Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGEMBANGAN BULETIN DIGITAL CANVA SEBAGAI MEDIA LITERASI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Husna, Lobelia Asmaul; Absor, Nur Fajar; M. Fakhruddin; Adiningtyas Oktaviany; Dinna Kamila
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 5 No. 2 (2025): Sejarah Indonesia dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v5i2.50168

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi media pembelajaran yang mampu menumbuhkan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buletin digital berbasis Canva sebagai media literasi multikultural dalam pembelajaran sejarah di sekolah menengah. Model penelitian yang digunakan adalah ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Penelitian dilaksanakan di SMAN 84 Jakarta dan SMAN 31 Jakarta dengan subjek siswa kelas X dan XI. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa buletin digital Canva dinilai sangat valid oleh ahli teknologi pendidikan dengan skor 4,75, terutama pada aspek desain visual, kebahasaan, dan substansi sejarah. Uji coba terbatas menunjukkan bahwa media ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai multikulturalisme, menumbuhkan empati sejarah, dan membuat pembelajaran sejarah lebih menarik serta kontekstual. Guru juga menilai bahwa buletin digital ini mudah digunakan dan dapat dikembangkan secara mandiri oleh siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital berbasis Canva efektif untuk mengintegrasikan pembelajaran sejarah dengan pendidikan multikultural, sekaligus memperkuat kesadaran berbangsa yang inklusif di era digital.
Peran LKP Topi Bambu Foundation Tanggerang dalam Melestarikan Budaya Menganyam Topi Bambu Melalui Pendidikan Kewirausahaan Rahayu Permana; Yeni Handayani; Nur Fajar Absor
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9930

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan mengenai peran LKP Topi Bambu Foundation Tangerang dalam melestarikan budaya menganyam topi bambu melalui pendidikan kewirausahaan, yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Tangerang yang menghasilkan suatu kerajinan bambu untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan datanya menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan dengan instrumen wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa latar belakang lahirnya LKP Topi Bambu Foundation Tangerang adalah sebagai wadah untuk memberikan solusi bagi para perajin dalam melestarikan budaya menganyam topi bambu. Selain itu, dalam merealisasikan perannya dalam bidang wirausaha, LKP Topi Bambu Foundation Tangerang memberikan berbagai pendidikan kepada para perajin yang ada di Kabupaten Tangerang, mengenai kerajinan topi bambu. Hal ini dapat membantu para perajin untuk terus menganyam topi bambu berdasarkan permintaan pasar. Diharapkan LKP Topi Bambu Foundation Tangerang terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan membantu memasarkan kerajinan topi bambu secara kontinu agar dapat meningkatkan omzet pendapatan para perajin dalam wirausaha ini, sehingga topi bambu bisa lebih digandrungi oleh masyarakat luas.Kata Kunci: Topi Bambu, melstarikan budaya, pendidikan kewirausahaan Abstract: This study aims to explain the role of LKP Topi Bambu Foundation Tangerang in the culture of weaving bamboo hats through entrepreneurship education, which is an activity carried out by the people of Tangerang which produces a bamboo craft to increase people's economic income. The researcher used an qualitative approach with data collection techniques using purposive sampling techniques which were carried out with interview, observation, and documentation instruments. This research reveals that the background of the birth of LKP Topi Bambu Foundation Tangerang is as a forum to provide solutions for craftsmen in the culture of weaving bamboo hats. In addition, in utilizing it in the field of entrepreneurship, LKP Topi Bambu Foundation Tangerang provides various educations to craftsmen in Tangerang Regency regarding bamboo hat crafts. This can help the craftsmen to continue weaving bamboo hats based on market demand. Hopefully LKP Bambu Foundation Tangerang will continue to receive support from various parties, one of which is the Tangerang Regency Government by helping to develop bamboo handicrafts continuously in order to increase the income turnover of the craftsmen in this entrepreneurship, so that bamboo hats can be more loved by the wider community.Keywords: Bamboo Hat, preserving culture, entrepreneurship education
Local History Learning in the Society 5.0 Era: A Study at Universities in Jakarta, West Java, and Banten: Pembelajaran Sejarah Lokal pada Era Society 5.0: Studi pada Perguruan Tinggi di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten Nur Fajar Absor; Lobelia Asmaul Husna; Djunaidi Djunaidi
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 1 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i1.6569

Abstract

This study explores the implementation of local history learning in higher education within the framework of the Society 5.0 era, which seeks to balance technological progress with human-centered values. The research is grounded in the growing need to integrate digital technologies, such as the Internet of Things (IoT) and Artificial Intelligence (AI) into history education, which has traditionally relied on conventional approaches. Using a qualitative descriptive method, the study was conducted in three regions: Jakarta, West Java, and Banten. Data was collected through interviews and document analysis involving three lecturers who teach Local History courses and analyzed using the Miles and Huberman model. The results indicate that local history is understood as the study of local events and values that strengthen regional and national identity. In the context of Society 5.0, local history learning has begun to utilize digital tools, including online archives, educational videos, and AI-based applications; however, implementation remains uneven among universities. Learning methods vary from project-based learning and field trips to discovery-based approaches. The study identifies major challenges, including limited access to online historical resources, low academic writing proficiency among students, and ethical concerns related to AI use. Conversely, digital integration presents opportunities to expand access to historical materials and enhance students’ engagement with local history. The study concludes by emphasizing the need for curriculum development involving professional organizations, particularly the Indonesian Association of History Education Study Programs (P3SI), to align local history education with the Society 5.0 paradigm.