Zahro, Ifat Fatimah
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Implementasi Media Panggung Boneka untuk Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak Usia Dini Nurhidayah, Siti Dida; Zahro, Ifat Fatimah; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menumbuhkan rasa percaya diri pada anak usia dini sangat penting, agar anak dapat percaya diri dalam setiap tindakan, dapat bebas melakukan hal-hal yang disukai, serta dapat berinteraksi dengan orang lain. Berdasarkan hal tersebut, media yang menarik dan memberi suasana pembelajaran yang menyenangkan, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aspek perkembangan rasa percaya diri pada anak yaitu dengan menggunakan media panggung boneka. Adapun tujuan yang dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi media panggung boneka untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak kelompok A di TK Darussalam. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 11 orang anak usia 4-5 tahun. Teknik dalam mengumpulkan informasi selama penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses untuk mengolah data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian telah menunjukan bahwa implementasi media panggung boneka dilakukan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian dilakukan selama delapan kali pertemuan terdapat hasil dari implementasi media panggung boneka untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak Kelompok A di TK Darussalam. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak dapat dikembangkan bila anak mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan seperti media panggung boneka. Growing self-confidence in early childhood is very important so that children can be confident in every action, be free to do things they like, and interact with other people. Based on this, media that is interesting and provides a fun learning atmosphere is urgently needed to improve aspects of the development of self-confidence in children, namely by using puppet stage media. The objectives achieved in this study were to find out the implementation of the puppet stage media to foster self-confidence in group A children at Darussalam Kindergarten. This research method uses descriptive qualitative. The subjects in this study were 11 children aged 4-5 years. Techniques for collecting information during research are observation, interviews, and documentation. The processes for processing the data in this study are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the research results, it has been shown that the implementation of puppet stage media is carried out by planning, implementing, and evaluating. The research was conducted during eight meetings, and there were results from the implementation of puppet stage media to foster self-confidence in Group A children at Darussalam Kindergarten. Based on the results of the study, it can be concluded that growing self-confidence in children can be developed if children have fun learning such as puppet stage media.
Pelatihan Literasi Sains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Ilmiah pada Guru Pendidikan Anak Usia Dini Atika, Ayu Rissa; Westhisi, Sharina Munggaraning; Zahro, Ifat Fatimah
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v7i3.22297

Abstract

Literasi sains ada bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dicanangkan oleh pemerintah yang mendorong masyarakat untuk mampu beripikir ilmiah, khususnya di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kemampuan beripikir ilmiah yang ditanamkan di usia dini bertujuan untuk mencetak generasi yang berkualitas dan mampu berdaya saing secara global, sehingga diperlukan guru yang memiliki kemampuan khusus dalam berpikir ilmiah. Tujuan kegiatan ini adalah melatih guru mengenai pengetahuan literasi sains, pengetahuan konsep berpikir ilmiah, tingkatan cara berpikir ilmiah, dan implementasi literasi sains dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah untuk Anak Usia Dini (AUD).Berdasarkan hasil kegiatan diperoleh yakni semua peserta kegiatan pelatihan literasi sains sangan bersemangat, antusias dan memiliki motivasi yang tinggi dalam pelatihan, 80 % peserta memiliki peningkatan dalam perencanaan sains dilihat dari materi sains, metode, dan media yang digunakan dalam kegiatan sains, serta kualitas perencanaan dalam bentuk RPPH yang memasuki kategori cukup baik.
PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Zahro, Ifat Fatimah
Tunas Siliwangi Vol 1 No 1 (2015): Edisi Oktober 2015
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v1i1p92-111.95

