Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Effect of Sensor and Based NPK on The Growth of Red Spinach (Amaranthus tricolor L.) Cultivated Hydroponic Oktavia, Putri; Fevria, Resti; Vauzia, Vauzia; Razak, Abdul; Yulkifli, Yulkifli
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i1.8328

Abstract

Red spinach (Amaranthus tricolor L.) is a high nutritional value vegetable that is increasingly in demand in Indonesia. Hydroponics is an innovative solution to overcome land limitations, but the efficiency of nutrient delivery in manual methods is still a challenge. This study aims to compare the growth of red spinach in the NPK sensor-based hydroponic system based on the Internet of Things (IoT) with the manual method. The study used a completely randomized design (CRD) with two treatments, namely the use of IoT-based NPK sensors and manual methods, each with two replications and nine samples per replication. The results showed that the use of IoT sensors significantly increased plant height (37.9 cm), leaf area (245.5 cm²), wet weight (9.3 g), and dry weight (1.6 g) compared to the manual method. Statistical analysis using an unpaired t-test at the 5% real level showed significant differences in most growth parameters. IoT technology is proven to be effective in increasing the efficiency and productivity of hydroponic systems by providing real-time nutrition according to plant needs. This research supports the development of IoT technology for sustainable agriculture, while having a positive impact on production efficiency and resource savings.
Influence of Sargassum POC and Nano Bubble Technology on Hydroponic Pakcoy (Brassica rapa L.) Quality Afrilisia, Lora; Fevria, Resti; Vauzia, Vauzia; Razak, Abdul
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i1.8374

Abstract

The decline in vegetable production is caused by the conversion of agricultural land into residential areas which results in a reduction in agricultural land area. To overcome this problem, the hydroponic system is one of the alternative solutions used to replace lost agricultural land. The purpose of the study was to determine the effect of providing liquid organic fertilizer (POC) derived from (Sargassum sp.) with nano bubble technology on the quality of pakchoy (Brassica rapa L.) plants in hydroponic cultivation. The research method used a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments. Data were analyzed using the ANOVA test and Duncan's test. The results showed that the P2 and P3 treatments were significantly different in increasing plant height with the highest average of 23.4 cm and the lowest P5 of 13.56 cm. Likewise, P3 produces the most optimal average number of leaves and overall plant quality, the cause is the availability of balanced nutrients. Nano bubble technology increases the efficiency of nutrient absorption and reduces sedimentation in the wick hydroponic system. The conclusion is that the combination of AB Mix and POC Nano is able to optimize the growth and quality of pakchoy plants in the hydroponic system, showing the potential for sustainable agriculture using innovative fertilizer technology.
Effect of Sensor and Based NPK on the Growth of Pakcoy (Brassica rapa L.) Cultivation Hydroponic Sania, Hani; Fevria, Resti; Vauzia, Vauzia; Razak, Abdul; Yulkifli, Yulkifli; Mutiar, Sri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i1.8514

Abstract

In hydroponic cultivation, the effectiveness of nutrient distribution is crucial in ensuring optimal plant growth. This research aims to compare the efficiency of nutrient solution delivery using an Internet of Things (IoT)-based NPK sensor with the conventional manual method on the growth of pakcoy (Brassica rapa L.). The study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with two treatment groups: one utilizing IoT-based NPK sensors and the other without sensors. Each treatment was repeated twice, with nine plant samples per repetition. The observed growth parameters included plant height, number of leaves, leaf area, fresh weight, and dry weight at six weeks after planting. The findings revealed that the implementation of IoT-based NPK sensors significantly enhanced the growth of pakcoy plants compared to the manual method. This was evidenced by a notable increase in plant height, leaf area, and fresh weight (p < 0.05). In conclusion, the application of IoT technology improves the efficiency and effectiveness of nutrient distribution in hydroponic systems, positively impacting plant growth. The scientific significance of this research suggests that integrating IoT-based technology into hydroponic farming can serve as an innovative approach to enhancing plant productivity in a precise and sustainable manner.
Kebakaran hutan dan deforestasi: menggali solusi berbasis teknologi dan komunitas Meivinia, Alifda Putri; Despitri, Era; S, Rayhanna Fadillah; Putri, Resti Hidayati; Sulman, Gina; Megawati, Megawati; vauzia, vauzia; Razak, Abdul
Education and Social Sciences Review Vol. 5 No. 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr509300

