Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ROTASI DAN PENYIAPAN LAHAN PENGGEMBALAAN TERNAK SAPI DI KELOMPOK SINAR TIMUR MAKMUR JAYA KECAMATAN KINTAP, KABUPATEN TANAH LAUT Tintin Rostini; Arya Dwi Saputra; Restu Narendra; Ditza Pasca Irwangsa; Danang Biyatmoko
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.14556

Abstract

Ketersediaan lahan-lahan hijauan pakan sudah bergeser menjadi perkebunan kelapa sawit, banyak masyarakat yang tergolong usaha kecil dan menengah yang gulung tikar akibat ketersedian pakan yang kurang sehingga  harga menjadi melonjak. Sehingga perlu dilakukan model pengembalaan yang efektif dan efesien  untuk meningkatkan pertumbuhan ternak sapi di perkebunan kelapa sawit.Tujuan dari kegiatan pengabdian ini  adalah : untuk meningkatkan kemampuan kelompok ternak dalam teknis pengembalaan ternak  yang terintegrasi dengan kelapa sawit, meningkatkan kemampuan pengelolaan unit usaha ternak sapi potong. Metode  pengabdian kepada kemasayarakat ini yaitu metode penyuluhan dan pendampinagan teknik model pengembalaan ternak di kawasan perkebunan kelapa sawit. Parameter yang dikaji adalah kemampuan peternak melakukan rotasi pengembalaan. Sistim pengembalaan secara rotasi dapat memberikan keuntungan baik bagi petani maupun perusahaan kelapa sawit, dimana lahan yang dijadikan pengembalaan ternak tidak padat di mana ternak hanya dipelihara beberapa hari saja selain itu ternak mendapatkan hijauan yang berkualitas.  Disimpulkan bahwa sistim pengembalaan secara rotasi dapat meningkatkan produktivitas ternak dan dapat meningkat kan pertumbuhan kelapa sawit.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI DARI TONGKOL JAGUNG DAN Azolla microphylla TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN (PBBH) KAMBING JAWARANDU JANTAN Kuswoyo, Anton; Jaelani, Achmad; Rostini, Tintin
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i1.26

Abstract

Telah dilakukan penelitian pemanfaatan tongkol jagung dan Azolla microphylla sebagai pakan alternatif kambing jawarandu jantan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah tongkol jagung menjadi pakan kambing. Metode penelitian yaitu pembuatan pakan fermentasi berbasis tongkol jagung dan azolla sebanyak tiga perlakuan PF1, PF2, dan PF3 dengan persentase azolla berturut-turut sebanyak 35%, 40%, dan 45%, serta dengan penambahan bekatul/dedak 20%. Setelah dilakukan uji laboratorium terhadap kandungan protein pada ketiga sampel pakan fermentasi diperoleh kandungan protein tertinggi yaitu sampel PF1 sebesar 12,66%. Selanjutnya dibuat pakan fermentasi dalam jumlah cukup untuk diberikan pada kambing jawarandu jantan sebanyak 4 (empat) ekor dengan dosis pakan fermentasi 5%, 15%, dan 25%. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin 4x4, dimana 4 perlakuan dan 4 ulangan. Variabel yang diamati adalah pertambahan bobot badan harian (PBBH) kambing. Hasil penelitian menunjukan bahwa PBBH pada kambing yang diberi pakan fermentasi tongkol jagung dan azolla dengan dosis 5%, 15%, dan 25% berturut-turut adalah 73 g/hari, 88 g/hari, dan 90 g/hari. Sedangkan PBBH yang diberi pakan hijauan alami tanpa tambahan fermentasi sebesar 43 g/hari. Tampak ada pengaruh pemberian pakan fermentasi berbasis tongkol jagung dan azolla terhadap PBBH kambing jawarandu jantan. Kenaikan PBBH tertinggi yaitu pada pemberian pakan fermentasi 25% yakni sebesar 90 g/hari.
Analysis of the Cost Efficiency of Using Feed with Different Types of Feed and Ducks Gunawan, Aam; Hapsah, Audita; Sugiarti, Sugiarti; Rostini, Tintin; Samudera, Raga
Jurnal Agrosci Vol 1 No 5 (2024): Vol 1 No 5 Mei 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/agrosci.v1i5.268

