Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Skrining Risiko Cedera pada Atlet Basket Senior dengan Metode Functional Movement Screen (FMS) Toriki, Naula Fauziah; Susanto, Indra Himawan; Sulistyarto, Soni; Bakti, Ananda Perwira
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 6 No. 2 (2025): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v6i2.758

Abstract

Decline in functional movement quality often occurs with age, particularly in individuals aged 32-50 years, who begin experience reduced flexibility, stability and motor control. Risk of injury can assessed by identifying the presence of compensatory movements or a loss of functional balance during physical activities. One of tools used for this pipose in Functional Movement Screen (FMS), which is effective in predicting sport-related injuries. This study to evaluate FMS scores in this age group and identifity potential injury risk based on screening results. With quantitative design and Functional Movement Screen (FMS) for method. The study involved 12 participans aged 32-50 years, and must to do seven standard FMS test : Deep Squat, Hurdle Step, In-Line Lunge, Shoulder Mobility, Active Straight Leg Raise, Trunk Stability Push-Up, and Rotary Stability. The results showed that 10 participants scored ≤14 points, which fall into the high-risk category. 2 participans scored between 15-18 points. The avarage FMS score at senior basketball athletes was 13.08 (high-risk category). It’s mean imbalance  muscle function between upper and lower body movements, which may increase the likelihood of injury particularly among older athletes. Therefore, FMS serves as valuable screening tool to identify injury prevention strategies in senior basketball players.
Analisis Komponen Kondisi Fisik Pemain Sepak Bola UNESA FC Berdasarkan Posisi Bermain Pada Masa Pra Kompetisi Liga 4 Jawa Timur Musim 2024 – 2025 Prayoga, Bagas Dwi; Bawono, Mokhammad Nur; Susanto, Indra Himawan; Sulistyarto, Soni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28043

Abstract

Kondisi fisik merupakan salah satu elemen yang krusial bagi pemain sepak bola karena kondisi fisik dapat mempengaruhi performa pemain sepak bola saat mereka berada di lapangan. Pemain yang memiliki kondisi fisik yang baik dapat menerapkan taktik dan melakukan teknik dengan sempurna. Oleh karena itu, seorang pemain sepak bola dituntut memiliki kondisi fisik yang baik guna menunjang performa mereka ketika berada di atas lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi fisik pemain UNESA FC pada masa persiapan kompetisi liga 4 jawa Timur 2024-2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang memiliki tujuan untuk memberikan suatu gambaran serta penjelasan yang ringkas tentang berbagai situasi dan variabel yang terjadi dalam masyarakat. Sampel dari penelitian ini adalah pemain UNESA FC yang berjumlah 25 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan secara keseluruhan kondisi fisik pemain UNESA FC di setiap posisi bermain dikatakan mempunyai kondisi fisik dalam kategori sedang dengan pemain belakang yang memperoleh presentase sebanyak 69%, pemain tengah yang memperoleh presentase sebanyak 68%, dan pemain depan memperoleh presentase sebanyak 71%. Implikasinya, pemain UNESA FC tidak dapat memiliki performa yang maksimal selama pertandingan berlangsung.
Penerapan Program FIFA 11+ Kids bagi Pesepakbola Usia Dini dalam Mencegah Cedera Olahraga Firmansyah, Awang; Widodo, Achmad; Wahyudi, Heri; Rusdiawan, Afif; Sulistyarto, Soni; Prasetya, Muhammad Reza Aziz
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 6, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v6i3.24789

Abstract

Cedera olahraga pada anak merupakan permasalahan yang dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik. Salah satu strategi yang efektif adalah penerapan program pemanasan terstruktur seperti FIFA 11+ Kids. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelatih dan orang tua mengenai pentingnya pencegahan cedera melalui edukasi terkait pemanasan yang tepat. Sosialisasi dilaksanakan melalui pendekatan edukatif disertai evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman pelatih dan orangtua sebelum dan sesudah sosialisasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor secara signifikan pada post-test dibandingkan dengan pre-test, yang menunjukkan efektivitas program dalam meningkatkan pemahaman peserta. Dengan demikian, edukasi berbasis FIFA 11+ Kids dapat menjadi sarana strategis dalam upaya pencegahan cedera olahraga pada anak, dan direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan dalam program pelatihan olahraga usia dini.
Pengaruh Latihan Permainan Tradisional Bentengan Terhadap Agility Pada Siswa Sekolah Dasar Nurlaily, Kharizma Shinta Dhevi; Noordia, Anna; Sudijandoko, Andun; Sulistyarto, Soni; Susanto, Indra Himawan
Bravo's: Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Bravo's: Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Publisher : Physical Education Departement of University PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v12i1/2