Abstract

Pendidikan anak usia dini memiliki prinsip dalam pembelajaran yaitu bermain sambil belajar sehingga penilaian yang dilakukan harus memiliki kekhususan tersendiri, berbeda dengan penilaian untuk sekolah dasar dan menengah, yang perlu dilaksanakan secara cermat dan hati-hati. Pada tataran aplikasi, seringkali guru melaksanakan penilaian dalam sebuah program pendidikan hanya dijadikan formalitas, sekedar memenuhi aturan administrasi lembaga atau menjawab keingintahuan orangtua akan perkembangan anaknya. Sehingga guru tidak memperhatikan fungsi adanya penilaian untuk anak dengan tidak melihat kepada dampak psikologis anak. Proses penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran dan bersifat menyeluruh (holistik) yang mencakup semua aspek perkembangan anak didik baik aspek sikap, ilmu pengetahuan maupun keterampilan. Agar tujuan penilaian tersebut tercapai, guru hendaknya memiliki pengetahuan berbagai metode dan teknik penilaian sehingga memiliki keterampilan memilih dan menggunakan dengan tepat metode dan teknik yang dianggap paling sesuai dengan tujuan dan proses pembelajaran, serta pengalaman belajar yang telah ditetapkan.Kata Kunci: Penilaian, pembelajaran, anak usia dini
STUDI DESKRIPTIF TENTANG METODE HYPNOTEACHING PADA ANAK USIA DINI zahro, ifat fatimah; rohmalina, rohmalina; nafiqoh, heni
Tunas Siliwangi Vol 5 No 2 (2019): VOL 5 NO 2, OKTOBER 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v5i2p64-72.1473

Abstract

Metode Hypnoteaching merupakan suatu keahlian untuk memberikan ‘pesan’ ke dalam bawah sadar sehingga anak tersebut terdorong untuk melaksanakan pesan tersebut. Pesan yang dimaksud adalah sugesti berisi serangkaian kalimat verbal yang diucapkan oleh guru kepada anak dengan tujuan yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan pelaksanaan pembelajaran dengan metode Hypnoteaching di lembaga PAUD berikut faktor penghambat dalam penggunaan metode ini. Jadi fokus masalah dalam penelitian ini yakni belum optimal penggunaan metode yang digunakan dalam upaya pembelajaran yang menyenangkan bagi anak dan minimnya kemampuan sebagian guru dalam penggunaan beragam metode yang sesuai dengan tahap usia anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Lokasi dan subjek yang diteliti ialah PAUD Terpadu Tunas Siliwangi, anak usia 4-5 tahun dan guru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan beberapa tahapan yang teorinya menggunakan teknik sugesti serta pola interaktif. sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu memberikan perubahan pada anak.Kata kunci: Metode Hyphnoteaching,anak usia dini
PENGEMBANGAN LITERASI SAINS UNTUK ANAK USIA DINI KELOMPOK B Westhisi, Sharina Munggaraning; Atika, Ayu Rissa; Zahro, Ifat Fatimah
Tunas Siliwangi Vol 6 No 1 (2020): Vol 6 No 1, APRIL 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i1p%p.1491

Abstract

Revolusi industri 4.0 membawa dampak besar di berbagai sektor, seperti sosial, budaya, dan lingkungan. Salah satu contoh dampak terhadap lingkungan yaitu pencemaran, yang hingga gini masih menjadi problematik di kalangan masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya kesadarpahaman akan fenomena alam dan sains. Oleh karena itu, pembelajaran sains melalui kegiatan literasi sains menjadi penting, terutaman di ruang lingkup Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Artikel ini bertujuan menelaah pengembangan literasi sains di lingkungan PAUD dan mendeskripiskan bagaiamana pengembangan pembelajaran sains di PAUD. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif  yang melibatkan 2 pendidik dan 15 siswa dengan rentang usia 5-6 tahun. Prosedur penelitian melalui perencanaan, pelaksanaan, analisis data dan evaluasi. Pengembangan sains yang dilakukan melalui beberapa tahapan sains yakni, mengamati, menggolongkan, menerapkan, menggunakan alat, merencanakan percobaan, mengkomunikasikan dan mengajukkan pertanyaan. Materi yang dikembangkan meliputi anak usia dini mulai mengamati berbagai fenomena alam dan sains di lingkungan sekitar. Menggolongkan benda-benda alam di lingkungan, menggunakan alat dan merencanakan percobaan kejadian alam serta mengkomunikasikan dan mengajukkan pertanyaan tentang fenomena alam dan sains yang ada dilingkungan sekitar melalui metode eksperimen. Faktor pendorong meliputi; kompetensi guru, media pembelajaran, dan kegiatan yang inovatif. Diharapkan pengembangan literasi sains juga dapat mengembangkan berfikir ilmiah pada anak usia dini melalui metode-metode yang lain.
Strategi Guru PAUD dalam Meningkatkan Seni Tari pada Anak Usia Dini melalui Video Pembelajaran Rosidah, Eulis; Zahro, Ifat Fatimah; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i3.26459

