p-Index From 2021 - 2026
4.503
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi Media Komunikasi FPIPS Jurnal RAP MediaTor: Jurnal Komunikasi Journal Communication Spectrum: Capturing New Perspectives in Communication Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Komunikasi MetaKom : Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal Studi Komunikasi dan Media Jurnal Sosioteknologi Nomosleca Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Isamic Communication Journal KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi POLYGLOT Komunikasi : Jurnal Komunikasi JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Jurnal Komunikasi Jurnal ASPIKOM MetaCommunication; Journal Of Communication Studies Jurnal Komunikasi dan Kajian Media urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Communicate Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Semiotika: Jurnal Komunikasi Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Komunikasi Profesional Humaniora Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi Kajian Jurnalisme Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Jurnal Audience Jurnal Manajemen Komunikasi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI Source: Jurnal Ilmu Komunikasi JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI The Journal of Society and Media PERSPEKTIF Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Inter Komunika: Jurnal Komunikasi Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Widya Komunika: Jurnal Komunikasi Pendidikan jurnal syntax admiration Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi) Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Scriptura : Jurnal Ilmiah Jurnal Komunikasi Global Journal of Innovative and Creativity
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN NEGARA MELEMAHKAN HAK BURUH GARMEN DALAM RANTAI NILAI GLOBAL: STUDI KASUS PT GSS Irwansyah Irwansyah; Ade Rahayu Aprilia
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v4i2.11349

Abstract

Some studies have studied that violations of the leading brands and subcontractor management cause the weakening of garment workers' rights in the Global Value Chain. Unfortunately, little research examines how local governments also play role in reducing the protection rights of garment workers of global value chain. This study aims to examine the resistance of PT GSS garment workers to their employers and the local government when demanding the enforcement of their labor rights. This research uses a qualitative method with a case study approach, collecting data through interviews and observation. A combination of employer and local government actions has developed a production regime at PT GSS, similar to a globally fragmented despotism concept. This research has found that companies weaken workers' resistance by forming counter-unions, target-chasing systems, management's intransigence, and unilateral vacation by the company. Meanwhile, the local governments facilitate despotism in the production regime by regulations that accommodate arbitrary layoffs, lowering the minimum wages, and lack of functioning of a supervisory function. The workers resisted this fragmented despotism with various kind of protest actions at the workplace and international campaigns.Beberapa penelitian telah mempelajari bahwa pelanggaran dari leading brand dan manajemen subkontraktor menyebabkan pelemahan hak-hak pekerja garmen dalam Global Value Chain. Sayangnya, sedikit penelitian yang meneliti bagaimana pemerintah daerah juga berperan dalam mengurangi hak perlindungan pekerja garmen dalam rantai nilai global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resistansi buruh garmen PT GSS terhadap manajemen dan pemerintah daerah ketika menuntut penegakan hak-hak pekerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Kombinasi tindakan pengusaha dan pemerintah daerah telah mengembangkan rezim produksi di PT GSS, serupa dengan konsep global fragmented despotism. Penelitian ini telah menemukan bahwa perusahaan melemahkan resistansi pekerja dengan membentuk serikat tandingan, sistem kejar target, dan watak keras manajemen. Sementara itu, pemerintah daerah memfasilitasi despotisme dalam rezim produksi dengan peraturan yang mengakomodasi PHK sepihak, menurunkan upah minimum, dan kurang berjalannya fungsi pengawasan. Para buruh melawan despotisme yang terfragmentasi ini dengan berbagai aksi protes di tempat kerja dan kampanye internasional.
WEBSITE PEMERINTAH SEBAGAI PENERAPAN E-GOVERNMENT Siko Dian Sigit Wiyanto; Thelma Amelita; Irwansyah Irwansyah
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2023.v7i1.8212

