Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

FAKTOR KETERPAPARAN BENZENA PADA MEKANIK DI BENGKEL SEPEDA MOTOR Indrayani, Reny; Pujiati, Rahayu Sri; Rusdianto, Agastya Aldi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v15i1.14417

Abstract

The effects of benzene exposure on living things, especially animals and humans, have been studied almost throughout this century. Short exposure and long-term exposure to benzene can cause health problems until cancer occurs. One type of work that is at risk for indoor benzene exposure is the mechanic of a motorbike repair shop. This study aims to examine benzene exposure factors (source of exposure, air concentration, exposure, duration of exposure, and frequency of exposure) in AHASS mechanics in Sumbersari and Patrang Subdistricts, Jember Regency, and compare these exposure factors with threshold values (NAB) that applies. This research is a quantitative preliminary research, carried out from April to October 2017 in 5 AHASS motorcycle workshops spread in Sumbersari and Patrang Districts, Jember Regency. The sample of this study amounted to 30 people. Based on the results of the study it was found that benzene in the air 5 AHASS workshops spread in Sumbersari and Patrang Subdistricts, the main source came from the evaporation of fuel placed in open containers and through the combustion of the customer's motorcycle engine. The greatest concentration of benzene is in Workshop V which is equal to 21.887 mg / m3. Benzene can enter the mechanical body through inhalation and absorb it through the skin. The longest exposure time occurred in mechanics in Workshop W, while the longest duration of exposure was experienced by mechanics / 28th respondents. The frequency of benzene exposure is most often experienced by mechanics working at Y Workshop, which is 341 days a year. Benzene concentrations in air Workshop V, W, X, and Z exceed NAB, while benzene concentrations in air Y Workshop do not exceed or below NAB. To avoid the risk of benzene exposure to mechanics, the manager of Workshop V, W, X and Z is expected to make efforts to minimize benzene exposure through efforts to reduce benzene concentration in the air as well as efforts to reduce time, duration and frequency of exposure. In addition, further research is needed to determine the risk of benzene exposure to mechanics in AHASS Workshop and to determine the amount of reduction in concentration, time, duration, and frequency of exposure to minimize mechanical health risks due to exposure to benzene in the workplace.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GREEN TOBACCO SICKNESS PADA PEKERJA ANAK DI PERKEBUNAN TEMBAKAU Kartika, Nabila Zandra; Ririanty, Mury; Indrayani, Reny
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i1.26818

Abstract

Kandungan nikotin daun tembakau basah yang terserap permukaan kulit anak dapat menimbulkan penyakit Green Tobacco Sickness (GTS). Secara simultan penyakit GTS dipengaruhi oleh faktor perilaku, lingkungan, dan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengkaji faktor yang mempengaruhi kejadian GTS pada pekerja anak di perkebunan tembakau. Penelitian ini menggunakan metode narrative literature review. Narrative literature review berfokus pada pembuktian kerangka pemikiran yang berhubungan dengan rumusan masalah penelitian. Pencarian referensi penelitian menggunakan 3 database yaitu Google Scholar, Science Direct, dan ResearchGate. Artikel terpilih yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 13 artikel dengan menggunakan 5 kata kunci dalam pencarian referensi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian GTS pada pekerja anak adalah kepatuhan penggunaan alat pelindung diri, lama paparan pekerja anak dengan daun tembakau, pengetahuan dan persepsi orang tua terhadap penyakit GTS pada anak, serta sosialisasi mengenai penyakit GTS oleh industri tembakau, kepala kelompok tani ataupun tenaga kesehatan setempat.
EVALUASI SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN SARANA PENYELAMATAN JIWA PADA HOTEL X DI KABUPATEN JEMBER Savitri, Regina Nanda; Indrayani, Reny; Akbar, Kurnia Ardiansyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i1.22921

