduate Program, Wijaya Putra University. The type of research is explanatory, the research approach used is quantitative, the research sample is 56 respondents. Data analysis using SPSS and PLS analysis. The objectives of this study are: 1) To test and analyze the effect of education on the performance of employees at the Karangpenang District Office, Sampang Regency; 2) To test and analyze the effect of education on the professionalism of employees at the Karangpenang District Office, Sampang Regency; 3) To test and analyze the effect of professionalism on the performance of employees at the Karangpenang District Office, Sampang Regency; 4) To test and analyze the indirect effect of education on the performance of employees at the Karangpenang District Office, Sampang Regency mediated by professionalism. The results of the study indicate that: 1) Education has a significant effect on the performance of employees at the Karangpenang District Office, Sampang Regency with an original sample value of 0.142; 2) Education has a significant effect on the professionalism of the Karangpenang District Office, Sampang Regency with an original sample value of 0.314; 3) Professionalism has a significant effect on the performance of employees of the Karangpenang District Office, Sampang Regency with an original sample value of 0.464; 4) Employee education has a significant effect on the performance of employees of the Karangpenang District Office, Sampang Regency mediated by professionalism with an original sample value of 0.145.
State Authority and Religious Contestation: Resistance to Governmental Decisions on Islamic Calendar Determination in Indonesia Ahmad Adib Rofiuddin; Mahsun Mahsun; Arifana Nur Kholiq
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v10i1.5159

Abstract

The dynamics surrounding the determination of the beginning of the Hijri calendar remain a persistent and relevant issue within the Indonesian Muslim community. One notable example is the public resistance that emerged in response to the government’s decision regarding 1 Shawwal, which was perceived to neglect input from various stakeholders. This study aims to explore the forms of resistance and identify the underlying factors contributing to this phenomenon. Using a qualitative descriptive approach, data were collected from online news sources and other relevant materials, then categorized and analyzed. The findings reveal that resistance occurs not only at the organizational and group levels but also at the individual level. Furthermore, the study highlights that an individual's level of literacy and mastery of scientific knowledge significantly influences their understanding and acceptance of the calendar decision. By applying Social Representation Theory, this study offers a novel contribution to the literature by shifting the focus from legal-astronomical debates to the sociocultural meanings and identities that shape public responses. This perspective fills a gap in previous studies and provides a more holistic understanding of calendar-related conflicts. The study recommends a more extensive public education effort by the government, including the integration of related knowledge into formal school curricula, as a strategic investment for fostering greater social harmony in the future.