Abstract

This research was motivated by the lack of interest among some students in dance at PAUD Istiqomah. Therefore, this study aims to implement dance activities that are easy and engaging for children to support their physical motor development. Various aspects can be developed through dancing, including physical motor skills, cognitive abilities, and affective domains, all of which are interconnected. Therefore, dance can serve as a medium for teaching various life values. One solution for teachers facing challenges in the field is to teach dance movements to children using instructional video media. This study aims to identify teacher strategies to enhance young children's dance skills through the use of instructional videos. The subjects of this research were Group B children aged 5–6 years and homeroom teachers at PAUD Istiqomah Bandung. Data were collected through observation, interviews, and documentation. This study employed a qualitative descriptive approach. The results of the study show an improvement in children's dance skills through teacher strategies implemented using video-based learning media. The development of children's dance abilities was watched to improve based on field observations.
Penerapan Media Flash Card untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun Nurjanah, Ineu; Zahro, Ifat Fatimah; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i2.26473

Abstract

Berdasarkan kegiatan observasi yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa aspek dari perkembangan kognitif terhadap anak masih harus di kembangkan salah satunya dengan pemahaman serta pengenalan terhadap konsep dasar matematika atau kemampuan berhitung dasar anak, akan tetapi kegiatan berhitung kurang diminati oleh anak karena hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor baik dari guru, media maupun metode pembelajaran yang digunakan sebagai alat pendukung, sehingga dengan adanya media flash card ini mampu membantu anak pada proses pembelajaran mengenai kemampuan berhitung anak.  Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon peserta didik dalam penerapan media flash card terhadap kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru serta kepala sekolah Kober Nurjannah Arasyi dan anak usia 5-6 tahun yang berjumlah enam orang anak. Teknik pengumpulan data ini melalui teknik observasi dan wawancara. Pengolahan data yang telah dicatat dan dikumpulkan, dianalisis dengan melakukan  reduksi data, display data serta menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan berhitung kepada empat anak, dari keenam anak tersebut terdapat empat orang anak yang mampu menyebutkan angka dan menghitung benda dengan baik tetapi hanya dua anak yang dapat menjumlahkan bilangan dari 1 sampai 20 dengan menggunakan media flash card.   Based on the observation activities that have been carried out, it was found that aspects of cognitive development in children still need to be developed, one of which is by understanding and recognizing basic mathematical concepts or children's basic arithmetic skills, but arithmetic activities are less popular with children because this is caused by several factors, both from teachers, media, and learning methods used as supporting tools, so that with the presence of this flash card media, it can help children in the learning process regarding children's arithmetic skills. Therefore, the purpose of this study was to determine the response of students to the application of flashcard media to the arithmetic skills of children aged 5-6 years. The research method used was descriptive qualitative. The subjects of this study were teachers and the principal of Kober Nurjannah Arasyi and children aged 5-6 years, totaling six children. This data collection technique was through observation and interview techniques. The processing of data that had been recorded and collected was analyzed by reducing data, displaying data, and drawing conclusions. Based on the results of the study, showed an increase in the counting ability of four children. Of the six children, four were able to name numbers and count objects well, but only two children were able to add numbers from 1 to 20 using flash cards.
Kahoot! sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini Sintiawati, Sintiawati; Zahro, Ifat Fatimah; Santana, Fifiet Dwi Tresna
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.26972

