Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Daun Bayam Hijau (Amaranthus Hybidrus L.) sebagai Hair Tonic Rambut Rontok Azzahra Putri Zayes; Merita Yanita
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2025): Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v3i2.2237

Abstract

This study is motivated by conditions affecting the scalp and hair, one of which is hair loss. To prevent this issue, hair care is conducted using hair tonic as it is more effective in nourishing hair. The objective of this research is to analyze the effect of hair loss treatment through the use of hair tonic made from Green Spinach Leaves, applied once a week and twice a week over a one-month period. This research employs a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The population consists of students from the Beauty and Aesthetics Department, class of 2020. Sampling is conducted using Purposive Sampling technique. Data collection methods include observation, documentation, and assessment sheets. Data analysis techniques utilized are Normality Test, Homogeneity Test, and Hypothesis Test. The results of the Normality Test indicate that the data is normally distributed, with significance scores of 0.120 for the control group (X₀), 0.200 for Experimental Group 1 (X₁), and 0.200 for Experimental Group 2 (X₂). The Homogeneity Test yields a significance value of 0.327, which is greater than 0.05, indicating that the data is homogeneous. Based on the ANOVA test, the significance score is 0.001, which is less than 0.05, leading to the acceptance of the alternative hypothesis (Ha). This indicates significant differences among the three groups, which is further analyzed using Duncan's test. The results conclude that the control group (X₀) with an average of 96.42 significantly differs from Experimental Group 1 (X₁) with an average of 68.33, while X₁ does not significantly differ from Experimental Group 2 (X₂) with an average of 62.33. Thus, it is concluded that there is a significant difference between X₀ and X₁, while X₁ and X₂ do not differ significantly.
STUDI UPACARA PERKAWINAN ADAT MANDAILING DI PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL Hasibuan, Nurhayya Putri; Yanita, Merita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.45227

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi dengan adanya perubahan pada tahapan upacara  perkawinan, busana dan aksesoris pengantin dalam upacara perkawinan adat Mandailing di Panyabungan Kabupaten Mandailing, yang mencerminkan tantangan adaptasi budaya dalam menghadapi modernisasi. Karena adanya perubahan tersebut takutnya dapat menghilangkan makna yang memiliki nilai simbolis penting dalam budaya Mandailing. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tahapan upacara, busana, aksesoris dan riasan pengantin dalam perkawinan adat Mandailing di Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal.  Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku. Teknik penganalisisan data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian yaitu adanya terdapat perubahan dalam tahapan upacara adat perkawinan dulu dan sekarang serta busana dan aksesorisnya. Upacara perkawinan adat Mandailing di Panyabungan sudah dipersingkat, mulai dari acara mangaririt, manyapai boru, patibal tuor, akad nikah, hingga acara horja. Dari segi  pakaian juga sudah ada yang menggunakan kebaya modern. Sedangkan dari segi aksesoris banyak juga perubahannya yaitu pada ukuran bulang, pemakaian gelang yang sama (bermotif dengan bermotif dan polos dengan polos) kalau dulu dipakainnya berpasangan (bermotif dan polos), menghilangkan pemakaian aksesoris seperti kris dan ikat pinggang. Dari hasil pembahasan penulis dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan adanya perubahan tersebut tidak mempengaruhi makna atau kesakralan upacara perkawinan adat Mandailing di Panyabungan. Karena dari segi tahapan tidak ada yang berbeda hanya saja acara dipersingkat sedangkan dari segi pakaian dianggap sebagai pengaruh dari perkembangan zaman asal tidak menghilangkan ciri khas dari pakaian serta aksesoris yang harus tetap dilestarikan.
Kelayakan Konsentrasi Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L) dan Ekstrak Bunga Mawar (Rosa hybrid L) Sebagai Lip Balm Tari, Tari; Yanita, Merita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi percampuran antara ekstrak kulit buah delima (punica granatum L) dan ekstrak bunga mawar (rosa hybrid L). kulit delima kaya akan flavonoid, asam fenolat, dan tanin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Bunga mawar terdapat beberapa kandungan yaitu tannin, asam geranik dan zat antosianin. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Laboratorium Universitas Perintis Indonesia. Pengumpulan data melalui 7 orang panelis yang terdiri dari 2 orang dari farmasi UPERTIS, 2 orang dosen Jurusan Tata Rias dan Kecantikan UNP, dan 3 orang mahasiswa Jurusan Tata Rias dan Kecantikan UNP angkatan 2019. Penelitian ini dilakukan dengan 2 konsentrasi formula yaitu F1 dan F2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi dengan teknik analisa deskriptif yang menampilkan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan uji laboratorium yaitu uji pH dan uji homogenitas pada F1 dan F2 sediaan lip balm ekstrak kulit buah delima dan ekstrak bunga mawar sebagai pelembab bibir menunjukan hasil uji PH yang sesuai dengan standar pH bibir yaitu F1 dab F2 yaitu 5 serta uji homogenitas menunjukan hasil bahwa sediaan F1 dan F2 homogen. Uji organoleptik menunjukan warna coklat pekat, cukup beraroma khas ekstrak kulit buah delima, dan tekstu halus. Uji hedonic menunjukan kesukaan panelis memiliki hasil penilaian suka pada F2 sebagai hasil terbaik. Kesimpulan: lipstick dengan ekstrak kulit buah delima dan ekstrak bunga mawar layak untuk dijadikan sediaan lip balm dilihat dari uji laboratorium (uji pH dan uji homogenitas), uji organoleptik (tekstur, warna, dan aroma), dan uji hedonik (kesukaan panelis).
Kelayakan Ekstrak Kulit Buah Naga dan Madu Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Lip Tint Khaputri, Silvia; Yanita, Merita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13372

