Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PEMBELAJARAN BERDIFERENISIASI DALAM PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) PADA KURIKULUM MERDEKA KELAS I SD NEGERI 2 JLADRI Usaita, Azkas Syifa; Arisyanto, Prasena; Rahmawati, Intan
Indonesian Journal of Elementary School Vol 4, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v4i1.18192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui proses pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) kelas I Kurikulum merdeka di SD Negeri 2 Jladri, 2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di kelas I SD Negeri 2 Jladri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Jladri pada bulan Oktober 2023. Subjek penelitian ini adalah Guru Kelas I dan Siswa Kelas I. Teknik dalam pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan data berupa data deskriptif seperti tulisan, perkataan, dan perilaku yang diamati. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) proses pembelajaran berdiferresnisasi pada mata pelajaran PPKn berjalan dengan lancar dan baik guru dan siswa dalam pembelajaran menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk mencapai tujuan pembelajaran PPKn, 2) faktor pendukung dan penghambat pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran PPKn yaitu minat belajar dan cara belajar siswa menjadi salah satu factor pendukung, selanjutnya faktor yang menghambat adalah materi, sarana, dan prasarana yang masih kurang memadai.Pembelajaran berdiferensiasi, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan(PPKn)
Pengembangan Media Pembelajaran Tembang Macapat Berbasis Android Bagi Mahasiswa PGSD UPGRIS Arisyanto, Prasena; Prasetyo, Singgih Adhi; Untari, Mei Fita Asri; Sundari, Riris Setyo
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.945

Abstract

Pandemi covid-19 telah memberikan pengaruh pada bidang pendidikan. Proses belajar mengajar harus dilakukan secara online dengan segala keterbatasannya. Namun pandemi bukan menjadi alasan untuk melakukan pembelajaran secara seadanya. Perlu usaha yang lebih dalam memaksimalkan proses pembelajaran. Salah satunya adalah pengembangan media pembelajaran tembang macapat yang berbasis android. Pengembangan media pembelajaran tembang macapat bertujuan untuk memperlancar proses pembelajaran, mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, pewarisan budaya, dan pendidikan karakter. Pada penelitian ini dikembangkan draf awal media pembelajaran macapat yang diberi nama “menang maca”. Pengembangan media ini didasari oleh munculnya kendala dalam proses perkuliahan pendidikan seni musik secara online. Pandemi covid-19 telah membuat peneliti belajar banyak hal baru dan berusaha lebih kreatif. Secara tidak langsung pandemi covid-19 juga telah memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.
Pengembangan Media Pembelajaran SIPEKA Berbasis Articulate Storyline 3 Untuk Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar Nuraini, Fatika; Arisyanto, Prasena; Widyaningrum, Ari
JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Vol 8, No 2 (2024): MEI (JIKAP PGSD)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jkp.v8i2.61035

Abstract

The aim of the research is to develop learning media for grade 3 mathematical fraction educational games (SIPEKA) based on articulate storyline 3. The method in this research is Research and Development (R&D), the ADDIE development model, namely: Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluations. Qualitative and quantitative descriptive data analysis techniques. This media has been tested by several experts, namely media experts, material experts, students and grade 3 teachers as media users. Data collection was carried out by interviews, questionnaires and observations. The results of media validation by media experts received a percentage of 96.25% with very decent qualifications, material experts in this media obtained very decent qualifications with a percentage of 91.25%. Apart from validation by experts, SIPEKA Media has been implemented for teachers and students in grade 3 of SD N Bugangan 01. From the results, teacher responses received a percentage of 98.95% and student responses were 99.60%. The results of this research indicate that the development of educational learning media for mathematics fractions is suitable for use by teachers and students in grade 3 elementary schools.
Pengembangan Media Budel (Buku Berjendela) pada Tema Keluargaku Amanda, Niken; Reffiane, Fine; Arisyanto, Prasena
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2019): Juli
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v3i2.17384