Abstract

Kebakaran hutan dan deforestasi telah menjadi ancaman signifikan terhadap keberlanjutan ekosistem global, mengakibatkan kerugian ekologi, sosial, dan ekonomi. Fenomena ini dipicu oleh faktor seperti aktivitas manusia, perubahan iklim, dan kebijakan tata kelola hutan yang kurang efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi solusi berbasis teknologi dan komunitas yang dapat mengurangi dampak kebakaran hutan dan deforestasi. Metodologi yang digunakan mencakup tinjauan literatur, analisis studi kasus dari wilayah yang terdampak parah, serta wawancara dengan pakar lingkungan dan praktisi komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi seperti citra satelit, kecerdasan buatan, dan sistem pemantauan berbasis sensor efektif dalam mendeteksi kebakaran hutan secara dini dan mengurangi intensitas kerusakan. Sementara itu, keterlibatan komunitas lokal melalui program edukasi, pemberdayaan ekonomi alternatif, dan inisiatif pengelolaan hutan berbasis masyarakat terbukti meningkatkan keberlanjutan konservasi hutan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan integratif, yang menggabungkan teknologi canggih dan partisipasi aktif masyarakat, merupakan langkah strategis dalam memitigasi risiko kebakaran hutan dan deforestasi. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi kebijakan untuk mengadopsi teknologi modern dan memperkuat kapasitas komunitas lokal dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan, guna menjaga keseimbangan ekosistem dan mendorong keberlanjutan jangka panjang.
Pengaruh Mulsa Serbuk Gergaji Kayu Terhadap Biomassa Gulma Oxalis barrelieri L. di Perkebunan Kelapa Sawit Nagari Kasang Kabupaten Padang Pariaman Septia Komala Sari, Irma; Vauzia, Vauzia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14636

Abstract

Gulma adalah tumbuhan yang merugikan dan tidak diinginkan kehadirannya. Kehadiran gulma dapat merugikan tanaman budidaya karena menimbulkan persaingan dalam memperebutkan air, unsur hara, cahaya matahari, dan ruang tumbuh. Oxalis barrelieri L. adalah salah satu jenis gulma pengganggu yang banyak ditemukan di perkebunan kelapa sawit yang mengandung senyawa fenol, terpenoid, antosianidin, antrakuinon, kumarin, dan saponin. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengendalian gulma secara biologis. Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan penelitian tentang pengaruh mulsa serbuk gergaji kayu terhadap biomassa gulma Oxalis barrelieri L. di perkebunan kelapa sawit Nagari Kasang Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2024 di perkebunan kelapa sawit Nagari Kasang Kabupaten Padang Pariaman dan Laboratorium Botani Departemen Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang. Penelitian menggunakan 40 unit petak contoh, dimana 20 unit petak contoh diberi mulsa serbuk gergaji kayu masing-masing sebanyak 5 kg dan 20 unit petak contoh tidak diberi mulsa serbuk gergaji kayu. Data biomassa gulma dianalisis dengan menggunakan uji t pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan biomassa gulma Oxalis barrelieri L. yang diberi mulsa serbuk gergaji kayu dengan yang tidak diberi serbuk gergaji kayu. Biomassa gulma Oxalis barrelieri yang diberi mulsa serbuk gergaji kayu adalah 5,08 gram/m2 sedangkan biomassa gulma Oxalis barrelieri yang tidak diberi mulsa serbuk gergaji kayu yaitu 18,82 gram/m2.
Pengaruh Mulsa Serasah Jerami Padi terhadap Biomassa dan Potensinya dalam Pengendalian Gulma Ara Sungsang (Asystasia gangetica) pada Perkebunan Kelapa Sawit di Nagari Kataping, Padang Pariaman Wahyuni, Putri; Vauzia, Vauzia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14717

Abstract

Asystasia gangetica merupakan tanaman pengganggu yang banyak dijumpai di perkebunan kelapa sawit sehingga dikhawatirkan mempengaruhi produksi kelapa sawit. Oeh sebab itu, perlu dilakukan upaya pengendalian gulma A. gangetica secara biologi. Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan penelitian tentang pengaruh serasah jerami padi terhadap biomassa dan potensinya dalam pengendalian gulma ara sungsang (Asystasia gangetica) pada perkebunan kelapa sawit di nagari kataping, padang pariaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serasah jerami padi terhadap biomassa A. gangetica pada perkebunan kelapa sawit di Nagari Ketaping, Padang Pariaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan November - Desember 2023 disalah satu perkebunan kelapa sawit milik masyarakat Nagari Kataping Padang Pariaman dan Laboratorium Botani Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang. Penelitian menggunakan 40 plot dengan luas plot 1 x 1 m, dimana 20 plot tidak diberi serasah jerami padi dan 20 plot lagi diberi serasah jerami padi. Data biomassa gulma A. gangetica dianalisis dengan uji T pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa serasah jerami padi memberikan pengaruh nyata terhadap biomassa gulma A. gangetica, dimana biomassa gulma A. gangetica yang diberi serasah jerami padi lebih rendah (45,3 g/m), dari pada biomassa A. gangetica yang tidak diberi serasah jerami padi (79,1 g/m).
Effect of Sensor and based NPK on the Growth of Kale (Brassica oleracea var. acephala) Cultivated Hydroponically Putri, Fanesha Panca; Fevria, Resti; Vauzia, Vauzia; Razak, Abdul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas sistem hidroponik otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor NPK dan pupuk organik cair (POC) yang berasal dari daun Gliricidia sepium dengan metode pemberian nutrisi secara manual dalam budidaya kailan (Brassica oleracea var. acephala). Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan dan dua ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar, dan berat kering. Data dianalisis menggunakan uji t independen pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem otomatis berbasis IoT berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun, luas daun, berat segar, dan berat kering, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman. Sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi, mempercepat pertumbuhan tanaman, dan menghasilkan hasil panen yang lebih optimal.
Population Study Of The Amorphophallus titanum Becc In Sumatera Faristy, Annisya Fhadilah Putri; vauzia, Vauzia
Jurnal Biologi Universitas Andalas Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbioua.12.2.79-85.2024