Abstract

Gelombang digitalisasi baru telah hadir karena kemajuan teknologi internet. E-government muncul sebagai metode utama dari sarana digitalisasi pemerintahan. Salah satu teknologi digital tersebut yakni website sebagai salah satu sarana implementasi e-government. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat riset-riset di seluruh dunia terkait penerapan website sebagai penerapan e-government. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dari 32 jurnal yang terindeks Scopus. Berbagai aspek dalam website e-government yang dibahas pada jurnal ini antara lain e-government, usability, accessibility, user perspective, readability, security, performance, dan fungsi. Usability dan perspektif pengguna menjadi dua hal yang paling banyak dibahas. Pengembangan e-government membutuhkan masukan dari dua sumber, yakni pemerintah sebagai pencipta sistem, dan masyarakat sebagai pengguna sistem. Pemerintah perlu membuat website e-government lebih interaktif lagi dengan pengguna, sedangkan masyarakat perlu didorong untuk berpartisipasi dalam menggunakan dan mengembangkan website e-government. Masih perlu banyak penelitian mengenai website e-government dilakukan khusus implementasinya di Indonesia.
Faktor yang Memengaruhi Minat dan Cara Membaca Masyarakat Indonesia di Era Digital, serta Dampaknya Pada Bisnis Media Cetak Iswari Anggit Pramesti; Irwansyah Irwansyah
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.696 KB) | DOI: 10.22437/titian.v5i1.10695

Abstract

Abstract Technological developments also have impacts on changing society habits. It can be seen from the interest in reading printed media such as books, newspapers, or magazines. Various studies have also shown that the emergence of digital media (internet) has decreased the interest in reading printed media, and this has occurred in many countries from various parts of the world, including Indonesia. In addition, the emergence of digital media also has changed the way people’s reading, from intensive reading to extensive reading. Those make the print media business or industry almost died. Like it or not, if they want to survive the printed media business must adjust to online media.   Keywords: technology, printed media, digital media, society, reading habits, industry media.   Abstrak Perkembangan teknologi juga berdampak pada perubahan kebiasaan masyarakat. Salah satu yang paling mudah untuk dilihat ialah minat membaca media cetak seperti buku, surat kabar, maupun majalah. Berbagai penelitian juga menunjukkan, kemunculan media digital (internet) berdampak pada menurunnya minat membaca media cetak, dan hal ini terjadi di banyak negara dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Selain itu, kemunculan media digital juga berdampak pada perubahan cara membaca masyarakat, yang sebelumnya membaca intensif kini menjadi membaca ekstensif. Inilah yang membuat bisnis atau industri media cetak seakan berada “di ujung tanduk”. Mau tidak mau, suka tidak suka, jika ingin bertahan bisnis media cetak harus beradaptasi ke media online. Kata kunci: teknologi, media cetak, media digital, masyarakat, kebiasaaan membaca, industri media.
KOMUNIKASI POLITIK RASA ALA JOKOWI DALAM MERESPON POLITIK SENTIMEN Afriadi Afriadi; Guntur Freddy Prisanto; Niken Febrina Ernungtyas; Irwansyah Irwansyah; Anindita Lintangdesi Afriani
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 18, No. 2 December 2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v18i2.928

Abstract

Politik sentimen dieksploitasi secara massif oleh kelompok Populisme Islam dalam menyerang Presiden Joko Widodo. Isu-isu yang dipergunakan seperti Jokowi anti-Islam, antek-asing, pro-PKI, diskriminalisasi ulama dan sebagainya diharapkan bisa menciptakan kebencian kepada Presiden Jokowi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pandangan Jokowi terhadap politik sentimen tersebut dan bagaimana dia meresponnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa Presiden Jokowi secara personal tidak terganggu secara psikologis oleh politik sentimen tersebut, tetapi dia memandang sebagai isu yang perlu direspon karena politik sentimen berimplikasi negatif terhadap keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara. Jokowi lebih fokus menggunakan pendekatan komunikasi politik RASA dalam merespon politik sentimen yang menurutnya juga adalah permainan rasa. Adapun politik komunikasi rasa yang dilakukan bertumpu pada kekuatan personal yang meliputi friendly, santun, dan merakyat.
Peran dan Strategi JTV Surabaya dalam Menghadapi Konvergensi Media Berie Poetra Akbar; Hikmah Lailatul Fitriyah; Lizza Arnofia Choirunnisa; Rafly Yuvindra Maulidan; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i7.1262