Abstract

Minat belajar seorang anak tidak dapat berkembang dengan baik jika tidak didukung dengan rangsangan yang dapat memicu minatnya. Untuk meningkatkan minat belajar anak perlu adanya media pembelajaran digital yang menarik salah satunya dengan media games Kahoot!. Faktor penyebab kurangnya minat belajar ini dikarenakan media pembelajaran yang digunakan di sekolah kurang berinovasi dan tidak adanya media pembelajaran digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan proses dan peningkatan minat belajar anak sesudah diterapkannya pembelajaran menggunakan media aplikasi Kahoot!. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas  dengan model Kemmis dan Mac Tanggart dengan langkah penelitiannya menggunakan rencana, tindakan, observasi dan refleksi.  Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelompok B yang berjumlah 13 orang anak yang terdiri dari tujuh perempuan dan enam laki-laki. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan analisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil dari penelitian ini adalah meningkatnya minat belajar pada anak dengan kategori nilai paling baik yaitu berkembang sangat baik. Pada kondisi siklus kedua terjadi peningkatan jumlah anak dengan kategori nilai berkembang sangat baik, pada siklus pertama tidak terdapat anak dengan kategori berkembang sangat baik, namun pada siklus kedua terjadi peningkatan jumlah dengan kategori berkembang sangat baik.   A child’s interest in learning cannot develop optimally without appropriate stimuli to encourage engagement. To foster children’s interest, innovative and engaging digital learning media are required, one of which is Kahoot! Game application. The lack of innovation in learning media and the absence of digital platforms in schools have been identified as factors contributing to children’s low interest in learning. This study aimed to examine the process and improvement of children’s learning interest through the implementation of Kahoot! Application. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which includes planning, action, observation, and reflection. The subjects consisted of 13 Group B students, comprising seven girls and six boys. Data were collected through observation and analyzed using descriptive quantitative methods in the form of percentages. The results indicated an increase in children’s interest in learning, with improvements reaching the category of “developing very well.” In the first cycle, no students achieved this category; however, in the second cycle, the number of students categorized as “developing very well” increased significantly. These findings suggest that the use of Kahoot! as a digital learning medium can effectively enhance early childhood learning interest.
Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual untuk Mengenalkan Konsep Bilangan Anak Usia Dini melalui Kartu Angka Bergambar Akbar, Utami Nur; Zahro, Ifat Fatimah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.27238

Abstract

Rendahnya poin Indonesia pada kompentensi literasi matematika di Programme for International Student Assesment (PISA) yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2018 menjadi sebuah evaluasi untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam kemampuan literasi matematika. Kemampuan tersebut mesti diajarkan sejak anak usia dini agar siap untuk jenjang pendidikan yang selanjutnya. Salah satu caranya yaitu dengan merepkan model pembelajaran kontekstual untuk pengenalan konsep bilangan menggunakan media kartu angka bergambar. Tujuan dari artikel studi literatur ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengenalan konsep bilangan pada anak usia 4-5 tahun dengan penerapan metode pembelajaran kontekstual menggunakan kartu angka bergambar. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini yaitu studi literatur, untuk mempersiapkan langkah awal dalam menyusun kerangka penelitian dengan metode heuristik, yaitu mengumpulkan sumber dan data yang diperlukan yang memiliki keterkaitan dengan tema penelitian yang diangkat. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa sumber jurnal, skripsi dan buku yang terkait dengan penelitian. Hasil penelitian ini yang dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual untuk pengenalan konsep nilangan menggunakan media kartu angka bergambar merupan cara yang efektif karena memberikan gambaran yang konkret untuk pengamatan yang dilakukan anak. Media kartu angka bergambar juga memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk anak.
MODEL PEMBELAJARAN TARI NUSANTARA : SEBUAH CONTOH KREATIVITAS MODEL TARI PIRING BAGI GURU PAUD Santana, Fifiet Dwi Tresna; Zahro, Ifat Fatimah
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 4 No 1 (2019): Jurnal AUDI :June 2019, 8 Articles, Pages 1-72
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jai.v4i1.3030

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah konsep dan model pembelajaran tari kreatif dalam rangka mengembangkan kreativitas tari peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Melalui penelitian ini juga diharapkan menemukan teori pembelajaran yang berlandaskan data empirik di lapangan. Fokus masalah dalam penelitian ini yakni: 1). Keterbatasan pengetahuan tentang bagaimana membuat sebuah kreativitas tari Nusantara di PAUD; 2). Terbatasnya guru dalam mengolah seni tari Nusantara sebagai bahan ajar bagi anak usia dini; 3). Keterbatasan kemampuan guru dalam mengajarkan seni tari Nusantara kepada peserta didik PAUD. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan tersebut adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus terhadap guru-guru PAUD di lingkungan Kota Cimahi. Observasi, wawancara, serta dokumentasi akan dilakukan untuk mendapatkan data mengenai konsep dan strategi pembelajaran, bahan ajar, pendekatan-pendekatan pembelajaran, evaluasi, media, dan sumber belajar PAUD.  Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru dalam pembelajaran seni tari dan model pembelajaran tari nusantara dengan sebuah contoh kreativitas tari piring.