Abstract

Lip tint merupkan produk yang berfungsi sebagai pewarnaan bibir yang mampu memberikan warna lebih lama pada bibir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis cara pembuatan lip tint dari ekstrak kulit buah naga dan madu ,untuk mengetahui uji laboraturium (Uji pH ,Uji homogenitas). Menganalisis kelayakan di tinjau dari uji organoleptik (aroma,tekstur,warna) dan Uji kelayakan hedonik (kesukaan panelis). Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dan waktu penelitian di lakukan di laboraturium Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP dan laboraturium Farmasi UPERTIS . pengumpulan data melalui 7 orang panelis terdiri dari 2 orang dosen jurusan Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP,2 orang dari darmasi, 3 orang mahasiswi Tata Rias Dan Kecantikan FPP UNP angkatan 2019. Penelitia ini di lakukan dengan 2 kosentrasi formula yaitu F1 dan F2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi dengan teknik analisa deskriptif yang menampilkan frekuensi presentase. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan peneliti pada ekstrak kulit buah naga dan madu dengan kosentrasi formulasi esktrak kulit buah naga 20% madu 6% adalah menganalisis cara pembuatan lip tint dari proses pengeringan sampai pembuatan produk. Berdasarkan uji laboraturium yaitu uji pH dan uji homogenitas , uji pH F1=4,5 dan F2 4,5 yang sesuai dengan standar pH bibir , uji homogenitas menunjukan F1 dan F2 homogen uji organoleptik menunjukan warna merah ,tekstur halus,aroma tutty fruityy pada sedian F1 dan F2. uji hedonik pada sedian F1 dan F2 penilain suka sebagai hasil terbaik. Hasil : lip tint esktrak kulit buah naga layak untuk di jadikan sediaan lip tint di lihat dari uji laboraturium (uji ph, uji homogenitas) uji organoleptik (tekstur,arima dan warna) dan hedonik (kesukaan panelis) Saran : untuk penelitian selanjut nya pada aroma di beri pewangi atau tutty fruityy lebih lagi agar bau aroma nya berbau sangat wangi
Kelayakan Sediaan Kosmetik Pewarna Rambut Dari Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L) Untuk Rambut Beruban Wahyuni, Nia; Yanita, Merita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13662

