Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemanfaatan Tumbuhan Liar Ketepeng Cina (Cassia alata L.) Sebagai Obat Sariawan dan Bau Mulut Malaka, Muhammad Hajrul; Wahyuni, W; Hasanuddin, Didi Dharmadi; Hamid, Mustakim
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i1.9000

Abstract

Penelitian mengenai aktivitas antijamur dari tumbuhan ketepeng cina (Cassia alata L.) yang diketahui memiliki manfaat pengobatan sebagai antijamur telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia ekstrak etanol daun ketepeng cina serta mengetahui aktivitas antifungi ekstrak etanol daun ketepeng cina terhadap Candida albicans, serta memformulasikan ekstrak etanol daun ketepeng cina dalam sediaan moutwash. Ekstrak ketepeng cina dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol. Uji stabilitas sediaan mouthwash dilakukan dengan cycling test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak ketepeng cina 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, 1000 ppm tidak meiliki aktivitas antifungi melainkan konsentrasi 5000 ppm yang merupakan larutan induk memiiki aktivtas antifungi dengan zona hambat 7 mm. Aktivitas antifungi tersebut dijadikan acuan untuk memformulasi ediaan. Hasi menunjukkan keseuruhan sediaan moutwash stabil secara fisik.Kata Kunci : Ketepeng cina (Cassia alata L.), Moutwash, Candida abicans
Penapisan Fitokimia dan Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Beberapa Tanaman Obat Terhadap Larva Udang Artemia salina Leach Mappasomba, Musadar; Wirasmanto, Bayu; Malaka, Muhammad Hajrul; Wahyuni, W; Sahidin, I
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i2.10171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongansenyawa yang terdapat dalam ekstrak metanol beberapa tanaman obat yang sering digunakan masyarakat Sulawesi Tenggara diantaranya miana (C. scutellaroidesL.), ketepeng cina (C. alata L.), eceng gondok (E. crassipes), kayu jawa (L. coromandelica H.), dan nenas (A. comocus L.) serta mengetahui tingkat toksisitasnya menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Sampel terdiri dari lima tanaman obat yang telah dipisahkan perbagiannya berupa akar, batang, daun, bunga dan buah. Ekstraksi menggunakan teknik maserasi, skrining fitokimia menggunakan teknik Kromatografi Lapis Tipis, serta pengujian toksisitas terhadap larva udang Artemia salina L. Data kematian larva dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50 pada masing-masing sampel, dimana ekstrak dikatakan toksik bila nilai LC50˂1000 µg/mL. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, tanin dan saponin pada setiap tanaman, kandungan alkaloid tidak terdapat pada tanaman E. crassipes, dan senyawa triterpenoid hanya terdapat pada daun tanaman C. alata L. Hasil pengujian toksisitas menunjukkan bahwa dari delapan belas sampel yang telah diuji, dua belas diantaranya bersifat toksik. Sampel yang memiliki nilai LC50 terkecil (120,573 µg/mL) adalah kulit batang L. coromandelica sedangkan nilai LC50 terbesar (1510,415 µg/mL) ditunjukkan oleh daun C. scutellaroides LKata kunci: ekstrak, toksisitas, skrining, Artemia, BSLT
Aktivitas Antimikroba dan Skrining Fitokimia Beberapa Tanaman Berkhasiat Obat di Kota Kendari Mappasomba, Musadar; Malaka, Muhammad Hajrul; Hamsidi, Rini; Zulbayu, La Ode Muhammad Andi; Sahidin, S
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i1.11445

Abstract

Penapisan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap beberapa tanaman berkhasiat obat yaitu ekstrak metanol tanaman asam (Tamarindus indica L.), paria (Momordica charantia L.), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L), jambu bol (Syzygium malaccense L. Merr), dan seledri (Apium graveolens L) yang ada di Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Bagian tanaman berupa akar, batang, kulit batang, daun, maupun buah dipreparasi dan dimaserasi menggunakan metanol. Penapisan fitokimia dilakukan dengan metode KLT untuk mengidentifikasi golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid, sedangkan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 35219 dan Staphylococcus aureus ATCC 2592 dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif. Hasil skrining fitokimia terhadap beberapa tanaman obat menunjukan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin terkandung pada bagian akar, batang, maupun daun. Hasil pengukuran zona hambat ekstrak tanaman yang diuji menunjukan aktivitas antibakteri sangat aktif terhadap E. coli yaitu ekstrak akar belimbing wuluh, akar jambu bol, dan batang jambu bol. Selain itu, aktivitas antibakteri yang paling aktif terhadap S. aureus adalah ekstrak dan akar jambu bol.Kata kunci: fitokimia, antibakteri, obat tradisional, Kendari, Sulawesi Tenggara
Pemanfaatan Tumbuhan Ketepeng Cina (Cassia alata L.) Sebagai Obat Sariawan dan Bau Mulut Malaka, Muhammad Hajrul; Wahyuni, W; Hamid, Mustakim; Hasanuddin, Didi Dharmadi; Mawarni, Indah
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i1.12437