Abstract

The purpose of this research is to find new empirical things related to convergence 3.0 at JTV which is. Case studies were used as a research method. In this study, a case study was conducted at JTV to find out the role and strategy of JTV Surabaya in facing media convergence. This study collected data through observation and literature study. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, and literature studies. Observations were made through the JTV https://www.portaljtv.com/ website and visited the JTV office or PT Pojok Pitu Media with the address at Jl A Yani 88 Surabaya, East Java. Interviews were also conducted with the Editor-in-Chief and HRD of JTV at the office. Furthermore, literature study is the process of finding literature that supports research. Journals and other documents related to this study are secondary data in this study. As a result, for the convergence to be successful, of course, the hard work of all editors is needed. Including journalists in it so that they can manage the content needed by the audience or viewers in each platform. Be it television, social media or news portals. In addition, they are also required to be credible, fast and accurate in accordance with the rules of journalistic ethics or KEJ in presenting content to many platforms or see the convergence of newsroom 3.0.
Efek Iklan Televisi Program Keluarga Berencana Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i1.45

Abstract

AbstrakPenyebarluasan gagasan keluarga berencana (KB) secara massif dan jangkauan luas salah satunya dilakukan melalui iklan televisi. Iklan dapat menimbulkan efek yang dapat mengubah pengetahuan, sikap, keyakinan dan perilaku individu yang melihat iklan. Artikel ini mendiskusikan tiga level efek iklan televisi program KB terhadap level (1) kognitif, (2) afektif, dan (3) perilaku. Penelitian ini menunjukkan bahwa terpaan iklan KB memiliki efek pada level pengetahuan. Hal ini  dapat terukur dari memori terhadap pesan program KB. Kemudian, terpaan iklan KB juga terbukti tidak mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku responden. Namun, responden memiliki sikap positif terhadap program KB dan adanya keinginan untuk menerapkan gagasan KB di masa akan datang. Terdapat juga indikasi bahwa penerimaan program KB tidak dipengaruhi dari iklan televisi saja melainkan melalui berbagai aspek lainnya seperti ekonomi, keluarga, lingkungan dan lain-lain. Sehingga iklan KB berperan sebagai stimulator yang dapat menggiring masyarakat untuk menerima program KB.AbstractOne of family planning idea dissemination in massive and wide coverage is television ads. Ads could influence the change of people’s knowledge, attitude, belief dan behavior who watches the ads. This article discusses effects of television ads toward (1) cognitive, (2) affective, (3) behavior level. This study shows that exposure of television ads has affected knowledge level. Meanwhile, exposure of television ads does not have any effect on attitude and behavioral level. Respondents have positive attitude toward family planning program and strong willingness to adopt the program in the future. There is also indication that family planning program acceptance is not affected by only televion ads, but it could be influenced  by other aspects such as economy, family, environment and etc. Therefore, family planning television ads role as stimulator that could persuade people to adopt the program.
Spotify: Aplikasi Music Streaming untuk Generasi Milenial S Yollis Michdon Netti; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i1.1102

