Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KEMAMPUAN MENGGUNAKAN MAJAS PERBANDINGAN DALAM PRODUKSI TEKS EKSEMPLUM SISWA SMP KELAS IX LOMBOK UTARA Ni Luh Suriati; Mahsun Mahsun; Sudirman Sudirman
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 15 No. 2 (2018): September 2018
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v15i2.481

Abstract

This study investigates how the nineth graders of SMP in Lombok Utara apply exemplum teks in writing expressions.  Two SMPN in Gangga and Bayan in Lombok Utara city were assigned as the research setting. An amount of 30 students and one teacer in each school was selected as participants. Of three states SMP in Lombok Utara, both schools have applied The 2013 Curriculum, so that both schools were seected as the research setting. Data were collected through written test the students made in exemplum, interviews with teachers to know strategies to express the exemplum.  The study reveals that the nineth graders of SMP in Lombok Utara perform succesfully to use figurative language for comparison. The mastery is colored as: of 58 students, 48 (79%) are succesful to use figurative language for comparison, 28% use incomplete text structure of exemplum emphasizing on orietnation and incidents.  The students have produced conjunctions, that include: conjunction intersentences, conjunction intra-sentences, and appropriate adverbs.  However, conjunctions to link paragraphs after another are short.  Exemplum that refers to example, story, or annecdote is not well developed by students.    
Pengembangan Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Mahsun Mahsun; Johan Mahyudi; Sudirman Sudirman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.634 KB)

Abstract

Perubahan paradigma pembelajaraan bahasa Indonesia pada Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang berorientasi pada pembelajaran berbasis teori linguistik struktural, ke pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teori linguistik sistemik fungsional, dengan teks sebagai basis materi pembelajarannya pada Kurikulum 2013, tidak hanya membawa konsekuensi pada penataan standar isi, standar proses pembelajaran, dan standar proses penilaian, tetapi juga membawa konsekuensi pada upaya penguatan kompetensi guru dalam menyusun desain pembelajaran (RPP). Hal itu sangat penting karena beberapa hal: (a) dalam pembelajaran berbasis teks, tahap-tahapan pembelajaran yang berupa: membangun konteks, bekerja sama mengembangkan teks, dan bekerja mandiri untuk menghasilkan teks harus menjadi dasar dalam mendesain pembelajar dan (b) perubahan wujud dasar subsatansi meteri pembelajaran dari satuan unit-unit kebahasaan yang terpisah-pisah menjadi satu kesatuan dalam bentuks teks membutuhkan kemampuan tersendiri dalam perencanaan penataan materi, penataan metode pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk desain pembelajaran (Rencana Persiapan Pembelajaran). Makalah ini berisi uraian tentang hal-hal yang beruhubungan dengan konsep teks, tahapaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks, dan cara atau langkah-langkah mendesain pembelajaran berbasis teks.
SOSIALISASI KETERAMPILAN SISWA SMP DALAM MEMPRODUKSI TEKS BERGENRE CERITA KEPADA GURU BAHASA INDONESIA Se-KABUPATEN LOMBOK TENGAH Johan Mahyudi; Mahsun Mahsun; Rusdiawan Rusdiawan
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.035 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v3i2.1857

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini ialah untuk menyosialisasikan sejumlah temuan pada penelitian tahun 2018 yang terkait dengan praktik mengajar guru bahasa Indonesia pada materi yang terkait dengan teks cerita. Beberapa  di antara temuan yang dianggap penting untuk disosialisasikan yaitu tidak semua bentuk hasil mengarang siswa dapat diklasifikasikan ke dalam kelompok teks narasi. Sosialisasi atas hasil penelitian ini dianggap penting untuk menyadarkan guru-guru di Kabupaten Lombok Tengah agar lebih cermat dalam menilai produksi teks siswa yang dikumpulkan sebagai teks narasi. Dalam kegiatan sosialisasi, guru diberi angket untuk menjajaki pengalaman mereka mengajar teks narasi, kemudian diberi paparan mengenai pengalaman pembelajaran teks di Kota Mataram, lalu guru diberi penjelasan mengenai model pembelajaran teks narasi yang lebih berhasil dengan menggunakan LKPD.
WORKSHOP PENYUSUNAN LKS BAHASA INDONESIA BERBASIS SAINTIFIK KEPADA GURU-GURU SMP/SMA DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Rusdiawan Rusdiawan; Mahsun Mahsun; Sirulhaq Sirulhaq; Burhanuddin Burhanuddin; Johan Mahyudi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.831 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v4i1.2481