Abstract

Penelitian mengenai aktivitas antijamur dari tumbuhan ketepeng cina (Cassia alata L.) yang diketahui memiliki manfaat pengobatan sebagai antijamur telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia ekstrak etanol daun ketepeng cina serta mengetahui aktivitas antifungi ekstrak etanol daun ketepeng cina terhadap Candida albicans, serta memformulasikan ekstrak etanol daun ketepeng cina dalam sediaan moutwash. Ekstrak ketepeng cina dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol. Uji stabilitas sediaan mouthwash dilakukan dengan cycling test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak ketepeng cina 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, 1000 ppm tidak meiliki aktivitas antifungi melainkan konsentrasi 5000 ppm yang merupakan larutan induk memiiki aktivtas antifungi dengan zona hambat 7 mm. Aktivitas antifungi tersebut dijadikan acuan formula sediaan. Hasil menunjukkan sediaan moutwash stabil secara fisik.Keywords: Ketepeng cina, mouthwash, Candida, antijamur
PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN SEBAGAI PENGIKAT TERHADAP STABILITAS FISIK TABLET EKSTRAK ETANOL BUAH WUALAE (Etlingera elatior (JACK) R.M. Smith). Fristiohady, Adryan; Andriani, Rina; Mugiarno, Dita Oktavianti; Asrul Sani, Asrul; Malaka, Muhammad Hajrul; Aspadiah, Vica; Sahidin, Sahidin
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 6 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.34 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v5i6.15777

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of adding gelatin as a binder to the granular formula containing theethanol extract of E. elatior. Formulation of tablet containing ethanol extract of E. elatior used wet granulation methodwith various concentration of gelatin as a binder, namely 5%, 7.5% and 10%. The granule mass evaluated included flowvelocity test, angle of repose and the tapped density, while the tablets were evaluaed for weight uniformity and sizeuniformity. The results of the evaluation of the granules have met the requirements except for the flow properties test.The granules were good and there was a significant effect on disintegration time and friability with addition of gelatinconcentration. The tablets fulfilled the evaluation test of weight uniformity and content uniformity.Keywords:Etlingera elatior, gelatin, tablet.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan gelatin sebagai pengikat pada formula granullyang mengandung ekstrak etanol E. elatior. Formulasi tablet ekstrak etanol E. elatior ini menggunakan metode granulasibasah dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai pengikat yaitu 5%, 7.5% dan 10%. Massa granul yang dievaluasimeliputi ujikecepatan alir, sudut diam dan tapped density sedangkan tablet diuji evaluasi keseragaman bobot dankeseragaman ukuran. Hasil evaluasi granul memenuhi persyaratan kecuali pada uji sifat alir. Granul yang baik danterdapat pengaruh yang signifikan terhadap waktu hancur dan kerapuhan tablet dengan penambahan konsentrasigelatin. Tablet ekstrak etanol E. elatior memenuhi uji evaluasi keseragaman bobot dan keseragaman kandungan.Kata kunci: Etlingera elatior, gelatin, tablet.
SOSIALISASI DAN MEMBANGUN SMARTCLASS ONLINE DENGAN MEMANFAATKAN DATA CENTER SEKOLAH DALAM MENGHADAPI COVID-19 DI KABUPATER KONAWE Yamin, Muh; Justawan, H.; Malaka, Muhammad Hajrul; Sutardi, Sutardi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.699 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v2i2.14922

