Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PKM Introduksi Sediaan Konsentrat Hijauan Rawa Sebagai Sumber Protein Itik Alabio Danang Biyatmoko; Untung Santoso; Tintin Rostini
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.071 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4114

Abstract

Abstract Duck feed ingredients are currently still expensive and less affordable for breeders, it is necessary to have alternative quality feed ingredients originating from potential superior swamp plants. The activity aims to provide concentrate preparations from swamp forage as feed ingredients for ducks to reduce feed prices, improve ration quality and income (IOFC) for laying ducks. The activity partner is the Keraton duck group in the Martapura sub-district, Banjar Regency. The activity lasts months. The results of this activity are identification of superior forage originating from swamps that have the potential to be used as feed for laying ducks including Kayapu (Azolla pinnata, aquatic algae (Azolla microphylla, duckweed (Lemna minor), water spinach (Ipomoea aquatica Forsk), water hyacinth (Eichhornia crassipes), water hyacinth (Eichhornia crassipes), taro leaves (Colocasia esculenta L.), genjer (Limnocharis flava), kiambang (Salvinia molesta ) and antanan (Centella asiatica (L.) Urban).There are only four forage concentrates that have a nutrient content of more than 20%, namely kayapu , aquatic algae (azolla microphylla), duckweed (Lemna minor) and water spinach (Ipomoea aquatica Forsk), until they are packaged as swamp forage concentrate products .Feeding trial application of alternative feed ingredients, 30% swamp forage concentrate in duck rations can improve the quality of the main duck ration protein (PK), which resulted in an increase in the number of egg production and the percentage of egg production from 67% to 69.3%, as well as a decrease in ration prices from the price before the activity is IDR 5,630/kg to IDR 4,035/kg after the activity. Feed conversion (FCR) was improved from FCR 6.0 improved to 4.6, egg yolk color increased from 8-9 to 10-11, and IOFC increased from Rp 5.8 million/month to Rp 6.3 million/month. The conclusion shows that the activity of making concentrate preparations is very helpful for farmers increase business profits. Keywords: egg production, forage concentrate, iofc, ration price, swamp forage   Abstrak Bahan pakan itik saat ini masih mahal dan kurang terjangkau peternak, perlu alternatif bahan pakan yang berkualitas asal tanaman potensial unggulan rawa. Kegiatan bertujuan untuk menyediaan sediaan konsentrat asal hijauan rawa sebagai bahan pakan itik untuk menurunkan harga pakan, memperbaiki kualitas ransum dan pendapatan (IOFC) usaha itik petelur. Mitra kegiatan adalah kelompok itik Keraton di kecamatan martapura Kabupaten Banjar. Kegiatan berlangsung dua bulan.  Hasil pelaksanaan kegiatan adalah Identifikasi hijauan unggulan asal rawa yang potensial sebagai pakan itik petelur ada sembilan meliputi kayapu (azolla pinnata, ganggang air (azolla microphylla, duckweed (Lemna minor), kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk), eceng gondok (Eichhornia crassipes), daun talas (Colocasia esculenta L.), genjer (Limnocharis flava), kiambang (Salvinia molesta ) dan antanan (Centella asiatica (L.) Urban). Pembuatan konsentrat hijauan hanya ada empat hijauan rawa yang memiliki kadar nutrisi di atas 20% yaitu kayapu, ganggang air (azolla microphylla), duckweed (Lemna minor) dan kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk), hingga dikemas sebagai produk konsentrat hijauan rawa.  Feeding trial penerapan bahan pakan alternatif konsentrat hijauan rawa 30% dalam ransum itik mampu memperbaiki kualitas ransum itik utamanya protein (PK), yang berdampak pada peningkatan jumlah produksi telur dan prosentase produksi telur dari 67% menjadi 69,3%, serta penurunan harga ransum dari harga sebelum kegiatan sebesar Rp 5.630/kg menjadi Rp 4.035/kg setelah kegiatan. Konversi pakan (FCR) diperbaiki dari FCR 6,0 membaik menjadi 4,6,  warna kuning telur meningkat dari 8-9 menjadi 10-11, dan IOFC naik dari Rp 5,8 juta/bln menjadi Rp 6,3 juta/bln.  Kesimpulan menunjukkan kegiatan pembuatan sediaan konsentrat sangat membantu peternak meningkatkan keuntungan usaha itik petelur. Kata kunci: harga ransum,  hijauan rawa, iofc, konsentrat hijauan, produksi telur
Penerapan “Lakmentasi” Limbah Ampas Kelapa Fermentasi di Peternakan Itik Desa Palam Kota Banjarbaru Danang Biyatmoko; Tintin Rostini
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.263 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i1.3521

