Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis pendapatan pengepul ayam kampung di Kecamatan Anjir Pasar Barito Kuala: Income analysis of local breed chicken collectors in Anjir Pasar Barito Kuala District Sugiarti, Sugiarti; Rostini, Tintin; Nurawaliyah, Siti
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v14i2.419

Abstract

Abstract The aim of this study was to analyze the income of local breed chicken collectors at Anjir Market in Anjir Pasar District, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province. Respondents in this study were 8 local breed chicken collectors located at Anjir Market in Anjir Pasar District, Barito Kuala Regency, totaling 8 people where the determination was determined purposively, namely all local breed chicken collectors. The data collected in this study are primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews with collectors using a questionnaire while secondary data was obtained from related parties. The data obtained from the survey was tabulated and then the income of native chicken seller and the R/C ratio were calculated. The results showed that there were 2 marketing channels for local breed chicken collectors, namely: Collectors to onsumers and collectors to Big Collector to consumer. The highest income of local breed chicken seller is IDR 2,574,000 per month and the lowest is IDR 699,000 per month with an average of IDR 1,361,500 per seller per month with the highest R/C value of 1.20 and the lowest 1.09 with an average of 1.14. The overall R/C is greater than 1, so selling local breed chicken is profitable. Keywords: Collectors; Income analysis; Local breed chicken Abstrak Penelitian bertujuan untuk menganalisis pendapatan pengepul ayam kampung yang ada di Pasar Anjir di Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Responden dalam penelitian ini adalah pengepul ayam kampung yang berada Pasar Anjir di Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala yang berjumlah 8 orang dimana penentuan ditentukan secara purposif yaitu seluruh pengepul ayam kampung. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengepul menggunakan kuisioner sedangkan data sekunder diperoleh dari pihak – pihak terkait. Data yang diperoleh dari survei ditabulasi kemudian dihitung pendapatan pedagang ayam kampung dan R/C rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saluran pemasaran pedagang pengepul ayam kampung ada 2 yaitu: Pengepul ke konsumen dan Pengepul ke Pengepul Besar ke konsumen. Pendapatan pedagang ayam kampung tertinggi Rp 2.574.000 per bulan dan terendah Rp 699.000 per bulan dengan rata-rata Rp 1.361.500 per pedagang per bulan dengan nilai R/C tertinggi 1,20 dan terendah 1,09 dengan rata-rata 1,14. R/C secara keseluruhan lebih besar dari 1, sehingga berdagang ayam kampung menguntungkan. Kata kunci: Ayam kampung; Pendapatan; Pengepul ayam kampung
Analisis Kelayakan Usaha Sapi Potong Sistem Integrasi Kelapa Sawit (Studi Kasus: Di PT. Citra Putra Kebun Asri) Sugiarti; Tintin Rostini; Ahmad Sam'ani
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 1 (2024): Pastura Vol. 14 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Feasibility analysis of beef cattle business with palm integration system (Case Study: At PT. Citra Putra Kebun Asri). The purpose of this study is to analyze the feasibility of the beef cattle business in farmers who are integrated with palm plantations. The research was carried out on farms in the palm plantations of PT. Citra Putra Kebun Asri (CPKA) Jorong District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan. Cattle ow-nership in beef cattle business with integrated palm system at PT. Citra Putra Kebun Asri as many as 47 heads with the number of breeders as many as 15 people who use shock fence cages and 3 breeders without using shock fences with a total of 19 cows and types of cattle at PT. The Citra Putra Kebun Asri are Kisar cattle, Bali cattle, PO cattle, Simental cattle and Limousin cattle. The types of data taken consist of primarydata obtained from farmers and direct observations in the field as well as secondary data obtained from the Department or related agencies as well as publications of related scientific works. Data collection techniques through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The variables observed were total costs, total revenues, BEP, R/C ratio, B/C ratio. The results of the study show that farmers with a business scale of 1-3 still get a profit of Rp. 9,719,876 for 1 year, the R/C ratio that can exceed 1, and the B/C Ratio that can exceed 0. So the beef cattle business with the palm integration system uses a shock fence at PT. CPKA deserves to be developed. ABSTRAK Analisis kelayakan usaha sapi potong sistem integrasi kelapa sawit (Studi Kasus: Di PT. Citra Putra Kebun Asri). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan usaha sapi potong di peternak yang integrasikan dengan lahan perkebunan sawit. Penelitian dilaksanakan di peternakan yang ada di lahan perkebunan kelapa sawit PT. Citra Putra Kebun Asri (CPKA) Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Kepemilikan ternak sapi pada usaha sapi potong dengan sistem integrasi kelapa sawit di PT. Citra Putra Kebun Asri sebanyak 47 ekor dengan jumlah peternak sebanyak 15 orang yang menggunakan kandang pagar kejut dan 3 orang peternak tanpa menggunakan pagar kejut dengan jumlah sapi sebanyak 19 ekor dan jenis sapi yang ada di PT. Citra Putra Kebun Asri yaitu sapi kisar, sapi Bali, sapi PO, sapi Simental dan sapi Limousin. Data yang diambil terdiri dari data primer yang diperoleh dari peternak dan pengamatan langsung di lapangan serta data sekunder yang diperoleh dari Dinas atau instansi terkait serta publikasi karya ilmiah terkait. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Adapun variabel yang diamati yaitu total biaya, total penerimaan, BEP, R/C ratio, B/C ratio. Hasil peneltian menunjukkan bahwa peternak dengan skala usaha 1-3 ekor masih mendapatkan keuntungan sebanyak Rp. 9.719.876 selama 1 tahun, R/C ratio yang didapat melebihi 1, dan B/C ratio yang didapat melebihi 0. Maka usaha sapi potong dengan sistem integrasi sawit menggunakan pagar kejut di PT. Citra Putra Kebun Asri layak untuk dikembangkan.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMOTIVASI DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA GURU PADA SMKN DI BANJARBARU Winda Amalia; Tintin Rostini; Kasypul Anwar
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2025): Mei - Oktober 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of school principals’ leadership in motivating teachers and to examine how work culture contributes to teacher performance at SMKN 1 Banjarbaru and SMKN 3 Banjarbaru. Effective leadership and a healthy work culture are considered crucial elements in improving the quality of education as well as teacher performance. The research employed a descriptive quantitative method, with interviews as the primary data collection instrument. The participants of this study consisted of principals and teachers from both schools. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal a significant influence of principal leadership on teacher motivation. Principals who applied transformational leadership—characterized by providing support, recognition, and involving teachers in decision-making—were proven to enhance teachers’ motivation. Furthermore, a positive work culture, reflected in teamwork, effective communication, and a supportive work environment, was also found to have a strong correlation with improved teacher performance. In conclusion, the study highlights that effective leadership and a conducive work culture significantly contribute to teacher performance at SMKN 1 and SMKN 3 Banjarbaru. The recommendations include encouraging principals to continuously develop leadership skills, design more targeted motivation programs, and foster a positive work climate. These efforts are expected to further enhance teacher performance, thereby positively impacting the overall quality of education in SMKN Banjarbaru.
BIMBINGAN TEKNIS KESEHATAN TERNAK KAMBING PADA KELOMPOK TERNAK BANGKIT JAYA DI LANDASAN ULIN UTARA Sugiarti, Sugiarti; Suharlina, Suharlina; Rostini, Tintin
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 3 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i3.20607

