p-Index From 2021 - 2026
4.503
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi Media Komunikasi FPIPS Jurnal RAP MediaTor: Jurnal Komunikasi Journal Communication Spectrum: Capturing New Perspectives in Communication Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Komunikasi MetaKom : Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal Studi Komunikasi dan Media Jurnal Sosioteknologi Nomosleca Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Isamic Communication Journal KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi POLYGLOT Komunikasi : Jurnal Komunikasi JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Jurnal Komunikasi Jurnal ASPIKOM MetaCommunication; Journal Of Communication Studies Jurnal Komunikasi dan Kajian Media urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Communicate Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Semiotika: Jurnal Komunikasi Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Komunikasi Profesional Humaniora Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi Kajian Jurnalisme Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Jurnal Audience Jurnal Manajemen Komunikasi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI Source: Jurnal Ilmu Komunikasi JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI The Journal of Society and Media PERSPEKTIF Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Inter Komunika: Jurnal Komunikasi Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Widya Komunika: Jurnal Komunikasi Pendidikan jurnal syntax admiration Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi) Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Scriptura : Jurnal Ilmiah Jurnal Komunikasi Global Journal of Innovative and Creativity
Claim Missing Document
Check
Articles

The Use of Instagram Stories at the Age of COVID-19 Pandemic Syahnaz Savitri; Irwansyah Irwansyah
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v6i1.750

Abstract

One of Instagram’s features, Instagram stories (IS), which allows users to access videos and photos for 24 hours, is one of the prevalent features used by Instagram users. This qualitative research aims to investigate the use of IS during the COVID-19 pandemic by referring to The Technology Acceptance Model (TAM) as a research framework. The framework observes ten external factors that influence the perception of ease of use and IS’s usefulness, affecting the user’s attitude to IS, leading to IS’s actual use. This study also found the pattern and form of IS uploads, as well as recommendations for the use of IS. Data were collected via interviews and observations of Informant’s Instagram Stories posts who are the active IS users who live in the red zones of COVID-19 spread in Indonesia. Overall, all Informants had good attitudes towards IS, which leads to the active use of IS.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN POLITIK PADA PEMILU LEGISLATIF Primus Adeodatur Latu Batara; Guntur Freddy Prisanto; Niken Febrina Ernungtyas; Irwansyah Irwansyah; Safira Hasna
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.235 KB) | DOI: 10.20527/mc.v5i2.7812

Abstract

The large number of parties in the 2019 legislative elections made political parties have to compete for political power in their constituencies. Political marketing communication strategies are needed to get the most votes and win in the democratic event every 5 years in Indonesia. East Nusa Tenggara I became one of the electoral districts that experienced fierce competition among the political parties, due to the large number of elite legislative members and political activists in this area. However, Nasdem as a new party was able to gain the most votes and won the 2019 legislative elections. Therefore, the objective of this study is to understand how the political marketing communication strategy used by Nasdem in East Nusa Tenggara Province, especially in the NTT electoral district I to win the 2019 legislative elections. The research used the concept of political parties, political campaigns, and political marketing communication using a qualitative approach and in-depth interview techniques. As a result, sales oriented political party marketing communication strategies used by Nasdem in the 2019 elections in the electoral district of East Nusa Tenggara Province I won the most votes. This strategy aims to get the number of votes from potential voters, and the representation of parties and personal  figures that are 'sold' by political parties. Personal figures of the candidates have more impact  for winning legislative elections than political party ideologies.
PRAKTEK EPHEMERAL STORYTELLING DI MEDIA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF INDUSTRI TEKNOLOGI KOMUNIKASI Aphrodita Saraswati; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Vol 4, No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN KAJIAN MEDIA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jkkm.v4i2.2495

