Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PAEDAGOGIA

LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN IDENTIFIKASI MAHASISWA DALAM MATA KULIAH PERSAMAAN DIFERENSIAL Rubono Setiawan
PAEDAGOGIA Vol 20, No 2 (2017): PEDAGOGIA Jilid 20, Nomor 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v20i2.10202

Abstract

Persamaan Diferensial merupakan salah satu mata kuliah yang berisi banyak metode penyelesaian persamaan diferensial dengan langkah-langkah panjang, sehingga mata kuliah ini merupakan salah satu mata kuliah yang kerap kali dianggap cukup berat oleh mahasiswa. Karena sifat persamaan diferensial merupakan mata kuliah yang mayoritas standar kompetensinya adalah dari segi praktis  menyelesaikan soal-soal persamaan diferensial, maka fokus utama permasalahan adalah model pembelajaran yang seperti apa yang tepat untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam identifikasi jenis jenis persamaan diferensial serta penguatan pemahaman dalam penggunaan metode  penyelesaian persamaan diferensial.  Dipilihlah model Lesson Study yang akan diterapkan pada mata kuliah ini. Data yang dikumpulkan adalah data uraian tentang tingkat keaktifan mahasiswa dalam perkuliahan, mengerjakan lembar kerja individu dan kelompok serta mengerjakan tugas pekerjaan rumah, data tersebut didukung dari data dosen observer. Teknik analisis data dengan deskriptif  kualitatif, karena sebagian besar data berupa uraian deskriptif.Lesson Study dilaksanakan dengan 4 siklus dalam 4 kompetensi dasar. Dalam tiap siklus ada 3 tahapan yaitu Plan, Do dan See. Plan merupakan proses perencanaan pembelajaran dengan melibatkan dosen observe. Do merupakan tahapan perkuliahan dimana dalam hal ini satu pertemuan diadakan Open Lesson Study yang dihadiri dosen observer. See merupakan tahapan analisis dan refleksi hasil proses pembelajaran dan Open Lesson Study.Berdasarkan analisis dalam 4 siklus menunjukkan peningkatan dalam hal keaktifan dan proses pembelajaran dan mengerjakan lembar kerja pribadi, kelompok dan tugas rumah. Hal tersebut juga sejalan dengan hasil capaian prestasi mahasiswa yang semakin meningkat satu siklus ke siklus lainnya dan telah melebihi target capaian prestasi yang diinginkan. Dalam Lesson Study ini lebih ditekankan pada praktek mengerjakan soal soal Persamaan Diferensial. Kata Kunci : Lesson Study, Persamaan Diferensial, Plan, Do, SeeHerawaty, S.,H. Chotimah, R. Joharmawan, dkk., (2010). Lesson Study Berbasis Sekolah.Bayumedia. Malang. Lewis, Catherine C, 2002, Lesson Study :A Handbook of Teacher-LedInstructional Change,Philadelphia, PA : researchfor better Schools,IncNCTM, 2000. Pembelajaran Berstandart National Council Tesching Matematics,Erlangga, Jakarta.Saparwadi, Lalu.(2015).Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kalkulus Integral Melalui Kegiatan Lesson Study di Program Studi Pendidikan Matematika.Jurnal Pendidikan Matematika.(9)1.34-49Sujadi, I. (2011). Penerapan Blended Learning pada Perkuliahan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNS 2011.Widhiartha, Ashintya Putu dkk. (2008). Lesson Study: Sebuah Upaya Peningkatan Mutu Pendidik Pendidikan Nonformal. Surabaya: Prima Printing Surabaya
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Yaumil Sitta Achir; Budi Usodo; Rubono Retiawan
PAEDAGOGIA Vol 20, No 1 (2017): PAEDAGOGIA Jilid 20 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v20i1.16600

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan dan mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa pemecahan masalah materi SPLDV. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Surakarta. Analisis data dilakukan dengan teknik re­duksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi waktu. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Kemampuan komu­nikasi matematis siswa gaya Field Dependent  (FD) mampu menjelaskan situasi, tidak mampu menyajikan permasalahan, mampu merepresentasikan matematika secara utuh, belum mampu memecahkan masalah, tidak mampu mendapatkan solusi, dan tidak mampu menafsirkan solusi. Siswa FD berada pada level 1-2 (kategori rendah-sedang); (2) Kemampuan komunikasi matematis siswa gaya Field Independent (FI) mampu menjelaskan situasi, mampu menyajikan permasalahan, mampu merepresentasi ma­tematika secara utuh dan terpisah, mampu menggunakan konsep dan strategi, mampu memecahkan masalah, mampu mendapatkan solusi, dan mampu menafsirkan solusi. Siswa FI berada pada level 3-4 (kategori tinggi-sangat tinggi). Kata kunci: field dependent, field independent, komunikasi matematis