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini ialah untuk mendampingi guru-guru SMP/SMA menyusun LKS berbasis saintifik. Lembar Kerja Siswa merupakan salah satu perangkat yang dapat membantu guru menyelenggarakan pembelajaran yang terarah tahapan, waktu, dan jangkauan materi, serta program latihannya. Karena itulah pengabdian kepada masyarakat melalui program kemitraan ini difokuskan untuk melatih guru-guru SMP/SMA agar siap menyusun LKS secara mandiri dengan menggunakan office publisher­ sebuah perangkat lunak yang sudah tertanam di semua komputer. Workshop diselenggarakan melalui dua tahapan, yaitu (1) penyampaian materi; (2) praktik membuat LKS. Hasilnya (1) pada tahapan penyampaian materi para guru diberi penjelasan mengenai definisi dan daya dukung LKS terhadap perangkat pembelajaran lainnya, juga mengenai sistematika LKS sederhana yang dapat dikerjakan dalam tempo kurang dari satu jam; (2) guru diperkenalkan mengenai tatacara pembuatan LKS menggunakan office publisher­. Kesepuluh guru yang mengikuti workshop tidak hanya mengikuti semua sesi pelatihan tetapi juga mengumpulkan produk LKS mereka.
PENDAMPINGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI ANGGOTA MGMP BAHASA INDONESIA DI KOTA MATARAM Johan Mahyudi; Rusdiawan Rusdiawan; Mahsun Mahsun; Mahmudi Efendi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.649 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v4i1.2488

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini ialah untuk mendampingi guru bahasa Indonesia jenjang SMP di Kota Mataram menyusun laporan penelitian tindakan kelas. Sejumlah guru yang terkumpul dalam kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran menyampaikan kesulitan mereka dalam menyusun laporan PTK. Demi mengikuti kebijakan Rektor Universitas Mataram terkait pembelajaran di era pandemi Covid-19, kegiatan yang tadinya dirancang untuk dilaksanakan di sekolah mitra dengan melibatkan MGMP Kota Mataram, akhirnya dibatasai hanya untuk menyasar guru-guru di sekolah mitra melalui pola pendampingan secara daring. Pendampingan secara daring diatur sedemikian rupa agar tahapan penyampaian materi segera ditindaklanjuti dengan presentasi kemajuan PTK guru-guru sesuai dengan tahapan latihan yang diprogramkan. Hasilnya menunjukkan bahwa dua belas guru yang mengikuti program ini antusias mengikuti pendampingan, mulai dari tahap pengenalan konsep PTK, latihan mengidentifikasi masalah, menganalisis masalah, merumuskan masalah, menyusun latar belakang, menyusun teori, menyusun metode, hingga mempersiapkan instrumen untuk pelaksanaan PTK.
Genre-Based Indonesian Language Learning Scientific Approach and Method Mahsun Mahsun; Baiq Wahidah; Muhammad Khairussibyani; Yenni Febtaria Wijayatiningsih
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 9, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v9i2.7404