Abstract

Media baru terus berkembang dengan pesat dan selalu membawa tren baru dalam kehidupan masyarakat. Dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, muncul tren bentuk komunikasi baru dalam media sosial berupa platform mengunggah konten yang sifatnya sementara atau disebut ephemeral. Berawal dari aplikasi Snapchat, kini fitur ephemeral storytelling yang serupa telah banyak diadopsi platform lain baik media sosial maupun aplikasi pesan instan. Artikel ini meninjau bagaimana praktek ephemeral storytelling berkembang melalui perspektif industri teknologi komunikasi melalui metode kualitatif berupa tinjauan literatur dan analisis data sekunder. Hasil yang didapatkan adalah ephemeral storytelling banyak dimanfaatkan pengguna sebagai cara berinteraksi yang lebih apa adanya dan dekat dengan keseharian dan membangun kedekatan dengan sesama pengguna, serta dipandang sebagai industri yang akan terus berkembang saat ini.
APLIKASI KESEHATAN DIGITAL SEBAGAI KONSTRUKSI SOSIAL TEKNOLOGI MEDIA BARU Yuni Novianti Marin Marpaung; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Vol 5, No 2 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN KAJIAN MEDIA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jkkm.v5i2.2501

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital menjadi kunci utama kemudahan dalam menjalankan aktivitas masyarakat sebagai pelaku sosial. Kehadiran teknologi-teknologi baru ini menandakan akan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Teknologi pada media baru terbentuk atas konstruksi sosial di masyarakat atas keinginan akan kemudahan dalam menjalankan peran sosialnya. Media baru dalam bentuk aplikasi kesehatan berbasis digital atau digital health menjadi salah satu teknologi yang hadir dari konstruksi sosial teknologi dalam menjawab permasalahan sosial dalam aspek kesehatan. Digital health menyediakan informasi secara digital tentang kesehatan, konsultasi daring, apotik daring, pemesanan janji temu dokter di berbagai rumah sakit terjangkau secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
DARI FOTO DAN VIDEO KE TOKO: PERKEMBANGAN INSTAGRAM DALAM PERSPEKTIF KONSTRUKSI SOSIAL Muhammad Rizqi Arifuddin; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Vol 3, No 1 (2019): JURNAL KOMUNIKASI DAN KAJIAN MEDIA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jkkm.v3i1.1256

Abstract

Abstract: Since being launched in 2010, Instagram has developed into more than just photo and video sharing application. Nowadays, Instagram users, including those in Indonesia, have relied on this social media to stroll their favorite online shops and purchase goods. This raises question on why Instagram has developed into online shopping medium. Numerous studies have been made on Instagram but none, especially in Bahasa Indonesia, has answered these questions. To answer these questions, this conceptual paper employed desk review methodology to gather relevant secondary data. This paper found that Instagram’s latest development into online shopping medium is triggered by its nature as a product of social construct. It evolves to respond to the development of social needs where Instagram is used. Indonesia, as one of the countries with largest Instagram users, contributed to this change with the rising use of Instagram for business. Keywords: Instagram, SCOT, social construction, online shopping Abstrak: Sejak peluncurannya di tahun 2010, Instagram telah berkembang lebih dari sekedar aplikasi berbagai foto dan video. Kini, pengguna Instagram, termasuk di Indonesia, banyak mengandalkan sosial media ini untuk melihat took online favorit mereka dan kemudian membeli barangnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa Instagram berkembang menjadi sarana belanja online? Sudah banyak kajian tentang Instagram namun belum ada, terutama yang berbahasa Indonesia, yang menjawab pertanyaan ini. Untuk menjawab pertanyaan ini, artikel konseptual ini menggunakan methodology desk review untuk mengumpulkan data sekunder. Artikel ini menemukan bahwa perkembangan terkini Instagram disebabkan karena sifat nya sebagai sebuah produk konstruksi sosial. Instagram akan berevolusi untuk merespon perkembangan kebutuhan masyarakat di mana dia digunakan. Indonesia, sebagai salah satu Negara pengguna Instagram terbesar, turut berkontribusi dalam hal ini karena meningkatnya pengguna Instagram untuk tujuan berbisnisKata kunci: Instagram, SCOT, konstruksi sosial, online shopping
Pengalaman Menonton Film sebagai Bentuk Mixed Reality: Studi Fenomenologi terhadap Penonton Film Dina Andriani; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v6i1.8300

