Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pesantren-Based Vocational Curriculum Management in Improving The Quality of Madrasa Education in Indonesia Humaisi, M. Syafiq; Thoyib, Muhammad; Alim, Nur
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 20 No 2 (2022)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v20i2.5002

Abstract

This article aims to explain the urgency of pesantren-based vocational curriculum management in improving the quality of madrasa education in the current era of global competition. This research used a qualitative approach and the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldana to analyze the data. The results of this study confirm some aspects. First, the vocational curriculum planning at MA Nurul Jadid is based on the vision, mission, goals, and educational concepts that rely on a curriculum trilogy, including the madrasa curriculum, skills curriculum, and pesantren curriculum based on the study of the yellow book. Second, implementing the vocational curriculum at MA Nurul Jadid is structured, systematic, and integrated, allowing students to understand and master knowledge and skills proportionally. Third, the evaluation of the vocational curriculum at MA Nurul Jadid Probolinggo is done in a structured, detailed, and comprehensive manner. It is not only on the subject matter but also includes achievements in self-development, extracurricular, organizational, and the formation of national character and culture.  
Characterization of Endophytic Fungi in Robusta Coffee (Coffea canephora L.) Beans Through 18S rRNA Gene Sequencing and Evaluation of Antioxidant Activity and Chlorogenic Acid Content Rusman; Alim, Nur; Rahma, Nur Riska
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.5106

Abstract

Utilizing endophytic fungi to discover metabolites by characterizing the fungi produced from robusta coffee beans can be highly beneficial without causing harm to the plants. Additionally, this approach aids in identifying raw materials for medical drug development, specifically compounds like chlorogenic acid, which hold promise as potential treatments for diabetes mellitus. This study aimed at characterizing the endophytic fungi present in Robusta coffee (Coffea canephora L.) beans through 18S rRNA gene sequencing and evaluation of antioxidant activity and chlorogenic acid content found in these endophytic fungi. Green, unripe Robusta coffee beans were harvested from a coffee plantation in Tana Toraja and isolated using Potato Dextrose Agar medium. The isolation process yielded three isolates, designated RF1, RF2, and RF3. Subsequently, the isolates were subjected to testing for endophytic fungi activity, and the isolate that exhibited activity was further characterized using 18S rRNA gene sequencing. Following that, the isolates were fermented using a Potato Dextrose Broth medium, resulting in two phases: filtrate and biomass. The filtrate was then extracted using ethyl acetate as the solvent. The extracted compound was subsequently evaluated for antioxidant activity using ABTS and DPPH methods, and the concentration of chlorogenic acid was measured. From the three isolates of endophytic fungi obtained from green Robusta coffee beans with the codes RF1, RF2, and RF3, all of them exhibited antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The 18S rRNA gene sequencing analysis revealed that isolate RF1 was identified as Fusarium sp. For the evaluation of antioxidant activity using the ABTS method, an IC50 value of 53.49 µg/mL was obtained, while the DPPH method resulted in an IC50 value of 54.03. Furthermore, the measurement of chlorogenic acid content in the extract of endophytic fungi from Robusta coffee beans indicated a concentration of 11.58%. The characterization result of the endophytic fungi isolates from green Robusta coffee beans revealed the presence of Fusarium sp. It exhibited high antioxidant activity and a chlorogenic acid content of 11.58%.
Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Hasan, Siti Hajar Puaq Tudeq; Alim, Nur; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1372

Abstract

Biji alpukat (Persea Americana Mill.) merupakan salah satu bagian tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan nilai IC50 ekstrak biji alpukat berdasarkan perbedaan metode ekstraksi. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi dan refluks menggunakan pelarut etanol 70% dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 505 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak biji alpukat secara maserasi dan refluks di peroleh nilai IC50 masing-masing sebesar 38.857 ± 0.1937 μg/mL dan 35.946 ± 0.1225 μg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol biji alpukat secara maserasi dan refluks 0.0570 dan 0.0617 kali asam askorbat dengan nilai IC50 sebesar 2.219 ± 0.0028 μg/mL
Skirining Fitokimia Dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 70% Daun Nam-nam (cynometra cauliflora) Asal Kabupaten Halmahera Selatan Muhamad, Saina; Alim, Nur; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1677

