Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kebijakan Pengelolaan Limbah Medis Infeksius Pada Era Covid-19 : A Systematic Review Rachmat, Rachmayasti; Nadjib, Mardiati
Journals of Ners Community Vol 13 No 4 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i4.2088

Abstract

Masalah pengelolaan limbah medis infeksius pada masa COVID-19 memerlukan perhatian yang sangat serius. Banyaknya pasien tentunya sebanding dengan alat habis pakai yang digunakan tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID 19. Sejak Maret 2020 hingga Juni 2021, pandemi virus corona (COVID-19) di Indonesia telah menghasilkan sebanyak 18.460 ton limbah medis kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) yang menjadikan Indonesia sebagai negara kedua penghasil limbah medis terbanyak di dunia setelah Filipina. Hal ini tentunya sangat merugikan kesehatan lingkungan khusus nya di Indonesia sendiri. Peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan limbah medis infeksius telah dirancang oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana implementasi kebijakan pengelolaan limbah medis di beberapa rumah sakit berdasarkan kajian literatur. Sumber kajian ini menggunakan data sekunder termasuk internet, laporan penelitian, prosiding, dan artikel jurnal nasional, artikel jurnal internasional yang membahas tentang implementasi pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit
Analysis Of Length Of Stay Decrease Of Sc Patients With Eracs Protocol Nurhayati, Intan; Nadjib, Mardiati
Journals of Ners Community Vol 13 No 4 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i4.2089

Abstract

A clinical pathway (CP) is a concept of integrated service planning, based on medical service standards, care standards, and evidence with measurable results, medical care that is sick at home. Summarize each step given to the patient based on other service standards for the worker. Specified period CP is a standard of care that begins with evaluation, diagnosis, information support, rehabilitation, and clinical audit. Enhanced Post-Surgery Recovery (ERACS) is a multimodal designed to provide immediate recovery for post-surgery patients by preserving preoperative organ function and reducing stress responses during surgery. Perioperative treatment protocol. The most important keys to this protocol are preoperative counseling, nutritional optimization, standard anesthetic and analgesic use, and early mobilization. Enhanced recovery after surgery (ERAS) is a philosophy of perioperative care that has been applied in other settings since the 1990s, but in obstetrics in the form of enhanced recovery (ERACS) after cesarean section surgery. The application of was recently discovered. The ERACS Protocol aims to increase patient satisfaction, shorten patient stay and reduce costs. The ERACS protocol includes pre-hospital, preoperative, intraoperative to postoperative perioperative preparation and involves an interdisciplinary team of anesthesiologists, surgeons, nurses and nutritionists
Penyesuaian Insentif Berdasarkan Beban Kerja Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Pada Masa Pandemi Covid-19 : Sebuah Tinjauan Literatur Nusarita Intama, Christina; Nadjib, Mardiati
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2420

