Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Exploratory factor analysis-instrument for self-assessment of computation thinking skills and collaboration skills Sawiji, Hery; Murtini, Wiedy; Akbarini, Nur Rahmi; Permansah, Sigit; Rusmana, Dede
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 13, No 2: April 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v13i2.25734

Abstract

This study focuses on developing and validating instruments to assess the computational thinking skills (CTS) and collaboration skills (CS) of undergraduate students in Indonesia. Employing a quantitative research approach with the exploratory factor analysis (EFA) technique, the research process unfolded in three validation steps. First, face validity was established through expert judgment. Second, discriminant validity was examined using product-moment correlations and Cronbach’s alpha. Finally, EFA were employed to assess the factorial structure. The instrument development process followed five phases: drafting the instrument, face validity assessment by experts, data collection involving 242 undergraduate students as samples, discriminant validity analysis (product moment and Cronbach’s alpha), and EFA analysis to group items and construct dimensions. This study identified six dimensions for CTS (algorithmic thinking, cooperative thinking, problem reformulation, creativity, critical thinking, and systematic testing) and three dimensions for CS (knowledge sharing, planning, and responsibility). These findings support validating the CTS and CS self-assessment scale, making it a valuable tool for evaluating undergraduate student learning and researching computational thinking and CS in Indonesia. Researchers and educators are encouraged to utilize the CTS and CS instrument for self-assessment purposes and further exploration of these competencies among undergraduate students.
Aktivitas Branding Pada Pelaku UMKM Solo Art Market Sakuntalawati, Ratna Devi; Susantiningrum, Susantiningrum; Akbarini, Nur Rahmi; Kurniawati, Dyah Yuni; Totalia, Salman Alfarisy
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 29, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v29i2.83400

Abstract

A brand is an essential element for marketing success, but MSMEs need to pay more attention to the quality of their brand. On average, they only pursue profits without paying attention to essential perceptions so that consumers always remember the product brand. Apart from that, implementing the branding strategy could have been more optimal, causing brand loyalty to be shallow. This branding condition is very different if you look at the branding function, which can be used for promotion, attraction, product image and market control. This gap raises questions about branding activities carried out by MSME actors. The research aims to identify branding activities carried out by MSME actors. A quantitative descriptive research method was used to achieve the research objectives, with a sample of all MSME actors taken by the census, totalling 90 respondents. The collection technique uses a questionnaire. The research location is Solo Art Market (SAM). The research results show that most MSMEs in SAM carry out branding activities. The targeted output is the identification of branding activities of SAM MSME actors. This is necessary to maximize sales.Keywords: brand; branding activities; MSMEs; Solo Art Market
Strategi Pengembangan BUMDes Pilang Berdikari dalam rangka Menuju Usaha Desa Wisata Edukasi Berbasis Business Model Canvas Sakuntalawati, Ratna Devi; Susantiningrum, Susantiningrum; Akbarini, Nur Rahmi; Yudhistira, Bara
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i2.56029

Abstract

Menurut Peraturan Desa Pilang No 1 Tahun 2017, Pasal 20, ayat (3), poin a,  BUMDes Pilang Berdikari dapat menjalankan kegiatan usaha “Desa Wisata”. Adapun pemerintah desa memprioritaskan pengelolaan sumber daya alam dan sumberdaya manusia di desa oleh BUMDes dengan cara mengelola sendiri usahanya untuk kesejahteraan masyarakat desa. Akan tetapi BUMDes yang baru berdiri tahun 2018, baru memiliki satu unit usaha. Mengacu pada Peraturan dan mengingat Desa Pilang sebagai produsen batik, maka BUMDes merancang usaha desa wisata batik. Oleh karena terdapat rumah produksi yang menjadi rujukan belajar batik, maka dipilih wisata edukasi. Untuk menjalankan usaha dibutuhkan strategi. Berkaitan dengan strategi, strategi pengembangan usaha seperti apa yang sebaiknya dilakukan BUMDes dalam rangka menuju desa wisata edukasi, sehingga tujuan pengabdian adalah merancang strategi pengembangan usaha desa wisata edukasi Batik Pilang. Dalam merancang strategi tersebut, BUMDes membutuhkan mitra untuk menyelesaikan masalah. Mitra dalam hal ini adalah pengabdi dari Pusat Pengembangan Kewirausahaan Universitas Sebelas Maret (PPKwu UNS) yang akan melakukan pendampingan. Metode yang digunakan adalah melakukan pendampingan kepada BUMDes, yang diawali dengan pendekatan kepada agent of change dengan cara wawancara. Hasil wawancara adalah informasi situasi dan kondisi BUMDes serta kesepakatan untuk dilakukan pendampingan. Pendamping menawarkan alat untuk membantu merancang strategi yang disebut Business Model Canvas (BMC). Hasil yang didapat adalah disepakatinya komponen bisnis terkait dengan rancangan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam usaha tersebut. Dari hasil ini, disimpulkan bahwa rancangan BMC tersebut merupakan strategi pengembangan usaha desa wisata edukasi Batik Pilang sekaligus dapat digunakan oleh BUMDes untuk menyusun Rancangan Program Jangka Panjang dan Rancangan Program Jangka Pendek.Kata kunci: BMC; edukasi; pendampingan; strategi; usaha; wisata
Service Blueprint Pelayanan Wisata Edukasi, Desa Wisata Batik Pilang Sakuntalawati, Ratna Devi; Susantiningrum, Susantiningrum; Akbarini, Nur Rahmi; Kurniawati, Dyah Yuni
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 28, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v28i2.67010

