Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pesantren-Based Vocational Curriculum Management in Improving The Quality of Madrasa Education in Indonesia Humaisi, M. Syafiq; Thoyib, Muhammad; Alim, Nur
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 20 No 2 (2022)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v20i2.5002

Abstract

This article aims to explain the urgency of pesantren-based vocational curriculum management in improving the quality of madrasa education in the current era of global competition. This research used a qualitative approach and the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldana to analyze the data. The results of this study confirm some aspects. First, the vocational curriculum planning at MA Nurul Jadid is based on the vision, mission, goals, and educational concepts that rely on a curriculum trilogy, including the madrasa curriculum, skills curriculum, and pesantren curriculum based on the study of the yellow book. Second, implementing the vocational curriculum at MA Nurul Jadid is structured, systematic, and integrated, allowing students to understand and master knowledge and skills proportionally. Third, the evaluation of the vocational curriculum at MA Nurul Jadid Probolinggo is done in a structured, detailed, and comprehensive manner. It is not only on the subject matter but also includes achievements in self-development, extracurricular, organizational, and the formation of national character and culture.  
MANAJEMEN STRATEGI DALAM PENGUATAN PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (MPI) FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN IAIN KENDARI Syamsuddin, Syamsuddin; Samrin, Samrin; Alim, Nur
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 11 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tentang manajemen strategi prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FATIK) IAIN Kendari. Adapun permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Tahapan pelaksanaan manajemen strategi dalam penguatan program studi MPI, (2) Kendala yang dihadapi pada pelaksanaan manajemen strategi dalam penguatan program studi MPI, dan (3) Solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan pelaksanaan manajemen strategi dalam penguatan program studi MPI. Pendekatan deskriptif kualitatif melalui ilmu manajemen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa. (1) Tahapan pelaksanaan manajemen strategi dalam penguatan program studi MPI berupa penyusunan strategi, yang terdiri dari perumusan visi dan misi prodi MPI, penyusunan program strategis, pelaksanaan program stategis, Pengawasan pelaksanaan program strategis, dan evaluasi program stategis prodi MPI. (2) Kendala yang dihadapi pada pelaksanaan manajemen strategi dalam penguatan program studi MPI berupa keterbatasan anggaran, belum adanya rencana strategi (renstra) di tingkat prodi, keterbatasan sarana dan prasarana, dan kesepahaman dan komitmen bersama antar dosen. (3) Rekomendasi solusi dalam mengatasi kendala pelaksanaan manajemen strategi berupa kebijakan postur anggaran berbasis penguatan prodi, penyusunan renstra prodi, penyediaan sarana dan prasarana penunjang, dan membangun komitmen bersama antar Dosen.Kata Kunci: Manajemen Strategi; Penguatan Program Studi.
Implementasi Literasi Digital Melalui Program Sapulidi pada Masa Covid-19: Studi Kasus di Sekolah Menengah Atas Alim, Nur; Fadlansyah, Fadlansyah; Machmud, Hadi; Nurfaidah, Sitti
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdbwv15i2.5396

Abstract

This descriptive qualitative study aims to investigate the implementation of digital literacy during Covid-19 through Sapulidi program at one of high schools in Southeast Sulawesi. Data were garnered through observation, interviews, and documentation from the principal, the head of school literacy team, and members of the Sapulidi team. The findings show that the implementation of digital literacy at the school was carried out in three stages: a) increasing the capacity of facilitators through training for school residents, b) increasing the number and variety of learning resources through the provision of QR code-based digital books on library websites and the use of learning applications, and c) providing computer and internet access in schools and providing digital information through school websites, libraries, and QR codes in the school environment. The forms of QR codes used in the Sapulidi program include the use of in learning, on school plants, on trophy displays, in students' works at school, school literacy galleries, in literacy corners in classroom, and in digital books.KEYWORDS: Covid-19; digital literacy program; high school; QR code
Experience Matters: Early Literacy Beliefs and Pedagogical Orientations Among Indonesian Early Childhood Education Teachers Machmud, Hadi; Abidin, Azwar; Alim, Nur; Marlina, Marlina; Anhusadar, Laode
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2026.112-12

