p-Index From 2021 - 2026
4.503
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi Media Komunikasi FPIPS Jurnal RAP MediaTor: Jurnal Komunikasi Journal Communication Spectrum: Capturing New Perspectives in Communication Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Komunikasi MetaKom : Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal Studi Komunikasi dan Media Jurnal Sosioteknologi Nomosleca Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Isamic Communication Journal KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi POLYGLOT Komunikasi : Jurnal Komunikasi JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Jurnal Komunikasi Jurnal ASPIKOM MetaCommunication; Journal Of Communication Studies Jurnal Komunikasi dan Kajian Media urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Communicate Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Semiotika: Jurnal Komunikasi Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Komunikasi Profesional Humaniora Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi Kajian Jurnalisme Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Jurnal Audience Jurnal Manajemen Komunikasi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI Source: Jurnal Ilmu Komunikasi JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI The Journal of Society and Media PERSPEKTIF Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Inter Komunika: Jurnal Komunikasi Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Widya Komunika: Jurnal Komunikasi Pendidikan jurnal syntax admiration Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi) Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Scriptura : Jurnal Ilmiah Jurnal Komunikasi Global Journal of Innovative and Creativity
Claim Missing Document
Check
Articles

Mediated Catholic Mass During the COVID-19 Pandemic: On Communication, Technology and Spiritual Experience Hasian Laurentius Tonggo; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v13i1.9714

Abstract

The COVID-19 pandemic has prompted Catholic churches in Indonesia to conduct physical distancing, close their doors and move mass to online media or television. This situation is something extraordinary for the Catholic church which is known to adhere to tradition in the implementation of its worship. This study aims to determine the experience of Catholics in conducting mediated worship using Religious-Social Shaping of Technology examining and concepts, namely social affordance, religion-online/online-religion, and digital media law. This qualitative research is done by interviewing six informants using descriptive phenomenological approach. The results of the study indicate four main findings. First, informants have the freedom to choose the tools or channels to attend the mediated mass. Second, the interactivity in the mediated mass is lost. Third, the atmosphere of the mediated mass can have an impact on the solemnity of worship. Fourth, the use of technology for mediated mass cannot absolutely be paralleled with physical worship, but some informants still hope that the mediated mass will be held after this pandemic. This research concludes that mediated mass during a pandemic is not as ideal as a physical mass because the experience gained is not optimal, but it opens up wider opportunities to reach people who may not be physically present in church from anywhere. Academically, this research is expected to increase the wealth of knowledge about mediated worship during a pandemic. Meanwhile, in practical terms, this research can be a reference for the church to improve its overall quality. Pandemi COVID-19 membuat gereja Katolik di Indonesia melakukan physical distancing bahkan menutup pintunya dan mengalihkan misa ke media daring atau televisi. Keadaan ini merupakan sesuatu yang luar biasa bagi gereja Katolik yang terkenal memegang teguh tradisi dalam pelaksanaan ibadahnya. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu ingin mengetahui pengalaman umat Katolik dalam melakukan ibadah termediasi dengan menggunakan Religious-Social Shaping of Technology serta beberapa konsep lain, yaitu social affordance, religion-online/online-religion, dan hukum media digital. Adapun pelaksanaan penelitian kualitatif ini adalah dengan mewawancarai enam informan menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan empat temuan utama. Pertama, informan memiliki kebebasan untuk memilih alat maupun kanal untuk mengikuti misa termediasi. Kedua, interaktivitas dalam misa termediasi menjadi hilang. Ketiga, suasana misa termediasi bisa berdampak pada kekhusyukan saat beribadah. Keempat, pemanfaatan teknologi untuk misa termediasi memang tidak bisa mutlak disejajarkan dengan ibadah fisik namun sebagian informan tetap mengharapkan misa termediasi dilakukan setelah masa pandemi ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa misa termediasi selama pandemi memang tidak seideal misa fisik karena pengalaman yang diraih tidaklah maksimal, namun membuka peluang lebih luas untuk menjangkau orang-orang yang tidak mungkin hadir secara fisik di gereja dari mana saja.Secara akademis penelitian ini diharapakan dapat meningkatkan khazanah pengetahuan tentang ibadah termediasi pada saat pandemi. Sementara secara praktis, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi gereja untuk meningkatkan kualitas secara menyeluruh.
Analisis Pilar Strategi Media Sosial Instagram PT. Freeport Indonesia @freeportindonesia Naomi Amadea Tumbelaka; Riezka Khairunnisa; Irwansyah Irwansyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.402