Abstract

BUMDes Pilang Berdikari telah menetapkan paket wisata edukasi dan  perlengkapan yang belum mampu mendorong terselenggaranya kepariwisataan. Hal ini disebabkan karena diperlukan alur pelayanan pariwisata komprehensif, yang dapat digambarkan sebagai service blueprint. Sampai saat ini, belum dikaji terkait alur pelayanan pengunjung dan service blueprint yang dibutuhkan sebagai pedoman BUMDes dalam melakukan pelayanan wisatawan. Tujuan penelitian ini untuk mewujudkan skema service blueprint wisata edukasi yang mencakup layanan paket wisata untuk TK, SD, SMP, SMA, dan umum. Metode yang digunakan adalah action riset dengan melakukan workshop proses alur layanan wisata, workshop persiapan service blueprint, serta FGD untuk mengidentifikasi alur proses pelayanan pariwisata, dan mengidentifikasi titik-titik rawan kegagalan serta menyusun service blueprint. Pada workshop I, dikaji mengenai alur proses layanan wisata edukasi dan identifikasi titik rawan gagal dalam layanan, dilanjutkan FGD identifikasi. Pada workshop II dikaji tentang penyusunan service blueprint pelayanan wisata edukasi, dilanjutkan FGD penyusunan. Workshop diawali  dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test. Hasil penelitian ini, peserta dapat mengetahui materi yang diberikan dalam workshop. Setelah dilakukan FGD identifikasi, peserta dapat membuat diagram dan menyusun service blueprint. Tersusun 2 skema service blueprint untuk paket wisata edukasi pelajar TK, SD dan paket wisata edukasi pelajar SMP, SMA, Mahasiswa dan umum.Kata kunci: BUMDes; service blueprint; workshop
Faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Febryanti, Risma; Subarno, Anton; Akbarini, Nur Rahmi
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 4 (2024): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i4.78073

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dimana dalam pengambilan sampel awal tidak ditentukan jumlahnya karena lebih mengutamakan kualitas jawaban penelitian. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik snowball sampling. Tenik pengambilan data yaitu dengan wawancara secara langsung pada siswa kelas XI SMK. Teknik uji validitas menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data interaktif model Miles and Huberman, dengan urutan pengumpulan data, reduksi data, penarikan kesimpulan, dan penyajian data. Proses analisis data model Miles and Huberman pada setiap tahapannya dapat terjadi berulang-ulang atau secara interaktif. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu sebagai berikut. Faktor-faktor internal yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yaitu motivasi dan kebutuhan, dengan indikator yang paling berpengaruh adalah motivasi. Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yaitu status ekonomi orang tua, lingkungan sekolah dan lingkungan sosial, dengan indikator yang paling berpengaruh adalah status ekonomi orang tua.Kata kunci: antusiasme; kualitatif; universitasAbstract: This study aims to determine the internal factors and external factors that influence students' interest in continuing their education in tertiary institutions. This research is a qualitative research. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique, where the number of initial samples was not determined because it prioritized the quality of research answers. Determination of the number of samples using snowball sampling technique. The data collection technique is by direct interviews with students of class XI SMK. The validity test technique uses source triangulation techniques. Data analysis in this study used interactive data analysis of the Miles and Huberman model, with the sequence of data collection, data reduction, drawing conclusions, and data presentation. The data analysis process of the Miles and Huberman model at each stage can occur repeatedly or interactively. The results obtained in this study are as follows. The internal factors that influence students' interest in continuing their education in tertiary institutions are motivation and needs, with the most influential indicator being motivation. External factors that influence students' interest in continuing their education at tertiary institutions are the economic status of parents, school environment and social environment, with the most influential indicator being the economic status of parents.Keywords : interest; college; qualitative
Pelaksanaan manajemen perbekalan kantor di dinas tenaga kerja Kota Surakarta Hapsari, Dinar Putri; Murwaningsih, Tri; Akbarini, Nur Rahmi
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 2 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i2.61656