Abstract

Masyarakat sangat menggemari pewarna rambut. Namun, sebagian besar orang belum mengetahui bahan pewarna alami yang bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan cat rambut dan juga kurangnya pemahaman dalam memilih bahan pewarna alami yang digunakan untuk pewarnaan. Untuk itu perlu alternatif zat warna yang aman, yaitu dengan mengembangkan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan yang bisa ditemui disekitar. Penelitian ini tentang kelayakan sediaan kosmetik pewarna rambut dari kulit buah manggis untuk rambut beruban. Penelitian bertujuan menganalisis pembuatan kosmetik pewarna rambut, berdasarkan uji laboratorium (antosianin, tanin, dan pH), uji organoleptik (Tekstur, warna, dan aroma) uji hedonik (kesukaan panelis) yang membutuhkan 7 orang panelis, yaitu 2 orang dosen tata rias dan kecantikan, 2 orang farmasi, dan 3 orang mahasiswa farmasi. Berdasarkan hasil uji laboratorium skrinning fitokimia diketahui semua formula sediaan kosmetik pewarna rambut positif mengandung antosianin dan mengandung tanin. Hasil uji pH pada sediaan ini adalah F1 = 2,5 dan F2 = 3. Dilihat dari hasil uji organoleptik pada sediaan kosmetik pewarna rambut didapat hasil bahwa formulasi satu (F1) adalah formula terbaik, karena didapatkan tekstur formula satu yaitu, 85% panelis menyatakan cair, 85% panelis menyatakan berwarna coklat, dan 57% panelis menyatakan beraroma khas ekstrak kulit buah manggis. dan berdasarkan hasil uji hedonik didapatkan formula satu (F1) yang cukup disukai panelis dengan hasil 57%.
Kelayakan Lipbalm Menggunakan Ekstrak Bunga Mawar (Rosa hybrida L) dan Buah Stroberi (Fragaria vesca L) Sebagai Pelembab Bibir Izara, Ayumi; Yanita, Merita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13801

Abstract

Salah satu jenis kosmetik yang ada dikehidupan kita adalah lip balm. Lip balm merupakan produk perawatan yang bisa membuat kelembaban pada bibir. Lip balm digunakan untuk mengatasi permasalahan pada bibir kering atau pecah-pecah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan lip balm dari ekstrak bunga mawar ( Rosa hybrida L.) dan buah stroberi ( Fragaria vesca L.). Lip balm esktrak bunga mawar dan buah stroberi sebagai pelembab bibir ditinjau dari uji laboratorium, uji organoleptik, dan uji hedonik.Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Laboratorium Departemen Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP dan Laboratorium Farmasi UPERTIS. Pengumpulan data melalui 7 orang panelis yang terdiri dari 2 orang dari Farmasi UPERTIS, 2 orang dosen jurusan Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP, dan 3 orang mahasiswi jurusan Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP Angkatan tahun 2019. Penelitian ini dilakukan dengan 2 konsentrasi formula yaitu F1 dan F2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi dengan teknik analisa deskriptif yang menampilkan frekuensi dan presentase.Hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan uji laboratorium yaitu uji pH dan uji homogenitas pada F1 dan F2 lip balm esktrak bunga mawar dan buah stroberi sebagai pelembab bibir menunjukan hasil uji pH yang sesuai dengan standar pH bibir yaitu F1 5 dan F2 4,5 serta uji homogenitas menunjukan hasil bahwa sediaan F1 dan F2 homogen. Uji organoleptik menunjukan warna merah kecoklatan, cukup beraroma khas ekstrak bunga mawar, dan tekstur halus pada sediaan F1. Uji hedonik menunjukan kesukaan panelis memiliki hasil penilaian suka pada sediaan F2 sebagai hasil terbaik. Kesimpulan: lip balm dengan ekstrak bunga mawar dan buah stroberi layak untuk dijadikan sediaan lip balm dilihat dari uji laboratorium (uji pH dan uji homogenitas), uji organoleptik (tekstur, warna, dan aroma), dan uji hedonik (kesukaan panelis).a. Kelayakan lip balm dari ekstrak bunga mawar dan buah stoberi. b. Kelayakan lip balm dari ekstrak bunga mawar dan buah stroberi dilihat dari hasil uji laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Perintis Indonesia menunjukan sediaan lip balm dengan ekstrak bunga mawar dan buah stroberi memiliki hasil uji ph yang baik untuk kulit bibir yaitu (F1 5) dan (F2 4,5) yang berarti memiliki angka ph yang baik untuk kulit bibir yang berkisar 4,5 – 5. Uji homogenitas yang dihasilkan dari sediaan F1 dan F2 yaitu homogen, yang berarti formulasi bahan – bahan sediaan lip balm ekstrak bunga mawar dan buah stroberi berhasil menyatu dengan baik. c. Kelayakan lip balm ekstrak bunga mawar dan buah stroberi dilihat dari hasil uji organoleptik yang telah dilakukan menunjukan bahwa lip balm ekstrak bunga mawar dan buah stroberi memiliki warna yang coklat kemerahan pada sediaan F1. Aroma lip balm yang dihasilkan adalah aroma khas ekstrak bunga mawar. Sedangkan tekstur yang dihasilkan dari sediaan lip balm halus. d. Kelayakan lip balm ekstrak bunga mawar dan buah stroberi dilihat dari hasil uji hedonik (kesukaan panelis) menunjukan bahwa sebagian besar panelis menyukai lip balm ekstrak bunga mawar dan buah stroberi sebagai pelembab.
Assessing the Multifaceted Determinants of Collaborative Competence Among Students in the Digital Learning: A Comprehensive Analysis Saputra, Indra; Sari, Resti Elma; Mahniza, Melda; Hayatunnufus, Hayatunnufus; Rahmiati, Rahmiati; Yanita, Merita; Yupelmi, Mimi
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.8.4.2202