Abstract

Kabupaten Konawe merupakan salah satu daerah yang masih berada pada zona merah bersama 429 kabupaten/kota di Indonesia. Oleh karena itu, peserta didik tetap kembali belajar dari rumah dengan memakai sistem pembelajaran daring. SMAN 2 Unaaha Kelurahan Puunaaha menjadi salah satu sekolah yang juga harus tetap mengikuti pembelajaran daring dengan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 tahun 2020 yang diperkuat dengan SE Sesjen Nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Belajar dari Rumah selama darurat Covid-19. Tujuan dari pelaksanaan belajar dari rumah adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik terpenuhi dalam mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19. Di antaranya melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19 hingga memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua. Namun kondisi di Kabupaten Konawe juga tidak stabil baik penggunaan teknologi, jaringan internet, sarana prasarana menjadi hambatan proses pembelajaran daring. Selain itu, media pembelajaran daring yang kurang sehingga proses pembelajaran tidak berjalan dengan baik. Program KKN Tematik Covid-19 dengan tema Sosialisasi dan Membangun SmartClass Online dengan Memanfaatkan Data Center Sekolah dalam Menghadapi Covid-19 di Kabupaten Konawe dengan tujuan SMAN 2 Unaaha Kelurahan Puunaaha merupakan kontribusi nyata bagi mahasiswa dalam melihat kendala terlaksananya proses pembelajaran daring akibat pandemi covid-19 dan mengapa penting proses pembelajaran daring yang tetap harus berjalan dengan baik di masa pandemi covid-19 dengan memanfaatkan teknologi. Kata Kunci: Aplikasi, Belajar Dari Rumah, Daring
In vivo Anti-arthritic Activity of Soft Coral Lobophytum sp. From Southeast Sulawesi in Freund’s Complete Adjuvant Induced Arthritis Fristiohady, Adryan; Nurpajriani, Nurpajriani; Malaka, Muhammad Hajrul; Ilyas Y, Muhammad; Pascayantri, Asniar; Haruna, Lidya Agriningsih; Purnama, La Ode Muh. Julian; Asasutjarit, Rathapon; Sahidin, Idin; Yodha, Agung Wibawa Mahatva
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 29, No 3 (2024): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.29.3.385-392

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) is a systemic, progressive, chronic autoimmune inflammatory disease that affects tissues, organs, and damages synovial joints. The RA can be treated with DMARD (disease modifying anti rheumatic drugs), such as methotrexate. However, the use of this drug long-term can cause side effects. Soft coral Lobophytum sp. has secondary metabolite compounds such as flavonoids, alkaloids, and terpenoids which has an anti-inflammatory activity, which beneficial for anti-rheumatoid arthritis agent. This study aims to determine the potential of anti RA in Lobophytum sp. using in vitro and in vivo. The anti-inflammatory assay for anti RA in vitro was performed by stabilization of human red blood cell (HRBC) membrane. In addition, anti RA was performed in arthritis model mice by induction of complete Freund’s adjuvant (CFA) by administering LEA once daily orally for 15 days. It was found that the ethyl acetate of Lobophytum sp. (LEA) reduced the haemolysis and increased the stability of HRBC membrane. Furthermore, LEA also showed anti RA by decreasing the edema in mouse paw at dose of 50 mg.kg-1 BW (LEA50), 100 mg.kg-1 BW (LEA100), and 200 mg.kg-1 BW (LEA200), respectively with 2.5 mg.kg-1 BW of methotrexate as positive control (C+) with P<0.05. Moreover, LEA200 demonstrated highest efficacy and showed no significant different with C+ (P>0.05). In conclusion, our research has shown that LEA has anti-inflammatory for treatment of rheumatoid arthritis from in vitro and in vivo studies.
Uji Aktivitas Antinosiseptif Biji Melinjo (Gnetum gnemon L.) Terhadap Mencit yang Diinduksi Formalin Idrus, Loly Subhiaty; Malaka, Muhammad Hajrul; Fristiohady, Adryan; Sahidin, Idin
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2024): Lansau: Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v2i1.26

