Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SUPLEMENTASI L-KARNITIN DAN KAYU MANIS PADA PAKAN TERHADAP PENURUNAN LEMAK DAN TEKSTUR FILET IKAN PATIN Pangasianodon hypophthalmus PADA FASE PEMBESARAN Wahyudi, Imam Tri; Jusadi, Dedi; Setiawati, Mia; Ekasari, Julie; Suprayudi, Muhammad Agus
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 1 (2023): (Maret 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.1.2023.1-14

Abstract

upaya untuk mengurangi kadar lemak tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi suplementasi L-karnitin dan tepung kayu manis terhadap kadar lemak dan tekstur daging ikan patin pada fase pembesaran. Ikan patin berukuran 125,4 ± 7,85 g dan panjang 24,71±0,68 cm dipelihara selama 60 hari dalam wadah hapa berukuran 2 x 1 x 1 m3. Ikan diberi pakan tiga kali sehari ad satiation dengan perlakuan, sebagai berikut: kontrol (K), penambahan L-karnitin 1 g kg-1 (LK 1), L-karnitin 2 g kg-1 (LK 2), kayu manis 5 g kg-1 (KM 5), dan kayu manis 10 g kg-1 (KM 10). Sampel diambil pada awal, pertengahan, dan akhir pemeliharaan untuk pengukuran kadar lemak daging. Parameter yang diamati yaitu lemak daging dan tekstur daging. Hasil menunjukkan bahwa pemberian KM 10 menghasilkan kadar lemak yang lebih rendah dari perlakuan lainnya setelah 30 hari dan penurunan yang lebih besar yaitu berkisar 51,06% dan 42,55% pada perlakuan LK 2 dan KM 10 pada hari ke-60. Nilai indeks hepatosomatik juga menurun yang diikuti oleh penurunan kadar lemak hati. Nilai kekerasan daging menunjukkan peningkatan kualitas yang terlihat dari nilai yang semakin rendah. Pemberian tepung kayu manis 10 g kg-1 pada fase pembesaran menunjukkan hasil terbaik pada pemberian selama 60 hari dalam menurunkan lemak daging ikan patin hingga memenuhi standar filet, karena adanya proses lipolisis serta pemanfaatan lemak menjadi energi. Kayu manis ini menjadi sangat potensial untuk dikembangkan sebagai feed additive dalam upaya memperbaiki kualitas daging ikan patin fase pembesaran.Striped catfish meat has a high-fat content which is undesirable to markets and customers alike and needs to be reduced. This study aims to evaluate the effect of dietary L-carnitine and cinnamon powder on reducing the fat content of striped catfish meat in the grow-out stage. Striped catfish measuring 125.4 ± 7.85 g and 24.71 ± 0.68 cm body length were kept for 60 days in a hapa with size 2 x 1 x 1 m3. Thefish were fed three times a day at satiation with the following treatments: control (K), the addition of L-carnitine 1 g kg-1 (LK 1), L-carnitine 2 g kg-1 (LK 2), cinnamon 5 g kg-1 (KM 5) and cinnamon 10 g kg-1 (KM 10). Sampling was conducted on the initial, middle and final day for meat fat content analysis. The parameters observed were meat fat and meat texture. The results showed that dietary KM 10 significantly reduced meat fat content compared to controls on the 30th and it showed a more significant reduction, namely 51.06% and 42.55%, in the treatment LK 2 and KM 10 after 60 days treatment. The hepatosomatic index value also decreased, followed by decreased liver fat levels. The lower values of meat hardness imply an increase in meat quality. It can be concluded that the application of dietary cinnamon powder at 10 g kg-1 (KM 10) is the best level to reduce the fat content of striped catfish meat in meeting the fillet standards. This cinnamon has excellent potential to be developed as a feed additive to improve the quality of striped catfish meat in the rearing phase.
Impact of Different Live Feeds on the Reproductive Performance of Tricolor Angelfish Pterophyllum scalare  hendriana, Andri; Khairunisa, Tazkia Putri; Iskandar, Andri; Wahyudi, Imam Tri
Journal of Vocational in Aquaculture (JAVA) Vol 2 No 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : College of Vocational Studies, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ymxe0962

Abstract

Ikan manfish merupakan ikan hias popular karena bentuk tubuh dan warna menarik, serta kemudahan dalam pemeliharaan. Salah satu kendala budidaya yaitu produksi jumlah telur dan kualitas larva belum optimal. Upaya yang dilakukan dengan pemberian pakan alami yang bergizi tinggi untuk mempercepat kematangan gonad guna proses pemijahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pakan alami terhadap keberhasilan pemijahan. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan dan tiga ulangan yaitu cacing sutra (CS), jentik nyamuk (JN), kutu air (KA), dan cacing darah (CD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan (JN) menghasilkan jumlah telur tertinggi sebesar 573±5,03 butir, Fertilization Rate (FR) sebesar 95,29±1,12%, Survival Rate (SR) sebesar 86,84±0,65%, dan keuntungan ekonomi tertinggi sebesar Rp79.332. Pemberian pakan jentik nyamuk direkomendasikan sebagai solusi untuk meningkatkan produksi larva ikan manfish secara efektif dan ekonomis
ENHANCING PROTEIN UTILIZATION AND GROWTH PERFORMANCE IN STRIPED CATFISH WITH CINNAMALDEHYDE AND OPTIMIZED ENERGY-TO-PROTEIN RATIOS Wahyudi, Imam Tri; Jusadi, Dedi; Setiawati, Mia; Ekasari, Julie; Suprayudi, Muhammad Agus; Kurniawinata, Mohamad Iqbal; Imlani, Ainulyakin Hasan
Indonesian Aquaculture Journal Vol 20, No 2 (2025): (December, 2025)
Publisher : Agency for Marine and Fisheries Extension and Human Resources

