Claim Missing Document
Check
Articles

Praktik Komunikasi Penyiaran dalam Membangun Kepercayaan Pendengar Alexander Agung Putra Parilibak; Intan Mustafa; Markus Kristian Retu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2249

Abstract

Radio sebagai media informasi publik masih memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan pendengar, khususnya pada konteks radio pemerintah daerah. Kepercayaan pendengar tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh praktik komunikasi penyiar dalam proses siaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis praktik komunikasi penyiaran dalam membangun kepercayaan pendengar di Radio Suara Sikka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi siaran, dokumentasi program, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan pendengar dibangun melalui kesesuaian gaya penyiaran dengan jenis program, pola penyampaian pesan, serta bentuk interaksi dengan pendengar. Program interaktif memberikan ruang kedekatan emosional antara penyiar dan pendengar, sementara program berita menekankan akurasi informasi dan pembawaan yang formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepercayaan pendengar pada radio publik merupakan hasil dari praktik komunikasi penyiaran yang konsisten, kontekstual, dan selaras dengan batasan kelembagaan radio pemerintah daerah.
Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai Inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kabupaten Sikka Markus Kristian Retu; Intan Mustafa; Maria Elasilva Blandina; Lodowik Nikodemus Kedoh
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2287

Abstract

Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang dikembangkan pemerintah sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan IKD sebagai inovasi pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Sikka, serta mengidentifikasi manfaat dan kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan aparatur Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka dan masyarakat pengguna layanan, observasi langsung terhadap proses pelayanan, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IKD memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan efisiensi pelayanan, kemudahan akses dokumen kependudukan, serta pengurangan ketergantungan pada dokumen fisik. Namun demikian, implementasi IKD belum berjalan secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur teknologi, kesiapan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital masyarakat, serta belum maksimalnya kegiatan sosialisasi. Selain itu, kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan data pribadi turut memengaruhi tingkat penerimaan terhadap layanan berbasis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi IKD tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga oleh kesiapan institusional, dukungan kebijakan, dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memperluas edukasi publik guna mengoptimalkan penerapan IKD di Kabupaten Sikka.
Komunikasi Pelayanan Publik sebagai Determinan Kualitas Layanan Penerbitan Akta Kelahiran di Kabupaten Sikka Intan Mustafa; Alfian Harbiyanto; Vinsensia Du’a Rana; Lodowik Nikodemus Kedoh
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2288

Abstract

Pelayanan penerbitan akta kelahiran merupakan bagian penting dari pelayanan administrasi kependudukan yang berfungsi menjamin pengakuan hukum atas identitas warga negara. Kualitas pelayanan akta kelahiran sangat dipengaruhi oleh efektivitas komunikasi pelayanan yang dibangun antara aparatur pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi pelayanan sebagai determinan kualitas pelayanan penerbitan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan operator pelayanan akta kelahiran serta masyarakat pengguna layanan, disertai observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pelayanan memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memahami prosedur dan persyaratan pelayanan, khususnya dalam penerapan sistem pelayanan berbasis digital yang belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Keterbatasan literasi digital menyebabkan masyarakat masih sangat bergantung pada penjelasan langsung dari petugas pelayanan. Aparatur pelayanan dinilai cukup responsif dan berupaya memberikan pendampingan, namun keterbatasan media informasi dan belum optimalnya pola komunikasi pelayanan berdampak pada efektivitas dan efisiensi layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan akta kelahiran di Kabupaten Sikka memerlukan penguatan komunikasi pelayanan yang jelas, empatik, dan adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat, seiring dengan pengembangan sistem pelayanan digital yang lebih inklusif.
Dinamika Komunikasi Publik dalam Fenomena Pungutan Liar di Destinasi Wisata Pantai Koka Maumere Fransiska Aprilia Fenge; Markus Kristian Retu; Intan Mustafa
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2401

