Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERSEPSI GURU PAI TENTANG TANTANGAN DAN PELUANG PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI MAS PP DARUL MUKHLISIN Wati, Lisna; Harian, Sella; Ramadhani, Sinta; Hasibuan, Siti Wardani; Yuli, Yuli; Rambe, Mirza Syadat
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8958

Abstract

Digital transformation in education demands adaptation of Islamic Religious Education (PAI) learning strategies, particularly in Islamic boarding schools (pesantren), which must balance technological advancements with character development. This study focuses on describing Islamic Religious Education (PAI) teachers' perceptions regarding the challenges and opportunities of utilizing digital technology as a learning medium at the Darul Mukhlisin Islamic Boarding School (MAS). Through a qualitative approach with descriptive methods, data was collected comprehensively using observation, documentation, and in-depth interviews with Islamic Religious Education (PAI) teachers. The results indicate that teachers generally have positive perceptions and believe technology can increase the effectiveness and appeal of learning through visualization of abstract material, expanded access to learning resources, and efficient evaluation. However, the reality on the ground reveals significant structural barriers, including limited device and network infrastructure, a digital competency gap among teachers, and restrictive Islamic boarding school policies regarding student device use. This study concludes that the integration of technology into Islamic Religious Education (PAI) learning at Islamic boarding schools (pesantren) has not been optimal, and its success depends heavily on the synergy between teacher competency enhancement, adequate facility support, and adaptive institutional regulations to bridge digital innovation with Islamic boarding school values. ABSTRAK Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut adaptasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya di lingkungan pesantren yang harus menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pembentukan karakter. Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan persepsi guru PAI terkait tantangan dan peluang pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Pondok Pesantren Darul Mukhlisin. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan secara komprehensif menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru memiliki persepsi positif dan menganggap teknologi mampu meningkatkan efektivitas serta daya tarik pembelajaran melalui visualisasi materi abstrak, perluasan akses sumber belajar, dan efisiensi evaluasi. Kendati demikian, realitas di lapangan memperlihatkan adanya hambatan struktural yang signifikan, meliputi keterbatasan infrastruktur perangkat dan jaringan, kesenjangan kompetensi digital antar guru, serta kebijakan restriktif pesantren terkait penggunaan gawai oleh santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI di madrasah berbasis pesantren belum berjalan optimal dan keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara peningkatan kompetensi guru, dukungan fasilitas yang memadai, serta regulasi institusional yang adaptif untuk menjembatani inovasi digital dengan nilai-nilai kepesantrenan.  
Pengaruh Konsumsi Teh Rosella dan Teh Daun Kelor terhadap Kadar Hemoglobin pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Munjul Kabupaten Pandeglang Tahun 2024 Yuli, Yuli; Retno Sugesti; Shinta Mona Lisca
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13932

Abstract

Tingkat kejadian anemia pada wanita usia subur usia 15-49 tahun di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 44,2%, anemia pada usia subur pada tahun 2019 sebesar 37,7% pada Provinsi Banten pada tahun 2018 sebanyak 35,2%. Terjadi peningkatan pada tahun 2019 sebesar 37,7%, yang berarti bahwa 5-6 wanita usia subur mengalami anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian teh rosella dan teh daun kelor terhadap anemia pada wanita usia subur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Metode penelitian kualitatif deskriptif berupa penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus. Itu dilakukan langsung kepada 2 wanita usia subur. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan antara responden yang diberikan intervensi teh rosella dengan responden yang diberikan teh daun kelor. Pemantauan dilakukan selama 15 hari dengan 4 monitor, kadar hemoglobin pada responden yang diberikan teh daun kelor mengalami peningkatan lebih cepat dibandingkan ibu yang diberikan teh rosella.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN ZAKAT PADA BAZNAS DI KOTA PADANGSIDIMPUAN yuli, yuli
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 5 No. 2 (2025): Al-Manaj IN PRESS
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Abstrak: Pelaksanaan zakat memiliki peran penting dalam mengatasi persoalan kemiskinan apabila dikelola secara efektif dan tepat sasaran. Zakat bukan hanya kewajiban ibadah individual, tetapi juga merupakan instrumen sosial ekonomi dalam Islam yang mampu menjadi solusi bagi ketimpangan ekonomi di tengah masyarakat. Dalam konteks lembaga formal seperti BAZNAS, efektivitas pelaksanaan zakat tidak hanya diukur dari jumlah dana yang terkumpul dan disalurkan, melainkan juga dari seberapa besar dampaknya terhadap kesejahteraan mustahik. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau seberapa efektif pelaksanaan zakat oleh BAZNAS di Kota Padangsidimpuan, khususnya dalam mengelola dana zakat produktif yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan mustahik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan mengandalkan data primer dari BAZNAS Kota Padangsidimpuan dan wawancara langsung dengan para mustahik yang menerima bantuan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, ditemukan bahwa pelaksanaan zakat oleh BAZNAS Kota Padangsidimpuan masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu persoalan utama adalah lemahnya sistem pengawasan dan kurangnya program pendampingan yang berkelanjutan kepada para penerima manfaat. Akibatnya, pemanfaatan dana zakat produktif belum menunjukkan hasil yang signifikan dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Kata Kunci: Zakat, BAZNAZ, Kota Padangsidimpuan. Abstract: Implementation of zakat has an important role in addressing the problem of poverty if managed effectively and on target. Zakat is not only an individual obligation of worship, but also a socioeconomic instrument in Islam that is able to be a solution to economic inequality in the community. In the context of formal institutions such as BAZNAS, the effectiveness of the implementation of zakat is not only measured by the amount of funds collected and channeled, but also from how much impact it has on mustahik welfare. This research was conducted to review how effective the implementation of zakat by BAZNAS in Padangsdimpuan City, especially in managing productive zakat funds aimed at increasing mustahik income. The research method used is a qualitative approach, by relying on primary data from BAZNAS Padangsidimpuan City and direct interviews with mustahik who received assistance. Based on the results obtained, it was found that the implementation of zakat by BAZNAS Padangsidimpuan City still faces various obstacles. One of the main issues is the lack of surveillance systems and lack of ongoing mentoring programs to beneficiaries. As a result, the utilization of productive zakat funds has not shown significant results in driving mustahik economic independence. Keywords: Zakat, BAZNAZ, Padangsidimpuan City.
Strategi Promosi Digital dan Penguatan Citra Kelembagaan Perguruan Tinggi  Menuju Kampus Unggul  Berdaya Saing Global Satria, Chandra; Choirunniswah, Choirunniswah; Yuli, Yuli; Zaki, Zaki
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zq487737