Abstract

This study examined how cost-effective it was to raise three distinct kinds of ducks using three different types of feed. The results of this study should help researchers and the general public, particularly breeders, by supplying information on the kinds of feed and duck varieties that are more cost-effective in duck farming. Three distinct types of feed and three distinct breeds of ducks were used in this investigation. The study used an experimental design with a factorial pattern (3 x 3) and a completely randomized design (CRD), with three replications made up of two components with the codes factor A and factor B. A1 (feed BR1), A2 (feed PP3), and A3 (feed mix) make up factor A, which is the type of feed. Duck types comprise factor B, which includes B1 (Peking duck), B2 (Mojosari duck), and B3 (MA duck). The factors that were observed were feed cost per gain (FCG), economic efficiency of ration usage (EEPP), and efficient use of rations (FE). The acquired data were subjected to variance analysis (ANOVA), and the Duncan multiple range test (DMRT) was used to determine how the treatments differed. The study indicated that variables A and B did not interact in treatments. Regarding the cost-effectiveness of using feed, factor A had a highly significant effect (P > 0.01). However, factor B had no discernible impact. This study concludes that the PP3 type of ration, which uses the more efficient Peking duck, has the best cost-efficiency when using rations. Based on the study findings, the recommendation is to employ Peking ducks fed PP3 diets to raise broiler ducks to their maximum body weight while minimizing ration expenses.
PELATIHAN TEKNIS PENGGUNAAN SUPPLEMEN PAKAN (FEED SUPLEMENT) DAN IMBUHAN PAKAN (FEED ADDITIVE) DALAM PAKAN DI KELOMPOK TERNAK SUMBER JAYA CEMPAKA Rostini, Tintin; Zakir, Muhammad Irwan; Irwangsa, Ditza Pasca; Biyatmoko, Danang
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17396

Abstract

Salah satu faktor penting dalam meningkatkan performa dan produktivitas ternak adalah ketersediaan pakan berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak secara efisien. Selain itu, penggunaan feed supplement dan feed additive telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi pakan, memperbaiki performa pertumbuhan, serta menjaga kesehatan ternak. Tujuan PKM ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan kelompok ternak dalam teknis pemeliharaan ternak dengan menggunakan imbuhan pakan, baik feed additive maupun feed supplemen dan meningkatkan kemampuan pengelolaan unit usaha ternak kambing potong. Metode Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan dengan metode  Presentasi: Materi disampaikan oleh narasumber yang ahli di bidang nutrisi ternak. Diskusi : Peserta berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Praktek Lapangan : Peserta melakukan praktik langsung dalam pemilihan dan penambahan suplemen serta imbuhan pakan ke dalam pakan ternak sedangkan kegiatan awal dilakukan FGD dengan Kelompok. Hasil kegiatan PKm menunjukkan bahwa peternak memahami manfaat imbuhan pakan, seperti enzim, probiotik, dan antioksidan, yang dapat meningkatkan daya cerna, menjaga kesehatan usus, dan meningkatkan kekebalan ternak dan mampu membuat ransum pakan yang seimbang. Disimpulkan bahwa  penggunaan imbuhan pakan  dalam pakan ternak harus terus dipahami oleh peternak Key word : enzim, feed supplement, feed additive.probiotik
ROTASI DAN PENYIAPAN LAHAN PENGGEMBALAAN TERNAK SAPI DI KELOMPOK SINAR TIMUR MAKMUR JAYA KECAMATAN KINTAP, KABUPATEN TANAH LAUT Tintin Rostini; Arya Dwi Saputra; Restu Narendra; Ditza Pasca Irwangsa; Danang Biyatmoko
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.14556