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah penggunaan media pembelajaran yang masih rendah. Media budel (buku berjendela) dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan dan kepraktisan media budel (buku berjendela) yang digunakan untuk siswa kelas I sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Pengembangan media budel (buku berjendel) tema keluargaku terdiri dari enam tahapan yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk. Penelitian ini dilaksanakan pada 3 kelas di SD Negeri Peterongan yaitu kelas IA, IB dan IC. Hasil uji kevalidan diperoleh dari penilaian ahli media sebesar 91,34%  (sangat baik) dan penilaian ahli materi sebesar 92,50% (sangat baik). Sedangkan hasil uji kepraktisan diperoleh dari penilaian respon guru sebesar 90,67% (sangat baik) dan penilaian respon siswa sebesar 92,82% (sangat baik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menyukai penggunaan media budel (buku berjendela) untuk mempermudah memahami materi dan dapat digunakan guru sebagai media alternatif mengajar. Kesimpulannya bahwa media budel (buku berjendela) yang dikembangkan oleh peneliti dengan gambar menarik dengan tambahan perekat pada tema keluargaku, valid dan praktis digunakan untuk siswa kelas I sekolah dasar.
Pengembangan Media Audio Visual untuk Mendukung Pembelajaran Tematik Tema 7 Subtema 2 Karisma, Rista; Mudzanatun, Mudzanatun; Arisyanto, Prasena
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2019): Oktober
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v3i3.19255

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendukung pembelajaran tematik tema 7 Indahnya Keragaman di Negeriku subtema 2 Indahnya Keragaman Budaya di Negeriku pembelajaran kedua. Subjek penelitian ini terdiri dari kelas IV SD Negeri Muktiharjo Kidul 01 Semarang sebagai kelas uji coba produk dengan jumlah responden 36 siswa. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian Research and Development (R&D). Langkah-langkah untuk mengembangkan media interaktif berbasis Macromedia Flash  menggunakan prosedur pengembangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Kevalidan media diperoleh dari hasil validasi ahli yang terdiri dari dua ahli media dan dua ahli materi. Hasil yang diperoleh dari ahli media I 97,5% dan ahli media II 93,75%  .Hasil yang diperoleh ahli materi I 96,25% dan ahli materi II 97,5% dengan kriteria “Sangat Layak Digunakan”. Kepraktisan media diperoleh melalui angket tanggapan siswa dan guru kelas IV SDN Muktiharjo Kidul 01 Semarang terhadap media interaktif berbasis Macromedia Flash. Hasil angket tanggapan siswa kelas IV SDN Muktiharjo Kidul 01 Semarang 98,61%. Hasil angket tanggapan guru kelas IV SDN Muktiharjo Kidul 01 Semarang 92,5% dengan kriteria “Sangat Layak Digunakan”. Kesimpulan bahwa media interaktif berbasis Macromedia Flash valid dan praktis digunakan pada tema 7 Indahnya Keragaman di Negeriku subtema 2 Indahnya Keragaman Budaya di Negeriku pembelajaran 2 kelas IV Sekolah Dasar.
Pemetaan permasalahan guru dalam melaksanakan asesmen diagnostik di sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era kurikulum merdeka Yusyfia, Saufa; Purnamasari, Iin; Arisyanto, Prasena
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 11, No 1 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202525558