Abstract

The large population in Indonesia has become a huge market for many products, including streaming music-based technology products, to reach the target audience of young people. One of the applications that is becoming a trend at the moment is Spotify. A streaming music platform that has many interesting features, and is widely used by millenial generation around the world, including in Indonesia to listen to music. This paper aims to explain clearly and detail about Spotify as the world's largest streaming music platform, how the business model used by Spotify, how Spotify helps musicians to maximize their earnings, how Spotify can change the trend of listening to music from millennials and connoisseurs music around the world, what is the millennial reference for listening to music online, how millennial generation consumes music, history and streaming music technology trends, how Spotify prepares its technology to remain number one, how does music streaming in Spotify, what Just about the online advertising services from Spotify For Brands, how to implement Spotify ads for the brand and ad format used, what brand success stories have used Spotify's advertising services, and how Spotify helps the brand to reach millennials in effective, and how Spotify utilizes technology to be at the forefront of the moment. Jumlah penduduk yang besar di Indonesia menjadi pasar yang sangat besar bagi berbagai produk, termasuk di dalamnya produk teknologi berbasis musik streaming, untuk menjangkau target audience anak muda. Salah satu aplikasi yang sedang menjadi tren pada saat ini adalah Spotify. Sebuah platform musik streaming yang memiliki banyak fitur menarik, serta banyak digunakan oleh generasi milenial di seluruh dunia, termasuk di Indonesia untuk mendengarkan musik. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan secara jelas dan detail tentang Spotify sebagai sebuah platform musik streaming terbesar di dunia, bagaimana model bisnis yang digunakan oleh Spotify, bagaimana Spotify membantu para musisi di dalam memaksimalkan pendapatannya, bagaimana Spotify dapat mengubah trend mendengar musik dari para milenial maupun penikmat musik di seluruh dunia, apa yang menjadi acuan dari generasi milenial untuk mendengarkan musik secara online, bagaimana generasi milenial mengkonsumsi musik, sejarah dan tren teknologi musik streaming, bagaimana Spotify mempersiapkan teknologinya untuk tetap menjadi nomor satu,  bagaimana cara kerja music streaming di Spotify, apa saja layanan-layanan periklanan online dari Spotify For Brands, bagaimana implementasi iklan Spotify untuk brand dan format iklan yang digunakan, apa saja kisah sukses brand yang telah menggunakan layanan iklan dari Spotify, dan bagaimana Spotify membantu brand untuk dapat menjangkau generasi milenial secara efektif, dan bagaimana Spotify memanfaatkan teknologi untuk menjadi yang terdepan pada saat ini.
Pengalaman dan Pandangan Khalayak Pegiat Sinema Non-Produksi Terkait Teknologi 3D Sebagai Pendukung Saluran Komunikasi Film Shadia Imanuella Pradsmadji; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v11i2.4060

Abstract

The technological development within the audiovisual industry has provided the audience with a viewing experience that is increasingly becoming more and more tangible, including in the film industry. One of the developing technologies is the 3D cinema. The 3D cinema emerges in hopes of delivering a stunning and memorable experience for its audience, but the mixed response from the audience, as well as the neverending development of technology, question 3D’s position on offering a new experience and supporting film as a communication channel. By using the descriptive phenomenology method, this research focuses on the experience and perception of non-production film people towards 3D in supporting film as a communication channel. This research aims to look on how the informants, who are not production people and are people directly involved in the exhibition and appreciation aspects of cinema, perceive and experience film in the 3D format, as well as 3D’s position in the film and audiovisual industry now and in the future. The result shows that even though 3D is acknowledged as a novelty and a technological leap, it does not always add something to the viewing experience, and has even become obsolete.    Perkembangan teknologi dalam industri audiovisual memberikan khalayak pengalaman menonton yang semakin lama terasa semakin dekat dengan kenyataan, tak terkecuali dalam industri perfilman. Salah satu teknologi yang berkembang tersebut adalah sinema 3D. Kehadiran sinema 3D diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menakjubkan dan berkesan bagi khalayaknya, namun penerimaan khalayak yang beragam, selain juga teknologi yang semakin berkembang, menjadi pertimbangan apakah 3D memang benar-benar memberikan pengalaman baru dan mendukung film sebagai saluran komunikasi. Penelitian ini menggunakan metodologi fenomenologi deskriptif, penelitian ini berfokus pada pengalaman dan pandangan pegiat sinema non-produksi terhadap sinema 3D sebagai pendukung saluran komunikasi film. Tujuan penelitian adalah untuk melihat bagaimana para informan, yang bukan berasal dari produksi film dan sebagai orang yang terlibat langsung dalam ekshibisi dan apresiasi sinema, memandang dan mengalami teknologi 3D. Para informan menceritakan pengalaman film mereka, pengalaman mereka ketika menonton film dalam format 3D, serta posisi teknologi 3D dalam industri film dan audiovisual di masa kini dan di masa yang akan datang. Hasil menunjukkan bahwa biarpun 3D dianggap sebagai sesuatu yang baru dan juga diakui sebagai bentuk dari lompatan teknologi, 3D tidak selalu menambah sesuatu terhadap pengalaman menonton dan bahkan kini sudah mulai ditinggalkan.
Musik Rilisan Fisik Di Era Digital: Musik Indie Dan Konsumsi Rilisan Musik Fisik Riomanadona M Putra; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v11i2.4062

