Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS TUTURAN TRADISI UPACARA LADUNG BIO’ SUKU DAYAK KENYAH LEPO’ TAU DI DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU: KAJIAN FOLKLOR Daud, Wennita; Arifin, Syaiful; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 2, No 2 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.197 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v2i2.1047

Abstract

ABSTRAK Penulis tertarik mengajikan Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’ Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau karena Upacara Ladung Bio’ adalah upcara Adat Dayak Kenyah yang sangat penting. Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’  Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau adalah tuturan yang wajib dilakukan oleh Dayak Kenyah Lepo’ Tau pada saat upacara Ladung Bio’. Jenis penelitian ini mengunakan deskriptif dan kualitatif, yang dimana peneliti berusaha mengambarkan dan menjelaskan tentang Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’ Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau. Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’ Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau mengunakan sumber data penelitian adalah Narasumber atas nama Lutang Imang. Teknik pengumpulan data mengunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data mengunakan Reduksi data, Teknik transkripsi, Penyajian data dan Penarik simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Analisis Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’ Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau di Desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau:Kajian Folklor. Adalah Tuturan Tradisi yang ada sejak zaman dulu. Yakni pada saat peperangan antar suku. Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’ ini hanya dimiliki oleh Dayak Kenyah Lepo’ Tau, yang dipandang sebagai sakral, karena didalam upacara Ladung Bio’ ini berbagi petua-petua fungsi melindungi masyarakat Dayak Kenyah Lepo’ Tau dari ancaman sakit penyakit dan dari serangan musuh (ngayau). Kata kunci : Analisis Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’                                                               ABSTRACT The authors are interested in presenting the Tradition Ceremony of Ladung Bio’ 'Tribe Dayak Kenyah Lepo' Tau because Ladung Bio’ Ceremony is a very important Indigenous Dayak Kenyah. Tutorial Tradition of Ladung Bio’ Ceremony 'Dayak Tribe Kenyah Lepo' Tau is a must-do speech by Dayak KenyahLepo 'Tau at the ceremony of Ladung Bio’. This type of research uses descriptive and qualitative, which is where the researcher tried to describe and explain about the Tradition Tutorial Ladung Bio’ 'Tribe Dayak Kenyah  Lepo' Tau. Tutorial Tradition Ceremony Ladung Bio’ 'Dayak tribe Kenyah Lepo' Tau using the source of research data is a resource on behalf of Lutang Imang. Data collection techniques using observation methods, interviews, documentation. Data analysis techniques use data reduction, transcription technique, Data presentation and Conclusion puller. The result of the research shows that Analysis of Tradition Ladung Bio’ 'Tribe Dayak KenyahLepo' Tau in NawangBaru Village Kayan Hulu Sub-district Malinau District: Folklor Study. Is a Traditional Tutorial that existed since ancient times. That is during the war between tribes. This is only owned by Dayak Kenyah Lepo' Tau, which is seen as sacred, because in the Ladung Bio’ ceremony it shares the functions of protecting the Dayak Kenyah Lepo' Tau from the threat of illness and from enemy attack (ngayau). Keywords: Analysis of Tradition Tutorial Ladung Bio'
ANALISIS DIKSI PUISI "WAJAH NEGERI KITA" KARYA M. ANWAR M.H Wilianti, Regina; Mursalim, Mursalim; Arifin, Syaiful
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.414 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v2i3.1034

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan diksi atau pilihan kata yang digunakan pengarang pada suatu puisi yang diciptakan dan mendeskripsikan makna yang ingin disampaikan oleh pengarang pada setiap kata-kata yang digunakan sehingga puisi itu memiliki makna tertentu yang setiap pembacanya mengerti maksud dan tujuan yg ingin di sampaikan pengarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ini mengacu pada metode deskripsi, yaitu suatu metode yang tertuju pada usaha pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang, karena dalam penelitian ini dilakukan pendeskripsian pada sebuah puisi “Wajah Negeri Kita” karya M.Anwar M.H dan data yang disajikan dalam penelitian ini berupa data yang berbentuk frase dan kalimat, bukan dalam angka. Setelah data diperoleh dan dianalisis, terdapat diksi atau pilihan kata yang ada dalam puisi “WajahNegeri Kita” Karya M. Anwar M.H yaitu (1) ditinjau dari segi diksi atau pilihan kata, (2) unsur makna yang terkandung pada puisi “Wajah Negeri Kita” puisi yang menggambarkan nilai social dan keadaan negeri kita saat ini. Bahasa yang digunakan dalam puisi “Wajah Negeri Kita” yaitu bahasa-bahasa yang mudah di pahami sehingga tidak menyulitkan pembaca. Dalam puisi “Wajah Negeri Kita” Karya M. Anwar M.H terdapat unsur diksi dan makna. Unsur diksi sangat berperan penting karena keunggulan puisi terdapat pada pemilihan kata yang unik dan tepat sehingga menarik perhatian pembaca. Unsur makna digunakan pengarang yakni bergambar pesan yang disampaikan dengan mudah dipahami oleh pembaca. Pada puisi ini pengarang berhasil menciptakan suatu puisi yang menarik dengan mengunakan pemilihan kata yang sederhana sehingga dapat dipahami pembaca.
MAKNA SIMBOLIK MAPPASIKARAWA DALAM PERNIKAHAN SUKU BUGIS DI SEBATIK NUNUKAN Seliana, Seliana; Arifin, Syaiful; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.72 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v2i3.1145

