Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : Journal of Muhammadiyah’s Application Technology

Pendekatan Arsitektur Hijau pada Perancangan Rumah Singgah dan Pusat Pelatihan Keterampilan Anak Jalanan di Makassar Nursafaat, Fadel; Syarif, Muhammad; Syaharuddin, A. Syahriyunita; Idrus, Irnawaty; Paddiyatu, Nurhikmah; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16038

Abstract

Penelitian ini membahas tentang prinsip prinsip arsitektur hijau pada perancangan rumah singgah dan pusat keterampilan anak jalanan di kota Makassar. Pendekatan arsitektur hijau bertujuan untuk mengintegrasikan prinsip prinsip keberlanjutan yang mencakup efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, konservasi air, kenyamanan dan kesehatan pada bangunan. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis studi literatur dan studi kasus pada bangunan hijau. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan konsep arsitektur hijau pada perancangan rumah singgah dan pusat pelatihan keterampilan anak jalanan di Makassar diterapkan pada Aspek Fisik dan non Fisik. Penerapan pada Aspek Fisik yaitu seperti efesiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, konservasi air, kenyamanan dan kesehatan bangunan, pemanfaatan sumber cahaya alami, pemanfaatan sumber penghawaan alamiu. Sedangkan penerapan pada Aspek non Fisik yaitu seperti pemberian pelatihan kepada anak jalanan untuk mendaur ulang sampah dan urban farming. Penelitihan ini diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi perencana, pemerhati hijau, dan untuk pengembangan fasilitas sosial yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Penerapan Konsep Arsitektur Bioklimatik pada Perancangan Pondok Pesantren di Gowa Fikri, Muhammad; Abdullah, Ashari; Paddiyatu, Nurhikmah; Rohana, Rohana; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.18543

Abstract

Kabupaten Gowa memiliki karakter iklim tropis lembap yang ditandai oleh suhu tinggi, kelembapan yang konsisten, dan intensitas radiasi matahari yang signifikan sepanjang tahun. Kondisi ini menuntut pendekatan desain bangunan yang mampu merespons iklim secara adaptif untuk menciptakan kenyamanan termal, khususnya pada lingkungan pendidikan berasrama seperti pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep arsitektur bioklimatik dalam perancangan pondok pesantren dengan mengacu pada indikator bioklimatik menurut Ken Yeang (1994) dan Norbert Lechner (2007). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis iklim mikro tapak, dan interpretasi desain berbasis prinsip bioklimatik. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi seperti orientasi bangunan, ventilasi silang, penggunaan shading device, dan integrasi vegetasi, sebagaimana dikemukakan oleh Yeang dan Lechner, berkontribusi signifikan terhadap kenyamanan pasif dan efisiensi energi. Penerapan konsep ini pada rancangan pondok pesantren tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperkuat fungsi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang menghargai alam. Desain ini diharapkan menjadi prototipe arsitektur pesantren tropis yang adaptif, hemat energi, dan humanis.
Perancangan Hotel Resort dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik di Kawasan Pantai Wade, Kabupaten Lembata Dapubeang, Awaludin; Amin, Siti Fuadillah A.; Idrus, Irnawaty; Rohana, Rohana; Amal, Citra Amalia; Paddiyatu, Nurhikmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.17534

Abstract

Skripsi ini membahas perancangan hotel resor di pantai Wade, dusun Wade, desa Balurebong, Kec. Lebatukan Kab. Lembata, Prov. Nusa Tenggara Timur, dengan menggunakan pendekatan arsitektur biofilik. Arsitektur biofilik adalah pendekatan desain yang memadukan unsur alam dan budaya lokal ke dalam desain arsitektur bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan. Melalui pendekatan ini, hotel resor Pantai Wade bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional tamu dengan mengoptimalkan interaksi mereka dengan alam iklim tropis yang khas di Nusa Tenggara Timur, khususnya di pantai Wade Kab. Lembata yang juga memiliki view indah perbukitan dan pantai pasir putih yang masih asri. Konsep ini juga bertujuan untuk mengurangi kerusakan lingkungan dengan mendorong penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan seperti alang-alang, bambu, kayu, dan batu alam, yang juga menjadi material bangunan adat masyarakat setempat, teknik konstruksi yang tidak merusak yang tidak berdampak negatif pada ekosistem lokal, dan memberikan bentuk bangunan yang langsung terinspirasi dari alam dalam hal ini bentuk ikan paus yang trinspirasi dari salah satu tradisi masyarakat di Lembata yaitu berburu paus dan trinspirasi pula dari logo Kab. Lembata itu sendiri. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menciptakan hotel resor yang tidak hanya memberikan kenyamanan dan relaksasi tetapi juga berdampak positif terhadap kehidupan akuatik di kawasan Pantai Wade.
Pendekatan Arsitektur Tropis pada Perancangan Botanical Bliss di Kota Makassar Idrus, Irnawaty; Amin, Siti Faudillah Alhumairah; Paddiyatu, Nurhikmah; Amal, Citra Amalia; Latif, Sahabuddin; sari, nirma mawar
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/phmp4063