Abstract

Ketersediaan lahan-lahan hijauan pakan sudah bergeser menjadi perkebunan kelapa sawit, banyak masyarakat yang tergolong usaha kecil dan menengah yang gulung tikar akibat ketersedian pakan yang kurang sehingga  harga menjadi melonjak. Sehingga perlu dilakukan model pengembalaan yang efektif dan efesien  untuk meningkatkan pertumbuhan ternak sapi di perkebunan kelapa sawit.Tujuan dari kegiatan pengabdian ini  adalah : untuk meningkatkan kemampuan kelompok ternak dalam teknis pengembalaan ternak  yang terintegrasi dengan kelapa sawit, meningkatkan kemampuan pengelolaan unit usaha ternak sapi potong. Metode  pengabdian kepada kemasayarakat ini yaitu metode penyuluhan dan pendampinagan teknik model pengembalaan ternak di kawasan perkebunan kelapa sawit. Parameter yang dikaji adalah kemampuan peternak melakukan rotasi pengembalaan. Sistim pengembalaan secara rotasi dapat memberikan keuntungan baik bagi petani maupun perusahaan kelapa sawit, dimana lahan yang dijadikan pengembalaan ternak tidak padat di mana ternak hanya dipelihara beberapa hari saja selain itu ternak mendapatkan hijauan yang berkualitas.  Disimpulkan bahwa sistim pengembalaan secara rotasi dapat meningkatkan produktivitas ternak dan dapat meningkat kan pertumbuhan kelapa sawit.
PELATIHAN TEKNIS PENGGUNAAN SUPPLEMEN PAKAN (FEED SUPLEMENT) DAN IMBUHAN PAKAN (FEED ADDITIVE) DALAM PAKAN DI KELOMPOK TERNAK SUMBER JAYA CEMPAKA Tintin Rostini; Muhammad Irwan Zakir; Ditza Pasca Irwangsa; Danang Biyatmoko
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17396

Abstract

Salah satu faktor penting dalam meningkatkan performa dan produktivitas ternak adalah ketersediaan pakan berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak secara efisien. Selain itu, penggunaan feed supplement dan feed additive telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi pakan, memperbaiki performa pertumbuhan, serta menjaga kesehatan ternak. Tujuan PKM ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan kelompok ternak dalam teknis pemeliharaan ternak dengan menggunakan imbuhan pakan, baik feed additive maupun feed supplemen dan meningkatkan kemampuan pengelolaan unit usaha ternak kambing potong. Metode Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan dengan metode  Presentasi: Materi disampaikan oleh narasumber yang ahli di bidang nutrisi ternak. Diskusi : Peserta berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Praktek Lapangan : Peserta melakukan praktik langsung dalam pemilihan dan penambahan suplemen serta imbuhan pakan ke dalam pakan ternak sedangkan kegiatan awal dilakukan FGD dengan Kelompok. Hasil kegiatan PKm menunjukkan bahwa peternak memahami manfaat imbuhan pakan, seperti enzim, probiotik, dan antioksidan, yang dapat meningkatkan daya cerna, menjaga kesehatan usus, dan meningkatkan kekebalan ternak dan mampu membuat ransum pakan yang seimbang. Disimpulkan bahwa  penggunaan imbuhan pakan  dalam pakan ternak harus terus dipahami oleh peternak Key word : enzim, feed supplement, feed additive.probiotik
Pembuatan telur asin itik berlapis di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia: Manufacturing of coated salted duck eggs at the Sultan Idris Education University (UPSI) Malaysia Sugiarti, Sugiarti; Rostini , Tintin; Jaelani , Achmad; Fitriani, Fitriani; Hidayatullah, Hidayatullah; Harun , Makmur; K, Anna Permatasari
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i2.528

Abstract

ABSTRACT  This community service program aimed to enhance the skills of academic participants in producing Itik Alabio salted eggs using the paste method, while introducing the product as part of the South Kalimantan genetic resource (plasma nutfah) to the international academic community. The activity was carried out at Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, involving participants from various higher education institutions. The methods used included lectures, technical demonstrations, and hands-on practice. The results showed an increase in participant understanding, from 63% in the pre-test to 80% in the post-test. The final product demonstrated good quality, with a firm texture, reddish-yellow yolk, and a distinct savory flavor. This program highlights the effectiveness of cross-border participatory training in promoting local food products and transferring simple, applicable food processing technologies. Keywords: Food technology; International community service; Itik Alabio; Salted egg; UPSI   ABSTRAK  Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan civitas akademika dalam pembuatan telur asin Itik Alabio dengan metode pasta, sekaligus memperkenalkan produk tersebut sebagai bagian dari plasma nutfah Kalimantan Selatan kepada komunitas akademik internasional. Kegiatan dilaksanakan di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, dengan peserta dari berbagai institusi pendidikan tinggi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi teknis, dan praktik langsung. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 63% menjadi 80%. Produk akhir memiliki kualitas baik, dengan tekstur padat, warna kuning kemerahan, dan rasa gurih khas. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas metode pelatihan partisipatif lintas negara dalam promosi pangan lokal dan transfer teknologi sederhana yang aplikatif. Kata kunci: Itik Alabio; Pengabdian internasional; Teknologi pangan; Telur asin; UPSI
KORELASI UMUR DENGAN DIMENSI TUBUH SEBAGAI ALAT PENDUGAAN BOBOT BADAN SAPI BALI DI AREA LAHAN SAWIT Hakim, Hafiz Noor; Rostini, Tintin; Jaelani, Achmad; Sugiarti, Sugiarti
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.19125