Abstract

Fenomena pungutan liar (pungli) di destinasi wisata merupakan persoalan sosial yang tidak hanya berdampak pada citra pariwisata, tetapi juga mencerminkan dinamika komunikasi antara pengelola, masyarakat lokal, wisatawan, dan pemerintah. Pantai Koka Maumere sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sikka tidak terlepas dari praktik pungutan liar yang memicu beragam respons publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi publik dalam fenomena pungutan liar di destinasi wisata Pantai Koka Maumere, dengan menelaah pola interaksi, persepsi, serta alur komunikasi antaraktor yang terlibat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat lokal, wisatawan, pengelola wisata, serta aparat pemerintah terkait, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pungutan liar muncul akibat lemahnya komunikasi kebijakan, kurangnya sosialisasi aturan resmi, serta perbedaan pemahaman antara masyarakat lokal dan wisatawan mengenai sistem pengelolaan wisata. Dinamika komunikasi publik ditandai oleh komunikasi informal, penyampaian informasi yang tidak terstruktur, serta minimnya ruang dialog partisipatif antara pemangku kepentingan. Kondisi ini memicu kesalahpahaman, konflik laten, dan menurunnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan destinasi wisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan komunikasi publik yang transparan, partisipatif, dan berbasis kearifan lokal menjadi kunci dalam menekan praktik pungutan liar serta membangun tata kelola pariwisata yang berkelanjutan di Pantai Koka Maumere.
Festival Jelajah Maumere sebagai Upaya Merawat Warisan Leluhur dan Peradaban Lokal melalui Dinas Pariwasata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Maria Margaretha Paula; Markus Kristian Retu; Intan Mustafa
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2403

Abstract

Festival budaya merupakan salah satu strategi penting dalam upaya pelestarian warisan leluhur dan peradaban lokal di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Festival Jelajah Maumere sebagai upaya merawat warisan leluhur dan peradaban lokal melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, menjadikan Festival Jelajah Maumere sebagai studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, tokoh adat, pelaku seni budaya, serta masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Jelajah Maumere berperan sebagai media pelestarian budaya yang efektif melalui representasi nilai-nilai leluhur, penguatan identitas budaya lokal, serta pewarisan tradisi kepada generasi muda. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka berperan strategis sebagai fasilitator, regulator, dan promotor budaya dalam penyelenggaraan festival, sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dan komunitas adat. Selain berdampak pada pelestarian budaya, festival ini juga memberikan kontribusi sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal melalui penguatan sektor pariwisata budaya dan ekonomi kreatif. Namun demikian, penelitian ini menemukan adanya tantangan berupa keterbatasan sumber daya, risiko komodifikasi budaya, serta belum optimalnya pemerataan manfaat festival bagi seluruh komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Festival Jelajah Maumere tidak hanya berfungsi sebagai agenda pariwisata, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam menjaga keberlanjutan warisan leluhur dan peradaban lokal di Kabupaten Sikka. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan festival yang berkelanjutan, partisipatif, dan berorientasi pada nilai-nilai budaya lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang.
WINI RONAN(G) DALAM FESTIVAL JELAJAH MAUMERE (FJM) SEBAGAI MEDIA PROMOSI UNTUK MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN LOKAL DI KABUPATEN SIKKA Agnes Theresia Djawa; Intan Mustafa; Viktor Ariestyan Sedu
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10398

Abstract

This study aims to analyze the role of Wini Ronan(g) in the Maumere Exploration Festival as a medium for promoting local food in strengthening community food security in Sikka Regency. Wini Ronan(g), interpreted as a seed granary in local tradition, represents cultural values, traditional knowledge, and principles of sustainability passed down through generations. This research employs a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving festival organizers, local food MSME actors, traditional leaders, and festival visitors as research subjects. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Wini Ronan(g) functions not only as a cultural symbol but is also concretely implemented through local food exhibitions, cultural performances, traditional narratives, and creative economic activities based on local food. The Maumere Exploration Festival effectively serves as a medium for promoting local food by increasing the visibility of MSME products, strengthening interaction between producers and consumers, and fostering pride in local food. Moreover, the festival contributes to raising public awareness of the importance of local food security through a persuasive and educational cultural approach. This study concludes that culture-based festivals rooted in local wisdom can serve as strategic instruments for promoting local food and strengthening sustainable community food security. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Wini Ronan(g) dalam Festival Jelajah Maumere sebagai media promosi pangan lokal dalam upaya membangun ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Sikka. Wini Ronan(g), yang dimaknai sebagai lumbung benih dalam tradisi lokal, merepresentasikan nilai budaya, pengetahuan tradisional, serta prinsip keberlanjutan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian terdiri atas panitia festival, pelaku UMKM pangan lokal, tokoh adat, serta pengunjung festival. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wini Ronan(g) tidak hanya hadir sebagai simbol budaya, tetapi juga diimplementasikan secara nyata melalui pameran pangan lokal, pertunjukan seni, narasi adat, dan aktivitas ekonomi kreatif berbasis pangan. Festival Jelajah Maumere berfungsi efektif sebagai media promosi pangan lokal dengan meningkatkan visibilitas produk UMKM, memperkuat interaksi produsen dan konsumen, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap pangan lokal. Selain itu, festival berperan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan lokal melalui pendekatan budaya yang persuasif dan edukatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa festival budaya berbasis kearifan lokal dapat menjadi instrumen strategis dalam promosi pangan lokal dan penguatan ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
AKTIVITAS HUMAS POLRES SIKKA DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI SARANA PENYEBARAN INFORMASI PUBLIK Maria Enjelike Paskua; Intan Mustafa; Viktor Ariestyan Sedu
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10403

