Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kualitas layanan terhadap Kepuasan Pelanggan di Salon Kecantikan Erlin Beauty Gallery Nadia Azzahra; Merita Yanita
Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 3 No. 3 (2025): Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/intellektika.v3i3.2698

Abstract

This study aims to analyze the influence of service quality on customer satisfaction at Erlin Beauty Gallery beauty salon, West Pasaman. In an era of increasingly tight competition in the service business, service quality is a key factor in maintaining customer loyalty. This study uses a quantitative approach with a survey method. Samples were taken as many as 45 respondents using a simple random sampling technique. The research instrument was arranged based on five dimensions of, namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The results showed that service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction at the beauty salon at Erlin Beauty Gallery. Service quality has a significant effect on customer satisfaction at Erlin Beauty Gallery Beauty Salon with a significant value of 0.000 ≤0.05 and a t count value of 5.504≥ t table 2,017, it can be concluded that service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction at Erlin Beauty Gallery beauty salons. Therefore, it is important for beauty salons to be able to improve the quality of service provided to customers so that customer satisfaction is met and they decide to undergo treatment at ErlinBeuty.
Pengaruh Daun Bayam Hijau (Amaranthus Hybidrus L.) sebagai Hair Tonic Rambut Rontok Azzahra Putri Zayes; Merita Yanita
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2025): Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v3i2.2237

Abstract

This study is motivated by conditions affecting the scalp and hair, one of which is hair loss. To prevent this issue, hair care is conducted using hair tonic as it is more effective in nourishing hair. The objective of this research is to analyze the effect of hair loss treatment through the use of hair tonic made from Green Spinach Leaves, applied once a week and twice a week over a one-month period. This research employs a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The population consists of students from the Beauty and Aesthetics Department, class of 2020. Sampling is conducted using Purposive Sampling technique. Data collection methods include observation, documentation, and assessment sheets. Data analysis techniques utilized are Normality Test, Homogeneity Test, and Hypothesis Test. The results of the Normality Test indicate that the data is normally distributed, with significance scores of 0.120 for the control group (X₀), 0.200 for Experimental Group 1 (X₁), and 0.200 for Experimental Group 2 (X₂). The Homogeneity Test yields a significance value of 0.327, which is greater than 0.05, indicating that the data is homogeneous. Based on the ANOVA test, the significance score is 0.001, which is less than 0.05, leading to the acceptance of the alternative hypothesis (Ha). This indicates significant differences among the three groups, which is further analyzed using Duncan's test. The results conclude that the control group (X₀) with an average of 96.42 significantly differs from Experimental Group 1 (X₁) with an average of 68.33, while X₁ does not significantly differ from Experimental Group 2 (X₂) with an average of 62.33. Thus, it is concluded that there is a significant difference between X₀ and X₁, while X₁ and X₂ do not differ significantly.
STUDI UPACARA PERKAWINAN ADAT MANDAILING DI PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL Hasibuan, Nurhayya Putri; Yanita, Merita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.45227