Abstract

Peningkatan beban kerja pada masa pandemi mengakibatkan : turn over, burnout , gangguan psikologis pada tenaga kesehatan (nakes). Salah satu kebijakan yang dilakukan rumah sakit adalah dengan pemberian dukungan berupa insentif kepada nakes yang bertujuan meningkatkan motivasi dan kinerja. Penulisan literatur review ini untuk mendapatkan gambaran penyesuaian insentif berdasarkan beban kerja tenaga kesehatan Rumah Sakit (RS) pada masa pandemi COVID-19 sebagai masukan bagi pengelolaan SDM RS pada masa krisis atau keadaan darurat. Pencarian artikel dilakukan pada basis data Pro Quest, Emerald Insight dan Science Direct menggunakan kata kunci workload, incentives adjustment, health workers, hospital policies, COVID-19. Kriteria inklusi adalah artikel berbahasa Inggris dan Indonesia, dapat diakses, tahun terbit 2020-2022, membahas tentang penyesuaian insentif berdasarkan beban kerja pada tenaga kesehatan di rumah sakit. Hasil skrining menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi mendapatkan sepuluh artikel yang relevan dengan topik dan dapat disimpulkan bahwa penyesuaian pemberian insentif berdasarkan beban kerja sulit dilakukan pada masa krisis tetapi dapat diterima bila disertai dengan penjelasan dan dikomunikasikan secara baik
HUBUNGAN STATUS PEMBERLAKUAN KONSEKUENSI DENGAN CAPAIAN INDIKATOR KAPITASI BERBASIS KINERJA PADA PUSKESMAS DALAM PROGRAM JAMINAN KESEHATAN Anindita, Rahma; Nadjib, Mardiati
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) merupakan pengembangan dari sistem pembayaran kapitasi berdasarkan capaian penilaian kinerja FKTP yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di FKTP. FKTP dengan capaian indikator kinerja sesuai target akan mendapatkan pembayaran kapitasi maksimal, sedangkan FKTP yang tidak mencapai target akan berdampak pada konsekuensi pembayaran kapitasi. Hasil evaluasi FKTP yang melaksanakan KBK, terjadi peningkatan capaian kinerja setiap tahunnya, namun serta hanya 15% FKTP yang dapat mencapai kinerja sesuai target. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan analisis apakah pemberlakuan konsekuensi melalui KBK berdampak pada capaian indikator kinerja di FKTP. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah pemberlakuan konsekuensi berdampak pada capaian kinerja Puskesmas, serta memberikan masukan untuk perbaikan kebijakan pelaksanaan KBK di FKTP. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 1.111 FKTP sesuai dengan kriteria inklusi yang melaksanakan KBK baik dengan konsekuensi dan tanpa konsekuensi menggunakan random sampling. Analisis data akan dilakuan secara univariat dan bivariat untuk membandingkan capaian indikator KBK pada Puskesmas berdasarkan jenis pemberlakuan konsekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai capaian indikator Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialitik dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali pada Puskesmas yang diberlakukan KBK dengan konsekuensi dengan yang tidak diberlakukan konsekuensi, yang dilihat dari nilai p-value < 0,05. Nilai capaian indikator Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialistik dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali Puskesmas yang diberlakukan konsekuensi lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberlakukan konsekuensi.
Efektivitas Biaya Rehabilitasi Psikososial pada Gangguan Jiwa: Tinjauan Literatur Nurhidayati, Zygawindi; Nadjib, Mardiati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i04.3922

Abstract

Studi ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan untuk menilai efektivitas biaya dari rehabilitasi psikososial pada individu dengan gangguan jiwa. Populasi yang dikaji dalam studi ini merupakan populasi dewasa dengan gangguan jiwa yang menjalani rehabilitasi psikososial di rumah sakit jiwa atau di komunitas. Pencarian artikel dalam studi ini dilakukan melalui basis data ProQuest, PubMed dan Scopus untuk artikel yang terbit dalam rentang waktu 2015 – 2025. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu “Psychosocial Rehabilitation”, “Mental Illness” “Cost Effectiveness”. Hasil penelusuran didapatkan 7 artikel yang dianalisis. Artikel yang dianalisis memenuhi kriteria inklusi yaitu studi kuantitatif atau evaluasi ekonomi yang membahas efektivitas biaya rehabilitasi psikososial, studi ditulis dalam Bahasa inggris atau Indonesia, populasi penelitian merupakan orang dewasa dengan gangguan mental. Artikel kemudian dinilai kualitasnya menggunakan CHEERS 2022 (Consolidated Health Economic Evaluation Reporting). Hasil telaah sistematik menunjukkan bahwa intervensi rehabilitasi psikososial terhadap pasien gangguan jiwa memiliki efikasi klinis yang baik. Intervensi tersebut juga memiliki efektivitas biaya yang baik. Oleh karena itu, menurut studi ini integrasi rehabilitasi psikososial dalam penanganan gangguan mental sangat direkomendasikan, dengan pertimbangan cermat terhadap jenis intervensi yang paling tepat.
ANALISIS IMPLEMENTASI BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) DENGAN CAKUPAN PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DI PUSKESMAS KOTA BEKASI TAHUN 2019 Naftalin, Farida; Ayuningtyas, Dumilah; Nadjib, Mardiati
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i2.906

