Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PEMBERIAN EDUKASI PENTINGNYA RELAKSASI DALAM MENURUNKAN STRES AKADEMIK PADA SISWA DI SMK KOTA LUBUKLINGGAU Soewito, Bambang; Susmini, Susmini; Juartika, Wella
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2027

Abstract

Stres dapat dipandang dalam dua cara, pertama adalah distress yang dipandang sebagai stres yang merusak atau yang tidak menyenangkan, yang dapat mengakibatkan seseorang marah, tegang, bingung, cemas, merasa bersalah, dan dapat mengganggu kepribadian. Relaksasi diperlukan untuk menurunkan tingkat stress yang terjadi pada siswa. Edukasi diberikan agar siswa paham cara melakukan relaksasi dan  paham secara baik, agar menurunkan stres akademik siswa melalui relaksasi, tidak hanya bersifat kuratif tapi juga preventif untuk siswa yang tidak mengalaminya. 
PENYULUHAN PENGENALAN TANDA BAHAYA KEGAWATDARURATAN PADA BAYI MUDA DAN PENANGANANNYA DI RUMAH Oktaviani, Eva; Feri, Jhon; Susmini, Susmini; Soewito, Bambang
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.620-626

Abstract

Permasalahan kesehatan pada bayi muda masih menjadi sorotan dibidang kesehatan. Kematian anak di Indonesia sering dijumpai pada usia neonatal dan bayi muda. Selama fase ini, bayi baru lahir sangat rentan mengalami permasalahan kesehatan karena proses adaptasi dari intrauterine ke ekstrauterin dan daya tahan tubuh yang rendah. Kegawatdaruratan neonatal dapat terjadi sewaktu-waktu terutama pada bayi risiko tinggi dan akibat penanganan awal yang tidak tepat. Pengenalan tanda bahaya sejak dini pada bayi muda dapat membantu menurunkan insiden angka kematian bayi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang pengenalan tanda bahaya dan penanganan kasus kegawatdaruratan bayi yang sering terjadi di rumah. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi khususnya bayi dengan risiko tinggi. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi intensif, dan demonstrasi. Tempat pelaksanaan di Puskemas Pembantu (Pustu) Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti Kota Lubuklinggau. Jumlah peserta sebanyak 20 orang. Evaluasi hasil akhir yaitu kegiatan berjalan lancar, peserta sangat responsif, terjadinya peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang pengenalan tanda bahaya kegawatdaruratan pada bayi muda dan mampu mempraktikkan penanganannya sesuai materi yang disampaikan. Pengenalan tanda bahaya pada bayi sejak dini penting untuk diberikan secara berkelanjutan untuk mencegah kasus kegawatdaruratan yang lebih kompleks.
Effect of Low-Cost CPR Pillow Training on Adolescents’ Willingness to Perform Bystander CPR: A Quasi-Experimental Study Lukman, Lukman; Wijaya, Sapondra; Susmini, Susmini; Wibowo, Wahyu Dwi Ari; Ningsih, Nurna; Soewito, Bambang
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i2.677

Abstract

Background: Despite increasing CPR education initiatives, evidence regarding the effectiveness of low-cost CPR Pillow simulation in improving adolescents' willingness to perform bystander CPR remains limited. This study aimed to evaluate the effect of CPR Pillow training on scout members' willingness to perform CPR in Lubuklinggau City, South Sumatera, Indonesia. Methods: This quantitative quasi-experimental study followed a non-equivalent control group pretest-posttest design in line with TREND principles. Seventy-two scout members aged 15–17 years who had never received CPR training were selected by random sampling and allocated to intervention and control groups. The intervention group received three sessions of classical teaching combined with CPR Pillow simulation over two months, while the control group received classical CPR training using leaflets only. Willingness to perform CPR was measured using a 30-item questionnaire with Cronbach's alpha of 0.85 and analyzed using paired and independent t-tests. Results: The intervention group demonstrated a greater increase in willingness scores than the control group, with mean scores improving from 42.50 ± 7.00 to 86.90 ± 5.60. The control group also improved, from 42.30 ± 6.90 to 84.20 ± 5.90. The between-group difference in score change was statistically significant (t = 2.398, p < 0.001). Conclusion: Low-cost CPR Pillow training significantly improved adolescents’ willingness to perform bystander CPR compared with leaflet-based training. This approach may be a practical and scalable strategy for school and scout CPR education in low-resource settings.