Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM TATA KELOLA BAGIAN SEKRETARIAT DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH Yuliani, Rosalia; Mustafa, Intan; Kedoh, Lodowik Nikodemus
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9342

Abstract

The application of good governance principles is a crucial foundation for regional bureaucratic reform, but in reality, it is often hampered by resource capacity and organizational culture. This study aims to analyze the implementation of good governance in the Secretariat Section of the Regional Archives and Library Service of Sikka Regency. Using a descriptive qualitative approach, data were extracted using in-depth interviews, observation, and documentation studies, then analyzed through reduction, presentation, and verification. The research findings indicate that the application of good governance principles has been implemented but is not yet optimal. The principles of transparency and accountability were identified as being well-functioning internally, but information disclosure to the public is still very limited. Similarly, participation is still dominated by internal parties without significant involvement from the external community. The main obstacles were found in the aspects of professionalism and effectiveness due to the lack of competency of the apparatus and the low adoption of information technology in the still manual archiving system. The main conclusion emphasizes that optimization of secretariat governance is urgently carried out through expanding access to public transparency, implementing performance-based accountability, involving external participation, and modernizing the digital-based administration system to achieve excellent public service. ABSTRAK Penerapan prinsip good governance menjadi fondasi krusial dalam reformasi birokrasi daerah, namun realitasnya sering terkendala oleh kapasitas sumber daya dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi tata kelola pemerintahan yang baik pada Bagian Sekretariat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data digali menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip good governance telah dilaksanakan namun belum optimal. Prinsip transparansi dan akuntabilitas teridentifikasi sudah berjalan baik secara prosedural internal, namun keterbukaan informasi bagi publik masih sangat terbatas. Demikian pula, partisipasi masih didominasi pihak internal tanpa pelibatan signifikan dari masyarakat luar. Hambatan utama ditemukan pada aspek profesionalisme dan efektivitas akibat minimnya kompetensi aparatur serta rendahnya adopsi teknologi informasi dalam sistem kearsipan yang masih manual. Simpulan utama menegaskan bahwa optimalisasi tata kelola sekretariat mendesak dilakukan melalui perluasan akses transparansi publik, penerapan akuntabilitas berbasis kinerja, pelibatan partisipasi eksternal, serta modernisasi sistem administrasi berbasis digital guna mewujudkan pelayanan publik yang prima.    
PENGELOLAAN SOCIAL MEDIA RESPONSE TEAM UNTUK MENINGKATKAN PUBLISITAS PADA KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS IV Koban, Elisabeth Septiani Bonewati; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9343

Abstract

This study aims to examine and analyze the management of a social media response team in enhancing publicity at the Class IV Port Authority and Harbormaster Office (KSOP) Laurentius Say Maumere. The background of this research is based on the growing importance of social media as an effective public communication tool for government institutions in disseminating information, building a positive image, and increasing public engagement. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation related to the social media management activities at KSOP Class IV Laurentius Say Maumere. The results indicate that the management of the social media response team includes content planning, information dissemination, and public response management through social media platforms. These strategies contribute to increasing publicity and strengthening the institution’s public image. However, several challenges remain, such as limited human resources and inconsistencies in content updates. The study concludes that well-planned and responsive social media response team management plays an important role in enhancing the publicity of KSOP Class IV Laurentius Say Maumere, highlighting the need for improved strategies, team capacity building, and continuous optimization of social media utilization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan social media response team dalam meningkatkan publisitas pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Laurentius Say Maumere. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif bagi instansi pemerintah dalam menyampaikan informasi, membangun citra positif, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aktivitas pengelolaan media sosial KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan social media response team meliputi perencanaan konten, pelaksanaan publikasi informasi, serta pengelolaan respons terhadap masyarakat melalui media sosial. Strategi tersebut mampu meningkatkan publisitas dan memperkuat citra institusi di mata publik, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan konsistensi pembaruan konten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan social media response team yang terencana dan responsif berperan penting dalam meningkatkan publisitas KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere, sehingga diperlukan penguatan strategi, peningkatan kapasitas tim, dan optimalisasi pemanfaatan media sosial secara berkelanjutan.
WINI RONAN(G) DALAM FESTIVAL JELAJAH MAUMERE (FJM) SEBAGAI MEDIA PROMOSI UNTUK MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN LOKAL DI KABUPATEN SIKKA Djawa, Agnes Theresia; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10398