Abstract

Latar Belakang: Dalam proses pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Kementerian Kesehatan memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan). Dimana anggaran yang digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan masyarakat. Akan tetapi tersedianya dana BOK tersebut dirasakan belum efektif, sehingga belum menekan angka kematian ibu dan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui implementasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dengan cakupan penanganan komplikasi kebidanan di Puskesmas Kota Bekasi tahun 2019. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen kepada informan yang terlibat pengelolaan dana BOK tahun 2019. Sampel yang terlibat dalam pelaksanaan program bantuan operasional kesehatan di Puskesmas Kota Bekasi terdiri dari sembilan responden. Hasil: penelitian mengungkapkan bahwa perencanaan anggaran sudah sesuai dengan juknis, kebijakan sumber daya manusia belum memadai, jumlah dana sudah mencukupi dan proses akuntabilitasnya memerlukan pengawasan dan penyederhanaan pelaporan. Pada tingkat capaian program penanganan komplikasi kebidanan, cakupan layanan ada yang telah meningkat, tetapi ada beberapa layanan yang tidak memenuhi target Standar Pelayanan Minimal (SPM). Saran: Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi dapat meningkatkan capaian SPM bidang kesehatan di Kota Bekasi dengan mengoptimalkan dana bantuan operasional kesehatan menuju masyarakat kota bekasi yang lebih sehat.
Evaluasi Ekonomi Total Hip Arthroplasty Protokol Enhance Recovery After Surgery Dibandingkan Konvensional di RSUP Fatmawati Jakarta Lumbangaol, Hanna Elisabet; Nadjib, Mardiati
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total hip arthroplasty (THA) is a common orthopedic procedure performed to replace damaged hip joints with prostheses. The demand for this procedure is expected to rise in the future. Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) has been introduced as an evidence-based, multidisciplinary approach aimed at optimizing postoperative recovery and reducing hospital length of stay. This study aims to evaluate the costs and effectiveness, including hospital stay duration and surgical success rates, of THA using the ERAS protocol compared to conventional approaches. This cross-sectional study involved data collection from healthcare providers between January 2020 and May 2023. The analysis showed that both protocols achieved a 100% success rate in surgery, while a length of stay of ≤5 days was recorded in 88% of ERAS cases and 75% of conventional cases. The average costs were IDR 41,525,202 for the ERAS protocol and IDR 40,845,242 for the conventional protocol. Although no statistically significant differences were found in the direct medical costs or effectiveness between the two approaches, the primary cost differences were attributed to physician consultation and diagnostic examinations. This study was limited to cost and effectiveness analyses, without a comprehensive cost-effectiveness evaluation, such as calculating cost-effectiveness ratios. These findings provide initial insights into the economic implications of the ERAS protocol in Indonesian hospital settings.
The Role of Social Health Insurance in Achieving Universal Health Coverage in Asia: A Systematic Review Jauhar, Afaf; Nadjib, Mardiati
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universal Health Coverage (UHC) aims to ensure that all individuals have access to essential health services without financial hardship. Social Health Insurance (SHI) is critical in achieving this goal, especially in low- and middle-income countries. This systematic review explores the role of SHI systems in advancing UHC across 14 Asian countries, focusing on healthcare access, financial protection, and equity. A comprehensive search across PubMed, Scopus, and ScienceDirect identified 768 articles, and 37 studies were selected after screening, following the PRISMA guidelines. The chosen studies cover countries with varying SHI models across Asia. The findings reveal that high-income countries such as Japan, South Korea, and Singapore have made notable progress toward UHC. However, they face challenges related to aging populations and financial sustainability. In Thailand, the Universal Coverage Scheme (UCS) has achieved near-universal coverage, while Malaysia and Indonesia struggle with rural healthcare access and specialized care. In lower-middle-income countries like India, Vietnam, and Bangladesh, progress in financial protection is evident, but gaps persist in outpatient care and equitable access. Nepal and Cambodia face significant barriers due to economic and geographical constraints. This review underscores the critical role of SHI in advancing UHC. It highlights the need for policy reforms, innovative financing, and targeted interventions to strengthen SHI systems and improve equitable healthcare access across all Asian populations.
Hospitalization Costs and Duration for Preterm and Low Birth Weight Infants under National Health Insurance Kurniawan, Farhan; Yulianty Permanasari, Vetty; Nadjib, Mardiati; Chandra Nugraha, Erfan
Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional
Publisher : BPJS Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53756/jjkn.v5i2.377