Abstract

The study background related to the students' collaborative competence in digital learning is still relatively low. The objective of this study is to examine the elements influencing collaborative competence. The study involved 107 cosmetology and beauty education students. The method used was a survey with data collection using questionnaires developed based on predetermined variable indicators. The analysis of data employed Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) with Smart PLS 4.0 software. The SEM results describe the Convergent Validity (Loading Factor and Average Variance Extracted) and Discriminant Validity (Fornell Larcker Criterion and Cross Loading), which states that the measurement model is valid. Furthermore, the Composite reliability and Cronbach's Alpha conclude that the measurement model is reliable. The analysis results indicate a positive and significant correlation of predictor variables, including project-based learning, social media, instructional approach, and material relevance to collaborative competence. Based on the variable analysis, material relevance becomes the highest aspect, followed by project-based learning, which increases the collaborative competence of students. Conversely, social media as a mediator variable weakens the level of correlation of the predictor variables to collaborative competence. This study contributes to understanding factors affecting students' collaborative competence in digital learning environments, with significant implications for educators, institutions, and policymakers in shaping digital learning frameworks enhancing collaborative competence. Future research, including longitudinal studies, could investigate the lasting impact of digital learning environments on developing collaborative competence over time.
Integrating e-module craft and wedding gifts course; the effect on creative thinking and attitudes student in vocational education students Hayatunnufus, Hayatunnufus; Yanita, Merita; Dewi, Ika Parma; Sari, Adha Kurnia; Hanafi, Hafizul Fahri; Ismail, Mazeni
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 7 No 4 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptk.v7i4.39723

Abstract

Society 5.0 envisions a future that emphasizes the integration of advanced technologies with human life to foster a more human-centered, sustainable, and inclusive community. A key skill in this context is found in the craft and wedding gift course. This course not only equips students with comprehensive knowledge of crafting techniques for wedding gifts but also prepares them to engage in the rapidly expanding field of entrepreneurship. The objective of this study is to develop an e-module focused on teaching wedding gift-making skills for vocational students. This e-module will be tailored to fulfill students' needs for an interactive, engaging, and flexible learning experience. The research employs a development research (R&D) approach, aiming to enhance the quality of education by implementing the ADDIE model. The developed e-module received a very valid assessment, with 90.67% from the media validator and 90.25% from the material validator In addition, this e-module was also considered very practical by lecturers with a score of 85% and by students with a score of 92%. The decision-making criteria were if the sig value (2-tailed) <0.05, then the proposed hypothesis was accepted.
Penyuluhan dan pelatihan pembuatan masker tradisional dari kulit buah asam kandis sebagai upaya pengembangan ekonomi masyarakat Nagari Salibutan Merita Yanita; Ringga Novelni; Siska Miga Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28275