Abstract

Kebutuhan daging yang meningkat menyebabkan penurunan persediaan sapi, salah satunya akibat inbreeding yang berdampak pada pertumbuhan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara dimensi tubuh dan umur sapi Bali betina. Dilaksanakan pada Maret - April di Kelompok Tani Maju, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 22 ekor sapi Bali betina dengan umur yang berbeda. Variabel yang diamati meliputi umur, dimensi tubuh, dan bobot badan, dengan analisis menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur 2-4 tahun, korelasi tertinggi antara umur dan lingkar dada 0,85, sedangkan terendah antara umur dan panjang badan 0,39. Pada umur 4,5-7 tahun, korelasi tertinggi terdapat antara umur dan panjang badan 0,88, sedangkan yang terendah antara umur dengan tinggi badan -0,55. Korelasi positif lebih dominan, meskipun beberapa negatif muncul pada umur tertentu. Disimpulkan bahwa dengan bertambahnya umur maka bobot semakin meningkat dan dimensi tubuh semakin menurun.
Characteristics and Invitro Digestibility of Kalimantan Swamp Forage as Animal Feed Rostini, Tintin; Zakir, Irwan; Biyatmoko, Danang
TROPICAL WETLAND JOURNAL Vol 10 No 2 (2024): Wetland Agricultural Issues
Publisher : Postgraduate Program - Lambung Mangkurat University (ULM Press Academic)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/twj.v10i2.133

Abstract

This study aims to evaluate swamp forage, for possible application as an animal feed in South Kalimantan Indonesia. The samples were obtained from the swamp areas through a survey method, by collecting sampling the grass from 2 selected regions (North Hulu Sungai and South Hulu Sungai). The observed parameters are 1). Identify the characteristics of the growth of swamp grass by the shape of leaves, roots and flowers. 2). Measurement of Nutrient Content, NDF and ADF, nutrient content of swamp forage.. The results showed that the characteristics of the South Kalimantan swamp grass had stolon and fiber roots, the leaves were mostly ribbon-shaped and compound flowers, and the highest lignin content was in Ischaemum polystachyum grass. J. Presl of 11.45%, total phenol 9.23, tannins of 3.74 and condensed tannins of 1.43. while for the highest digestibility of Hymenachne amplexicaulis (Rudges) Ness grass, namely dry matter digestibility of 31.25%, organic matter 27.42%, VFA 124.22 mM and NH3 of 3.65.mM.. The findings in this study will provide important information about forage fodder that grows in swampland in Kalimantan. It was concluded that swamp grass has a comparative advantage compared to other grasses.
Integrating Oil Palm and Cattle Farming in South Kalimantan: Opportunities and Challenges: Livestock Distribution, Development Model and Strategy of Oil Palm-Cattle Integration Referring to Livestock Base Area in Kotabaru District in Supporting The New Capital City of Indonesia (IKN) Biyatmoko, Danang; Susanti, Hilda; Rostini, Tintin
TROPICAL WETLAND JOURNAL Vol 10 No 2 (2024): Wetland Agricultural Issues
Publisher : Postgraduate Program - Lambung Mangkurat University (ULM Press Academic)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/twj.v10i2.135

Abstract

This study examines the integration of oil palm and cattle farming in South Kalimantan, Indonesia, to support meat production for the new capital city. Kotabaru, a district with abundant oil palm plantations, faces a challenge in meeting the increasing demand for beef. This research analyzes the distribution of superior livestock, develops an oil palm-cattle integration model, and formulates development strategies. The study uses location quotient (LQ), localization index (LI), and specialization index (SI) analysis, field observations, interviews with farmers and stakeholders, and SWOT analysis. Conducted in four sub-districts of Kotabaru over eight months, the research identifies superior cattle base areas and proposes three development models: intensive, semi-intensive, and extensive. The SWOT analysis generates short-term and medium-term strategies for developing oil palm-cattle integration.