Abstract

Pengalaman menonton film secara konvensional bisa disandingkan dengan konsep mixed reality. Sebab, menonton film bisa menjadi pengalaman yang memberikan keterlibatan secara mendalam. Munculnya keterlibatan yang mendalam dapat terjadi melalui proses imajinasi Gregory Currie yang diperdebatkan oleh Berys Gaut, serta transportasi, yaitu sebuah teori yang dicetuskan oleh Melanie Green pada serangkaian artikel jurnal, yang membahas mengenai perpindahan pikiran dan emosional ke dalam suatu narasi. Keterlibatan yang mendalam ini bisa menyebabkan penonton berada di antara dunia nyata dan dunia virtual. Melalui Reality-Virtuality Continuum, Paul Milgram menunjukkan bahwa mixed reality merupakan suatu bentuk realitas yang terjadi pada titik mana pun di antara ujung realitas dan virtualitas pada spektrum continuum tersebut . Paper ini bertujuan untuk mengonfirmasi bahwa pengalaman menonton film bisa digolongkan sebagai bentuk mixed reality dengan melakukan studi fenomenologi yang melibatkan wawancara terhadap informan dari kalangan penonton film, yang kemudian dikaitkan dengan konsep-konsep yang sebelumnya disebutkan. Melalui studi tersebut, dapat dikonfirmasi bahwa pengalaman menonton film memang merupakan salah satu bentuk mixed reality.
PROTEKSI PRIVASI BIG DATA DALAM MEDIA SOSIAL Winarsih Winarsih; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v3i1.3722

Abstract

AbstrakPerkembangan media sosial di Indonesia begitu pesat dengan jumlah pengguna yang  terus  meningkat.   Akan   tetapi  hal  tersebut   kurang  diimbangi   dengan kesadaran tentang privasi dalam kaitannya dengan big data yang dihasilkan oleh penyedia  layanan.  Penyedia  layanan  memberikan  kebijakan  berupa  syarat dan ketentuan  akan tetapi masyarakat  umumnya masih rendah dalam hal memiliki kesadaran  tentang privasi  data pribadi  mereka.  Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui  solusi dari permasalahan  privasi  big data  dalam  media  sosial  dan dianalisis   dengan   teori  privasi   komunikasi.   Metode  yang  digunakan   dalam penelitian ini adalah metode meta-analisis yang mengolah hasil temuan dari penelitian sebelumnya. Hasil dari penelitian ini berupa solusi bagi perlindungan privasi data individu saat pembuatan, penyimpanan, dan pemrosesan data. Kata Kunci: data besar, Indonesia, kebijakan, media sosial, privasi AbstractThe development of social media in Indonesia is high increasing. However, this is not  accompanied   by  awareness   of  privacy  in  its  commitment   to  big  data generated  by service providers.  The service provider provides an agreed policy, will provide the public about their data privacy issues. This article used Communication Privacy Management to finding solution about big data privacy problems.   The  method  used  in  this  study  is  a  meta-analysis   method   that processes  the findings  from previous  studies.  The results  of this study contain solutions for privacy protection when creating data, data storage, and processing data. Keywords: big data, Indonesia, policy, social media, privacy
PROSES POLITIK DALAM SISTEM TATA KELOLA PERLINDUNGAN TENAGA KESEHATAN PADA MASA PANDEMI DI KOTA DEPOK Merle Emanuella Aipassa; Irwansyah Irwansyah
REFORMASI Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v12i1.3184