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/iaj.20.2.2025.221-230

Abstract

Efficient dietary protein utilization is essential to reduce feed costs and environmental impacts in sustainable aquaculture. This study aimed to evaluate the effects of cinnamaldehyde (CA) supplementation in feed with various energy-to-protein (E:P) ratios on the chemical composition of Pangasianodon hypophthalmus. The five feed formulas that made up the treatment feed were as follows: 28:13-C0 (28 % Protein with an E:P ratio of 13 and CIN 0 g kg-1); 25:14-C1 (25 % protein with an E:P ratio of 14 and CIN 1.2 g kg-1); 25:14-C2 (25 % protein with an E:P ratio of 14 and CIN 1.7 g kg-1); 25:15-C1 (25 % protein with an E:P ratio of 15 and CIN 1.2 g kg-1); and 25:15-C2 (25 % Protein with an E:P ratio of 15 and CIN 1.7 g kg-1). Striped catfish weighing 28.06 ± 0.19 g were placed in a hapa (2 × 1 × 1 m3) at a density of 25 fish per cage. Fish were fed to apparent satiation three times daily for 60 d. The 25:14-C2, 25:15-C1, and 25:15-C2 diets increased albumin levels and reduced cholesterol, while 25:15-C2 also yielded the highest total protein and lowest triglyceride levels. Growth performance and feed efficiency were comparable among 28:13-C0, 25:14-C2, 25:15-C1, and 25:15-C2 (final weight: 141.62–143.75 g; FCR: 1.16–1.19). Protein efficiency ratio was highest in 25:15-C1 and 25:15-C2, whereas protein retention peaked in 25:14-C2. The hepatosomatic index was elevated in 25:14-C1, 25:14-C2, and 25:15-C1. Body lipid content was highest in 25:15-C1, while muscle lipid content was lowest in 25:14-C2 and 25:15-C1. Reducing dietary protein from 28 % to 25 % did not compromise growth performance at the E:P ratio level of 15 with a supplementation of 1.2 g kg-1 CIN.
The Impact of Fiscal Incentives on the Indonesian Recycling Industry: A General Equilibrium Analysis Riesfandiari, Indri; Wahyudi, Imam Tri; Praja, Rama Bhaskara
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 6 (2025): JIMKES Edisi November 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i6.4191

Abstract

The recycling industry plays a strategic role in supporting sustainable economic growth through waste reduction, increased resource efficiency, and job creation. Providing fiscal incentives, such as tax breaks, subsidies, or reduced import duties on environmentally friendly machinery/technology, is believed to be able to strengthen the competitiveness of the recycling industry. This study aims to assess the impact of fiscal incentive policies on the macro economy, including growth, income, and welfare distribution, using a Computable General Equilibrium simulation model. The main design of this study uses a quantitative approach with Computable General Equilibrium. The results show that fiscal incentive policies through bonded recycling zones have been proven to increase the competitiveness of the recycling industry by encouraging real household consumption, exports, and reducing raw material import costs. However, its positive impact on the national economy is still limited and poses challenges in the form of declining domestic demand for local raw materials and potential negative impacts on the informal sector. Therefore, the long-term success of the Bonded recycling zones policy requires regulatory refinements, more targeted incentives, and investment support in research and technology to strengthen the recycling industry and optimize the potential of the circular economy in Indonesia.
PERAN SIMPLISIA KUNYIT (Curcuma domestica) DALAM MENEKAN INFEKSI JAMUR PADA LARVA GURAME (Osphronemus gouramy) Iskandar, Andri; Husamuddin, Miqdad; Hadiroseyani, Yani; Mulya, Muhammad Arif; Wiyoto, Wiyoto; Wahyudi, Imam Tri
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21304

Abstract

Ikan gurame (Osphronemus gouramy) memiliki nilai ekonomi tinggi, namun sintasan larvanya masih rendah akibat infeksi patogen dan kondisi lingkungan yang sensitif. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perendaman larva ikan gurame dengan menggunakan simplisia kunyit (Curcuma domestica) sebagai agen antimikroba alami untuk meningkatkan kesehatan larva. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan: kontrol, P1 (30 mg/L simplisia kunyit pada media), dan P2 (30 mg/L pada media serta pakan cacing sutera direndam 1 g/L), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati terdiri dari pertumbuhan panjang mutlak, prevalensi jamur, sintasan, dan kualitas air selama empat minggu. Berdasarkan hasil analisis, tidak terdapat perbedaan yang nyata pada pertumbuhan antar perlakuan (P > 0,05). Prevalensi jamur menurun pada P1 (5,16%) dan P2 (4,01%) dibandingkan kontrol (15,71%), menegaskan aktivitas antijamur kunyit. Sintasan berkisar 74,44–82,22% tanpa perbedaan signifikan. Kualitas air tetap dalam kisaran layak. Secara umum, simplisia kunyit efektif menekan jamur tetapi belum meningkatkan pertumbuhan dan sintasan, sehingga diperlukan formulasi yang lebih efisien.