Abstract

Penerapan “Lakmentasi” asal limbah ampas kelapa fermentasi dengan kualitas yang baik sebagai substitusi protein ransum itik menjadi alternatif yang cerdas dalam meningkatkan produktifitas telur itik. Pada peternakan rakyat yang mengolah dan membuat sendiri ransum itik petelurnya dengan ragam bahan pakan hal ini menjadi penting, untuk menghemat biaya pakan dan juga meningkatkan marjin usaha peternakan.  Mitra kegiatan pengabdian adalah peternakan itik petelur Maju Bersama desa Palam kec. Cempakan Banjarbaru, selama 2 bulan.  Metode kegiatan dilakukan dengan tahapan kegiatan berupa sosialisasi dan FGD, demo pembuatan lakmentasi dengan bahan baku limbah kelapa, uji sampling lab hasil fermentasi lakmentasi, aplikasi penerapan melalui feeding trial  pada itik mitra, serta monev dan keberlanjutan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa respon anggota peternak kelompok Maju bersama 87.6% kategori tinggi.  Pembuatan lakmentasi dapat didesiminasikan ke peternak dan mereka dapat mebuat dengan pemahaman dan keterampilan yang baik, Kualitas lakmentasi yang dihasilkan cukup berkualitas dengan hasil uji laboratorium mengandung kadar protein kasar (PK) sebesar 12.06% dari sebelumnya hanya 6.13%, dan serat turun menjadi 21.16% dari sebelumnya 32.17%. Feeding trial 30% lakmentasi pada itik petelur mitra menunjukkan tingkat produksi (henday) yang baik sebesar 73% dan marjin usaha mencapai Rp 429,417,-/bln/30 ekor.  Hal ini menunjukkan penerapan dan pemanfaatan lakmentasi asal ampas kelapa sangat layak digunakan, dan inovatif serta mampu memberi solusi masalah ransum itik yang mahal, sehingga peternak mampu sustain usaha peternakannya, dan mendapatkan marjin yang menguntungkan.  
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK, KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR TONGKOL JAGUNG Tintin Rostini; Achmad Jaelani; Muhammad Ali
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 47, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v47i2.7302

Abstract

Corn cobs are agricultural waste that is easy to obtain because the waste has not been optimally utilized. The waste has the potential to be used as feed for livestock, but has a low quality. The purpose of this study was to determine the characteristics, protein content and crude fiber of corn cobs with different fermentation times. The research method used a completely randomized design (CRD), with five treatments. The length of fermentation consisted of 0.5.10.15 and 20 days and was repeated 4 times so that there were 20 experimental units. The results of the study The length of fermentation on corn cobs can increase the characteristic value, increase protein content and can reduce the crude fiber content of corn cobs so that it is easier for livestock to digest.
KUALITAS NUTRISI PAKAN LOKAL YANG DISUPLEMENTASI ZN BIOKOMPLEK DAN VITAMIN E Tintin Rostini; Irwan Zakir; Arief Hidayatullah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 44, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v44i2.2003