Abstract

Sebelum merancang dan merencanakan pembelajaran, guru perlu melaksanakan asesmen diagnostik pada peserta didik yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal dan karakteristik peserta didik. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat kesenjangan antara kebijakan asesemen diagnostik yang ditetapkan oleh pemerintah dan praktik di lapangan, khususnya di Kelompok Kerja Guru (KKG) Dewi Sartika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan asesmen diagnostik di KKG Dewi Sartika secara sistematis dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi guru dalam melaksanakan asesmen diagnostik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi, kemudian  memverifikasi data dengan triangulasi teknik dan member check, sehingga data yang dihasilkan akan lebih akurat. Hasil dari penelitian menunjukan guru di KKG Dewi Sartika telah melaksanakan asesmen diagnostik dengan menggunakan metode yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik untuk mengetahui kemampuan dan karakteristik peserta didik namun tidak semua secara sistematis. Selama pelaksanaan guru mengalami permasalahan, seperti: 1) keterbatasan pemahaman secara mendalam mengenai asesmen diagnostik, di antaranya: a) 25% guru memiliki pengetahuan terbatas mengenai metode yang tepat untuk digunakan dalam melaksanakan asesmen, b) 8.33% guru merasa kesulitan dalam menyesuaikan soal yang sesuai dengan peserta didik kategori Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), c) 45.83% guru belum sepenuhnya memahami cara menganalisis dan menindaklanjuti hasil asesmen diagnostik untuk merancang pembelajaran yang sesuai; dan 2) 70.83% guru mengalami keterbatasan waktu dalam pelaksanaan asesmen diagnostik. Permasalahan ini menyebabkan hasil asesmen diagnostik tidak akurat dan berdampak pada perencanaan pembelajaran. Masalah yang muncul disebabkan kurangnya sosialisasi dan pelatihan, sehingga peningkatan kompetensi guru sangat diperlukan.
PERAN GURU DALAM MEMBANGUN KARAKTER SISWA KELAS V MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Triatmaja, Afif Fahmi; Artharina, Filia Prima; Arisyanto, Prasena
Literasi Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v5i1.22354

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Daleman yang terletak di kawasan pantura Semarang-Demak dimana kawasan pantura terkenal dengan lingkungan yang keras dan mayoritas orang tua siswa yang bekerja sebagai buruh pabrik dengan waktu kerja pagi hingga malam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode pembelajaran serta peran guru dalam membangun karakkter siswa kelas V melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi dalam penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menemukan hasil bahwa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila guru menggunakan metode ceramah, diskusim tanya jawabm dan simulasi yang digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa. Guru juga berperan sebagai manajer kelas, superviisor, ispirator, motivator, konselor, eksplorator, dan sebagai orang tua pengganti di sekolah dimana hal tersbeut untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, memberikan dukungan, menginspirasi, memmotivasi, serta membantu memahami konsep abstrak serta memberikan perhatian empati kepada siswa. Saran yang dapat disampaikan, diharapkan guru dapat meningkatkan serta mengambangkan kompetensinya dalam menggunakan metode pembelajaran yang inovatif dan partisipatif, serta memperkuat perannya sebagai teladan dan motivator bagi siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) BERBANTUAN MAKET RANTAI MAKANAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN 1 NGADIWARNO Putri, Ersalwa Herviana; Subekti, Ervina Eka; Arisyanto, Prasena
Indonesian Journal of Elementary School Vol 5, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v5i1.21508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media maket rantai makanan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Ngadiwarno. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Setting penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal dengan sampel penelitian siswa kelas V yang terdiri dari 13 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa One-Group Pre-test Post-test Design dan menggunakan metode observasi, wawancara, dan angket. Berdasarkan hasil penelitian pada siswa kelas V SDN 1 Ngadiwarno dengan penerapan model Project Based Learning (PjBL) terdapat pengaruh yang signifikan, karena nilai yang diperoleh siswa di Uji Paired Sample t-test dan hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05. Hasil perhitungan nilai rata-rata pada pretest adalah 48,92% dan hasil nilai rata-rata posttest adalah 88,69%. Sehingga hasil dari penerapan pembelajaran model Project Based Learning (PjBL) menghasilkan peningkatan hasil belajar sebesar 39,77%. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga dalam penelitian ini dinyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar pada sebelum dan sesudah pembelajaran, dan disimpulkan pembelajaran dengan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan maket rantai makanan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Ngadiwarno.Kata Kunci: Model Project Based Learning (PjBL), Media Maket dan Hasil Belajar.
IMPLEMETASI PENDIDIKAN ANTI BULLYING MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN PERILAKU RELIGIUS DI SDN SUKOHARJO, PABELAN, KABUPATEN SEMARANG Ardiansyah, Rama; Arisyanto, Prasena; Untari, Mei Fita Asri
Jurnal Cerdas Mendidik Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jcm.v4i1.22816