Abstract

Nyeri adalah respons alami yang melindungi terhadap cedera jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, bahan kimia berbahaya, dan agen mikrobiologis. Penggunaan obat-obatan kimia adalah cara konvensional untuk mengatasi nyeri, namun efek sampingnya menyebabkan peningkatan minat terhadap penggunaan obat-obatan herbal di kalangan masyarakat. Tumbuhan yang diduga memiliki aktivitas antisosiseptif adalah biji melinjo (Gnetum gnemon L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana aktivitas antinosiseptif dari ekstrak metanol biji melinjo (EMBM). Penelitian ini menggunakan metode induksi kimia pada 5 kelompok uji yaitu kontrol positif (natrium diklofenak 50 mg), kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol sediaan uji 1 (dosis 25 mg/kgBB), kontrol sediaan uji 2 (dosis 50 mg/kgBB), dan kontrol sediaan uji 3 (dosis 100 mg/kgBB). Setiap kelompok diberikan perlakuan secara oral, tiga puluh menit kemudian diinduksi formalin secara secara intraplantar pada kaki kiri belakang, setelah itu diamati respon menjilat, menggeliat dan menggigit kaki pada hewan. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan One Way Anova dan dihitung persen proteksinya. Hasil penelitian ini menunjukkan semua kelompok perlakuan memiliki perbedaan signifikan (p<0,05) dengan kelompok kontrol negatif dengan nilai persen proteksi antinosiseptif tertinggi pada dosis 25 mg/kgBB (67,1%) pada fase awal dan (77,1%) pada fase akhir. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa biji melinjo (Gnetum gnemon L.) berpotensi sebagai kandidat untuk pengembangan antinyeri yang berasal dari bahan alam.
Antioxidant and Anti-inflammatory Activities of Diarylheptanoid from Etlingera calophrys Fruit Karmilah, Karmilah; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Hamsidi, Rini; Daud, Nur Saadah; Malaka, Muhammad Hajrul; Musdalipah, Musdalipah; Sahidin, Sahidin
Molekul Vol 19 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2024.19.3.12413

Abstract

Diarylheptanoids compounds from the genus Etlingera have attracted widespread attention due to their various structural diversity and potential pharmacological effects. This is certainly an important part to continue to study, especially from Sulawesi endemic species, one of which is Etlingera calophrys. The fruit of E. calophrys is widely utilized in the Sulawesi community. The lack of information on the content of chemical compounds and their pharmacological activities, so the study is very important. Diarylheptanoid compounds were obtained by chromatography technique, molecular structure interpretation by spectroscopy technique while pharmacological activity was tested against radical scavenging as antioxidant and inhibition of protein denaturation as anti-inflammatory. Two diarylheptanoid compounds were successfully isolated from E. calophrys fruit namely 1-(3'-methoxy-4'- hydroxyphenyl)-7-phenyl- 3-heptanone and 1-(3'-methoxy-4'- hydroxyphenyl)-7-(4"-hydroxyphenyl)- 3-heptanone. Antioxidant properties showed very strong ability with IC50 values of 32.21 ± 0.42 and 21.64 ± 0.63 µg/mL, respectively, while anti-inflammatory properties were strongly shown by the compound with IC50 values of 25.71 ± 0.54 and 15.28 ± 0.66 µg/mL, respectively. The presence of diarylheptanoid content that has good pharmacological activity can support the used of E. calophrys as a nutraceutical source. Keywords: Anti-inflammatory, antioxidant, diarylheptanoid, Etlingera calophrys, fruit
Natural Self-Foaming Clay Soap with Etlingera elatior Fruit Extract for Skincare Aspadiah, Vica; Zubaydah, Wa Ode Sitti; Indalifiany, Astrid; Sahidin, Sahidin; Fristiohady, Adryan; Malaka, Muhammad Hajrul; Muliadi, Rahmat; Parrung, Arsyani
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2025): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v8i2.5800

Abstract

Etlingera elatior (Wualae), a plant recognized for its flavonoid-derived antioxidant properties, presents a potential source for cosmeceutical applications. This study investigated the formulation and evaluation of a Self-Foaming Clay Soap (SFCS) incorporating an ethanol extract of E. elatior fruit. The SFCS base, comprising surfactant as a cleansing and foaming agent combined with bentonite clay for enhanced serviceability and oil adsorption, was formulated with varying concentrations of bentonite (0%, 5%, 10%, 15%, and 20% w/w), designated as FI to FV, respectively, alongside other necessary excipients. The resulting SFCS preparations underwent rigorous physical and chemical stability assessments following accelerated storage conditions (freeze-thaw cycles). Evaluated parameters included organoleptic properties, foam stability and height, viscosity, dispersibility, homogeneity, and pH. The evaluation revealed that Formulation II (FII), containing 5% w/w bentonite, exhibited the most favorable stability profile and met the established criteria for SFCS semisolid preparations. Specifically, FII demonstrated a foam stabilization rate of 84.61% and a foam height of 2.6 cm after freeze-thaw cycling, a viscosity of 10,000 cPs, a spreadability diameter of 4.1 cm, a homogeneous texture devoid of coarse particles, and a skin-compatible pH of 5. These findings suggest that an SFCS formulation incorporating a 5% w/w concentration of bentonite and E. elatior fruit extract holds promising potential as a stable and efficacious skincare preparation.