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi dengan adanya perubahan pada tahapan upacara  perkawinan, busana dan aksesoris pengantin dalam upacara perkawinan adat Mandailing di Panyabungan Kabupaten Mandailing, yang mencerminkan tantangan adaptasi budaya dalam menghadapi modernisasi. Karena adanya perubahan tersebut takutnya dapat menghilangkan makna yang memiliki nilai simbolis penting dalam budaya Mandailing. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tahapan upacara, busana, aksesoris dan riasan pengantin dalam perkawinan adat Mandailing di Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal.  Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku. Teknik penganalisisan data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian yaitu adanya terdapat perubahan dalam tahapan upacara adat perkawinan dulu dan sekarang serta busana dan aksesorisnya. Upacara perkawinan adat Mandailing di Panyabungan sudah dipersingkat, mulai dari acara mangaririt, manyapai boru, patibal tuor, akad nikah, hingga acara horja. Dari segi  pakaian juga sudah ada yang menggunakan kebaya modern. Sedangkan dari segi aksesoris banyak juga perubahannya yaitu pada ukuran bulang, pemakaian gelang yang sama (bermotif dengan bermotif dan polos dengan polos) kalau dulu dipakainnya berpasangan (bermotif dan polos), menghilangkan pemakaian aksesoris seperti kris dan ikat pinggang. Dari hasil pembahasan penulis dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan adanya perubahan tersebut tidak mempengaruhi makna atau kesakralan upacara perkawinan adat Mandailing di Panyabungan. Karena dari segi tahapan tidak ada yang berbeda hanya saja acara dipersingkat sedangkan dari segi pakaian dianggap sebagai pengaruh dari perkembangan zaman asal tidak menghilangkan ciri khas dari pakaian serta aksesoris yang harus tetap dilestarikan.
Kelayakan Konsentrasi Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L) dan Ekstrak Bunga Mawar (Rosa hybrid L) Sebagai Lip Balm Tari, Tari; Yanita, Merita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi percampuran antara ekstrak kulit buah delima (punica granatum L) dan ekstrak bunga mawar (rosa hybrid L). kulit delima kaya akan flavonoid, asam fenolat, dan tanin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Bunga mawar terdapat beberapa kandungan yaitu tannin, asam geranik dan zat antosianin. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Laboratorium Universitas Perintis Indonesia. Pengumpulan data melalui 7 orang panelis yang terdiri dari 2 orang dari farmasi UPERTIS, 2 orang dosen Jurusan Tata Rias dan Kecantikan UNP, dan 3 orang mahasiswa Jurusan Tata Rias dan Kecantikan UNP angkatan 2019. Penelitian ini dilakukan dengan 2 konsentrasi formula yaitu F1 dan F2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi dengan teknik analisa deskriptif yang menampilkan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan uji laboratorium yaitu uji pH dan uji homogenitas pada F1 dan F2 sediaan lip balm ekstrak kulit buah delima dan ekstrak bunga mawar sebagai pelembab bibir menunjukan hasil uji PH yang sesuai dengan standar pH bibir yaitu F1 dab F2 yaitu 5 serta uji homogenitas menunjukan hasil bahwa sediaan F1 dan F2 homogen. Uji organoleptik menunjukan warna coklat pekat, cukup beraroma khas ekstrak kulit buah delima, dan tekstu halus. Uji hedonic menunjukan kesukaan panelis memiliki hasil penilaian suka pada F2 sebagai hasil terbaik. Kesimpulan: lipstick dengan ekstrak kulit buah delima dan ekstrak bunga mawar layak untuk dijadikan sediaan lip balm dilihat dari uji laboratorium (uji pH dan uji homogenitas), uji organoleptik (tekstur, warna, dan aroma), dan uji hedonik (kesukaan panelis).
Kelayakan Ekstrak Kulit Buah Naga dan Madu Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Lip Tint Khaputri, Silvia; Yanita, Merita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13372

Abstract

Lip tint merupkan produk yang berfungsi sebagai pewarnaan bibir yang mampu memberikan warna lebih lama pada bibir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis cara pembuatan lip tint dari ekstrak kulit buah naga dan madu ,untuk mengetahui uji laboraturium (Uji pH ,Uji homogenitas). Menganalisis kelayakan di tinjau dari uji organoleptik (aroma,tekstur,warna) dan Uji kelayakan hedonik (kesukaan panelis). Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dan waktu penelitian di lakukan di laboraturium Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP dan laboraturium Farmasi UPERTIS . pengumpulan data melalui 7 orang panelis terdiri dari 2 orang dosen jurusan Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP,2 orang dari darmasi, 3 orang mahasiswi Tata Rias Dan Kecantikan FPP UNP angkatan 2019. Penelitia ini di lakukan dengan 2 kosentrasi formula yaitu F1 dan F2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi dengan teknik analisa deskriptif yang menampilkan frekuensi presentase. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan peneliti pada ekstrak kulit buah naga dan madu dengan kosentrasi formulasi esktrak kulit buah naga 20% madu 6% adalah menganalisis cara pembuatan lip tint dari proses pengeringan sampai pembuatan produk. Berdasarkan uji laboraturium yaitu uji pH dan uji homogenitas , uji pH F1=4,5 dan F2 4,5 yang sesuai dengan standar pH bibir , uji homogenitas menunjukan F1 dan F2 homogen uji organoleptik menunjukan warna merah ,tekstur halus,aroma tutty fruityy pada sedian F1 dan F2. uji hedonik pada sedian F1 dan F2 penilain suka sebagai hasil terbaik. Hasil : lip tint esktrak kulit buah naga layak untuk di jadikan sediaan lip tint di lihat dari uji laboraturium (uji ph, uji homogenitas) uji organoleptik (tekstur,arima dan warna) dan hedonik (kesukaan panelis) Saran : untuk penelitian selanjut nya pada aroma di beri pewangi atau tutty fruityy lebih lagi agar bau aroma nya berbau sangat wangi
Kelayakan Sediaan Kosmetik Pewarna Rambut Dari Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L) Untuk Rambut Beruban Wahyuni, Nia; Yanita, Merita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13662

