Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALYSIS OF USER SATISFACTION WITH THE VERONIKA DIGITAL CHATBOT SERVICE ON THE MY TELKOMSEL APPLICATION Lareh, Dang Tuanku; Sholikhah, Sholikhah; Krissanya , Nofriska
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 5 (2025): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze user satisfaction with Veronika's digital chatbot service in the MyTelkomsel application using the Delone and McLean information system model as a theoretical framework. This research focuses on the population of MyTelkomsel application users who have experience using the Veronika chatbot. This research uses a survey method to collect data from a sample of users. The data obtained will be analyzed to identify factors that influence user satisfaction, which include system quality, information quality and service quality, user intensity, user satisfaction and impact of use. It is hoped that the results of this research will provide in-depth insight into the effectiveness of Veronika's chatbot services as well as recommendations for improving the quality of digital services in the future.
ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PADA INSTAGRAM NUSAMETA (THE CIRCULAR MODEL OF SOME) Rusdiawan, Muhammad Riva; Sholikhah, Sholikhah; Krissanya , Nofriska
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 6 (2025): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data dari penelitian mengenai bagaimana pendekatan The Circular Model of SOME pada Sosial Media Nusameta yang merupakan studi kasus pada Instagram @nusameta.io, maka dapat ditarik kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan data, elemen share pada Instagram Nusameta dapat dikatakan kurang efektif Nusameta kurang optimal dikarenakan Nusameta kurang menggunakan strategi distribusi yang baik terlihat dari performa Instagram Nusameta hanya memiliki engagement rate 0.69% dan rata-rata likes sebanyak 29 yang menunjukan bahwa performa konten Nusameta dibawah rata-rata yang memiliki engagement rate 3.5%. Walaupun pada kenyataannya Nusameta telah menjalankan beberapa inisiatif seperti memperhatikan relevansi konten dengan audiensnya, mempercantik visual dan memperhatikan jam unggah angka like, comment dan share. Hasil yang mereka dapatkan kurang maksimal. Elemen optimize di Nusameta terbukti masih kurang efektif dalam meningkatkan performa konten di Instagram. Meskipun telah menerapkan strategi visual yang mengikuti tren yang relevan untuk Gen Z dan Gen Alpha, hasilnya belum mencerminkan keterlibatan audiens yang diharapkan. Rata-rata jumlah likes per postingan yang berada di bawah 50 menunjukkan bahwa konten belum berhasil menciptakan resonansi yang kuat dengan pengikut. Penggunaan hashtag dan penjadwalan unggahan yang sudah dioptimalkan juga belum mampu memperluas jangkauan secara signifikan. Meskipun masih menghadapi beberapa tantangan, elemen manage dalam pengelolaan konten Instagram Nusameta masih cukup efektif dalam menjaga keberlangsungan operasional media sosial. Tim telah menunjukkan komitmen untuk menjalankan aktivitas pengelolaan secara rutin, termasuk dalam proses kurasi dan penjadwalan konten yang relevan dengan audiens target. Adanya kesadaran akan pentingnya evaluasi performa dan kebutuhan akan sistem yang lebih terstruktur juga mencerminkan langkah proaktif dalam memperbaiki manajemen konten. Selain itu, meskipun belum sepenuhnya terdigitalisasi, proses yang dilakukan secara manual tetap menunjukkan adanya koordinasi tim yang cukup solid. Dengan landasan ini, Nusameta memiliki fondasi yang menjanjikan untuk mengembangkan sistem pengelolaan yang lebih strategis dan berbasis data ke depannya. Berdasarkan hasil pengolahan data elemen engage di Nusameta masih menunjukkan efektivitas kurang dalam menciptakan keterlibatan yang kuat dengan audiens. Meskipun telah diterapkan strategi komunikasi yang terpersonalisasi dan penggunaan konten interaktif seperti tips, QnA, dan polling, partisipasi audiens tetap rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan belum mampu menarik minat audiens secara optimal, terutama karena minimnya insentif yang menarik bagi pengguna eksternal. Selain itu, kolaborasi dengan influencer yang masih dalam tahap eksplorasi belum menunjukkan hasil signifikan, disebabkan oleh kurangnya kesesuaian antara karakter influencer dan target audiens Nusameta. Upaya membangun kedekatan emosional melalui konten yang menyentuh aspek personal dan spiritual pun belum sepenuhnya berhasil memicu interaksi yang konsisten.
ANALISA PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGGUNAAN E-MONEY (STUDI KASUS DUTAMALL BANJARMASIN) Sholikhah, Sholikhah; Suarniki, Ni Nyoman; Pratiwi, Lusiana
Dinamika Ekonomi: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 16 No 2 (2023): DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.16 No.2 September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional (STIENAS) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53651/jdeb.v16i2.461

Abstract

Abstract, The aim of this research is to analyze consumer behavior in using e-money (case study of Dutamall Banjarmasin). The reality shows that there are still few people who understand about e-money, there is still a lack of public thinking about e-money, there are still limited places that accept payments using e-money, and there is consumer behavior that influenced by the characteristics of cultural, social, personal and psychological factors The method used is a quantitative research method. The research population is an unlimited population and the sample in this study is a convenience sample. The research results show that cultural factors in the use of e-money at Dutamall Banjarmasin are considered not good. Social factors in using e-money at Dutamall Banjarmasin are considered good. Personal factors in using e-money at Dutamall Banjarmasin are quite good. Psychological factors in using e-money at Dutamall Banjarmasin are quite good.
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN PADA JASA CUCI SEPATU FASTBREAK BEKASI MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Daffa Aditya, Bari; Rahmi, Rahmi; Sholikhah, Sholikhah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i3.2025.1175-1193

Abstract

Kepuasan pelanggan adalah tanggapan dari seorang pelanggan terhadap hasil yang diberikan antara tingkat kepentingan sebelumnya dan pelayanan aktual yang dirasakan setelah pemakaian. Fastbreak merupakan salah satu perusahaan jasa perawatan sepatu yang ada di Bekasi. Perusahaan ini menyediakan berbagai macam perawatan sepatu antara lain jasa mencuci sepatu, merekatkan ulang sepatu (reglue), dan menghilangkan noda menguning (unyellowing). Fastbreak menyediakan berbagai perawatan yang disesuaikan dengan bahan dan tingkat kekotoran dari sepatu untuk mempermudah masyarakat pengguna sepatu dalam merawat dan membersihkan sepatunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pelanggan pada jasa cuci sepatu Fastbreak Bekasi menggunakan metode Service Quality dan Importance Performance Analysis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 150 responden sebagai sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Analisis Deskriptif Servqual Fastbreak Bekasi: Sudut Pandang Kenyataan: Servqual masuk kategori "cukup puas", Sudut Pandang Harapan: Servqual masuk kategori "sangat penting", Sudut Pandang Minimum: Servqual masuk kategori "penting". 2) Analisis Zone of Tolerance menunjukkan Servqual pada pelayanan jasa Fastbreak Bekasi berada di batas toleransi pengguna yang mengindikasikan bahwa Servqual pelayanan jasa cukup memuaskan, akan tetapi belum mencapai harapan pelanggan dan perlu diadakan perbaikan. 3) Gap Servqual diketahui memiliki gap negatif yang mengindikasikan bahwa Servqual pelayanan Fastbreak Bekasi tidak memenuhi harapan pelanggan. 4) Fastbreak Bekasi terdapat pada 8 atribut dengan gap tertinggi pada Tangible (tidak memiliki ruangan yang nyaman) dan Assurance (tidak menjamin keamanan barang pelanggan).