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kapasitas promosi digital dan lemahnya citra kelembagaan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), khususnya di wilayah VII Sumatera Selatan, berdampak menurunnya minat calon mahasiswa. Kondisi ini menjadi isu strategis yang memerlukan solusi inovatif melalui penguatan strategi komunikasi, digital branding, dan kolaborasi kelembagaan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi pimpinan PTKIS dalam merancang dan mengimplementasikan strategi promosi digital yang efektif, membangun citra kelembagaan yang profesional dan bernuansa Islami, serta memperkuat jejaring kerja sama antarpengelola perguruan tinggi sebagai fondasi peningkatan daya saing jangka panjang. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif dan pendampingan strategis yang diselenggarakan di Ballroom UIN Raden Fatah Palembang pada 8 Oktober 2025, dengan pendekatan participatory action learning. Data dikumpulkan melalui   wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan PTKIS dan Koordinator Perguruan Tinggi Keagmaan Islam Wilayah (Kopertais) VII Sumatera Selatan, kemudian dianalisis secara kualitatif dan deskriptif kuantitatif menggunakan teknik triangulasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan literasi digital pimpinan PTKIS sebesar 32%, khususnya pada pemahaman strategi digital branding, pengelolaan media sosial institusi, dan keinginan untuk pemanfaatan platform digital untuk promosi penerimaan mahasiswa baru. Selain itu, 85% peserta menyatakan kesiapan institusinya untuk mengimplementasikan strategi promosi digital terintegrasi, dan 78% peserta berkomitmen menyusun langkah strategis promosi digital kelembagaan secara berkelanjutan. Secara jangka panjang, program ini diproyeksikan berkontribusi pada peningkatan visibilitas PTKIS di tingkat regional dan nasional, serta berpotensi mendorong pertumbuhan jumlah pendaftar mahasiswa baru melalui penguatan reputasi dan eksistensi digital masing masing perguruan tinggi. Implikasi kegiatan ini menegaskan bahwa transformasi promosi digital berbasis nilai-nilai Islam, didukung kolaborasi kelembagaan yang berkelanjutan menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing, reputasi, dan keberlanjutan PTKIS menuju kampus unggul yang berdaya saing global. Digital Promotion Strategy and Strengthening University Image Towards a Competitive Global Campus Abstract This community service activity is motivated by the limited digital promotion capacity and weak institutional image of Private Islamic Religious Higher Education Institutions (PTKIS), particularly in Region VII of South Sumatra, which has resulted in declining interest from prospective students. This condition has become a strategic issue that requires innovative solutions through strengthening communication strategies, digital branding, and institutional collaboration. The objective of this activity is to improve the competence of PTKIS leaders in designing and implementing effective digital promotion strategies, building a professional and Islamic-nuanced institutional image, and strengthening collaborative networks among higher education administrators as a foundation for increasing long-term competitiveness. The activity was carried out in the form of an interactive workshop and strategic mentoring held at the Ballroom of UIN Raden Fatah Palembang on October 8, 2025, using a participatory action learning approach. Data were collected through semi-structured interviews with PTKIS leaders and the Coordinator of Islamic Religious Higher Education Institutions (Kopertais) VII in South Sumatra. These were then analyzed qualitatively and descriptively using triangulation techniques. The evaluation results showed a 32% increase in digital literacy among PTKIS leaders, particularly in their understanding of digital branding strategies, institutional social media management, and their desire to utilize digital platforms for new student admissions promotions. Furthermore, 85% of participants stated their institutions' readiness to implement an integrated digital promotion strategy, and 78% committed to developing strategic steps for sustainable institutional digital promotion. In the long term, this program is projected to contribute to increasing the visibility of PTKIS at the regional and national levels, and has the potential to drive growth in the number of new student applicants by strengthening the reputation and digital presence of each university. The implications of this activity emphasize that digital promotion transformation based on Islamic values, supported by ongoing institutional collaboration, is a crucial strategy for enhancing the competitiveness, reputation, and sustainability of PTKIS towards becoming superior, globally competitive campuses