Abstract

Preterm birth and low birth weight are major contributors to neonatal morbidity, mortality, and healthcare costs in Indonesia. This study investigates how maternal risk factors and hospital characteristics jointly influence length of stay and inpatient costs for preterm and low birth weight infants covered by the national health insurance program (JKN) in 2022–2023. Using a retrospective cohort of administrative claims data and multilevel generalized linear models, we find that younger maternal age, neonatal complications, and concurrent diagnoses of prematurity and low birth weight significantly increase both length of stay and costs. Infants from non-government-subsidized members group (PBI – Penerima Bantuan Iuran) and those admitted to referral or public hospitals experience longer stays, while regional tariff differences and hospital ownership shape cost variations. By linking maternal risk, facility capacity, and financial burden under Indonesia’s case-based payment system (INA-CBGs – Indonesia Case-Based Groups), this study highlights pathways to improve neonatal care efficiency. Strengthening antenatal services and referral systems may help reduce avoidable admissions and optimize resource use.
Efektivitas Pemasaran melalui Media Sosial dalam Meningkatkan Kunjungan Pasien di Rumah Sakit : Literature Review: Marketing Effectiveness through Social Media in Increasing Patient Visits at Hospitals : Literature Review Fattah, Reynaldi; Nadjib, Mardiati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3173

Abstract

Latar Belakang: Wabah virus COVID-19 menyebabkan penurunan kunjungan pasien rawat jalan maupun rawat inap dan mengakibatkan penurunan tingkat okupansi rumah sakit. Hal ini membuat rumah sakit kesulitan menutupi biaya operasional rumah sakit. Penyusunan strategi yang tepat untuk memulihkan kondisi rumah sakit perlu dilakukan. Salah satunya dengan mendorong sarana promosi kreatif dengan media sosial. Di masa pandemi media sosial semakin diminati dan menjadi sarana masyarakat untuk mencari informasi seputar kesehatan. Media sosial sangat efektif dalam mempromosikan segala sesuatu karena mudah dioperasikan, gratis, dan memiliki pangsa pasar yang besar. Bagi fasilitas pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit, kehadiran media sosial berpotensi memperluas jangkauan organisasi, mendukung permintaan pasien dalam membuat janji temu kunjungan, serta meningkatkan citra dan reputasi rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemasaran melalui media sosial dalam meningkatkan jumlah kunjungan pasien di rumah sakit semasa pandemi COVID-19 yaitu tahun 2019 – 2022. Metode: Kajian sistematis ini menggunakan metode PRISMA mengkaji artikel yang dipublikasi pada tahun 2019 hingga 2022 melalui database pencarian Google Scholar dan PubMed. Sumber artikel penelitian didapatkan menggunakan kata kunci “social media account” dikombinasikan dengan kata kunci “hospital” dan “patient visit”. Hasil: Sebanyak 7 artikel dipilih untuk kajian sistematis. Hasilnya diklasifikasikan dan dilaporkan berdasarkan dua kategori, yaitu jenis platform dan efektivitasnya dalam meningkatkan kunjungan pasien. Jenis platform yang paling sering digunakan adalah Facebook kemudian diikuti dengan Instagram dan Twitter. Sedangkan manfaat terpenting adalah meningkatkan kepekaan merek (brand awareness) dan mempengaruhi minat kunjungan pasien. Kesimpulan: Media sosial memungkinkan pasien untuk berkontribusi dalam pengetahuan, pengalaman pribadi, dan umpan balik tentang operasional rumah sakit. Kepuasan pasien akan menyebar ke kolega mereka dan efek ini tidak dapat dilakukan melalui iklan.