Abstract

Penyakit merupakan salah satu hambatan yang perlu diatasi dalam usaha ternak kambing. Melalui penerapan manajemen kesehatan ternak yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan dampak negatif dari penyakit ternak dapat diminimalkan. Kendala yang masih sering dihadapi peternak kambing adalah kurangnya pengetahuan pada penanganan gangguan reproduksi dan kesehatan ternak, model perkandangan yang tidak sesuai dengan kondisi geografis daerah, serta minimnya bantuan pengobatan ternak yang diperoleh. Penyakit merupakan salah satu hambatan yang perlu diatasi dalam usaha ternak. Melalui penerapan manajeman kesehatan ternak yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan dampak negatif dari penyakit ternak dapat diminimalkan. Kegiatan PKM ini dilakukan di kelompok ternak Bangkit Jaya di Landasan Ulin Utara. Metode yang digunakan adalah metode ceramah (pemberian edukasi tentang syarat dan pentingnya kesehatan dan kebersihan lingkungan kandang yang baik), Focus Group Discussion (FGD), dan praktik secara langsung. Pelatihan masyarakat khususnya masyarakat petani ternak untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam penanganan Kesehatan ternak. Hasil yang didapat diketahui bahwa kegiatan PKM melalui edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan peternak tentang Kesehatan ternak termasuk penyakit dan pengobatannya. Manajemen pemeliharaan ternak kambing yang dilakukan berdasarkan Focus Group Discussion berupa (1) Kesehatan lingkungan kandang perlu diperhatikan oleh peternak (2) pemantauan dari Dinas terkait untuk ternak kambing yang dipelihara (3) pembuatan tempat penampungan limbah; dan pembuatan pupuk organik.
PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN TERNAK ITIK DI DESA ANDAMAN II KECAMATAN ANJIR PASAR KABUPATEN BARITO KUALA Rostini, Tintin; Dharmawati, Siti; Susilowati, Arini Indah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 3 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i3.20911

Abstract

Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha ternak itik karena kondisi geografisnya yang didominasi lahan basah dan sistem perairan. Desa Andaman II di Kecamatan Anjir Pasar merupakan salah satu sentra peternakan itik, namun menghadapi kendala rendahnya produktivitas akibat keterbatasan pakan berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pembuatan pakan itik berbasis bahan lokal guna menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi langsung pembuatan pakan dengan bahan seperti dedak, tepung ikan, bungkil inti sawit, ampas tahu, dan mineral. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peternak mengenai formulasi pakan seimbang dan teknik pencampuran bahan. Peternak mampu memproduksi pakan sendiri dan menerapkan formulasi tersebut dalam usaha ternaknya. Dampak kegiatan ini terlihat dari peningkatan produktivitas itik serta pengurangan biaya pakan hingga 20–30%. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.Kata kunci: Itik, pakan lokal, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, efisiensi usaha