Abstract

The nutritional quality of local food in the poor Kalimantan region will be lacking in minerals because the place for growing forage plants in a land with margins (acid) makes the quality of mineral poor food ingredients. The purpose of this study was to determine the nutritional quality of local feed supplemented with biocomplex ZN and Vitamin E. The treatment in this study used a complete design (CRD) with 4 processing repetitions made from 16 experimental units, consisting of (Tl) local forage-concentrates l2% PK without Zn and vitamin E supplementation, (T 2) Tl-supplementation + 60 mg Zn / kg as biocomplex Zn and vitamin E (T3) Tl + l20 mg Zn / kg such as Zn biocomplex + vitamin E and (T4) Tl + l80 mg Zn Biokomplek / kg + vitamin E. Parameters collected are the nutritional quality and digestibility of dry matter and feed organic matter. The results shown from studies using biocomplex ZN up to 180mg / kg of feed (PT3) can increase the protein content and dry matter content of local feed, and can increase the digestibility of local dry matter and organic feed ingredients. It was concluded that ZN Biokomplek and Vitamin E can improve the quality of local feed.
PENGARUH PENAMBAHAN SUPLEMEN ORGANIK CAIR (SOC)® DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP DERAJAT KEASAMAN (pH) DAN KUALITAS FISIK PADA SILASE BATANG PISANG (Musa paradisiaca L.) Achmad Jaelani; Tintin Rostini; Misransyah Misransyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 43, No 3 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v43i3.1484

Abstract

Banana stem is one of the potential wastes of pertania for animal feed. The purpose of this study was to analyze the effect of addition of (SOC)® on the degree of acidity (pH) and Physical Quality at Banana Stage Silage. The research method used in this research is an experimental method using Randomized Complete Design (RAL). Treatment of SOC at concentration 0% (Control), 0,1%, 0,2%, 0,3% and 0,4% with storage time consist of 1, 3, 5 and 7 day with replication 4 times. The number of samples used are 80 samples used for pH and physical quality (Color, Odor, Texture and Mushroom Existence). The treatment given in the sample is P0 = 0% SOC (control), P1 = SOC concentration 0.1%, P2 = SOC concentration 0.2%, P3 = SOC concentration 0.3% and P4 = SOC concentration 0.4%. The results showed that the addition of SOC and Lama of storage significantly affect the pH value and the smell of banana tree silage. The best concentration is 0.3% and 0.4% with the best storage time of 5 and 7 days.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASHI YANG BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum ) Tintin Rostini; Gusti Khairun Ni'mah; Sosilawati Sosilawati
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 41, No 1 (2016): PEBRUARI TAHUN 2016
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v41i1.327

Abstract

           The availability of quality forage is limited so that the necessary efforts to provide forage quality and its availability guaranteed. The aim of this study was to determine the effect of different Bokashi fertilizer on protein and crude fiber content of grass (Pennisetum purpureum). This research method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications consisting of: P0: Control (without Bokashi). P1: Giving ground bokasi 5 kg + 15 kg (ratio 1: 3). P2: Giving ground bokasi 10 kg + 10 kg (ratio 1: 1). P3: Giving bokasi 15 kg + 5 kg soil (3: 1) . observed. production of dry metter ingredients, protein and crude fiber from grass harvested at 60 days. The results showed that administration of different Bokashi can give effect to increase the protein content and decreased crude fiber. Concluded Bokhasi grass can improve the productivity of  grass.   
PKM Edukasi Silase Komplit Pakan Kambing di Kelompok Sumber Jaya Gunung Kupang Kota Banjarbaru. Danang Biyatmoko; Untung Santoso; Tintin Rostini
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.6589