Abstract

This study aims to analyze the role of Wini Ronan(g) in the Maumere Exploration Festival as a medium for promoting local food in strengthening community food security in Sikka Regency. Wini Ronan(g), interpreted as a seed granary in local tradition, represents cultural values, traditional knowledge, and principles of sustainability passed down through generations. This research employs a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving festival organizers, local food MSME actors, traditional leaders, and festival visitors as research subjects. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Wini Ronan(g) functions not only as a cultural symbol but is also concretely implemented through local food exhibitions, cultural performances, traditional narratives, and creative economic activities based on local food. The Maumere Exploration Festival effectively serves as a medium for promoting local food by increasing the visibility of MSME products, strengthening interaction between producers and consumers, and fostering pride in local food. Moreover, the festival contributes to raising public awareness of the importance of local food security through a persuasive and educational cultural approach. This study concludes that culture-based festivals rooted in local wisdom can serve as strategic instruments for promoting local food and strengthening sustainable community food security. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Wini Ronan(g) dalam Festival Jelajah Maumere sebagai media promosi pangan lokal dalam upaya membangun ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Sikka. Wini Ronan(g), yang dimaknai sebagai lumbung benih dalam tradisi lokal, merepresentasikan nilai budaya, pengetahuan tradisional, serta prinsip keberlanjutan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian terdiri atas panitia festival, pelaku UMKM pangan lokal, tokoh adat, serta pengunjung festival. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wini Ronan(g) tidak hanya hadir sebagai simbol budaya, tetapi juga diimplementasikan secara nyata melalui pameran pangan lokal, pertunjukan seni, narasi adat, dan aktivitas ekonomi kreatif berbasis pangan. Festival Jelajah Maumere berfungsi efektif sebagai media promosi pangan lokal dengan meningkatkan visibilitas produk UMKM, memperkuat interaksi produsen dan konsumen, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap pangan lokal. Selain itu, festival berperan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan lokal melalui pendekatan budaya yang persuasif dan edukatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa festival budaya berbasis kearifan lokal dapat menjadi instrumen strategis dalam promosi pangan lokal dan penguatan ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
AKTIVITAS HUMAS POLRES SIKKA DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI SARANA PENYEBARAN INFORMASI PUBLIK Paskua, Maria Enjelike; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10403

Abstract

The development of information and communication technology has encouraged public institutions to adapt in delivering information to the public in a fast, transparent, and interactive manner. The police, as a state institution, have a responsibility to fulfill public information needs in order to build public trust and participation. This study aims to identify and describe the activities of the Public Relations Division of Sikka Police Resort in utilizing Instagram social media @humas_polressikka as a medium for disseminating public information. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with public relations officers of Sikka Police Resort, observation of the content posted on the Instagram account @humas_polressikka, and relevant documentation. Data analysis was conducted using an interactive qualitative analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The results indicate that the Public Relations Division of Sikka Police Resort has utilized Instagram as a medium for disseminating public information, including information on police activities, public services, public order and security (kamtibmas) appeals and education, law enforcement, and information clarification. Instagram is used as an effective publication medium due to its visual nature, speed, and ease of access for the public. Public relations activities through Instagram also contribute to building a positive image of Sikka Police Resort as an open and humane institution. However, the use of social media still faces several challenges, such as limited human resources, inconsistency in content management, and the lack of optimal two-way interaction with the public. This study concludes that Instagram has functioned as a medium for public information dissemination by the Public Relations Division of Sikka Police Resort; however, strengthening communication strategies, enhancing content creativity, and improving public interaction management are necessary to optimize the role of social media in supporting information transparency and public trust. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong institusi publik untuk beradaptasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, terbuka, dan interaktif. Kepolisian sebagai institusi negara memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan informasi publik guna membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan aktivitas humas Polres Sikka dalam memanfaatkan media sosial Instagram @humas_polressikka sebagai sarana penyebaran informasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak humas Polres Sikka, observasi terhadap konten akun Instagram @humas_polressikka, serta dokumentasi pendukung yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas Polres Sikka telah memanfaatkan Instagram sebagai media penyebaran informasi publik yang meliputi informasi kegiatan kepolisian, pelayanan publik, imbauan dan edukasi kamtibmas, penegakan hukum, serta klarifikasi informasi. Instagram digunakan sebagai sarana publikasi yang efektif karena bersifat visual, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat. Aktivitas humas melalui Instagram juga berkontribusi dalam membangun citra positif Polres Sikka sebagai institusi yang terbuka dan humanis. Namun demikian, pemanfaatan media sosial tersebut masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, konsistensi pengelolaan konten, serta belum optimalnya interaksi dua arah dengan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram telah berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi publik oleh humas Polres Sikka, namun diperlukan penguatan strategi komunikasi, kreativitas konten, dan pengelolaan interaksi publik agar peran media sosial dapat lebih optimal dalam mendukung keterbukaan informasi dan kepercayaan masyarakat.  
PROSEDUR LAYANAN AKTIVASI APLIKASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SIKKA Yosefat, Yovilia Nona; Mustafa, Intan; Harbiyanto, Alfian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10404

