Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Mutu Organoleptik Chips Porang Salfiana, Salfiana; Nurwidah, Andi; Muhanniah, Muhanniah; Inayah, Astrina Nur; Syahril, Muh; Basri, Fitra; Thamrin, Rinal; YS, Al Adzim; Syasurya, Yaqub; Erwinsyah, Erwinsyah
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 9 No 02 (2025): Journal Of Agritech Science -November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v9i02.1486

Abstract

Pengeringan merupakan proses penting dalam pembuatan chips porang yang dapat memengaruhi kualitas sensori produk. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu pengeringan terhadap mutu organoleptik chips porang, termasuk warna, aroma, tekstur, dan kualitas keseluruhan produk (Over all). Penelitian ini menguji beberapa suhu pengeringan, yakni 180-199°C, 200-219°C, 220-239°C, dan 240-269°C, untuk mengevaluasi perubahan mutu organoleptik pada chips porang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan yang lebih rendah, antara 180-199°C, cenderung menghasilkan chips porang dengan kualitas warna yang lebih cerah, aroma yang lebih kuat, namun belum optimal. Sebaliknya, suhu yang lebih tinggi, di atas 220°C, menyebabkan penurunan kualitas yang signifikan, dengan warna yang lebih gelap, aroma yang lebih lemah, dan tekstur yang keras atau rapuh. Oleh karena itu, untuk mencapai chips porang dengan kualitas organoleptik optimal, pengaturan suhu pengeringan 200-219°C yang tepat sangat penting untuk mempertahankan karakteristik produk yang diinginkan.
Karakteristik Organoleptik Roti Tawar Dengan Substitusi Tepung Sorghum (Sorgum Bicolor L. Moench): Organoleptic Characteristics of White Bread with Sorghum Flour Substitution (Sorghum bicolor L. Moench) Khabisa, Andi Ahmad Fajri; Rukmelia, Rukmelia; Muhanniah, Muhanniah
Jurnal : Agricultural Review Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/j50rdn58

Abstract

Substitusi tepung sorgum pada roti tawar merupakan salah satu upaya diversifikasi pangan berbasis bahan lokal, namun dapat memengaruhi mutu sensori produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung sorgum terhadap tingkat kesukaan panelis pada atribut warna, rasa, aroma, dan tekstur roti tawar. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf perlakuan, yaitu substitusi tepung sorgum 0% (kontrol), 5%, 10%, dan 15%. Uji organoleptik dilakukan dengan metode hedonik menggunakan skala penilaian mengacu pada Soekarto (2002) dan melibatkan 25 panelis tidak terlatih. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung sorgum hingga 10% masih menghasilkan tingkat kesukaan panelis pada kategori netral dan dapat diterima pada seluruh atribut sensori, sedangkan substitusi 15% menyebabkan penurunan tingkat kesukaan, terutama pada atribut rasa, aroma, dan tekstur. Dapat disimpulkan bahwa substitusi tepung sorgum pada roti tawar tanpa penambahan aditif masih layak diterapkan hingga tingkat 10% tanpa menurunkan penerimaan konsumen secara signifikan.