Abstract

AbstrakGamaran merupakan salah satu Korong yang terdapat di Nagari Salibutan. Berdasarkan observasi di lapangan terdapat hutan sosial yang luasnya mencapai 2.800 hektar di Korong Gamaran yang membudidayakan tanaman asam kandis. Asam kandis ini biasanya diolah oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kandis Bundo Gamaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua KUPS Kandis Bundo Gamaran, untuk saat ini KUPS hanya menghasilkan produk olahan buah asam kandis dalam bidang kuliner dan olahan bumbu. Diketahui bahwa buah asam kandis memiliki aktivitas antioksidan sehingga bisa dikembangkan dalam bidang kecantikan seperti masker tradisional untuk perawatan kulit wajah. Namun KUPS Kandis Bundo Gamaran ini belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam hal tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan terhadap KUPS Kandis Bundo Gamaran tentang proses pembuatan masker tradisional berbahan dasar asam kandis sehingga bisa menghasilkan inovasi produk turunan dari asam kandis yang memiliki nilai jual yang lebih. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik. Peserta pelatihan adalah anggota KUPS Bundo Gamaran yang berjumlah 20 orang. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan tahap perencanaan yang mencakup koordinasi terkait kebutuhan pelatihan dan sasaran pelatihan. Tahap pelaksanaan diawali dengan proses penyampaian materi dan diskusi serta dilanjutkan proses demonstrasi dan praktik pembuatan masker tradisional berbahan dasar asam kandis. Tahapan terakhir pelatihan adalah evaluasi yang mengukur capaian kegiatan pelatihan. Hasil pelatihan menggambarkan bahwa peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selanjutnya, peserta juga dapat memenuhi beberapa indikator ketercapaian kegiatan pelatihan antara lain memahami manfaat buah asam kandisi dalam bidang kecantikan. Selanjutnya, peserta juga memahami dan mampu membuat masker tradisonal. Beberapa indikator tersebut mengindikasikan bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan dapat tercapai dengan baik. Kata kunci: KUPS Kandis Bundo Gamaran; buah asam kandis; masker tradisional. Abstract Gamaran is one of the Korongs in Nagari Salibutan. Based on observations in the field, there is a social forest covering an area of 2,800 hectares in Korong Gamaran which cultivates kandis acid plants. Kandis acid is usually processed by the Kandis Bundo Gamaran Social Forestry Business Group (KUPS). Based on the results of an interview with the chairman of KUPS Kandis Bundo Gamaran, currently KUPS only produces processed kandis acid fruit products in the culinary and spice processing sectors. It is known that kandis tamarind fruit has antioxidant activity so it can be developed in the beauty sector such as traditional masks for facial skin care. However, KUPS Kandis Bundo Gamaran does not yet have the knowledge and skills in this matter. This service activity aims to provide knowledge and skills to KUPS Kandis Bundo Gamaran regarding the process of making traditional masks made from kandis acid so that they can produce innovative products derived from kandis acid which have greater selling value. The training methods used are lectures, discussions, demonstrations and practice. The training participants were 20 members of KUPS Bundo Gamaran. This training activity begins with a planning stage which includes coordination regarding training needs and training targets. The implementation phase begins with the process of delivering material and discussions and continues with the demonstration process and practice of making traditional masks made from kandis acid. The final stage of training is evaluation which measures the achievements of training activities. The results of the training illustrate that participants were able to participate in the activities with enthusiasm. Furthermore, participants can also fulfill several indicators of achievement of training activities, including understanding the benefits of kandisi tamarind fruit in the field of beauty. Furthermore, participants also understand and are able to make traditional masks. Several indicators indicate that the objectives of implementing the training can be achieved well. Keywords: KUPS Kandis Bundo Gamaran; kandis acid; traditional masks
Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Loyalitas Pelanggan di Pelaminan Bintang Pesta Hanum, Syehra Sofya; Yanita, Merita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36806

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena kurangnya kualitas layanan di Pelaminan Bintang Pesta yang menyebabkan pelanggan merasa tidak puas dan tidak loyal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan, menganalisis loyalitas pelayanan dan menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan di Pelaminan Bintang Pesta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Pelaminan Bintang Pesta di Kota Padang dari bulan Juli sampai bulan Desember 2024 dengan sampel sebanyak 24 responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dan primer. Data dianalisis dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t (uji parsial) dan uji koefisien determinasi (Adjusted R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan. Nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05, dan nilai t hitung diperoleh sebesa 9,669 nilai tersebut > nilai t tabel yaitu 1,661 maka dapat diartikan bahwa variabel bebas (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Y). Sehingga dapat diartikan bahwa H0 ditolak H1 diterima yang berarti signifikan yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan (tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty) dengan loyalitas pelanggan di Pelaminan Bintang Pesta.