Abstract

This study aims to analyze the scientific approach and method of learning and show the results in genre-based Indonesian language learning. This study used a qualitative approach. The data were collected from three sources: literature review, student learning outcomes, and questionnaire results. Data on students’ learning outcomes and views were explicitly taken from two groups. The first group consisted of 113 respondents who were asked to construct literary texts. The second group consisted of 105 respondents who were asked to construct exposition texts. The library research data was analyzed using theoretical and conceptual analysis, while the students’ learning outcome data were analyzed qualitatively and quantitatively. The data from the questionnaire were analyzed by quantitative analysis. Based on the analysis of the three forms of data, it was discovered that; (a) the terms scientific approach and method were relevant to genre-based (Indonesian) language learning, (b) scientific as a learning method (scientific method) could be used by teachers as a method in delivering learning material as well as by students to construct texts as a form of learning outcomes, (c) scientific method guides students to construct text systematically, in controlled, empirically, and analytically through scientific stages, and (d) there was a gap between the views of the students who think that the scientific method could guide students in constructing text and enhancing the quality of text production. With a score of 41.43, 91.15% of the students in the first group believed that the scientific approach might help students produce texts with high-quality output outcomes. 90% of the 105 respondents in the second group said that the scientific approach might help students create explanation texts even though the degree of text creation quality is low (score: 49.5). The students’ less expressive language use was to blame for this.
Kesalahan Penggunaan Kalimat dalam Teks Eksposisi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Narmada Idayani Safitri; Mahsun Mahsun; Rahmat Hidayat
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v4i1.2718

Abstract

Masalah yang diuji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk kesalahan penggunaan kalimat dalam teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 1 Narmada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan penggunaan kalimat dalam teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 1 Narmada. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak yang dilanjutkan dengan teknik sadap dan teknik catat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode padan intralingual. Penyajian data menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menemukan 52 kasus kesalahan kalimat pada teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 1 Narmada yang meliputi: (1) 7 kalimat mengandung hipernim, 12 kalimat mengandung kesalahan konjungsi dengan rincian 5 kalimat menggunakan konjungsi koordinatif di awal kalimat, 6 kalimat menggunakan dua konjungsi subordinatif sekaligus, serta 1 kalimat menggunakan dua konjungsi antar kalimat, 7 kalimat menggunakan kata tidak baku, 3 kalimat menggunakan bentuk kata tidak tepat, 14 kalimat mengandung kemubaziran preposisi dan kata dengan rincian 2 kalimat mengandung kemubaziran preposisi serta 12 kalimat mengandung kemubaziran kata, 2 kalimat mengandung bahasa asing, 3 kalimat mengandung pleonasme, 2 kalimat dengan pengulangan subjek, 1 kalimat mengandung kesalahan dalam pemerincian, dan 1 kalimat memiliki subjek ganda.
Kemampuan Mengonversi Teks Hikayat Menjadi Cerita Pendek Siswa Kelas X SMAN 4 Kota Biam Nurrahmawati Nurrahmawati; Mahsun Mahsun; Johan Mahyudi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v5i1.2763

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan mengonversi teks hikayat menjadi cerita pendek pada siswa kelas X SMAN 4 Kota Bima. Berkaitan dengan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan mengonversi teks hikayat menjadi cerita pendek pada siswa kelas X SMAN 4 Kota Bima subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 4 Kota Bima .Objek penelitian dalam penelitian ini adalah cerita pendek yang ditulis oleh siswa dari hasil konversi teks hikayat yang diberikan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tekni tes berupa kemampuan siswa dalam mengonversi teks hikayat menjadi cerita pendek. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan dalam mengonversi siswa paling tinggi terlihat pada aspek penggunaan bahasa dengan perolehan nilai rata-rata 77,8. Sedangkan kemampuan mengonversi siswa paling rendah terlihat pada aspek makna dengan perolehan nilai rata-rata 59. Pada aspek makna tersebut siswa masih kurang mampu untuk mempertahankan makna yang terkandung dalam hikayat. Siswa masih belum bisa menentukan makna-makna hikayat untuk dikembangkan dalam cerita pendek yang mereka tulis. Berdasarkan hasil tersebut, tingkat ketuntasan belajar siswa dalam mengonversi tergolong rendah jika dilihat dari persentase ketuntasan klasikal sebesar 50%.
KESALAHAN PENGGUNAAN AFIKSASI DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM: KAJIAN MORFOLOGIS Nia Agustina; Mahsun Mahsun; Muhammad Sukri
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 22 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v22i1.7257

