Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STUDI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT NELAYAN DALAM UPAYA PEMANFAATAN BERKELANJUTAN TERHADAP KONSERVASI LAUT DI KAWASAN LAMPULO KOTA BANDA ACEH Furqan, Furqan; Khairani, Yuli; Surya, Erdi; Armi, Armi; Ridhwan, M.; Noviyanti, Anita; Hakim, Lukmanul; Muchsin, Muchsin
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10124

Abstract

Abstract: Fisheries sector, where in Aceh is a considerable amount of natural resource, has become a significant economic contributor for fishermen in particular and people of the province of Aceh. More than 55% of Aceh’s population depends on it both directly and indirectly. Therefore, it should be a priority for development in the province of Aceh and develop a positive impact on the widespread economic development in the region. While recognizing its economic values, research on how lokal fishermen’s communities use marine conservation in TPI Lampulo Banda Aceh to improve their awareness of marine conservation and its use sustainably is still largely lacking. This study, hence, aims to shed lights what sort of lokal wisdom is employed by the community. The approach in the study was the whole fishing community at the surrounding of TPI Lampulo along with five seas and two village sets. The sample in this study was 20 people, 14 people were fishermen, 2 seamen, 1 sea marshal, 1 village secretary and 1 village chief. Data are gathered through interviews and observations. Research suggest that the lokal wisdom of the fishing community in TPI Lampulo on ocean conservation is among other things: firstly, Taking care of the coastal environment like the mangrove forest use. Next, Fishing techniques that do not damage the ecosystems around the ocean coast, and than, Rules enforcement. Finally, and customary witnesses for breaking those rules have been in place for a long time. All of those remains maintained by the people especially the fishing community in TPI Lampulo.Keywords: Lokal Culture; Sustainable Utilization; Marine Conservation.Abstrak: Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi kekayaan sumber daya alam yang cukup besar terutama disektor perikanan. Sumber daya perikanan telah menjadi salah satu sektor andalan bagi nelayan dan masyarakat di provinsi Aceh. Lebih dari 55% penduduk Aceh tergantung pada sector ini baik langsung maupun tidak langsung, pengembangan sektor perikanan harus menjadi salah satu prioritas pembangunan di provinsi Aceh sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi secara luas di kawasan ini. Permasalahan dasar dalam penelitian adalah’ bagaimana kearifan lokal masyarakat nelayan dalam upaya pemanfaatan konservasi laut di TPI Lampulo Banda Aceh dalam rangka meningkatkan bentuk kesadaran masyarakat nelayan terhadap menjaga konservasi laut dan pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kearifan lokal. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriftif. Yaitu dengan menggunakan metode observasi dan wawancara terhadap responden, sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat nelayan yang berada di TPI Lampulo beserta panglima laot dan dua perangkap Desa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang yaitu 14 orang masyarakat nelayan, 2 orang pawang laut, 1 orang panglima laot, 1 orang sekretaris desa dan satu orang kepala desa. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat kearifan lokal masyarakat nelayan di TPI Lampulo terhadap konservasi laut antara lain. Pertama, mengatur berbagai hal seperti pemanfatan hutan mangrove, selanjutnya, penangkapan ikan yang tidak boleh menganggu ekosistem di sekitar pesisir laut, berikutnya, aturan-aturan yang boleh dikerjakan dan ada aturan yang tidak boleh dikerjakan. Dan terakhir sangsi adat apabila ada yang melanggar, aturan-aturan tersebut sudah ditetapkan sejak lama. dan hingga saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat khususnya masyarakat nelayan yang berada di TPI Lampulo.Kata Kunci: Kearifan Lokal; Pemanfaatan Berkelanjutan; Konservasi Laut.
TOXICITY TEST OF BANANA LEAF EXTRACT WITH BRINE SHRIMP LETHALITY TEST METHOD Armi, Armi; Pinem, Lina Herida; Setiawan, Yana; Ayu, Yennyka Dwi; Hartati, Susi; Anwar, La Ode Muhammad; Rachmita, Anisa
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2816

Abstract

Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) merupakan teknik yang digunakan untuk mengevaluasi potensi toksisitas awal suatu senyawa berdasarkan kemampuan mematikan larva Artemia salina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi efek sitotoksik dari ekstrak daun pisang ambon (Musa paradisiaca) melalui uji BSLT. Penelitian menggunakan desain eksperimental uji toksisitas secara in vivo Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan larva A. salina sebagai subjek, dan dilakukan di Laboratorium Biomedik Universitas Medika Suherman pada periode 16 Agustus hingga 13 September 2024. Uji dilakukan pada beberapa konsentrasi ekstrak yaitu 500, 100, 50, dan 10 ppm, masing-masing dengan tiga kali pengulangan dan kontrol. Observasi dilakukan pada interval waktu 6, 12, 18, dan 24 jam. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear dan metode probit. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun pisang ambon memiliki nilai LC50 sebesar 272,13 ppm. Kesimpulannya, ekstrak ini menunjukkan aktivitas sitotoksik sedang dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian farmakologis dan toksikologis.
Mengenali dan Mencegah Penyakit Pembuluh Darah Armi, Armi; Kharina Nurshadrina
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.16674

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, dan jantung koroner. Masalah kesehatan utama yan sering ditemui pada lansia, yang berisiko meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah, serta melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko yang ada. Metode: Kegiatan dilakukan dalam 5 tahap pelaksanaan, yang terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil: Hasil pre test dan post test didapatkan pergeseran yang positif dalam distribusi tingkat pengetahuan. Didapatkan hasil pre test sebanyak 46,7% peserta dengan kategori baik. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 86,7% peserta, dimana terjadi penambahan pengetahuan sebanyak 40% peserta. Kesimpulan: Ada peningkatan pegetahuan lansia sebelum dan sesudah dilakukan edukasi terkait pencegahan penyakit pembuluh darah.
Azolla microphylla Productivity Response to Inorganic Fertilizer (AB Mix) Application Armi, Armi; Ridwan , Muhammad; Andalia, Nurlena; Yeni, Manovri; Sudana, Julia
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Januari-April. Synergy of Research and Community Service for Community Empowerm
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/02hg9g95

Abstract

Azolla microphylla is a type of fern plant that is small, lives in waters and is useful as a producer in the food chain and also water bioremediation. Azolla microphylla is a type of water fern plant that commonly grows in calm waters such as lakes, ponds, rivers, and rice fields. The purpose of this study is to determine the effectiveness of inorganic fertilizer application on the heavy growth  of Azolla microphylla. The method used in this study was an experiment using a Complete Random Design (RAL) with 5 treatments and 4 repetitions. The results of the study showed that the application of inorganic fertilizers was effective against the heavy growth  of Azolla microphylla. P3 treatment, namely the application of organic fertilizer with a dose of 70 ml to Azolla microphylla provides better growth than other treatments, because the nutrients in the inorganic fertilizer are balanced with the nutrient needs  of the growth of Azolla microphylla. Application of AB mix fertilizer to the growth effectiveness of Azolla microphylla. The P3 treatment, namely the application of 70 ml of fertilizer to Azolla microphylla, provides better growth compared to other treatments. This shows that the application of inorganic fertilizer (AB mix) has a significant influence on the productivity  of Azolla microphylla.