Abstract

This study examines how professional status and teaching experience shape early literacy beliefs and pedagogical orientations among Indonesian early childhood education (ECE) teachers and pre-service teachers. Using a convergent mixed-methods design, the study collected questionnaire and open-ended response data from 253 participants, including 136 in-service classroom teachers and 117 pre-service teachers, across 41 ECE institutions in Central Indonesia. Exploratory factor analysis of the literacy belief items identified three dimensions: Literacy Practice and Environment (α = 0.89; ω = 0.91), Assessment and Correction (α = 0.78; ω = 0.81), and Formal Instruction and Parental Involvement (α = 0.81; ω = 0.83). Analysis of pedagogical orientation items produced two dimensions: Teacher-Centered (ω = 0.84) and Student-Centered (ω = 0.82). Participants showed stronger endorsement of student-centered orientations (M = 4.229, SD = 0.386) than teacher-centered orientations (M = 3.403, SD = 0.522). Group comparisons indicated significant differences in literacy beliefs according to professional status and teaching experience, especially in Literacy Practice and Environment and Assessment and Correction. Qualitative responses helped explain these patterns by showing that teachers negotiate developmental principles, structured guidance, parental expectations, and school-readiness demands in daily literacy practice. The findings suggest that Indonesian ECE teachers do not simply shift from formal instruction to child-centered pedagogy. Rather, they construct hybrid literacy practices that combine environmental support, explicit guidance, and relational responsiveness. This study contributes evidence from an underrepresented Indonesian ECE context and highlights the need for teacher education and professional development that support adaptive, context-sensitive early literacy pedagogy across career stages.
Alat Pelontar Bola Tennis Nur, Rusdi; Iswar, Muhammad; Djafyero, Fernando; Reski Narsal, Fajar; Alim, Nur
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 23 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/sinergi.v23i2.5197

Abstract

Abstrak: Bidang olahraga pun tidak tertinggal dengan berkembangnya teknologi pada saat ini, khusus dalam olahraga bidang tennis, olahraga tenis biasa di mainkan dua orang sampai empat orang, olahraga ini cukup di minati di berbagai kalangan namun terkendala dalam, latihan dan mengasah kemampuan, dengan adanya alat pelontar bola maka dapat mempermudah peminat olahraga tenis jadi lebih mudah dalam proses Latihan serta mengasah pukulan tujuan penelitian ini adalah untuk membantu proses latihan pemain tennis lapangan menjadi lebih baik dan efisien dengan menggunakan alat pelontar .Tahap penilitian yang telah dilakukan adalah studi literatur, studi lapangan,perancangan, perakitan, pengujian, dan analisa data. Metode penelitian dilakukan dengan pemilihan tempat dan waktu, alat dan bahan prosedur/langkah kerja, tahap perakitan, tahap pengujian alat dan analisa data pengujian. Metode pengambilan data dilakukan dengan mengukur jarak lontaran bola dengan satuan meter. Kesimpulan dari penilitian ini ialah Desain dan sistem mekanik Alat pelontar bola tenis yang telah di rancang sudah sesuai dengan sistem metode pelontaran sehingga dapat berperan sesuai dengan fungsi nya. Alat pelontaran bola tenis dapat melontarkan bola dengan gaya gesek sebagai pelontar. Meningkatkan produktivitas untuk latihan pukulan olahraga tenis lapangan dengan efisien di bandingkan dengan bantuan manusia, alat pelontar bola tenis di rancang untuk memberikan arah lontaran dengan konsisten, selain itu alat pelontar bola tenis ini dilengkapi dengan sistem pengaturan sudut lontaran. Kata kunci: Alat pelontar, bola tenis, gaya gesek, sudut lontaran