Abstract

Digital transformation in public services has encouraged the government to develop Digital Population Identity (IKD) as an innovation in population administration. This study aims to describe and analyze the service procedures for activating the Digital Population Identity application at the Department of Population and Civil Registration of Sikka Regency, as well as to identify the obstacles encountered in its implementation. This research employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, observation, and documentation. The research informants consist of department leaders, population administration service officers, IKD operators, and service users. The findings indicate that the IKD activation service procedures at the Department of Population and Civil Registration of Sikka Regency have been implemented in accordance with applicable regulations and technical guidelines, encompassing the stages of preparation, verification, and activation. Service officers play a crucial role as facilitators and companions for the community during the IKD activation process. However, the implementation of the service still faces several challenges, such as limited internet connectivity, insufficient human resources, and low digital literacy among certain segments of the community. Public responses to the IKD service vary, with some individuals experiencing the benefits of digital services, while others remain hesitant to adopt them. From a public service perspective, the IKD activation service represents a progressive form of e-government-based service innovation; nevertheless, its effectiveness and efficiency have not yet been fully optimized. Therefore, strengthening infrastructure, enhancing the capacity of public service personnel, and implementing continuous public outreach strategies are necessary to improve the quality of population administration services in an inclusive and sustainable manner. ABSTRAK Transformasi digital dalam pelayanan publik mendorong pemerintah untuk mengembangkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai inovasi dalam administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis prosedur layanan aktivasi aplikasi Identitas Kependudukan Digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pimpinan dinas, petugas pelayanan administrasi kependudukan, operator IKD, serta masyarakat pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur layanan aktivasi IKD di Disdukcapil Kabupaten Sikka telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan pedoman teknis yang berlaku, yang meliputi tahap persiapan, verifikasi, dan aktivasi. Petugas pelayanan memiliki peran penting sebagai fasilitator dan pendamping masyarakat dalam proses aktivasi IKD. Namun demikian, pelaksanaan layanan masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan jaringan internet, keterbatasan sumber daya manusia, serta rendahnya literasi digital sebagian masyarakat. Respons masyarakat terhadap layanan IKD bersifat beragam, di mana sebagian telah merasakan manfaat layanan digital, sementara sebagian lainnya masih ragu untuk menggunakannya. Ditinjau dari perspektif pelayanan publik, layanan aktivasi IKD merupakan bentuk inovasi pelayanan berbasis e-government yang progresif, namun efektivitas dan efisiensinya belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas aparatur, serta strategi sosialisasi yang berkelanjutan agar layanan IKD dapat meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan secara inklusif dan berkelanjutan  
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN JASA PERHOTELAN PADA CAPA RESORT MAUMERE UNTUK MENINGKATKAN ANIMO PENGUNJUNG Radja, Stephani Prisla Helena; Retu, Markus Kristian; Mustafa, Intan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10406

Abstract

This study aims to determine and analyze the implementation of hotel service marketing strategies at Capa Resort Maumere in increasing visitor interest. The service marketing strategies studied include the application of the service marketing mix (7Ps), namely product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation of management, employees, and visitors to Capa Resort Maumere. The results show that Capa Resort Maumere has implemented service marketing strategies quite effectively, especially in the aspects of promotion through digital media, improving service quality, and providing facilities that support guest comfort. These strategies contribute to increasing visitor interest and satisfaction. However, there are several obstacles faced, including limited human resources, less than optimal use of digital marketing technology, and the influence of external factors such as visiting seasons and economic conditions. The conclusion of this study is that the implementation of appropriate and sustainable hotel service marketing strategies can increase visitor interest at Capa Resort Maumere. Therefore, it is recommended that management continue to evaluate and innovate marketing strategies to increase the competitiveness and sustainability of the hotel business. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi strategi pemasaran jasa perhotelan pada Capa Resort Maumere dalam meningkatkan animo pengunjung. Strategi pemasaran jasa yang dikaji meliputi penerapan bauran pemasaran jasa (7P), yaitu produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pihak manajemen, karyawan, serta pengunjung Capa Resort Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capa Resort Maumere telah mengimplementasikan strategi pemasaran jasa secara cukup efektif, khususnya dalam aspek promosi melalui media digital, peningkatan kualitas pelayanan, serta penyediaan fasilitas yang mendukung kenyamanan tamu. Strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan minat dan kepuasan pengunjung. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya pemanfaatan teknologi pemasaran digital, serta pengaruh faktor eksternal seperti musim kunjungan dan kondisi ekonomi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi strategi pemasaran jasa perhotelan yang tepat dan berkelanjutan dapat meningkatkan animo pengunjung Capa Resort Maumere. Oleh karena itu, disarankan agar pihak manajemen terus melakukan evaluasi dan inovasi strategi pemasaran guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha perhotelan.
PELAKSANAAN TUGAS PENYIAPAN AGENDA PIMPINAN DI BAGIAN PROTOKOL SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SIKKA Ritkalivan, Maria; Retu, Markus Kristian; Mustafa, Intan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10409