Abstract

Masyarakat sangat menggemari pewarna rambut. Namun, sebagian besar orang belum mengetahui bahan pewarna alami yang bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan cat rambut dan juga kurangnya pemahaman dalam memilih bahan pewarna alami yang digunakan untuk pewarnaan. Untuk itu perlu alternatif zat warna yang aman, yaitu dengan mengembangkan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan yang bisa ditemui disekitar. Penelitian ini tentang kelayakan sediaan kosmetik pewarna rambut dari kulit buah manggis untuk rambut beruban. Penelitian bertujuan menganalisis pembuatan kosmetik pewarna rambut, berdasarkan uji laboratorium (antosianin, tanin, dan pH), uji organoleptik (Tekstur, warna, dan aroma) uji hedonik (kesukaan panelis) yang membutuhkan 7 orang panelis, yaitu 2 orang dosen tata rias dan kecantikan, 2 orang farmasi, dan 3 orang mahasiswa farmasi. Berdasarkan hasil uji laboratorium skrinning fitokimia diketahui semua formula sediaan kosmetik pewarna rambut positif mengandung antosianin dan mengandung tanin. Hasil uji pH pada sediaan ini adalah F1 = 2,5 dan F2 = 3. Dilihat dari hasil uji organoleptik pada sediaan kosmetik pewarna rambut didapat hasil bahwa formulasi satu (F1) adalah formula terbaik, karena didapatkan tekstur formula satu yaitu, 85% panelis menyatakan cair, 85% panelis menyatakan berwarna coklat, dan 57% panelis menyatakan beraroma khas ekstrak kulit buah manggis. dan berdasarkan hasil uji hedonik didapatkan formula satu (F1) yang cukup disukai panelis dengan hasil 57%.
Kelayakan Lipbalm Menggunakan Ekstrak Bunga Mawar (Rosa hybrida L) dan Buah Stroberi (Fragaria vesca L) Sebagai Pelembab Bibir Izara, Ayumi; Yanita, Merita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13801

Abstract

Salah satu jenis kosmetik yang ada dikehidupan kita adalah lip balm. Lip balm merupakan produk perawatan yang bisa membuat kelembaban pada bibir. Lip balm digunakan untuk mengatasi permasalahan pada bibir kering atau pecah-pecah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan lip balm dari ekstrak bunga mawar ( Rosa hybrida L.) dan buah stroberi ( Fragaria vesca L.). Lip balm esktrak bunga mawar dan buah stroberi sebagai pelembab bibir ditinjau dari uji laboratorium, uji organoleptik, dan uji hedonik.Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Laboratorium Departemen Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP dan Laboratorium Farmasi UPERTIS. Pengumpulan data melalui 7 orang panelis yang terdiri dari 2 orang dari Farmasi UPERTIS, 2 orang dosen jurusan Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP, dan 3 orang mahasiswi jurusan Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP Angkatan tahun 2019. Penelitian ini dilakukan dengan 2 konsentrasi formula yaitu F1 dan F2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi dengan teknik analisa deskriptif yang menampilkan frekuensi dan presentase.Hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan uji laboratorium yaitu uji pH dan uji homogenitas pada F1 dan F2 lip balm esktrak bunga mawar dan buah stroberi sebagai pelembab bibir menunjukan hasil uji pH yang sesuai dengan standar pH bibir yaitu F1 5 dan F2 4,5 serta uji homogenitas menunjukan hasil bahwa sediaan F1 dan F2 homogen. Uji organoleptik menunjukan warna merah kecoklatan, cukup beraroma khas ekstrak bunga mawar, dan tekstur halus pada sediaan F1. Uji hedonik menunjukan kesukaan panelis memiliki hasil penilaian suka pada sediaan F2 sebagai hasil terbaik. Kesimpulan: lip balm dengan ekstrak bunga mawar dan buah stroberi layak untuk dijadikan sediaan lip balm dilihat dari uji laboratorium (uji pH dan uji homogenitas), uji organoleptik (tekstur, warna, dan aroma), dan uji hedonik (kesukaan panelis).a. Kelayakan lip balm dari ekstrak bunga mawar dan buah stoberi. b. Kelayakan lip balm dari ekstrak bunga mawar dan buah stroberi dilihat dari hasil uji laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Perintis Indonesia menunjukan sediaan lip balm dengan ekstrak bunga mawar dan buah stroberi memiliki hasil uji ph yang baik untuk kulit bibir yaitu (F1 5) dan (F2 4,5) yang berarti memiliki angka ph yang baik untuk kulit bibir yang berkisar 4,5 – 5. Uji homogenitas yang dihasilkan dari sediaan F1 dan F2 yaitu homogen, yang berarti formulasi bahan – bahan sediaan lip balm ekstrak bunga mawar dan buah stroberi berhasil menyatu dengan baik. c. Kelayakan lip balm ekstrak bunga mawar dan buah stroberi dilihat dari hasil uji organoleptik yang telah dilakukan menunjukan bahwa lip balm ekstrak bunga mawar dan buah stroberi memiliki warna yang coklat kemerahan pada sediaan F1. Aroma lip balm yang dihasilkan adalah aroma khas ekstrak bunga mawar. Sedangkan tekstur yang dihasilkan dari sediaan lip balm halus. d. Kelayakan lip balm ekstrak bunga mawar dan buah stroberi dilihat dari hasil uji hedonik (kesukaan panelis) menunjukan bahwa sebagian besar panelis menyukai lip balm ekstrak bunga mawar dan buah stroberi sebagai pelembab.
Assessing the Multifaceted Determinants of Collaborative Competence Among Students in the Digital Learning: A Comprehensive Analysis Saputra, Indra; Sari, Resti Elma; Mahniza, Melda; Hayatunnufus, Hayatunnufus; Rahmiati, Rahmiati; Yanita, Merita; Yupelmi, Mimi
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.8.4.2202

Abstract

The study background related to the students' collaborative competence in digital learning is still relatively low. The objective of this study is to examine the elements influencing collaborative competence. The study involved 107 cosmetology and beauty education students. The method used was a survey with data collection using questionnaires developed based on predetermined variable indicators. The analysis of data employed Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) with Smart PLS 4.0 software. The SEM results describe the Convergent Validity (Loading Factor and Average Variance Extracted) and Discriminant Validity (Fornell Larcker Criterion and Cross Loading), which states that the measurement model is valid. Furthermore, the Composite reliability and Cronbach's Alpha conclude that the measurement model is reliable. The analysis results indicate a positive and significant correlation of predictor variables, including project-based learning, social media, instructional approach, and material relevance to collaborative competence. Based on the variable analysis, material relevance becomes the highest aspect, followed by project-based learning, which increases the collaborative competence of students. Conversely, social media as a mediator variable weakens the level of correlation of the predictor variables to collaborative competence. This study contributes to understanding factors affecting students' collaborative competence in digital learning environments, with significant implications for educators, institutions, and policymakers in shaping digital learning frameworks enhancing collaborative competence. Future research, including longitudinal studies, could investigate the lasting impact of digital learning environments on developing collaborative competence over time.
Integrating e-module craft and wedding gifts course; the effect on creative thinking and attitudes student in vocational education students Hayatunnufus, Hayatunnufus; Yanita, Merita; Dewi, Ika Parma; Sari, Adha Kurnia; Hanafi, Hafizul Fahri; Ismail, Mazeni
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 7 No 4 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptk.v7i4.39723

Abstract

Society 5.0 envisions a future that emphasizes the integration of advanced technologies with human life to foster a more human-centered, sustainable, and inclusive community. A key skill in this context is found in the craft and wedding gift course. This course not only equips students with comprehensive knowledge of crafting techniques for wedding gifts but also prepares them to engage in the rapidly expanding field of entrepreneurship. The objective of this study is to develop an e-module focused on teaching wedding gift-making skills for vocational students. This e-module will be tailored to fulfill students' needs for an interactive, engaging, and flexible learning experience. The research employs a development research (R&D) approach, aiming to enhance the quality of education by implementing the ADDIE model. The developed e-module received a very valid assessment, with 90.67% from the media validator and 90.25% from the material validator In addition, this e-module was also considered very practical by lecturers with a score of 85% and by students with a score of 92%. The decision-making criteria were if the sig value (2-tailed) <0.05, then the proposed hypothesis was accepted.