Abstract

Hotel termasuk dalam gedung bertingkat yang berpotensi mengalami kebakaran karena material yang ada dalam bangunan rawan terhadap penjalaran api. Karakteristik penghuni hotel juga sangat beragam karena berasal dari berbagai kalangan usia, kondisi fisik, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan tentang kebakaran yang berbeda. Sistem pendeteksian merupakan komponen awal yang penting untuk pengamanan bahaya kebakaran. Prioritas selanjutnya adalah menyelamatkan penghuni dari asap kebakaran, karena sebagian besar penyebab kematian adalah asap kebakaran. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan sistem proteksi aktif kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa sebagai upaya pencegahan dari bahaya kebakaran. Penelitian ini merupakan evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Unit analisis penelitian ini meliputi detektor, alarm, sprinkler, APAR, hidran, sarana jalan keluar, pintu dan tangga darurat, tempat berhimpun, dan lampu darurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penerapan sistem proteksi aktif kebakaran adalah 65,67% dengan kategori cukup dan persentase penerapan untuk sarana penyelamatan jiwa adalah 75,50% dengan kategori cukup. Hasil penilaian penerapan ini diperoleh dengan membandingkan kondisi aktual lapangan dengan ketentuan dari standar yang berlaku. Pihak hotel diharapkan mampu memperbaiki komponen yang rusak dan melakukan pemeliharaan pada komponen yang masih dalam kondisi baik agar tidak mengalami kerusakan dan dapat diandalkan.
FAKTOR INDIVIDU DAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PRAMUNIAGA Isnaini, Army Budi Rahmadana; Indrayani, Reny; Syamila, Ana Islamiyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 19 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v19i1.31073

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah rasa nyeri pada tulang punggung bawah (tulang punggung lumbar L1–L5) dan merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dirasakan oleh pekerja. Pramuniaga merupakan salah satu pekerjaan yang berisiko memunculkan timbulnya nyeri punggung bawah. Pramuniaga berisiko untuk terpapar faktor risiko penyebab nyeri punggung bawah seperti faktor individu dan faktor pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara keluhan nyeri punggung bawah dengan faktor individu dan sikap kerja pada pramuniaga department store Golden Market Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan studi cross sectional. Analisis data menggunakan uji statistik rank spearman dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara masa kerja (p=0,003<0,05; arah positif), kebiasaan olahraga (p=0,035<0,05; arah positif), dan sikap kerja (p=0,041<0,05; arah positif) dengan keluhan nyeri punggung bawah sedangkan usia (p=0,067>0,05; arah positif) dan indeks massa tubuh (p=0,684>0,05; arah positif) tidak memiliki hubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah. Perlu adanya perbaikan stasiun kerja yang ergonomis agar sikap kerja pramuniaga lebih baik. Pramuniaga perlu menerapkan posisi kerja yang ergonomis dan melakukan relaksasi disela bekerja.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RSD dr.SOEBANDI KABUPATEN JEMBER Hartanti, Ragil Ismi; Indrayani, Reny; Asyidik, Mukhamad Fajar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 19 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v19i1.34045

Abstract

Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19 karena harus kontak langsung dengan pasien. Meskipun demikian kinerja seorang perawat harus tetap dijaga dengan baik untuk mempertahankan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dimasa pandemi Covid-19 yang terdiri dari karakteristik individu, faktor organisasi, dan faktor psikososial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 173 perawat RSD dr.Soebandi Jember sedangkan sampel yang diambil yaitu 120 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan paling banyak perawat berada pada kelompok usia dewasa awal, sebagian besar berjenis kelamin perempuan, sebagian besar lulusan DIII keperawatan/sederajat, dan sebagian besar memiliki masa kerja > 3 tahun. Sebagian besar perawat bekerja di ruang rawat inap nonisolasi Covid-19. Kondisi psikososial perawat paling banyak memiliki stres kerja rendah, mayoritas memiliki motivasi kerja tinggi dan sebagian besar memiliki dukungan sosial yang tinggi serta mayoritas memiliki kinerja yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa secara keseluruhan tidak terdapat hubungan antara karakteristik individu yaitu usia (p=0,949), jenis kelamin (p=1,000), tingkat pendidikan (p=1,000), dan masa kerja (p=1,000) serta variabel bagian kerja (p=0,551) dengan kinerja perawat. Faktor psikososial stres kerja tidak berhubungan dengan kinerja (p=0,104) sedangkan motivasi kerja (p=0,001) dan dukungan sosial (p=0,002) memiliki hubungan dengan kinerja perawat, mayoritas perawat memiliki kinerja yang baik. Pihak RSD dr.Soebandi diharapkan meningkatkan pelaksanaan program penanggulangan bahaya psikologis yang sudah ada di rumah sakit.
Beban Kerja Mental dan Pendapatan dengan Kebahagiaan di Tempat Kerja Pada Dosen di Universitas Jember Mahani, Dwi Sterida; Ma'rufi, Isa; Indrayani, Reny
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v16i1.16002