Abstract

The release of physical music will never be extinct, as is technology disrupting audio technology. This article provides an explanation of physical music releases in the digital era, where vinyl records, audio and CD tapes are still consumed by connoisseurs and musicians alike. Although digital music players and online music applications such as Joox, Spotify, Apple Music or Sky Music is very important in the spread of music in the digital era. The attitude of independent musicians or who are familiar with the term indie musicians still maintains the release of physical music as a tool for the dissemination of their work. This article presents descriptive data from existing journals which are then combined with interviews to obtain depth about what shapes the attitude of indie musicians in using physical music releases and how indie musicians and indie music distributors collaborate in communicating works - indie musicians work through strategies that are done together. As well as what indie music absorbs local culture and how they influence their work and what their attitudes are. Do they not pay attention to the presence of digital distribution or even combine these two things. With the existence of this article, the description of the things that underlie the independent musicians released the music they made themselves with the release of physical albums. Rilisan musik fisik tidak akan pernah punah, sebagaimana pun teknologi mendisrupsi teknologi audio. Artikel ini memberikan penjelasan tentang rilisan musik fisik pada era digital, dimana piringan hitam (vinyl), kaset audio dan CD masih tetap dikonsumsi oleh para penikmat serta pelaku musik. Walaupun pemutar musik digital dan aplikasi musik secara online seperti Joox, Spotify, Apple Music ataupun Langit Musik sangat berperan penting dalam penyebaran musik di era digital. Sikap dari musisi independen atau yang akrab dengan sebutan musisi indie tetap mempertahankan rilisan musik fisik sebagai alat untuk penyebaran karya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana rilisan musik fisik akan tetap bertahan, dan mengapa sebuah rilisan fisik menjadi hal yang dianggap penting bagi musisi Indie. Artikel ini menyajikan data-data secara deskriptif dari jurnal-jurnal yang ada yang kemudian di padupadankan dengan wawancara untuk memperoleh kedalaman tentang apa yang membentuk sikap dari para musisi indie dalam menggunakan rilisan musik fisik dan bagaimana musisi indie dan distributor musik indie melakukan kolaborasi dalam mengomunikasikan karya-karya musisi indie melalui strategi yang dikerjakan bersama. Serta seperti apa musik indie menyerap budaya lokal dan bagaimana hal tersebut memberikan pengaruhnya pada karya-karya mereka dan seperti apa sikap mereka. Apakah kehadiran distribusi yang dilakukan secara digital tidak mereka hiraukan atau malah menggabungkan kedua hal tersebut. Adanya artikel ini, memberikan gambaran hal-hal yang mendasari para musisi independen merilis musik yang mereka buat sendiri dengan rilisan album fisik.  
Implementasi Asisten Virtual Dalam Komunikasi Pelayanan Pelanggan (Studi Kasus Pada Layanan Pelanggan Telkomsel) Rangga Putera Perdana; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v11i2.5491