Abstract

Amorphophallus has 176 species spread throughout the world, 25 of which are found in Indonesia. Of the 25 species found in Indonesia, 8 of them are endemic to Sumatra. One type of Amorphophallus found on the island of Sumatra is Amorphophallus titanum, whose survival in its natural habitat is threatened by deforestation and forest degradation. As an endemic plant, A. titanum is also more vulnerable to anthropogenic threats and environmental change, and therefore faces a greater risk of extinction than more widespread species. To prevent species extinction and as a form of biodiversity conservation, information is needed that presents the population status of A. titanum in its natural habitat. This article aims to provide information about the population of corpse flowers (Amorphophallus titanum Becc) in Sumatra. The research method used is a literature review. Data was obtained from journals and articles published from 2005 to 2023. Based on research conducted, it is known that A. titanum is often found in Bengkulu, Lampung, Jambi, North Sumatra and West Sumatra. The highest population of A. titanum is in Muara Hemat Village, South Kerinci Resort, Kerinci Seblat National Park, Jambi, with a total of 83 individuals. In Bengkulu, A. titanum is found in several locations; in KHDTK (Forest Areas with Special Purposes) as many as 64 individuals. At Ketapang Water, Jufi Hill and Datar Lebar Waterfall there were 56 individuals. In the Mount IV Kepahiang Nature Reserve there are 56 individuals. In Tebat Monok, Air Selimang and Palak Siring the number is 52 individuals. Meanwhile in North Sumatra, specifically in the Sibolangit Nature Reserve, Sibolangit Nature Reserve, Dolok Sipirok Nature Reserve, and Namo Suro Baru Village, 32 individuals were found. In Palupuah, Agam Regency, and South Solok, West Sumatra, there are 24 individuals, and also in the Liwa Botanical Gardens, Lampung, there are 4 individuals.
Dampak bencana kebakaran hutan terhadap lingkungan dan upaya penanggulangan di indonesia Amri, Afdhal; Akhirman, Akhirman; zahrani, Arum; Rizki, Chintya; Harianja, Loly Marlina; Prameswari, Nola; Vauzia, Vauzia; Putri, Wulan Nuzulia
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2024): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30035130000

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah permasalahan lingkungan utama di Indonesia, khususnya di Sumatera dan Kalimantan. Selain faktor alam seperti kekeringan, penyebab utama karhutla adalah aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengevaluasi dampak karhutla, strategi pencegahan, serta langkah pemulihan pasca-kebakaran. Penulisan literatur dilakukan dengan menulusuri publikasi artikel yang ditemukan pada Google Scholar pada tahun 2018-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karhutla berdampak negatif terhadap keanekaragaman hayati, ekosistem, dan kesehatan masyarakat akibat polusi asap. Upaya pengendalian seperti deteksi titik api berbasis teknologi, patroli rutin, serta keterlibatan masyarakat memiliki peran penting dalam mengurangi kejadian karhutla. Pemulihan ekosistem melibatkan reforestasi, restorasi lahan gambut, dan edukasi pengelolaan lahan. Studi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan
Hubungan PU Dan BI Pada Peserta Didik Pengguna Scola Pembelajaran Biologi Di SMA Dedikasi Edukasi Kualiva Putri, Nadila Aulya; Yogica, Relsas; Syamsurizal, Syamsurizal; Selaras, Ganda Hijrah; Vauzia, Vauzia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7428

Abstract

Salah salah media yang dapat digunakan dalam pembelajaran biologi adalah media pembelajaran berbasis e-learning. Platform e-learning yang digunakan di SMA DEK yaitu Scola. Namun sampai saat ini belum diketahui bagaimana penerimaan peserta didik terhadap Scola. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan Perceived Usefulness (PU) dengan Behavioral Intention (BI) pada peserta didik pengguna Scola pembelajaran biologi di SMA DEK. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif korelasi menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji korelasi Pearson Product Moment dan uji t setelah data diketahui terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PU yang didapatkan yaitu 74,06 %  dan nilai BI yaitu 70,90 % sehingga dikatakan dalam kategori tinggi. Nilai r yang didapatkan yaitu 0,78 dan nilai thitung yaitu 8,5 dibandingkan dengan ttabel 1,679 yang berarti bahwa thitung ttabel. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang kuat dan positif antara Perceived Usefulness (PU) dengan Behavioral Intention (BI) pada peserta didik pengguna Scola pada pembelajaran biologi di SMA DEK.