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan pendekatan arsitektur tropis pada perancangan Botanical Bliss di Kota Makassar sebagai upaya mewujudkan kawasan wisata yang selaras dengan iklim tropis lembap dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan rancangan yang mampu menghadirkan kenyamanan termal, efisiensi energi, serta memperkuat karakter lokal Makassar. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis tapak, dan kajian prinsip arsitektur tropis yang relevan dengan konteks wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen arsitektur tropis seperti ventilasi silang, orientasi bangunan, penggunaan material alami, serta pengintegrasian ruang terbuka hijau mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dan hemat energi. Kesimpulan menyatakan bahwa pendekatan arsitektur tropis berperan penting dalam menciptakan desain berkelanjutan. Implikasinya, konsep ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan kawasan wisata tropis yang ramah lingkungan di wilayah pesisir Indonesia.  Kata Kunci   Botanical bliss, arsitektur tropis, desain berkelanjutan, ekowisata
Pendekatan Arsitektur Biomimikri pada Perancangan Pusat Pengolahan Sampah Plastik di Kota Samarinda Syahruddin, Andi Syahriyunita; Idrus, Irnawaty; Syarif, Muhammad; Paddiyatu, Nurhikmah; Rohana; Alni, Annisa Maulidina
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/mhtj4053

Abstract

Kota Samarinda menghadapi peningkatan volume sampah plastik akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri yang pesat. Kondisi ini menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan memerlukan solusi arsitektur yang berkelanjutan serta inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan arsitektur biomimikri dalam perancangan Pusat Pengolahan Sampah Plastik di Kota Samarinda sebagai strategi desain yang efisien dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, observasi tapak, serta analisis bentuk dan sistem alami yang relevan dengan fungsi pengolahan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip biomimikri pada aspek bentuk, struktur, dan sistem bangunan dapat meningkatkan efisiensi energi, sirkulasi udara, serta mendukung sistem daur ulang terpadu. Kesimpulannya, pendekatan biomimikri mampu menghasilkan desain bangunan yang fungsional, estetis, dan adaptif terhadap lingkungan. Implikasinya, konsep ini dapat menjadi referensi pengembangan arsitektur berkelanjutan di kawasan perkotaan Indonesia.
Pendekatan Arsitektur Neo Vernakuler pada Perancangan Villa Resort di Pantai Marina Kabupaten Bantaeng Abdillah, Muhammad; Yusri, Andi; Paddiyatu, Nurhikmah; Rohana, Rohana; Syarif, Muhammad; Idrus, Irnawaty; abdillah, muh
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/0cz74t57

Abstract

Kabupaten Bantaeng memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata pesisir, khususnya di kawasan Pantai Marina yang memiliki panorama laut menawan serta nilai budaya masyarakat pesisir yang khas. Namun, potensi ini belum diimbangi dengan penyediaan fasilitas akomodasi wisata yang merepresentasikan identitas arsitektur lokal secara kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan arsitektur neovernakular pada perancangan Villa Resort di Pantai Marina, Kabupaten Bantaeng, sebagai upaya mengintegrasikan kearifan lokal dengan kebutuhan wisata modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan analisis elemen arsitektur tradisional yang disesuaikan dengan kondisi iklim serta karakter kawasan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bentuk atap pelana, penggunaan material lokal seperti kayu dan bambu, serta tata ruang terbuka yang menyatu dengan lanskap alam meningkatkan nilai estetika dan kenyamanan bangunan. Kesimpulannya, pendekatan arsitektur neovernakular berimplikasi pada terciptanya Villa Resort yang kontekstual, ramah lingkungan, dan memperkuat identitas arsitektur daerah pesisir Bantaeng.   KATA KUNCI Arsitektur neovernakular, villa resort, Pantai Marina, Bantaeng, identitas lokal.
Pendekatan Smart Building Pada Perancangan Makassar Concert Hall di Kota Makassar Yusri, Andi; Syaharuddin, A. Syahriyunita; Latif, Sahabuddin; Abdullah, Ashari; Paddiyatu, Nurhikmah; Tajuddin, Hafizh
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ckbwnb45