Abstract

The development of information and communication technology has encouraged public institutions to adapt in delivering information to the public in a fast, transparent, and interactive manner. The police, as a state institution, have a responsibility to fulfill public information needs in order to build public trust and participation. This study aims to identify and describe the activities of the Public Relations Division of Sikka Police Resort in utilizing Instagram social media @humas_polressikka as a medium for disseminating public information. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with public relations officers of Sikka Police Resort, observation of the content posted on the Instagram account @humas_polressikka, and relevant documentation. Data analysis was conducted using an interactive qualitative analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The results indicate that the Public Relations Division of Sikka Police Resort has utilized Instagram as a medium for disseminating public information, including information on police activities, public services, public order and security (kamtibmas) appeals and education, law enforcement, and information clarification. Instagram is used as an effective publication medium due to its visual nature, speed, and ease of access for the public. Public relations activities through Instagram also contribute to building a positive image of Sikka Police Resort as an open and humane institution. However, the use of social media still faces several challenges, such as limited human resources, inconsistency in content management, and the lack of optimal two-way interaction with the public. This study concludes that Instagram has functioned as a medium for public information dissemination by the Public Relations Division of Sikka Police Resort; however, strengthening communication strategies, enhancing content creativity, and improving public interaction management are necessary to optimize the role of social media in supporting information transparency and public trust. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong institusi publik untuk beradaptasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, terbuka, dan interaktif. Kepolisian sebagai institusi negara memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan informasi publik guna membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan aktivitas humas Polres Sikka dalam memanfaatkan media sosial Instagram @humas_polressikka sebagai sarana penyebaran informasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak humas Polres Sikka, observasi terhadap konten akun Instagram @humas_polressikka, serta dokumentasi pendukung yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas Polres Sikka telah memanfaatkan Instagram sebagai media penyebaran informasi publik yang meliputi informasi kegiatan kepolisian, pelayanan publik, imbauan dan edukasi kamtibmas, penegakan hukum, serta klarifikasi informasi. Instagram digunakan sebagai sarana publikasi yang efektif karena bersifat visual, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat. Aktivitas humas melalui Instagram juga berkontribusi dalam membangun citra positif Polres Sikka sebagai institusi yang terbuka dan humanis. Namun demikian, pemanfaatan media sosial tersebut masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, konsistensi pengelolaan konten, serta belum optimalnya interaksi dua arah dengan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram telah berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi publik oleh humas Polres Sikka, namun diperlukan penguatan strategi komunikasi, kreativitas konten, dan pengelolaan interaksi publik agar peran media sosial dapat lebih optimal dalam mendukung keterbukaan informasi dan kepercayaan masyarakat.  
PROSEDUR LAYANAN AKTIVASI APLIKASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SIKKA Yovilia Nona Yosefat; Intan Mustafa; Alfian Harbiyanto
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10404