Abstract

Pentingnya pendidikan fisik jasmani anak mengarah pada jangka waktu panjang mengenai tujuan dalam mengembangkan keterampilan dan minat fisik anak. Proses kemampuan dan keterampilan motorik anak berkaitan dengan proses pertumbuhan gerak anak. Berbagai gerakan dan permainan yang dilakukan menunjukkan adanya perkembangan kemampuan motorik anak. Agility adalah kemampuan yang dilakukan secara cepat untuk mengubah arah dalam kombinasi dengan gerakan lain. Melatih agility membutuhkan latihan yang tepat sehingga dapat menggabungkan antara gerak dan mengubah arah secara cepat. Salah satunya yaitu penggunaan pelatihan permainan tradisional bentengan yang belum pernah diadakan Sekolah Dasar Negeri Pelem 1 Pare Kabupaten Kediri. Penelitian deskriptif kuantitatif metode quasi-experiment3dengan desain penelitian one group pretest and posttest design. Teknik purposive sampling dilakukan dalam penelitian ini dalam jumlah sampel 20 siswa putra. Perlakuan treatment selama 16 kali pertemuan. Tes dan pengukuran Illinois agility test digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Uji T (paired sample t-test) digunakan dalam hasil penelitian. Ditemukan adanya perbedaan antara latihan permainan tradisional bentengan dengan latihan kelincahan pada siswa putra di SD Negeri Pelem 1 Pare Kabupaten Kediri. Hasil penelitian menggunakan uji T menunjukkan nilai t (53,56) > t tabel (0,05) (19) (2,093) dan P (0,000) < α (0,05). Jadi ada perbedaan setelah dilakukan treatment. Persentase kenaikannya sebesar 9,7%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh latihan permainan tradisional bentengan terhadap agility pada siswa putra Sekolah Dasar Negeri Pelem 1 Pare Kabupaten Kediri.
EFEK PEMBERIAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var Rubrum Rhizoma) TERHADAP KADAR NEUTROFIL DAN SKALA NYERI PASCA LATIHAN EKSENTRIK Dwi Ariawan Tauhid Rachman; Wahjuni, Endang Sri; Sulistyarto, Soni; Ananda Perwira Bakti; Rizky Patria Nevangga
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.295

Abstract

Olahraga yang intens seperti latihan resistensi eksentrik menyebabkan kerusakan dan peradangan otot. Peneliti menduga bahwa jahe merah memiliki senyawa kimiawi yang dapat menghambat reaksi inflamasi dan mengurangi rasa nyeri akibat kerusakan otot. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek jahe merah terhadap kadar neutrofil dan skala nyeri pasca latihan eksentrik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test control group design. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar neutrofil kelompok kontrol (pemberian placebo) mengalami penurunan 12,71%, sementara kelompok eksperimen yag menerima perlakuan jahe merah mengalami penurunan 18,53%. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon kelompok kontrol diketahui sig. (2-tailed) bernilai 0,019. Sedangkan hasil uji t-berpasangan kelompok eksperimen bernilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Skala nyeri kelompok kontrol mengalami peningkatan rata-rata hingga 4 skala, dan kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata 3 skala. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon kelompok kontrol diketahui sig. (2-tailed) bernilai 0,000, begitu juga kelompok eksperimen didapatkan hasil sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Penurunan statistik kadar neutrofil pada kelompok kontrol dan eksperimen ditafsirkan sebagai bukti adanya kontribusi jahe merah terhadap penurunan kadar neutrofil secara lebih efektif. Penurunan tersebut menunjukkan jika inflamasi dapat ditekan prosesnya setelah konsumsi jahe merah. Perbedaan rata-rata skala nyeri kelompok kontrol dan eksperimen memperkuat indikasi bahwa jahe merah memiliki manfaat sebagai analgetik alami. Hasil perbandingan penelitian efek jahe merah terhadap kadar neutrofil dan skala nyeri pasca latihan eksentrik secara statistik menunjukkan jika jahe merah lebih efektif menurunkan kadar neutrofil dibandingkan skala nyeri
PENINGKATAN PEMAHAMAN NUTRISI DAN BEBAN LATIHAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN CEDERA PADA ATLET BULUTANGKIS Wismanadi, Himawan; Rusdiawan, Afif; Sulistyarto, Soni; Nugraha, Testa Adi; Saputra, Yudi Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5746