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, hambatan, dan upaya yang dilakukan untuk menghadapi hambatan dalam pengelolaan perlengkapan kantor di Subbagian Tata Usaha, Kepegawaian, dan Organisasi Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian ini bersumber dari sumber primer dan sekunder. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen ditetapkan sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif. Penelitian dilakukan berdasarkan prosedur yang sistematis. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) pelaksanaan manajemen perlengkapan kantor meliputi perencanaan, penganggaran, pengadaan, pencatatan, penyimpanan dan pendistribusian, pemeliharaan, penghapusan, dan pengendalian; (2) kendala-kendala yang dihadapi antara lain terbatasnya ketersediaan anggaran, terbatasnya jumlah sumber daya manusia untuk barang yang tidak tahan lama, kurangnya kompetensi IT pegawai bagian perlengkapan, dan kurangnya tanggung jawab pegawai dalam penggunaan barang; (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala, yaitu menetapkan skala prioritas dalam pengadaan barang persediaan, mengajukan usulan penambahan pegawai persediaan ke BKD Kota Surakarta dan memberdayakan pegawai magang, melakukan pelatihan dan pendampingan IT kepada pegawai persediaan, serta memberikan arahan kepada pegawai dan membuat SOP tentang pengelolaan barang persediaan Kata Kunci: kualitatif; manajemen perlengkapan kantor; studi kasus Abstract: This study aims to know the implementation, obstacles, and efforts made to deal with obstacles in office supply management at Sub Bagian Administrasi, Kepegawaian, and OrganisasiDinas Tenaga Kerja Kota Surakarta. The approach of this research is qualitative, based on the type of case study. The data for this research was sourced from primary and secondary sources. Sampling using purposive and snowball sampling techniques. In-depth interviews, observations, and document studies are established as data collection techniques. This research uses interactive model data analysis. The research is conducted based on a systematic procedure. The results of the study are:(1) the implementation of office supply management includes planning, budgeting, procurement, recording, storage and distribution, maintenance, deletion, and control; (2) constraints including limited budget availability, a limited number of human resources for non-durable goods, lack of IT competence for supply employees, and lack of responsibility for employees in the use of goods; (3) efforts made to overcome obstacles, namely setting a priority scale in the procurement of supply, submitting additional proposals for supply employees to BKD Kota Surakarta and empowering interns, conducting training and IT assistance to supply employees, and providing directions to employees and making SOP on the supply management.Keywords: case study; office supply management; qualitative
Implementasi sistem informasi pembangunan daerah (SIPD) untuk menunjang perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Wonosobo Afifah, Shinta Nur; Subarno, Anton; Akbarini, Nur Rahmi
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 2 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i2.62402