Abstract

Digital transformation in public services has encouraged the government to develop Digital Population Identity (IKD) as an innovation in population administration. This study aims to describe and analyze the service procedures for activating the Digital Population Identity application at the Department of Population and Civil Registration of Sikka Regency, as well as to identify the obstacles encountered in its implementation. This research employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, observation, and documentation. The research informants consist of department leaders, population administration service officers, IKD operators, and service users. The findings indicate that the IKD activation service procedures at the Department of Population and Civil Registration of Sikka Regency have been implemented in accordance with applicable regulations and technical guidelines, encompassing the stages of preparation, verification, and activation. Service officers play a crucial role as facilitators and companions for the community during the IKD activation process. However, the implementation of the service still faces several challenges, such as limited internet connectivity, insufficient human resources, and low digital literacy among certain segments of the community. Public responses to the IKD service vary, with some individuals experiencing the benefits of digital services, while others remain hesitant to adopt them. From a public service perspective, the IKD activation service represents a progressive form of e-government-based service innovation; nevertheless, its effectiveness and efficiency have not yet been fully optimized. Therefore, strengthening infrastructure, enhancing the capacity of public service personnel, and implementing continuous public outreach strategies are necessary to improve the quality of population administration services in an inclusive and sustainable manner. ABSTRAK Transformasi digital dalam pelayanan publik mendorong pemerintah untuk mengembangkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai inovasi dalam administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis prosedur layanan aktivasi aplikasi Identitas Kependudukan Digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pimpinan dinas, petugas pelayanan administrasi kependudukan, operator IKD, serta masyarakat pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur layanan aktivasi IKD di Disdukcapil Kabupaten Sikka telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan pedoman teknis yang berlaku, yang meliputi tahap persiapan, verifikasi, dan aktivasi. Petugas pelayanan memiliki peran penting sebagai fasilitator dan pendamping masyarakat dalam proses aktivasi IKD. Namun demikian, pelaksanaan layanan masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan jaringan internet, keterbatasan sumber daya manusia, serta rendahnya literasi digital sebagian masyarakat. Respons masyarakat terhadap layanan IKD bersifat beragam, di mana sebagian telah merasakan manfaat layanan digital, sementara sebagian lainnya masih ragu untuk menggunakannya. Ditinjau dari perspektif pelayanan publik, layanan aktivasi IKD merupakan bentuk inovasi pelayanan berbasis e-government yang progresif, namun efektivitas dan efisiensinya belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas aparatur, serta strategi sosialisasi yang berkelanjutan agar layanan IKD dapat meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan secara inklusif dan berkelanjutan  
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN JASA PERHOTELAN PADA CAPA RESORT MAUMERE UNTUK MENINGKATKAN ANIMO PENGUNJUNG Stephani Prisla Helena Radja; Markus Kristian Retu; Intan Mustafa
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10406

Abstract

This study aims to determine and analyze the implementation of hotel service marketing strategies at Capa Resort Maumere in increasing visitor interest. The service marketing strategies studied include the application of the service marketing mix (7Ps), namely product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation of management, employees, and visitors to Capa Resort Maumere. The results show that Capa Resort Maumere has implemented service marketing strategies quite effectively, especially in the aspects of promotion through digital media, improving service quality, and providing facilities that support guest comfort. These strategies contribute to increasing visitor interest and satisfaction. However, there are several obstacles faced, including limited human resources, less than optimal use of digital marketing technology, and the influence of external factors such as visiting seasons and economic conditions. The conclusion of this study is that the implementation of appropriate and sustainable hotel service marketing strategies can increase visitor interest at Capa Resort Maumere. Therefore, it is recommended that management continue to evaluate and innovate marketing strategies to increase the competitiveness and sustainability of the hotel business. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi strategi pemasaran jasa perhotelan pada Capa Resort Maumere dalam meningkatkan animo pengunjung. Strategi pemasaran jasa yang dikaji meliputi penerapan bauran pemasaran jasa (7P), yaitu produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pihak manajemen, karyawan, serta pengunjung Capa Resort Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capa Resort Maumere telah mengimplementasikan strategi pemasaran jasa secara cukup efektif, khususnya dalam aspek promosi melalui media digital, peningkatan kualitas pelayanan, serta penyediaan fasilitas yang mendukung kenyamanan tamu. Strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan minat dan kepuasan pengunjung. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya pemanfaatan teknologi pemasaran digital, serta pengaruh faktor eksternal seperti musim kunjungan dan kondisi ekonomi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi strategi pemasaran jasa perhotelan yang tepat dan berkelanjutan dapat meningkatkan animo pengunjung Capa Resort Maumere. Oleh karena itu, disarankan agar pihak manajemen terus melakukan evaluasi dan inovasi strategi pemasaran guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha perhotelan.
PELAKSANAAN TUGAS PENYIAPAN AGENDA PIMPINAN DI BAGIAN PROTOKOL SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SIKKA Maria Ritkalivan; Markus Kristian Retu; Intan Mustafa
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10409