Abstract

Perkembangan industri musik di Kota Makassar belum diimbangi dengan fasilitas pertunjukan modern yang memenuhi standar akustik, pencahayaan, dan kenyamanan. Penelitian ini bertujuan merancang Makassar Concert Hall dengan pendekatan Smart Building yang mengintegrasikan teknologi cerdas, efisiensi energi, dan keberlanjutan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, studi literatur, dan analisis teknis lokasi terkait iklim, orientasi, kebisingan, dan potensi penerapan teknologi pintar. Hasil perancangan mencakup penerapan Building Energy Management System (BEMS), atap kaca surya laminasi, ruang multifungsi fleksibel, penghawaan dan pencahayaan adaptif, jalur evakuasi strategis, fasad bertema budaya, teknologi tinggi audio-visual, struktur tiang pancang dan baja WF, serta pengolahan grey water untuk irigasi. Kesimpulannya, pendekatan Smart Building pada Makassar Concert Hall mampu meningkatkan kualitas pertunjukan, kenyamanan pengguna, serta mendukung keberlanjutan lingkungan dan citra kota sebagai pusat seni dan budaya di Indonesia Timur.
Apartemen Millenial Dengan Pendekatan Arsitektur Biophilic Di Makassar FAJAR, RIFKI SURYA; Amal, Citra Amalia; Abdullah, Ashari; Zainuddin, Salmiah; Syahriyunita, Andi; Paddiyatu, Nurhikmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8593

Abstract

Jumlah generasi Millenial dikota makassar akan mengalami kenaikan selama 5-10 tahun kedepan sehingga dampak dari pertumbuhan penduduk mengakibatkan kebutuhan hunian semakin tinggi serta sulitnya lahan untuk hunian pada pusat kota yang strategis. Apartemen Millenial berlokasi di jl. Letjen hertasning makassar dengan luas lahan 9200 m2. lokasi tersebut berada di kecamatan rappocini pusat kota makassar yang strategis, seusai RT/RW, ketersediaan sarana, prasarana dan infrastruktur kota. Apartemen yang di rencanakan terdiri dari 3 fungsi utama yaitu sebagai hunian, pengelola dan pendukung dengan total luas 39.516 m2. Perancangan yang dibuat menggunakan pendekatan arsitektur biophilic. Arsitektur biophilic adalah tema pendekatan yang menyatukan bentuk dan unsur alam kedalam lingkungan hunian seperti menambahkan vegetasi, vertical garden, rooftop garden, elemen air dan sebagainya. Selain itu yang menjadi problem saat ini terhadap bangunan ialah isu lingkungan seperti, banjir, air bersih, sampah, dan kurangnya RTH. Tema Biophilic berkaitan dengan isu lingkungan sehingga mampu memberikan kontribusi untuk mengurangi isu-isu tersabut terhadapat bangunan.
Perancangan Pusat Kebudayaan Dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular Di Kota Timika - Papua Fath, Raja; Latif, Sahabuddin; Idrus, Irnawaty; Syarif, Muhammad; A. Amin, Siti Fuadillah; Paddiyatu, Nurhikmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8654

Abstract

Gedung pusat kebudayaan di timika-papua dibutuhkan untuk sarana bagi budaya untuk memamerkan kebudayaan setiap budaya-budaya yang berada di timika-papua. Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan gedung pusat kebudayaan di timika-papua. Untuk mendapatkan konsep yang ideal, maka dilakukan survey lokasi dan studi kasus bangunan sejenis di beberapa tempat. Hasil desain telah dilaksanakan dengan menghasilkan gambar desain dengan luas kurang lebih 3 ha, menerapkan konsep dengan pendekatan arsitektur neo vernakular yang dapat menampilkan aplikasi tradisional. Dengan adanya bangunan ini, maka kebutuhan sarana pusat kebudayaan di timika-papua terpenuhi.
Peracangan Galeri Seni Mural di Kota Makassar Dengan Pendekatan Arsitektur Organik Gazali, Wahyudi Rahmat; A. Amin, Siti Fuadillah; Paddiyatu, Nurhikmah; Dollah, Aris Sakkar; Abdullah, Ashari; Nur, Khilda Wildana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8665

Abstract

Di Kota Makassar kata mural masih terdengar asing bagi sebagian besar penduduk local dan mendapatkan izin untuk melukis mural di dinding itu sulit, harus mendapat izin dari pemilik tanah atau tembok pengelola. Tidak jarang seniman mural ini biasa disebut vandalisme oleh masyarakat. Para pencipta mural membutuhkan ruang yang dapat menampung berbagai karya seni agar dapat di apresiasi oleh public. Pendekatan   konseptual yang digunakan adalah pendekatan arsitektur organik yang dapat di gambarkan sebagai hasil dari emosi yang hidup, seperti integritas, kebebasan, persaudaraan, harmoni, keindahan kegembiraan dan hubungan antara lingkungan manusia dan alam. Objek rancangan yang ditawarkan yaitu Galeri Seni Mural sebagai wadah perkembanagan kreatifitas seniman mural yang dapat memfasilitasi berbagai macam prasarana penunjang seperti pameran seni, workshop, pertunjukan maupun pelatihan serta dapat memperkenalkan seni mural kepada masyarakat.