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi, kendala, dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam implementasi SIPD untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di kantor Bappeda dan OPD di Kabupaten Wonosobo. Data penelitian diperoleh dari informan, peristiwa, dan dokumen dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis data model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Implementasi SIPD di Kabupaten Wonosobo meliputi: a) perencanaan SIPD; b) sosialisasi SIPD kepada OPD; c) pengisian data SIPD; dan d) monitoring dan evaluasi terhadap data yang telah dientri dalam SIPD. 2) Hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan SIPD antara lain a) belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP); b) server sering mengalami error; c) indikator yang ada dalam SIPD tidak sesuai dengan kondisi Kabupaten Wonosobo; dan d) jaringan internet yang belum memadai. 3) Upaya yang dilakukan Bappeda untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain: a) memberikan bimbingan teknis kepada OPD; b) melakukan koordinasi dengan Kemendagri untuk perbaikan sistem; c) melakukan koordinasi dengan Diskominfo untuk pembuatan sistem “Wonosobo Satu Data”; dan d) memperkuat jaringan internet di setiap OPD.Kata Kunci: kualitatif deskriptif; sistem informasi; studi kasus; teknologiAbstract: This study aims to determine the implementation, constraints, and efforts made to overcome obstacles in the implementation of SIPD to support regional development planning in Wonosobo Regency. This type of research is descriptive-qualitative with a case-study approach. The research was conducted at the Bappeda and OPD offices in Wonosobo. Research data is obtained from informants, events, and documents with sampling techniques using purposive and snowball sampling. Data collection techniques include observation, interviews, and document analysis. The validity of the data was obtained through a triangulation of techniques and sources. The data analysis technique uses interactive model data analysis. The results of this study indicate that: 1) SIPD implementation in Wonosobo Regency includes:a) SIPD planning; b) SIPD socialization to OPD; c) SIPD data filling; and d) monitoring and evaluation of data entered in SIPD. 2) Obstacles that occur in the implementation of SIPD include a) the absence of a Standard Operating Procedure (SOP); b) the server often has errors; c) the indicators in the SIPD are not in accordance with the conditions of the Wonosobo Regency; and d) the internet network is inadequate. 3) Efforts made by Bappeda to overcome these obstacles include: a) providing technical guidance to OPD; b) coordinating with the Ministry of Home Affairs for system improvement; c) coordinating with Diskominfo for the creation of the "Wonosobo Satu Data" system; and d) strengthening the internet network in each OPD.Keywords: case study; descriptive qualitative; information system; technology
Peran humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora sebagai wadah komunikasi publik di tengah pandemi Covid-19 Septiani, Deva; Ninghardjanti, Patni; Akbarini, Nur Rahmi
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 3 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i3.62592

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) peran bagian humas Palang Merah Indonesia di Kabupaten Blora pada masa Pandemi COVID-19, 2) faktor pendukung dan hambatan, 3) upaya mengatasi hambatan tersebut. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Untuk menguji keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif. Hasil penelitian: 1) peran divisi humas, meliputi: a) komunikator, b) hubungan, c) manajemen cadangan, dan d) citra perusahaan; 2) faktor pendukung, yaitu: a) kerjasama yang baik dengan eksternal publik, b) ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Kendala yaitu: a) kurangnya koordinasi, b) tingkat partisipasi seseorang dalam kegiatan donor darah menurun dan masyarakat belum mematuhi protokol kesehatan, c) kurangnya sumber daya manusia untuk mengelola media komunikasi PMI; 3) upaya mengatasi kendala yaitu: a) koordinasi rutin, b) sosialisasi rutin mengenai pencegahan COVID-19, dan c) rekrutmen pegawai.Kata kunci: kualitatif; pandemi Covid-19; peran humas Abstract: This research aims to investigate: 1) the roles of the public relations division on the Indonesia Red Cross Society in Blora Regency during the COVID-19 Pandemic, 2) supporting and barriers factors, 3) the attempt to address the barriers. The approach of this research is qualitative with the type of case study. The data of this research are sourced from primary data and secondary data. The sampling technique uses purposive sampling. Interviews, observations, and documentation are used as data collection techniques. To test the validity of the data using method triangulation. This research uses interactive model data analysis. Results research: 1) the roles of the public relations division, including: a) communicator, b) relationship, c) backup management, and d) corporate image; 2) supporting factors, namely: a) good cooperation with external public, b) the availability of supporting facilities and infrastructure. Constraints, namely: a) lack of coordination, b) the level of participation of a person in blood donation activities has decreased and the community has not complied with health protocols, c) lack of human resources to manage PMI communication media; 3) efforts to overcome obstacles, namely: a) routine coordination, b) routine socialization regarding the prevention of COVID-19, and c) employee recruitment.Keywords: Covid-19 pandemic; qualitative; role of public relations
Implementasi Budaya Kerja Prodiia Pada Kantor Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri Kurniawati, Layla; Murwaningsih, Tri; Akbarini, Nur Rahmi
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 4 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i4.64503