Abstract

The implementation of leaders’ agenda management is a strategic function in supporting the effectiveness of local government administration. The Protocol Section of the Regional Secretariat of Sikka Regency plays an important role in managing leaders’ agendas through planning, coordination, protocol implementation, as well as documentation and publication of leaders’ activities. This study aims to describe and analyze the implementation of leaders’ agenda management in the Protocol Section of the Regional Secretariat of Sikka Regency and to identify the constraints encountered in its implementation. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, with informants selected purposively from officials directly involved in managing leaders’ agendas. The results indicate that the implementation of leaders’ agenda management has generally been carried out in accordance with the duties and functions of the Protocol Section, particularly in scheduling, protocol implementation, and coordination of leaders’ activities. However, several constraints were identified, including sudden changes in agendas, limited human resources, suboptimal inter-agency coordination, and limited information technology support This study concludes that strengthening human resource capacity, improving coordination among regional agencies, and optimizing the use of information technology are necessary to enhance the effectiveness of leaders’ agenda management within the Government of Sikka Regency. ABSTRAK Pelaksanaan tugas agenda pimpinan merupakan salah satu fungsi strategis dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah. Bagian Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka memiliki peran penting dalam mengelola agenda pimpinan melalui perencanaan, koordinasi, pelaksanaan keprotokolan, serta dokumentasi dan publikasi kegiatan pimpinan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan tugas agenda pimpinan di Bagian Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive dari aparatur yang terlibat langsung dalam pengelolaan agenda pimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas agenda pimpinan pada dasarnya telah berjalan sesuai dengan tugas dan fungsi Bagian Protokol, khususnya dalam penyusunan jadwal, pelaksanaan keprotokolan, serta koordinasi kegiatan pimpinan. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti perubahan agenda secara mendadak, keterbatasan sumber daya manusia, koordinasi lintas perangkat daerah yang belum optimal, serta keterbatasan sarana pendukung berbasis teknologi informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kapasitas aparatur, penguatan koordinasi, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas agenda pimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka.
Co-Authors Agnes Loy Wete Agnes Theresia Djawa Alexander Agung Putra Parilibak Aloysius Alfianto Elang Avilanti, Maria Balzano, Mario Caesilia Apriliani Dasion Claudia Ndana Ndolu Desire ED, Maria Yosephine Dince, Maria Nona Elisabeth Imelda Kevin Liwu Fantiola, Maria Stevania Fransiska Aprilia Fenge Harbiyanto, Alfian Haryati, Fransiska Ingelberta Ricfrida Sri Iku, Katrinsia Sintia Indah, Emilia Faujia INTAN, AGUSTINA NONA Irdam Riani, Irdam Kedoh, Lodowik N. Kedoh, Lodowik Nikodemus Koban, Elisabeth Septiani Bonewati Kriswinda Adventuriani Kalore Kurnyati, Arlinda Icha Lodowik Kedoh M. Rangga, Phillipiana Maria Dominikas Knuma Kedang Maria Elasilva Blandina Maria Enjelike Paskua Maria Margaretha Paula Maria Oktaviana Bengan Laba Maria Renha Rosari Pareira Maria Ritkalivan Markus Kristian Retu Markus Kristian Retu Markus Retu Matilda Lusiana Chelsia Wada Ode Irman Oktavia, Maria Onu La Ola, Onu Retu , Markus Kristian RETU, MARKUS KRISTIAN Sadipun, Marcellina Menci Septianindy Samin, Fransiska Novita SANDRY, OKTAVIANUS NONG Silva, Maria Sabina Da Silva, Wilhelmina Cathrin Zanta Febronia Da Silvesta, Yosefina Pausta Sonia Satriawaty Baragau Stephani Prisla Helena Radja Subang, Donatus Bernald Taping, Lidya Rosiana TB Inan Malywanni Woga Tibo, Irvan Titus Tius, Imelda Krisdayanti Tukan, Clariska Putri Ayunda Veronika Melyana Novita Viktor Ariestyan Sedu Vinsensia Du’a Rana Wilfridus Valiance Yanuarius Bala Tukan Yonas Klemens Gregorius Dori Gobang Yosefina Pausta Silvesta Yovilia Nona Yosefat Yuliani, Rosalia