Abstract

The implementation of leaders’ agenda management is a strategic function in supporting the effectiveness of local government administration. The Protocol Section of the Regional Secretariat of Sikka Regency plays an important role in managing leaders’ agendas through planning, coordination, protocol implementation, as well as documentation and publication of leaders’ activities. This study aims to describe and analyze the implementation of leaders’ agenda management in the Protocol Section of the Regional Secretariat of Sikka Regency and to identify the constraints encountered in its implementation. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, with informants selected purposively from officials directly involved in managing leaders’ agendas. The results indicate that the implementation of leaders’ agenda management has generally been carried out in accordance with the duties and functions of the Protocol Section, particularly in scheduling, protocol implementation, and coordination of leaders’ activities. However, several constraints were identified, including sudden changes in agendas, limited human resources, suboptimal inter-agency coordination, and limited information technology support This study concludes that strengthening human resource capacity, improving coordination among regional agencies, and optimizing the use of information technology are necessary to enhance the effectiveness of leaders’ agenda management within the Government of Sikka Regency. ABSTRAK Pelaksanaan tugas agenda pimpinan merupakan salah satu fungsi strategis dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah. Bagian Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka memiliki peran penting dalam mengelola agenda pimpinan melalui perencanaan, koordinasi, pelaksanaan keprotokolan, serta dokumentasi dan publikasi kegiatan pimpinan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan tugas agenda pimpinan di Bagian Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive dari aparatur yang terlibat langsung dalam pengelolaan agenda pimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas agenda pimpinan pada dasarnya telah berjalan sesuai dengan tugas dan fungsi Bagian Protokol, khususnya dalam penyusunan jadwal, pelaksanaan keprotokolan, serta koordinasi kegiatan pimpinan. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti perubahan agenda secara mendadak, keterbatasan sumber daya manusia, koordinasi lintas perangkat daerah yang belum optimal, serta keterbatasan sarana pendukung berbasis teknologi informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kapasitas aparatur, penguatan koordinasi, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas agenda pimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka.
AKTIVITAS HUMAS POLRES SIKKA MELALUI MEDIA SOSIAL @humas_polressikka UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT Ndolu, Claudia Ndana; Mustafa, Intan; Retu, Markus Kristian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10413

Abstract

This study aims to analyze the public relations activities of the Sikka Police Resort (Polres Sikka) through social media @humas_polressikka in enhancing public trust. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The research informants consisted of public relations officers of Polres Sikka and social media users from the community. Data analysis was conducted using an interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation techniques. The results of the study indicate that the public relations activities of Polres Sikka through social media include dissemination of public information, legal education, interaction with the community, and issue clarification. These activities contribute to building a positive image of the police institution and increasing public trust through information transparency, communicative closeness, and institutional responsiveness. However, the study also identifies several obstacles, such as limited human resources, challenges in managing public interaction, and the potential spread of negative information on social media. This study concludes that social media is a strategic communication instrument for police public relations in building public trust. Therefore, strengthening structured and professional digital communication strategies is necessary to ensure that public relations activities through social media can be more effective in enhancing public trust. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas humas Polres Sikka melalui media sosial @humas_polressikka dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari personel humas Polres Sikka dan masyarakat pengguna media sosial. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas humas Polres Sikka melalui media sosial meliputi penyebaran informasi publik, edukasi hukum, interaksi dengan masyarakat, serta klarifikasi isu. Aktivitas tersebut berkontribusi dalam membangun citra positif institusi kepolisian dan meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui transparansi informasi, kedekatan komunikasi, dan responsivitas institusi. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, tantangan pengelolaan interaksi publik, dan potensi penyebaran informasi negatif di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial merupakan instrumen komunikasi yang strategis bagi humas kepolisian dalam membangun kepercayaan publik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi komunikasi digital yang terstruktur dan profesional agar aktivitas humas melalui media sosial dapat berjalan lebih efektif dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat.