Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Aromaterapi Kamboja Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester Ketiga Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungrejo Priastuti, Eka Karina Sari; Safitri, Rani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6111

Abstract

Sleep disturbances are common among third-trimester pregnant women due to physical discomfort, hormonal changes, and anxiety. This study investigates the effect of frangipani aromatherapy on sleep quality in this population within the Kedungrejo Health Center area, Banyuwangi, Indonesia. A quasi-experimental design was employed with 60 participants divided into intervention and control groups. The intervention group received frangipani aromatherapy inhalation for 15 minutes before bedtime over four weeks, while the control group received standard care. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Results showed a significant improvement in sleep quality scores in the intervention group (pre: 8.2 ± 1.5; post: 4.3 ± 1.2) compared to the control (pre: 8.1 ± 1.4; post: 7.5 ± 1.3), with p < 0.001. Data from Kedungrejo Health Center (2022-2024) indicate 527, 523, and estimated 530 pregnant women annually, with antenatal care coverage at 90.9%, 86.6%, and similar rates, highlighting the need for non-pharmacological interventions. Frangipani aromatherapy proves effective and safe for enhancing maternal sleep.
Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Minat WUS Melakukan IVA Test di Wilayah Kerja Puskesmas SILO 1 Safitri, Rani; Firdaus, Lina
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2891

Abstract

Inspeksi Visual dengan Asam Asetat merupakan teknik skrining yang sederhana dan efektif untuk deteksi dini kanker serviks (IVA). namun cakupan pelaksanaannya di Indonesia masih rendah. Rendahnya partisipasi Wanita Usia Subur (WUS) diduga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang berperan penting dalam membentuk pemahaman dan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi. Untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dengan minat WUS untuk melakukan Pemeriksaan IVA di tempat kerja Puskesmas Silo 1. Sebanyak 80 wanita usia subur (WUS) dalam penelitian ini dipilih secara sengaja menggunakan metodologi potong lintang dan desain deskriptif analitis. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner standar yang mengevaluasi tingkat pendidikan dan keinginan untuk menjalani IVA. WUS berpendidikan menengah dan tinggi cenderung memiliki minat lebih besar untuk melakukan IVA dibandingkan kelompok berpendidikan rendah. Uji chi-square menunjukkan korelasi substansial (p < 0,05) antara minat IVA dan pencapaian pendidikan. Pendidikan merupakan determinan penting dalam peningkatan partisipasi skrining kanker serviks. Upaya edukasi, konseling, dan promosi kesehatan perlu diperkuat terutama pada kelompok WUS berpendidikan rendah.
Hubungan Frekuensi Antenatal Care Dengan Kejadian Komplikasi Persalinan di PMB Nurul Asyroti Meiliana, Rully Dita; Safitri, Rani; Dita Meiliana, Rully
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2951

Abstract

Komplikasi persalinan masih menjadi salah satu kontributor utama morbiditas serta mortalitas ibu-ibu Indonesia. Di antaranya faktor yang berkontribusi terhadap kejadian tersebut merupakan rendahnya frekuensi kunjungan antenatal care (ANC), yang berperan penting dalam deteksi dini risiko kehamilan dan pencegahan komplikasi obstetri. Penelitian bertujuan menilai hubungan frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian komplikasi persalinan di PMB Nurul Asyroti Grenden Puger, Jember. Desain penelitian cross-sectional diterapkan pada 25 ibu bersalin yang dipilih dengan total sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan wawancara terstruktur, dianalisis menggunakan Chi-Square dan regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan 60% responden melakukan kunjungan ANC <8 kali, dan 56% mengalami komplikasi persalinan. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara frekuensi kunjungan ANC dan komplikasi persalinan (p = 0,021). Analisis multivariat memperlihatkan frekuensi kunjungan ANC sebagai faktor dominan yang berpengaruh terhadap komplikasi persalinan (OR = 0,24; 95% CI = 0,06–0,95; p = 0,042). Kesimpulan: Frekuensi kunjungan ANC terbukti berhubungan signifikan dengan komplikasi persalinan. Ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC teratur memiliki peluang lebih kecil mengalami komplikasi rutin sesuai standar WHO berisiko lebih rendah mengalami komplikasi persalinan. Diperlukan peningkatan edukasi dan mutu pelayanan ANC di tingkat praktik mandiri bidan untuk menekan angka komplikasi dan meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.
Effectiveness of Common Cold Massage Education on Improving Mothers' Knowledge in Managing Coughs and Colds in Infants Aged 0–12 Months at TPMB Nita Bantur Valiananastiti, Dita; Safitri, Rani
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan (Oktober 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v12i2.825

Abstract

Cough and cold in infants are common health issues caused by viral infections in the upper respiratory tract, which negatively affect the baby's quality of life. Massage therapy has been applied to relieve these symptoms, but many mothers still lack understanding about common cold massage and how to care for their babies when experiencing cough and cold. Most mothers tend to rely on applying telon oil or taking their babies to healthcare facilities for treatment. Massage has been practiced for centuries across the world. It can have a positive effect on the body and bring about beneficial physiological changes that can be measured scientifically. This study aims to determine the effect of an intervention on the participants' knowledge, as well as to examine the distribution of respondents based on education and age. The research used a quantitative method with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The paired t-test showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p < 0.05). Most respondents had a senior high school education level (73.08%) and were aged 21–30 years (61.54%). These findings indicate that common cold massage is effective in improving mothers' understanding of how to manage cough and cold in infants, making it a valuable educational alternative in child care. Thus, the right approach can lead to meaningful change.