Abstract

Edukasi teknik ensilase komplit pakan kambing potong menjadi alternatif yang baik dalam meningkatkan produktifitas daging. Pada peternakan kambing boer  yang menyusun pakannya sendiri dengan ragam bahan pakan. Hal ini sangat penting, untuk membantu meningkatkan capaian bobot yang tinggi pada usaha peternakan kambing potong, karena silase komplit adalah pakan berkualitas dan  bernilai nutrisi tinggi . Mitra kegiatan pengabdian adalah kelompok ternak Sumber Jaya kelurahan Gunung Kupang kec. Cempaka Banjarbaru, selama 2 bulan. Metode kegiatan dilakukan dengan tahapan kegiatan berupa pelatihan dan demo pembuatan silase komplit pada mitra, serta monev keberlanjutan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa respons anggota peternak terhadap pelatihan pembuatan silase mencapai 82% kategori tinggi. Pembuatan silase komplit dapat didesiminasikan ke peternak dan mereka dapat membuat dengan teori dan teknis yang baik.  Kualitas silase komplit yang dihasilkan berkualitas baik dengan hasil uji laboratorium mengandung kadar protein kasar (PK) sebesar 19,45 – 20,73 % dan serat sebesar 8,09 % . Hal ini menunjukkan bahwa silase ransum komplit yang dibuat dapat dijadikan sebagai pakan sumber protein tinggi karena mempunyai kandungan protein kasar di atas 20%, sehingga merupakan pakan silase yang bernutrisi tinggi. Rekomendasi kegiatan PKM ini menunjukkan edukasi teknik ensilase pakan kambing boer sangat layak di introduksi,  inovatif serta mampu memberi solusi masalah pakan berkualitas dalam penyediaan pakan bernutrisi tinggi berbasis pakan lokal, sehingga peternak diharapkan sukses dalam budidaya kambing potong dan mendapatkan marjin yang menjanjikan.
PERANCANGAN MESIN PRESS UREA MOLASIS BLOK (UMB) UNTUK PAKAN TERNAK tintin rostini rostini; abdurahim sidiq sidiq
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 7, Nomor 2, Nopember 2022
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v7i2.8665

Abstract

Adanya lahan rawa sangat memberikan peluang untuk peternakan ternak kerbau rawa mengingat bahwa kerbau rawa merugpakan ternak yang membutuhkan persediaan air yang cukup banyak. Selain itu, kondisi wilayah tersebut telah membuat ternak menjadi lebih adaptif dengan lingkungan rawa/berair serta dengan kondisi pakan yang terbatasPenelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui bagaimana merancang dan menginovasi mesin pres suplemen pakan ternak dan mengetahui efektifitas mesin press suplemen pakan ternak dengan menggunakan dongkrak elekrikPenelitian ini menggunakan rancangan metode yang berhubungan dengan bagaimana mengolah hasil pakan ternak menjadi bahan cadangan makanan bagi ternak dalam bentuk persegi( blok) yang nanti di suplai menjadi bahan makanan suplemen bagi ternakHasil penelitian menujukan Perancangan Mesin Press urea molasis blok (UMB) Untuk pakan ternak Menggunakan Dongkrak Elektrik Satu Ton berhasil mempres dengan pengujian dan Hasil berat press yang didapatkan dari minimal hingga hasil maksimal mesin press serta hasil pengujian  yaitu minimal hasil dengan berat pakan 500 gram dan campuran air 200 ml menghasilkan berat 670 gram dan tebal 65 mm.
PELATIHAN MODEL PENANAMAN HIJAUAN TIGA STRATA PADA PONPES RAUDHATUT THALIBBIN KAB. HSU DALAM PENYEDIAAN PAKAN KAMBING SEPANJANG TAHUN Danang Biyatmoko; Untung Santoso; Tintin Rostini
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 3 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i3.10866