Abstract

Depok, the location where the first case of COVID-19 was found in Indonesia, recorded 4 cases of death of health workers with 1 clinic at the RSUD Kota Depok and 3 local cliniccs were forced to be close because their health workers were confirmed positive for COVID-19. This condition then indicates a problem to protect health workers during the COVID-19 pandemic. Indonesia national government actually has prepared series of related policy which were then delegated to local governments to be adapted to their needs. However, the Depok Government seems to be unable to develop local regulations to answer more specific challenges to protect health workers. This study aims to analyze the problems in the political process as an effort to protect health workers in Depok. By using qualitatve approach and data from depth interviews with relevant informants, and referring to the study of Gaskell, et al. (2020) on the political process in the governance system for the protection of health workers, it shows that there have been problems in the political process that have affected problem of the policy governance system. This is due to miscommunication and distrust among related actors including executives, executives, and health workers.AbstrakDepok, tempat ditemukannya kasus pertama COVID-19 di Indonesia, berhadapan dengan masalah tata kelola perlindungan tenaga kesehatan. Tercatat 4 kasus kematian tenaga kesehatan pada tahun 2020-2021. Selain itu, 1 poli rawat jalan di RSUD Kota Depok dan 3 Puskesmas terpaksa ditutup karena lebih dari 24 tenaga kesehatannya terkonfirmasi positif virus menular tersebut. Kondisi ini mengindikasikan adanya masalah dalam perlindungan tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis masalah proses politik dalam upaya perlindungan tenaga kesehatan di Depok. Pemerintah Pusat telah mengeluarkan serangkaian kebijakan terkait perlindungan tenaga kesehatan yang kemudian mendelegasikan kewenangannya kepada Pemerintah Daerah untuk disesuaikan dengan kebutuhan. Akan tetapi, penelitian ini menemukan bahwa Pemerintah Kota Depok tidak mengontekstualisasikan regulasi tersebut untuk menjawab kebutuhan yang lebih spesifik terkait perlindungan tenaga kesehatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan data hasil wawancara dengan narasumber terkait, serta mengacu pada studi Gaskell, dkk. (2020) tentang proses politik dalam sistem tata kelola perlindungan tenaga kesehatan, penelitian ini menunjukkan hasil bahwa telah terjadi masalah dalam proses politik yang berpengaruh pada lemahnya sistem tata kelola kebijakan. Hal ini diakibatkan oleh adanya miskomunikasi dan ketidakpercayaan antar berbagai aktor politik terkait termasuk legislatif, eksekutif, dan tenaga kesehatan.
INDUSTRI DIGITAL DALAM DINAMIKA DEMOKRASI DI INDONESIA: ANCAMAN ATAU PELUANG? Doni Akbar; Puji Susanti; Yogi Wahyu Pangestu; Yudha Iksan; Irwansyah Irwansyah
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2021.v5i2.3775

Abstract

Industri digital yang semakin maju berpengaruh terhadap berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya dalam demokrasi. Dengan adanya perantara media digital seperti video digital, audio digital dan gambar digital yang semakin canggih maka informasi yang diakses oleh masyarakat menjadi sangat cepat namun informasi tersebut terkadang mengandung data atau fakta yang tidak benar atau bohong. Tulisan ini akan membahas sisi lain industri digital terhadap demokrasi di Indonesia apakah menghambat atau menciptakan peluang untuk demokrasi yang lebih baik, dilihat dari empat perspektif yaitu industri, teknologi, komunikasi dan masyarakat. Melalui studi literatur dari sumber referensi jurnal yang terkait ditemukan bahwa industri digital mempunyai peran yang strategis untuk membuat iklim demokrasi Indonesia menjadi lebih baik selain itu industri digital juga mempunyai posisi untuk menentukan arah dan tujuan demokrasi di Indonesia.
EMPATI DAN HOMOFILI DALAM KOMUNIKASI POLITIK PEMENANGAN PEMILIHAN LEGISLATIF Choirul Muna; Guntur Freddy Prisanto; Niken Febrina Ernungtyas; Irwansyah Irwansyah; Sekartaji Anisa Putri
Scriptura Vol. 9 No. 2 (2019): DECEMBER 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.357 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.9.2.82-90