Abstract

Kinerja optimal atlet bulutangkis sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi dan pengaturan beban latihan yang tepat. Namun, sebagian besar atlet dan pelatih di tingkat daerah masih memiliki keterbatasan pemahaman tentang dua aspek tersebut sehingga berisiko mengalami kelelahan kronis dan cedera otot ringan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelatih serta atlet dalam manajemen nutrisi olahraga dan beban latihan sebagai upaya pencegahan cedera. Program dilaksanakan selama enam bulan di PBSI Kabupaten Jombang dengan melibatkan 30 peserta (20 atlet dan 10 pelatih) menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang menggabungkan penyuluhan, simulasi, praktik lapangan, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test pengetahuan, observasi perilaku, dan pemantauan cedera selama empat minggu. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta di semua aspek (nutrisi, beban latihan, pencegahan cedera) dengan ? rata-rata +37,2% (p < 0,001; Cohen’s d = 2,10). Perubahan perilaku positif juga terjadi, seperti peningkatan konsumsi makanan seimbang (42% ? 81%) dan penerapan prinsip progressive overload (32% ? 76%). Selain itu, frekuensi cedera otot ringan menurun sebesar 73,3% setelah kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis praktik dengan pendampingan efektif meningkatkan literasi gizi dan manajemen beban latihan, yang berkontribusi terhadap pencegahan cedera pada atlet bulutangkis daerah.
Comparison of Body Composition between Raiders and Defenders in Kabaddi: Muscle Mass and Fat Percentage Triatmaja, Muhammad Wahyu; Sudijandoko, Andun; Solikah, Nur Luthfiatus; Sulistyarto, Soni; Kumaat, Noortje Anita
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2025.10.2.5

Abstract

Kabaddi is a complex game with high intensity, where each player must have good aerobic and anaerobic capacity. Considering the playing position, body composition needs to be taken into account, because ideal body composition is a determining factor in an athlete's performance. This study aims to determine the body composition of kabaddi players and compare the characteristics of muscle mass (kg) and fat percentage (%) between raiders and defenders. This study uses a comparative quantitative method with a sample size of 19 kabaddi athletes from East Java. Body composition measurements were taken using InBody H20, which measures muscle mass and fat percentage. Data analysis was performed using the t-test with the help of SPSS software. The results of this study showed that there was no significant difference in muscle mass between raiders and defenders (p=0.223), and there was no significant difference in fat percentage (p=0.930). The conclusion is that even though the raider and defender positions have different roles, the balance between muscle mass and body fat percentage is one of the factors that supports optimal performance. Due to the complementary and dynamic playing patterns in kabaddi, athletes from both positions have almost equivalent physical requirements, which leads to similar body compositions. Keywords: kabaddi, body composition, muscle mass, fat percentage
Parental motivation in children’s participation in pushbike sports: a descriptive study Jannah, Rifdatul; Sulistyarto, Soni; Sudijandoko, Andun; Fikri, Muhammad Dzul
Sriwijaya Journal of Sport Vol. 5 No. 2 (2026): Sriwijaya Journal of Sport
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55379/sjs.v5i2.196

Abstract

Research Objectives: Children's sports programs have increasingly garnered attention from the government and society in recent years, particularly recreational sports like pushbike, which have become increasingly popular among children. Creating a supportive environment where parents can balance motivation with proper understanding is crucial to helping children effectively internalize the drive to engage in sports. Research Objectives: This study aims to analyze the intrinsic and extrinsic motivation of parents in enrolling their children in the Academy Pushbike Jatim Pro. Methods: The method used was quantitative descriptive with a questionnaire containing 43 items distributed to 25 parent respondents. The data were analyzed descriptively using percentages to categorize motivation levels and were also presented in frequency diagrams for each category. Results: The results of the study indicate that parents' intrinsic motivation is more dominant in the high (32%) and very high (24%) categories, while extrinsic motivation is more prevalent in the low (44%) and very low (24%) categories. Overall, 32% of parents' motivation falls into the high category. Conclusion: These findings indicate the need for continuous evaluation and monitoring to develop young athletes with balanced intrinsic and extrinsic motivation. Additionally, further research is recommended to explore children's motivation directly, thereby providing a more comprehensive understanding of the factors influencing children's sports performance.