Abstract

Flavonoid merupakan kelompok senyawa bioaktif yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antijamur yang signifikan. Tanaman nam-nam termasuk dalam jenis tanaman obat yang memiliki potensi farmakologis, terutama sebagai agen antioksidan, antibakteri, dan antifungal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak daun nam-nam (Cynometra cauliflora L.) asal Kabupaten Halmahera Selatan. Metode penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% hingga diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya dilakukan skrining senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Selanjutnya dilakukan uji kualitatif senyawa flavonoid, kemudian penetapan kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun nam-nam (Cynometra cauliflora L.) asal Kabupaten Halmahera Selatan mengandung senyawa metabolit sekunder meliputi flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin, serta memiliki kadar flavonoid total rata-rata sebesar 34,5863 ppm Perbedaan tempat tumbuh dapat berpengaruh pada kandungan kadar flavonoid total ekstrak daun nam-nam. Kata Kunci: Skrining, Flavonoid total, Nam-nam (Cynometra cauliflora L.)
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak tunas Bambu Apus (Gigantochloa apus) Terhadap Bakteri Shigella dysenteriae Aswar, Muhammad; Alim, Nur; Musdalifah, Musdalifah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1731

Abstract

Antibakteri adalah suatu senyawa yang dapat digunakan untuk menghambat atau membunuh bakteri. Ekstrak tunas bambu apus (Gygantochloa apus) memiliki kandungan senyawa Alkaloid,Tanin,dan Saponin yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas penghambatan Ekstrak tunas bambu apus (Gygantochloa apus) terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi dengan menggunakan etanol 70%. Diperoleh nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) terhadap bakteri Shigella dysenteriae 0,1% dengan metode dilusi. Pengujian dengan metode difusi agar. Hasil yang diperoleh menggunakan konsentrasi 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,8%, 1,6%. Memiliki diameter daya hambat sebesar 13,13 mm, 14,81 mm, 16,58 mm, 18,31 mm, 21,64 mm. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Ekstrak tunas bambu apus (Gygantochloa apus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae.
Skrining Fitokimia, Analisis Kadar Fenolik Total dan Flavonoid Total yang Berpotensi sebagai Antihipirtensi pada Daun Kelapa (Cocos nucifera L) Ramadhani, Wafiq Azisah; Alim, Nur; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada daun kelapa (Cocos nucifera L) melalui skrining fitokimia, serta menentukan kadarfenolik dan flavonoid total yang berpotensi sebagai antihipertensi. Metode ekstraksi yang digunakan adlah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji skrining fitokimia dilakukan terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid, fenolik dan glikosida menggunakan pereaksi spesifik masing-masing. Analisis kadar fenolik total ditetapkan dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunkan pereaksi Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar, sedangkan kadar flavonoid total ditentukan dengan metode kompleksasi AlCl3 menggunakan kuarsetin sebagai standar. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid,tanin, saponin, steroid, fenolik dan glikosida. Hasil analisis fenolik total menunjukkan kadar sebesar 44,2282 mgGAE/g ekstrak, sedangkan kadar flavonoid total sebesar 17,4359 mgQE/g ekstrak. Keberadaan senyawa fenolik dan flavonoid ini berpotensi memberikan aktivitas biologis sebagai antihipertensi melalui mekanisme antioksidan dan vasodilatasi. Penelitian ini memperkuat pemanfaatan daun kelapa sebagai sumber senyawa bioaktif yang mendukung perkembangan obat herbal antihipertensi. Kata Kunci: Antihipertensi, Cocos nucifera, Fenolik total, Flavonoid total, Skrining fitokimia
Skrining Fitokimia dan Analisis Kadar Zat Besi (Fe) Daun Gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) menggunakan Metode Spektrofotometri Serapan Atom Humaerah, Zahrah; Alim, Nur; Jummah, Nurul
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1983

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi pada remaja putri dan ibu hamil. Daun gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) digunakan secara tradisional sebagai sayuran bergizi dan obat herbal, namun data ilmiah terkait kadar zat besinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan fitokimia dan kadar zat besi daun gedi menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorik. Sampel daun gedi diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Skrining fitokimia dilakukan terhadap alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, steroid, terpenoid, dan glikosida. Analisis kadar zat besi dilakukan melalui destruksi basah dan pengukuran dengan SSA. Hasil menunjukkan ekstrak daun gedi positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, steroid, dan glikosida, dengan rendemen ekstrak sebesar 71,4%. Kandungan zat besi rata-rata adalah 160,9 µg/g atau setara 16,09 mg/100 g serbuk kering. Nilai ini mendekati angka kecukupan gizi harian zat besi (15,4 mg). Dengan demikian, daun gedi berpotensi sebagai sumber zat besi alami yang dapat mendukung pencegahan anemia sekaligus mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Kata Kunci : Abelmoschus Manihot L. Medik, Daun Gedi, Fitokimia, SSA, Zat Besi