Abstract

Introduksi penanaman hijauan model  Tiga Strata saat ini banyak dikembangkan pada peternakan ternak kambing, melalui penanaman kombinasi rumput unggul dan legum yaitu rumput unggul (odot) di Strata-1, legum (turi, gamal) di Strata-2, serta penanaman legum nangka di Strata-3 yang menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun bagi ternak. Mitra kegiatan adalah Ponpes Raudhatut Thalibbin, Tayur Kab. HSU.  Permasalahan yang muncul di unit usaha kambing ponpes adalah :  a. pakan hijauan kambing yang diberikan berkualitas rendah hanya terdiri rumput lapang, b. pertambahan bobot kambing masih rendah tidak mencapai target, c. Kurang efisien karena membutuhkan waktu pemeliharaan lebih panjang untuk mencapai target bobot panen antara 35-40 kg/ekor, dan d. Keuntungan unit usaha tidak maksimal.  Lokasi mitra ponpes berjarak 155 km dari Fakultas Pertanian ULM.  Tujuan dalam kegiatan ini adalah Menjamin sediaan hijauan ternak kambing sepanjang tahun yang mampu digunakan sebagai pakan penggemukan (feed lot) pada kambing,sehingga dapat mengurangi biaya operasional pakan konsentrat kambing yang harus dibeli ponpes dan  dapat Meningkatkan konsumsi pakan kambing karena meningkatkan palatabilitas pakan, akibat kombinasi pakan rumput dan leguminosa yang ditanam.  Metode Pelaksanaan  meliputi sosialisasi kegiatan, pelatihan, demplot kebun, pendampingan dan monitoring evaluasi.  Hasil kegiatan menunjukkan  bahwa pelatihan teknis penanaman hijauan model Tiga Strata antusia diikuti para santri, local expert dan anggota BPUP Ponpes dengan tingjkat kehadiran 100%, peningkatan pemahaman menjadi 90%, peningkatan keterampilan teknis menanam menjadi 86% dan partisipasi dalam demplot mencapai 95%. Sedangkan  kegiatan demplot diikuti  peserta santri dan BPUP mampu menyelesaikan dari tahapan awal pengolahan lahan hingga penanaman bibit tanaman di strata-1 (rumput), strata-2 (turi , gamal) dan strata-3 (nangka. Semua hijauan di tiga strata berkembang dengan subur dan baik.  Kontribusi hijauan pada ternak potong kambing boer menunjukkan hasil menggembirakan, dimana kambing mampu di panen dan dijual pada bobot pasar antara 35-40 kg dengan memperpendek masa pemeliharaan 20 bulan,  pertumbuhan harian mencapai 132 g/ekor dengan peningkatan pendapatan peternak. Disimpulkan bahwa kegiatan penanaman model Tiga Strata ini mampu memperbaiki kualitas hijauan ternak, meningkatkan bobot kambing lebih cepat dan pendapatan unit usaha Ponpes mitra kegiatan.
Pelatihan Desain Multimedia Sebagai Media Interaksi Sosial Dan Promosi Pada SD IT Anak Sholeh Mandiri Banjarmasin Silvia Ratna; Tintin Rostini; Nur Alam Syah; Wagino Wagino; Muhammad Rasyidan
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.9801

Abstract

Salah satu bentuk konten pada media sosial adalah konten gambar. Konten ini lebih menarik dilihat daripada konten berupa tulisan atau video yang memerlukan waktu untuk mencerna informasi didalamnya. Penggunaan media sosial sebagai media promosi menjadi alternatif dalam melakukan promosi. Hal ini mengingat media sosial mudah diakses dimana saja dan kapan saja. Promosi di media sosial merupakan promosi yang murah karena tidak berbayar dan jangkauan lebih luas. Jadi promosi melalui media sosial itu sangat efektif dikalangan anak muda (Purbohastuti, 2017). SD IT Anak Sholeh Mandiri adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang SD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan jumlah 36 guru sebagai peserta yang mengikuti Pelatihan Desain Multimedia Sebagai Media Interaksi Sosial Dan Promosi dengan menggunakan metode Kuesioner sebelum pelaksanaan (pra) dan Setelah selesai pelaksanaan (pasca). Hasil kuisioner yang telah diberikan kepada 36 responden bahwa setelah mereka menggunakan aplikasi Canva dalam pelatihan ini, dapat diketahui nilai rata-rata sebelum mengikuti pelatihan (pra) sebesar 2,8, kemudian setelah mengikuti pelatihan diberikan kembali kuisioner (pasca) maka nilai rata-rata pemahamanan terhadap penggunaan aplikasi Canva meningkat menjadi sebesar 4,04 artinya pelatihan ini berhasil diterapkan oleh guru SD IT Anak Sholeh Mandiri Banjarmasin