Abstract

Bullying merupakan sebuah permasalahan yang sering terjadi di sekolah meskipun telah diterapkan berbagai kebijakan dan program anti-bullying, masifnya penurunan moral dan etika di tingkat sekolah dasar menjadi permasalahan yang harus segera diatasi guna menanggulangi permasalahan tersebut, SDN Sukoharjo Pabelan, kabupaten Semarang menerapkan pembiasaan kegiatan keagamaan dalam rangka membentuk karakter religius dengan harapan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi Pendidikan anti bullying melalui program program pembiasaan perilaku religius di SDN Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara, angket serta dokumentasi. Analisis data mengikuti model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yang mencakup tiga tahapan utama reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian yaitu SDN Sukoharjo telah melaksanakan kegiatan (1) pembiasaan membaca asmaul husna dan surah pendek Al-Quran, (2) melaksanakan salat dzuhur berjamaah dan salat duha tepat waktu, (3) pelaksanaan 5S, (4) khotibah dan ceramah, (5) peduli sosial, (6) peringatan hari besar keagamaan, (7) pengaitan materi dengan nilai religius dan perilaku bullying dengan harapan siswa dapat membiasakan perilaku baik, menjadikan siswa memiliki pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan menunjukkan sikap toleransi, empati, dan saling menghargai, dapat mencegah terjadinya bullying di lingkungan SDN Sukoharjo.
Pemetaan permasalahan guru dalam melaksanakan asesmen diagnostik di sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era kurikulum merdeka Yusyfia, Saufa; Purnamasari, Iin; Arisyanto, Prasena
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202525558

Abstract

Sebelum merancang dan merencanakan pembelajaran, guru perlu melaksanakan asesmen diagnostik pada peserta didik yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal dan karakteristik peserta didik. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat kesenjangan antara kebijakan asesemen diagnostik yang ditetapkan oleh pemerintah dan praktik di lapangan, khususnya di Kelompok Kerja Guru (KKG) Dewi Sartika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan asesmen diagnostik di KKG Dewi Sartika secara sistematis dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi guru dalam melaksanakan asesmen diagnostik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi, kemudian  memverifikasi data dengan triangulasi teknik dan member check, sehingga data yang dihasilkan akan lebih akurat. Hasil dari penelitian menunjukan guru di KKG Dewi Sartika telah melaksanakan asesmen diagnostik dengan menggunakan metode yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik untuk mengetahui kemampuan dan karakteristik peserta didik namun tidak semua secara sistematis. Selama pelaksanaan guru mengalami permasalahan, seperti: 1) keterbatasan pemahaman secara mendalam mengenai asesmen diagnostik, di antaranya: a) 25% guru memiliki pengetahuan terbatas mengenai metode yang tepat untuk digunakan dalam melaksanakan asesmen, b) 8.33% guru merasa kesulitan dalam menyesuaikan soal yang sesuai dengan peserta didik kategori Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), c) 45.83% guru belum sepenuhnya memahami cara menganalisis dan menindaklanjuti hasil asesmen diagnostik untuk merancang pembelajaran yang sesuai; dan 2) 70.83% guru mengalami keterbatasan waktu dalam pelaksanaan asesmen diagnostik. Permasalahan ini menyebabkan hasil asesmen diagnostik tidak akurat dan berdampak pada perencanaan pembelajaran. Masalah yang muncul disebabkan kurangnya sosialisasi dan pelatihan, sehingga peningkatan kompetensi guru sangat diperlukan.