Abstract

Kebahagiaan di tempat kerja adalah pola pikir seseorang untuk memaksimalkan potensi diri dan kinerja. Dosen yang mempunyai kebahagiaan di tempat kerja akan memiliki keterikatan yang tinggi dengan pekerjaannya, semangat, antusias, tekun dan berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis beban kerja mental dan pendapatan dengan kebahagiaan di tempat kerja pada Dosen di Universitas Jember. Jenis penelitian ini yaitu analitik observasional dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu Dosen di Universitas Jember yang berstatus aktif dengan jumlah 939 dosen sedangkan sampel yang diambil yaitu 90 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak responden berjenis kelamin perempuan, berada pada kategori dewasa awal yaitu pada usia 20-40 tahun, paling banyak memiliki masa kerja lama >10 tahun, mayoritas mempunyai golongan III, paling banyak menjabat sebagai lektor, sebagian besar beban kerja mental berada pada kategori sedang dan pendapatan yang diperoleh dosen berada pada rentang Rp 5.000.000,- s/d Rp 10.000.000,-. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja mental dengan kebahagiaan di tempat kerja. Pihak Universitas Jember diharapkan dapat meningkatkan tata kelola lembaga yang lebih baik serta diharapkan dosen dapat menerapkan manajemen yang lebih baik lagi.
KAJIAN RISIKO KESEHATAN KESELAMATAN KERJA PENYEMPROTAN DISINFEKTAN PADA PETUGAS PEMAKAMAN COVID-19 Henary, Pratmasita Rahma; Indrayani, Reny
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i3.26817

Abstract

Penyemprotan disinfektan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. Penyemprotan disinfektan mengandung cairan bersifat destruktif sehingga menimbulkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan. WHO tidak menyarankan penyemprotan disinfektan dilakukan ke tubuh manusia karena dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kesehatan dan keselamatan kerja penyemprotan disinfektan pada petugas pemakaman Covid-19 di BPBD Kabupaten Lumajang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain observasional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan lembar Job Safety Analysisis. Penelitian dilakukan pada anggota Tim Reaksi Cepat sebanyak 21 orang yang menjadi petugas pemakaman Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian petugas pemakaman Covid-19 pernah merasakan keluhan iritasi kulit seperti gatal-gatal, terasa terbakar, dan kulit pecah-pecah. Tingkat risiko penyemprotan disinfektan dibedakan berdasarkan tahapan kegiatannya yaitu saat pembuatan disinfektan dan saat penyemprotan disinfektan. Potensi risiko yang terjadi saat pembuatan disinfektan meliputi iritasi kulit, kulit pecah-pecah, terasa terbakar, dan iritasi mata yang tergolong dalam tingkat risiko acceptable serta gangguan pernapasan, sesak napas, dan sakit tenggorokan yang tergolong tingkat risiko priority 3. Saat penyemprotan disinfektan, terdapat tingkatan risiko yang terjadi mulai dari risiko yang acceptable hingga priority 1. Potensi risiko pada kategori acceptable meliputi terpeleset, tersandung, dan terjatuh yang dapat terjadi karena kurangnya konsentrasi ketika bekerja di malam hari. Sementara potensi risiko pada kategori priority 1 meliputi iritasi kulit, gatal-gatal, kulit pecah-pecah, terasa terbakar, dan kulit kemerahan. Saran yang dapat diberikan adalah dengan menggunakan APD saat pembuatan disinfektan seperti handscoon, masker, face shield serta menggunakan coverall yang tahan terhadap cairan. Kata Kunci: kesehatan keselamatan kerja, penyemprotan disinfektan, petugas pemakaman Covid-19
Gambaran Sarana Proteksi Aktif Kebakaran Dan Kepatuhan Konsumen Pada Tanda Dan Rambu Peringatan Di SPBU Sebagai Upaya Pencegahan Kebakaran Lestari, Ayu Mega; Indrayani, Reny; Akbar, Kurnia Ardiansyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v15i2.17546

Abstract

One of the workplaces that often occurs in fires is a Petrol Station. As an effort to prevent fire with the availability of fire protection facilities available at gas stations. The purpose of this study is to describe the means of active fire protection and consumer compliance with warning signs and signs contained by gas stations as an effort to prevent fires in the Petrol Station Regency of Bondowoso. This research uses a descriptive quantitative research that illustrates the level of compliance with SPBU Safety Man Module regulations, SPBU Standard Operating Procedures and Management, K3LL Guidelines, Public Works Minister Regulation No: 26/PRT/M /2008 and SNI based on actual conditions. The sample in this study were 7 Petrol Station in Bondowoso Regency and 100 individuals related to consumer compliance. Data collection was carried out by interview, observation and documentation study. The average result of the suitability level of active protection facilities is 24.6% with the APAR criteria where the suitability level reaches 61.9% and the absorbance of sand reaches 85.71%. For fire detectors, fire alarms, fire hydrants and hose reels have not been implemented. While the level of consumer compliance is 95.83%. The results showed that active fire protection facilities at gas stations were not in accordance with laws and regulations, while consumer compliance was in the good category.
Hubungan Paparan Kebisingan dengan Keluhan Subyektif Non-Auditory pada Pekerja Konstruksi PT. X Kabupaten Gresik Indrayani, Reny; Hartanti, Ragil Ismi; Sujoso, Anita Dewi Prahastuti; Wahyuningtias, Nabila Handayani; Fakhruddin, Ilham Kemal; Henary, Pratmasita Rahma; Pratiwi, Dwi Estu; Hasna, Amirah Jihan Lutciyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v16i2.18430