Abstract

Freeport Indonesia merupakan perusahaan tambang mineral yang beroperasi di Indonesia berdasarkan Kontrak Karya (KK) yang ditandatangani pada tahun 1967. Tahun 2018 PTFI mendapat izin usaha pertambangan khusus terbaru dengan perpanjangan kontrak hingga tahun 2041. Dalam perjalanannya, PTFI menghadapi tantangan dan menerima kritik yang signifikan. Secara keseluruhan, sentimen publik terhadap PT. Freeport Indonesia ditandai dengan berbagai kekhawatiran terkait isu-isu lingkungan dan hak asasi manusia, dampak ekonomi, serta kesalahpahaman tentang kepemilikan dan kontrol perusahaan. PTFI telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan hubungan dan komunikasi publiknya, salah satunya melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui pilar strategi media sosial Instagram PT. Freeport Indonesia dan sentimen audiens Instagram terhadap postingan media sosial Instagram PTFI. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat pilar strategi media sosial oleh Safko & Brake (2009), yaitu: komunikasi, kolaborasi, edukasi dan hiburan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi dan paradigma kritis. Hasil penelitian menemukan bahwa Instagram @freeportindonesia menampilkan keempat pilar dalam postingannya, sesuai dengan konsep yang ada. Namun, sentimen audiens terutama dalam hal komentar seringkali tidak relevan dengan postingan yang ada dan PTFI masih kurang melakukan komunikasi dua-arah dengan audiens dilihat dari kolom komentar.
A Systematic Literature Review: Ethos, Pathos, Logos dalam Komunikasi Publik Pidato Darryl Valerian Pramudita; Alfrida Esther Madame Hutapea; Irwansyah Irwansyah
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 8 No. 2 (2025): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v8i2.13849

Abstract

The purpose of this study is to conduct an in-depth systematic review of the concept of rhetoric in public communication, focusing on the key elements of ethos, pathos, and logos proposed by Aristotle. This research method with a comprehensive literature search was carried out using academic search engines such as Google Scholar, Sage, Taylor & Francis, and Scopus, with a time span set between 2019 and 2024. The results of the study indicate that the use of ethos, pathos, and logos elements can effectively increase audience engagement. This has also been shown to strengthen the relationship between speakers and listeners on various modern communication platforms, such as social media, webinars, and public forums. The conclusion of this study is that the use of ethos, pathos, and logos elements in speeches is very important for building effective public communication. Ethos increases the credibility of the speaker, pathos touches the emotional aspects of the audience, and logos provides a logical basis for understanding the argument. The application of these three elements together produces a persuasive and meaningful speech. Aristotle's concept of rhetoric remains relevant in various modern communication contexts, such as political, social, and religious speeches.   Keywords: Ethos, Logos, Pathos, Public Communication, Rhetoric
Co-Authors Ade Rahayu Aprilia Adristi Naura Syifa Afriadi Afriadi Afriani, Anindita Lintangdesi Agatha Gita Putuhena Alexander Hridaya Bhakti Alexandra Tatgyana Suatan Alfrida Esther Madame Hutapea Alifia Oktrina Fayardi Allestisan Citra Derosa Andhita Vidya Putri Andika Cahya Cita Utama Annisa Fitriana Lestari Aphrodita Saraswati Ardianto Ardianto Berie Poetra Akbar Choirul Muna Darryl Valerian Pramudita Defreia Miriam Destianti Desi Rubyanti dian rousta febryanti Dimas Ahmad Rifandi Dina Andriani Dina Mizanie Dina Mizanie Doni Akbar Dwininta Widyastuti Elyan Nadian Zahara Endang Pratiwi Kurniawan Ernungtyas, Niken Febrina Ernungtyas, Niken Febrina Erny Sholihah Fadholi Fadholi Firdha Yuni Gustia Gatot Sugih Budiono Guntur F Prisanto Guntur Freddy Prisanto Halimatus Zahro Yananingtyas Hasian Laurentius Tonggo Hidayanto, Syahrul Hikmah Lailatul Fitriyah Ilham Fariq Maulana Imam Syafganti Imamatul Silfia Ipi Maryati Kuding Irlandi Paradizsa Irwan Nugroho Irwanto Irwanto Isa Alkaf Iswari Anggit Pramesti Joseph Edwin Ketut Ajeng Sespiani Lidya Agustina Lizza Arnofia Choirunnisa Marcellino, Kevin Martani Huseini Merle Emanuella Aipassa Mimi Silvia Monica Apilia Mufti Nurlatifah Muhamad Rifky Hasan Muhamad Rizki Muhammad Rizqi Arifuddin Muslicha, Intan Siti Naomi Amadea Tumbelaka Niken Febrina Ernungtyas Niken Febrina Ernungtyas Nunik Triana Nurul Hutami Nurul Ifadhah Prabu Rabbani Kapriadi Primus Adeodatur Latu Batara Prisanto, Guntur Freddy Puji Susanti Purwadi Putri Bilanova Nurya Mahesa Putri Neva Lumeta Putri, Sekartaji Anisa Rafly Yuvindra Maulidan Ramadhika Vebryto Rangga Putera Perdana Reno Dalu Maharso Ricardo Taufano Riezka Khairunnisa Riomanadona M Putra Riris Endah Respati Rizky Ramandhika Putra S Yollis Michdon Netti Safira Hasna Sahroni, Ahmad Sanjaya, Rati Saras Diah Musirin Sari Anjani Scott Daniel Habibuw Shadia Imanuella Pradsmadji Siko Dian Sigit Wiyanto Sukatno Tekad Sukatno Suratno Suratno Syahnaz Savitri Thelma Amelita Triana Noermalia Trias Syaifulina Tulus Tampubolon Wahyuning Widowati Widyastuti, Dwininta Winarsih Winarsih Yogi Wahyu Pangestu Yudha Iksan Yuni Novianti Marin Marpaung