Abstract

The virtual assistant is basically a series of programming languages based on NLP (Natural Language Program) that allow users to talk and get responses in the form of replies from applications in the same way as what happens to other individuals. The purpose of this research is to know the form of implementation of virtual assistants in the field of customer service in Telkomsel. The method used in this research is descriptive qualitative by collecting data through interviews and literature studies. The results of this study explain the implementation of chatbot and AI technology in the Telkomsel virtual assistant. Even so, aspects of human resources still play a role in training AI to understand what is written by customers. The Telkomsel virtual assistant uses the Facebook Messenger, Line and Telegram social networks, and has been implemented on the Telkomsel website and the myTelkomsel application. The form of development that will be carried out is to add WhatsApp, make improvements to AI, migrate technology from version one to version three and collaborate with Google Assistant. Asisten virtual pada dasarnya merupakan serangkaian bahasa pemograman dengan basis NLP (Natural Language Program) yang memungkinkan pengguna untuk berbicara dan mendapatkan respon berupa balasan dari aplikasi dengan cara yang sama halnya dengan apa yang terjadi pada individu-individu lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk implementasi asisten virtual dalam bidang pelayanan pelanggan di Telkomsel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang implementasi teknologi chatbot dan AI pada asisten virtual Telkomsel. Walaupun begitu, aspek sumber daya manusia masih berperan dalam melatih AI untuk memahami apa yang dituliskan oleh pelanggan. Asisten virtual Telkomsel menggunakan jejaring sosial Facebook Messenger, Line dan Telegram, serta sudah terimplementasi pada situs web Telkomsel dan aplikasi myTelkomsel. Bentuk pengembangan yang akan dilakukan yaitu menambah WhatsApp, melakukan peningkatan pada AI, migrasi teknologi dari versi satu ke versi tiga dan melakukan kolaborasi dengan Google Assistant.
Co-Authors Ade Rahayu Aprilia Adristi Naura Syifa Afriadi Afriadi Afriani, Anindita Lintangdesi Agatha Gita Putuhena Alexander Hridaya Bhakti Alexandra Tatgyana Suatan Alfrida Esther Madame Hutapea Alifia Oktrina Fayardi Allestisan Citra Derosa Andhita Vidya Putri Andika Cahya Cita Utama Annisa Fitriana Lestari Aphrodita Saraswati Ardianto Ardianto Berie Poetra Akbar Choirul Muna Darryl Valerian Pramudita Defreia Miriam Destianti Desi Rubyanti dian rousta febryanti Dimas Ahmad Rifandi Dina Andriani Dina Mizanie Dina Mizanie Doni Akbar Dwininta Widyastuti Elyan Nadian Zahara Endang Pratiwi Kurniawan Ernungtyas, Niken Febrina Ernungtyas, Niken Febrina Erny Sholihah Fadholi Fadholi Firdha Yuni Gustia Gatot Sugih Budiono Guntur F Prisanto Guntur Freddy Prisanto Halimatus Zahro Yananingtyas Hasian Laurentius Tonggo Hidayanto, Syahrul Hikmah Lailatul Fitriyah Ilham Fariq Maulana Imam Syafganti Imamatul Silfia Ipi Maryati Kuding Irlandi Paradizsa Irwan Nugroho Irwanto Irwanto Isa Alkaf Iswari Anggit Pramesti Joseph Edwin Ketut Ajeng Sespiani Lidya Agustina Lizza Arnofia Choirunnisa Marcellino, Kevin Martani Huseini Merle Emanuella Aipassa Mimi Silvia Monica Apilia Mufti Nurlatifah Muhamad Rifky Hasan Muhamad Rizki Muhammad Rizqi Arifuddin Muslicha, Intan Siti Naomi Amadea Tumbelaka Niken Febrina Ernungtyas Niken Febrina Ernungtyas Nunik Triana Nurul Hutami Nurul Ifadhah Prabu Rabbani Kapriadi Primus Adeodatur Latu Batara Prisanto, Guntur Freddy Puji Susanti Purwadi Putri Bilanova Nurya Mahesa Putri Neva Lumeta Putri, Sekartaji Anisa Rafly Yuvindra Maulidan Ramadhika Vebryto Rangga Putera Perdana Reno Dalu Maharso Ricardo Taufano Riezka Khairunnisa Riomanadona M Putra Riris Endah Respati Rizky Ramandhika Putra S Yollis Michdon Netti Safira Hasna Sahroni, Ahmad Sanjaya, Rati Saras Diah Musirin Sari Anjani Scott Daniel Habibuw Shadia Imanuella Pradsmadji Siko Dian Sigit Wiyanto Sukatno Tekad Sukatno Suratno Suratno Syahnaz Savitri Thelma Amelita Triana Noermalia Trias Syaifulina Tulus Tampubolon Wahyuning Widowati Widyastuti, Dwininta Winarsih Winarsih Yogi Wahyu Pangestu Yudha Iksan Yuni Novianti Marin Marpaung