Abstract

Empathy and homophily communication in campaigns is important to garner public support in the era of democracy. Loyal community support can be achieved if political actors make empathy and homophile communication appropriately. This study aims to find out how empathy and homophile communication carried out by Gus, a legislative candidate, is able to win votes from a community that is basically apathetic to politics, namely the thoriqoh congregation. The research method used is a qualitative approach, with in-depth interview and observation data collection techniques. The results showed that the communication of empathy and homophilia carried out by Gus, made it seen as part of the Thoriqoh congregation itself thus increasing its credibility. The homophile aspect fulfilled by Gus so that he gets full loyal support from the Thoriqoh congregation is in terms of equality in dressing, religion, speaking, behaving, and in carrying out rituals.
Co-Authors Ade Rahayu Aprilia Adristi Naura Syifa Afriadi Afriadi Afriani, Anindita Lintangdesi Agatha Gita Putuhena Alexander Hridaya Bhakti Alexandra Tatgyana Suatan Alfrida Esther Madame Hutapea Alifia Oktrina Fayardi Allestisan Citra Derosa Andhita Vidya Putri Andika Cahya Cita Utama Annisa Fitriana Lestari Aphrodita Saraswati Ardianto Ardianto Berie Poetra Akbar Choirul Muna Darryl Valerian Pramudita Defreia Miriam Destianti Desi Rubyanti dian rousta febryanti Dimas Ahmad Rifandi Dina Andriani Dina Mizanie Dina Mizanie Doni Akbar Dwininta Widyastuti Elyan Nadian Zahara Endang Pratiwi Kurniawan Ernungtyas, Niken Febrina Ernungtyas, Niken Febrina Erny Sholihah Fadholi Fadholi Firdha Yuni Gustia Gatot Sugih Budiono Guntur F Prisanto Guntur Freddy Prisanto Halimatus Zahro Yananingtyas Hasian Laurentius Tonggo Hidayanto, Syahrul Hikmah Lailatul Fitriyah Ilham Fariq Maulana Imam Syafganti Imamatul Silfia Ipi Maryati Kuding Irlandi Paradizsa Irwan Nugroho Irwanto Irwanto Isa Alkaf Iswari Anggit Pramesti Joseph Edwin Ketut Ajeng Sespiani Lidya Agustina Lizza Arnofia Choirunnisa Marcellino, Kevin Martani Huseini Merle Emanuella Aipassa Mimi Silvia Monica Apilia Mufti Nurlatifah Muhamad Rifky Hasan Muhamad Rizki Muhammad Rizqi Arifuddin Muslicha, Intan Siti Naomi Amadea Tumbelaka Niken Febrina Ernungtyas Niken Febrina Ernungtyas Nunik Triana Nurul Hutami Nurul Ifadhah Prabu Rabbani Kapriadi Primus Adeodatur Latu Batara Prisanto, Guntur Freddy Puji Susanti Purwadi Putri Bilanova Nurya Mahesa Putri Neva Lumeta Putri, Sekartaji Anisa Rafly Yuvindra Maulidan Ramadhika Vebryto Rangga Putera Perdana Reno Dalu Maharso Ricardo Taufano Riezka Khairunnisa Riomanadona M Putra Riris Endah Respati Rizky Ramandhika Putra S Yollis Michdon Netti Safira Hasna Sahroni, Ahmad Sanjaya, Rati Saras Diah Musirin Sari Anjani Scott Daniel Habibuw Shadia Imanuella Pradsmadji Siko Dian Sigit Wiyanto Sukatno Tekad Sukatno Suratno Suratno Syahnaz Savitri Thelma Amelita Triana Noermalia Trias Syaifulina Tulus Tampubolon Wahyuning Widowati Widyastuti, Dwininta Winarsih Winarsih Yogi Wahyu Pangestu Yudha Iksan Yuni Novianti Marin Marpaung