Abstract

Kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari proses produksi dan atau alat kerja yang pada tingkatan dan waktu tertentu mampu menimbulkan gangguan pendengaran dan keluhan non-auditory berupa gangguan komunikasi, gangguan fisiologis, dan gangguan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik responden dan faktor paparan kebisingan dengan keluhan non-auditory. Penelitian ini berjenis analitik dengan desain cross sectional. Variabel bebas penelitian ini adalah karakteristik responden (usia, jenis kelamin, masa kerja, riwayat penyakit, penggunaan Alat Pelindung Telinga) dan faktor paparan kebisingan (lama paparan kebisingan dan persepsi tentang paparan kebisingan), sedangkan variabel terikatnya adalah keluhan non-auditory. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan angket online. Populasi sebanyak 50 orang dan sampel sebanyak 30 responden merupakan pekerja konstruksi di PT. X yang memberikan jasa ke bagian Smelter dan Refinery PT.Y. Sampel dipilih dengan simple random sampling dan data dianalisis dengan uji chi square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel usia (p-value=0,301), jenis kelamin (p-value= 0,909), riwayat penyakit (p-value= 0,909), masa kerja (p-value= 0,305), lama paparan (p-value= 0,198), penggunaan Alat pelindung Telinga/APT (p-value= 0,233), dan lama paparan (p-value= 0,198) dengan keluhan non-auditory yang dialami pekerja. Satu-satunya variabel yang terdapat hubungan dengan keluhan non-auditory adalah persepsi tentang paparan kebisingan (p-value= 0,021). Kesimpulan dari penelitian ini adalah, dari seluruh variabel bebas (usia, jenis kelamin, masa kerja, riwayat penyakit, penggunaan Alat Pelindung Telinga, lama paparan kebisingan dan persepsi tentang paparan kebisingan) hanya persepsi tentang paparan kebisingan yang berhubungan secara signifikan dengan keluhan non-auditory. Saran untuk PT. X adalah untuk melakukan pengukuran kebisingan secara berkala di seluruh area kerja, melakukan evaluasi terhadap penggunaan APT, dan melaksanakan program manajemen kebisingan.
PENGARUH PAPARAN DAUN TEMBAKAU TERHADAP PENURUNAN NAFSU MAKAN DAN STATUS GIZI ANAK – ANAK PETANI TEMBAKAU Aryatika, Karera; Indrayani, Reny
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2023): J-KESMAS Volume 9 Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v9i1.3975

Abstract

Anak – anak petani tembakau yang membantu orang tuanya di ladang tembakau selama 3-4 jam sepulang sekolah memiliki risiko yang tinggi untuk kehilangan nafsu makan sehingga berpengaruh terhadap status gizi mereka. Penelitian bersifat cross sectional study dilakukan pada 31 anak – anak petani tembakau di area perkebunan tembakau, Puger Jember, September 2021. Nafsu makan diukur menggunakan kuesioner Children Eating Behavioral Questionnaire. Status gizi diukur menggunakan CDC WHO chart. Tinggi badan diukur menggunakan microtoise sedangkan berat badan diukur dengan timbangan injak digital. Sosial ekonomi anak – anak petani diukur menggunakan kuesioner oleh enumerator yang sudah ditraining dengan baik. Olah data dengan SPSS 20.0 dan data dikategorikan dengan chi-square. Sebanyak 40.7% anak – anak mengalami penurunan nafsu makan. Rata – rata berat badan dan tinggi badan mereka adalah 26.7 kg dan 130 cm. Status gizinya meliputi 37% anak- anak terkategorikan kurus, 55.6% normal dan 7.4% kelebihan berat badan. Terdapat hubungan yang signifikan antara penurunan nafsu makan dengan status gizi pada anak – anak (p value < 0.05). Terdapat 40% anak – anak memiliki status gizi kurus serta nafsu makan menurun. Hal ini dapat disimpulkan apabila nikotin yang terkandung dalam daun tembakau dapat menyebabkan penurunan nafsu makan pada anak- anak petani tembakau.