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol-simbol dan makna dalam tradisi mappasikarawa pernikahan suku Bugis di Sebatik Nunukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dan pendekatan kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah informan sebagai sumber memperoleh data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan rekaman. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis secara makna denotatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi mappasikarawa terdapat beberapa makna simbolik, pertama simbol-simbol yang terdapat dalam tradisi mappasikarawa yaitu, jempol/ibu jari, jabat tangan, pangkal lengan, hidung, leher, dada, telinga, perut, dan ubun-ubun. Kedua, makna melalui teori makna yaitu makna denotatif. Semua simbol tersebut memiliki makna yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan dan aktivitas sehari-hari masyarakat Bugis. Masyarakt Bugis yakin bahwa simbol dalam tradisi mappasikarawa tersebut merupakan makna yang sakral.Kata kunci: tradisi, mappasikarawa, makna  ABSTRACT This study aims to describe the symbols and meaning in the tradition of marriage mappasikarawa Bugis tribe in Sebatik Nunukan. The type of research used is field research and qualitative approach. Data and data sources in this study are informants as a source of data. Data collection techniques used were observation, interview, and recording techniques. Data analysis technique using analysis technique with denotative mean. The results showed that in mappasikarawa tradition there are some symbolic meanings, first the symbols contained in mappasikarawa tradition that is, thum, handshake, arm base, nose, neck, chest, ear, stomach, and crown. Second, meaning through the theory of meaning is denotative meaning. All of these symbols have meaning that is very closely related to the life and daily activities of Bugis society. The Bugis community is convinced that the symbol in the mappasikarawa tradition is a sacred meaning.Keywords: tradition, mappasikarawa, meaning
ANALISIS NOVEL PASIR PUN ENGGAN BERBISIK KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY DITINJAU DARI ASPEK SOSIOLOGI Fitriansyah, Fitriansyah; Arifin, Syaiful; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.569 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i2.1698

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek karya sastra dalam novel Pasir Pun Enggan Berbisik  karya Taufiqurrahman Al-Azizy. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Pasir Pun Enggan Berbisik karya Taufiqurrahman Al-Azizy.Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan novel Pasir Pun Enggan Berbisik karya Taufiqurrahman Al-Azizy. Metode yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data ini adalah membaca, mencatat dan teknik pustaka.  Kemudian analisis data, peneliti menggunakan pengudaran teks. Hasil penelitian menunjukkan tujuan dan amanat pengarang melalui fakta cerita meliputi (1) tema yaitu hubungan orang tua dan anak (2) tokoh utama yaitu Agus (3) alur yang digunakan merupakan alur maju (5) sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga (6) amanat pengarang yaitu seorang anak harus menghormati orang tua, perlunya perhatian orang tua terhadap anak, perlunya pengetahuan agama terhadap setiap manusia, menjaga pergaulan, serta perlunya melihat lebih dalam calon pasangan hidup. This research aims to describe the literature work aspect in Novel of Pasir Pun Enggan Berbisik by Taufiqurrahman Al-Azizy. This type of research is library research with a qualitative approach. The data source of this research is the Novel of Pasir Pun Enggan Berbisik by Taufiqurrahman Al-Azizy. The data of the research are quotations from Novel of Pasir Pun Enggan Berbisik by Taufiqurrahman Al-Azizy. The methods that used to collect data in this research are reading, writing, and library technic. For the data analysis, the researcher uses text scientific. The result of the research shows the aims and messages from the writer through the fact of the novel, include (1) the theme is about the relations of parents and children (2) Agus as the main character (3) the plot that used is chronological plot (4) the point of view that used is third-person point of view (5) the messages from the writer are children have to respect their parents, the necessary of parental attention to their children, the necessary of religion education for every human, to maintain society, and the necessary of paying more attention to life partner candidate.
TRADISI SUNATAN ANAK PEREMPUAN SUKU MAKASSAR DI BALIKPAPAN: KAJIAN FOLKLOR Salami, Ananda Anugerah Budi; Arifin, Syaiful; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.433 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i1.1776

Abstract

ABSTRAK Tradisi sunatan anak perempuan suku Makassar merupakan tradisi sunat pada anak perempuan yang berada di masyarakat Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Tradisi sunatan anak perempuan suku Makassar ini masih dilakukan dengan baik tanpa meninggalkan maksud dan tujuan tradisi. Keberadaan tradisi tersebut tetap dilestarikan oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan-tahapan tradisi sunatan anak perempuan yang ada di Balikpapan, untuk mengetahui nilai yang terkandung dalam tradisi sunatan anak perempuan suku Makassar di Balikpapan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan bukan angka. Objek penelitian yaitu ketua adat, orang tua, anak perempuan yang dikhitan, dukun khitan, dan masyarakat. Sumber data yang digunakan seperti, sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan teknik kualitatif, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan kesimpulan pokok.  Bentuk tahapan dan nilai yang terkandung dalam tradisi sunatan anak perempuan suku Makassar di Balikpapan, memberikan saran-saran penelitian. Kata kunci: tradisi sunatan, nilai, folklor  ABSTRACT The circumcision tradition of the tribal girl of Makassar is a tradition of female circumcision in the community of Manggar Baru, Balikpapan East district, Balikpapan city. This tradition of Makassar tribal female circumcision is still done well without leaving behind the intent and purpose of the tradition. The existence of the tradition is still preserved by the local cummunity. This study aims to determine the stages of stages of the Makassar tribal female circumcision in Balikpapan, to find out the value contained in the tradition of Makassar tribal female circumcision in Balikpapan. This research is done by using descriptive method, that is data collected in the form of words and not numbers. the object research is the costomary leader, parents, girls who have been in circumcision, perpetrators circumcision, and society. data sources used such as primary and secondary data sources, while analysis techniques using qualitative technques, namely data collection, data reduction, presentation and conclusion. The forms of stages and values contained in the tradition of the Makassar tribal female circumcision at Balikpapan, provide suggestions for research advice. Keywords: sunatan tradition, value, folklore