Abstract

This study investigates the inaccuracy of utilizing affixes on Instagram social media based on morphological investigations. This is a qualitative study based on normative norms derived from conventional Indonesian grammar. The data in this study are attached words that exhibit abnormalities in their use on the Instagram social media platform. This study’s data collection method includes observation, documentation, and notes. Furthermore, the data analysis method employs the intralingual equivalent method. Based on data analysis, this study’s findings reveal errors in afiixation process, including prefixation, suffixation, and confixation errors. On prefixation errors, there are prefix errors {m??-}, prefix errors {p??-}, prefix errors {p?r-}, prefix errors {b?r-}, and prefix errors {t?r-}. Then the problems in suffixatiion include faults in the suffixes errors {-in}, suffixes errors {-an}, suffixes errors {-kan}, and suffixes errors {-i}. Meanwhile, confixation errors were founded confix errors {k?-an} and confix errors {p??-an}.
Analisis Struktur Cerita Rakyat Ditinjau dengan Perspektif Jason dan Segal Serta Nilai Pendidikan dalam Buku Tutur Daerah Sumbawa Barat Faridah Faridah; Mahsun Mahsun; Johan Mahyudi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.005 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.7024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur cerita rakyat ditinjau dengan perspektif Jason dan Segal serta nilai pendidikan dalam buku Tutur Daerah Sumbawa Barat yang didokumentasikan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2018. Tutur Daerah Sumbawa Barat yang digunakan dalam penelitian yakni: (1) Batu Liangongo, (2) Batu Dopa, (3) Santoana, (4) Balang Kitab Ode, (5) Jompang Motong, (6) Unter Nore, (7) Jompong Suar, (8) Kaki Aca, dan (9) Batu Rea. Pendeskripsian struktur cerita rakyat meliputi: the level of wording, the level of poetic texture, the level of naratif, dan the level of meaning. Melalui tingkatan makna (the level of meaning) dapat dijaring nilai-nilai pendidikan berupa nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai sosiokultural, dan nilai kearifan lokal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitik yaitu analisis data dengan cara memberi pemaparan dan penggambaran data dalam bentuk uraian yang diperoleh dari kedalaman penghayatan terhadap interaksi antarkonsep yang sedang dikaji secara empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) yang berfokus pada satu sasaran (subjek), yaitu buku Tutur Daerah Sumbawa Barat. Data kemudian dianalisis dengan pendekatan struktural dan mengikuti model analisis Huberman dan Miles yang terdiri dari empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat dalam buku Tutur Daerah Sumbawa Barat secara umum memiliki empat tingkatan stuktur cerita yang dimulai dari tingkatan kata, tingkatan tekstur puitik, tingkatan naratif (jalinan alur atau plot), dan tingkatan makna. Keempat tingkatan struktur tersebut membentuk sebuah alur dan memiliki peran penting dalam pemaknaan yang berbeda dengan cerita rakyat dari daerah lain serta sesuai dengan ciri khas daerah Sumbawa Barat itu sendiri yang layak dinikmati, menarik, dan mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, penjaringan melalui tingkatan makna ditemukan nilai pendidikan yang sangat bervariasi. Nilai pendidikan yang terdapat dalam kesembilan cerita tersebut antara lain nilai religius, nilai moral, nilai sosiokultural dan nilai kearifan lokal. Struktur dan nilai pendidikan dalam cerita rakyat Sumbawa Barat tersebut dapat memperkaya khazanah pengetahuan serta dijadikan rekomendasi kajian cerita rakyat dalam dunia pendidikan maupun masyarakat secara umum