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan budaya kerja PRODIIA, kendala dan upaya dalam mengatasi kendala terkait budaya kerja PRODIIA di Kantor Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh langsung dari sumber di Kantor Kecamatan Giriwoyo melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah camat di kantor Camat Giriwoyo. Penelitian ini menggunakan dua teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan snowball sampling, dengan menggunakan uji validitas triangulasi sumber dan teknik. Model interaktif kemudian menganalisis data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya kerja PRODIIA di Kantor Kecamatan Giriwoyo meliputi Budaya kerja profesional; budaya kerja yang disiplin; budaya kerja integritas; budaya kerja yang inovatif; dan budaya kerja yang akuntabel. Penerapan budaya kerja PRODIIA di Kantor Kecamatan Giriwoyo melalui pengembangan karir pegawai, bimbingan teknis (Bimtek) dan pendidikan dan pelatihan (Diklat), pengawasan pegawai, dan evaluasi pegawai. Masih terdapat kendala dalam penerapan budaya kerja PRODIIA yaitu adanya pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan tepat waktu, kurangnya sumber daya manusia dan budaya “prekewuh” untuk memberikan teguran kepada pegawai. Solusi yang diberikan oleh Kantor Kecamatan Giriwoyo adalah evaluasi berkala, memaksimalkan sumber daya manusia yang ada serta pembinaan dan pendekatan kepada pegawai.Kata Kunci: budaya kerja; kantor kecamatan; PRODIIAAbstract: This study aims to determine the application of PRODIIA's work culture, obstacles and efforts in dealing with obstacles related to PRODIIA work culture at the Giriwoyo District Office, Wonogiri Regency. This research was conducted using a descriptive method with a qualitative approach. The research data were obtained directly from sources at the Giriwoyo District Office through interviews, observation, and documentation. The key informant in this research is the sub-district head at the Giriwoyo sub-district office. This study uses two sampling techniques, purposive sampling and snowball sampling, using the validity test of source and technique triangulation. An interactive model then analyzes the collected data. The study results show that applying PRODIIA work culture at the Giriwoyo District Office includes professional work Culture; disciplined work culture; integrity work culture; innovative work culture; and accountable work culture. Implementing the PRODIIA work culture at the Giriwoyo District Office through employee career development, technical guidance (Bimtek) and education and training (Diklat), employee supervision, and employee evaluation. There are still obstacles in implementing the PRODIIA work culture, namely the existence of work that cannot be completed on time, lack of human resources and a “prekewuh” culture to give reprimands to employees. The solutions provided by the Giriwoyo Subdistrict Office are periodic evaluation, maximizing existing human resources and coaching and approach to employees.Keywords: district office; PRODIIA; work culture 
Penerapan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran kepegawaian Gloria, Tyasnita -; Ninghardjanti, Patni; Akbarini, Nur Rahmi
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 1 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i1.75578

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) di SMK Negeri 1 Sukoharjo yang di latar belakangi kurang aktifnya siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas XII OTKP 2 pada tahun pelajaran 2022/2023. Pelaksanaan PTK dilakukan dengan dua siklus, dengan 3 kali pertemuan pada masing-masing siklus. Setiap siklus dilaksanakan dengan empat tahapan kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data yang dikumpulkan dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian yaitu lembar instrumen keaktifan siswa. Hasil penelitian pra tindakan menunjukkan bahwa hasil rata-rata keaktifan sebesar 43,8%. Pada siklus I, keaktifan memperoleh persentase sebesar 58,4% dan kemudian peningkatan terjadi secara signifikan pada siklus II dengan keaktifan sebesar 82%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran OTK Kepegawaian kelas XII OTKP 2.Kata kunci: pembelajaran aktif; penelitian tindakan kelas; sumber daya manusiaAbstract: This study aims to determine the increase in student activity by applying the type of cooperative learning model Student Teams Achievement Division (STAD) at SMK Negeri 1 Sukoharjo, which is motivated by the lack of active students in learning activities. This is classroom action research conducted in class XII Office Governance Automation 2 in the 2022/2023 academic year. Classroom Action Research was implemented in two cycles, with 3 meetings in each cycle. Each cycle is carried out with four activity stages: planning, action, observation, and reflection. The data was collected by observing, interviewing, and documenting, while the tools used to collect research data were student activity sheet instruments. The results of the pre-action research showed that the average result of activity was 43.8% d. In cycle I, activeness obtained a percentage of 58.4%. Then, the increase occurred significantly in cycle II with an activeness of 82%. Thus, it can be concluded that using the STAD-type cooperative learning model can increase student activity in Class XII Personnel Management Automation Office Governance Automation 2.Keywords: staffing; active learning; classroom action research