Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Ecotourism Development Strategy in Preserving Local Wisdom of Betawi Culture Nurseha, Nurseha; Suswandari, Suswandari; Eko Digdoyo; Nur Fajar Absor
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v14i1.1536

Abstract

This research aims to describe the potential for ecotourism in the Setu Babakan Betawi Cultural Village, analyze ecotourism development strategies in preserving the local wisdom of Betawi culture, analyze the impact of ecotourism development for the community in the Setu Babakan Betawi Cultural Village, and analyze the obstacles and challenges of ecotourism development in the Betawi Cultural Village Setu Babakan. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The results of the research show that the development of the Setu Babakan Betawi Cultural Village area as ecotourism is a model for preserving Betawi culture based on the available natural environment. The potential for ecotourism in the Setu Babakan Betawi Cultural Village is natural resources, agro tourism, cultural tourism, water tourism, culinary tourism, and Museum Betawi. Furthermore, the strategy for developing ecotourism in preserving local Betawi cultural wisdom is to collaborate with other parties, carry out promotions, and procure typical Betawi plants. Meanwhile, the impact for the community is to increase people's income and learn Betawi cultural values and local wisdom. The challenges faced are the independence of the area so that it does not depend on the regional government, efforts to attract visitors through various media, and ways to make Betawi culture loved by the community, while the obstacles are budget problems from the government, the perception of the Betawi community as an ethnic group that is not advanced, and that it is not easy to collaboration with other parties.
Identifikasi Cagar Budaya di Kota Depok sebagai Upaya dalam Membangun Kesadaran Sejarah Masyarakat Absor, Nur Fajar; Wahyudin; Santosa, Yusuf Budi Prasetya; Abdillah, Nur Ramadhani
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 6 No 2 (2022): Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Humaniora
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.656 KB) | DOI: 10.36526/santhet.v6i2.2122

Abstract

Within the scope of urban history there are 4 periods, namely prehistoric, traditional, colonial, and modern. One of the cities that has historical heritage, either in the form of buildings or building structures is Depok City. Depok during the colonial period was an area of ​​Gementee Bestuur which was given the freedom to manage its own territory. Therefore, in Depok City there are many relics of the colonial period identified as cultural heritage, but not all Depok people know that Depok has a long history of cultural heritage in its area. Meanwhile, the objectives of this study are (1) to identify the cultural heritage in Depok City; and (2) to analyze efforts to build public historical awareness through the identification of cultural heritage in Depok City. The research method used in this research is descriptive qualitative. The results of this study found that there are 21 cultural heritages in Depok City. To raise awareness of history in the Depok community through the identification of cultural heritage, it can be done by (1) incorporating the introduction of the cultural heritage of the City of Depok into the local content; (2) conduct socialization on various cultural heritages in Depok City; (3) make routine 'Depok Heritage Festival' activities; and (4) inserting a list of identified cultural heritages into the depok.go.id website.
Eksistensi Meme Sejarah dalam Wacana Membangun Kesadaran Sejarah: Studi Kasus Facebook Fanpage ‘Neo Historia Indonesia’ Suswandari, Suswandari; Soleh, Mohammad Badrus; Absor, Nur Fajar
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v6i2.5242

Abstract

Currently, memes are often used to convey various information in various dimensions, ranging from conveying aspirations, criticism, ideology, and even history. One that consistently produces historical memes is Neo Historia Indonesia, a Facebook fan page containing memes with a vision to introduce history in a fun approach. The objectives of this research are 1) to examine the phenomenon of Historical Memes as popular culture in Indonesia; 2) to examine the role of Neo Historia Indonesia in the discourse of building historical awareness; 3) to compile criteria for Historical Memes that have the potential to build historical awareness, and 4) explore the benefits of historical Memes as digital content. This study uses a qualitative method with a case study approach. In collecting data, this research uses interviews, observation, and documentation techniques. This study finds that Historical Memes in Neo Historia Indonesia, as a popular culture, have the potential to build historical awareness. This is because the Historical Memes in Neo Historia Indonesia interestingly convey historical content. Thus, Historical Memes can be an effective medium for conveying messages about historical content, especially for young people.Saat ini, Meme kerap kali digunakan dalam penyampaian berbagai informasi dalam berbagai dimensi mulai dari penyampaian aspirasi, kritik, ideologi, bahkan sejarah. Salah satu yang memproduksi Meme sejarah secara konsisten ialah Neo Historia Indonesia, yakni sebuah Facebook fanpage yang berisi Meme dengan visi untuk mengenalkan sejarah dengan pendekatan yang menyenangkan. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah: 1) menelaah fenomena Meme sejarah sebagai budaya populer di Indonesia; 2) menelaah peran Neo Historia Indonesia dalam wacana  membangun kesadaran sejarah; 3) menyusun kriteria Meme sejarah yang berpotensi membangun kesadaran sejarah; dan 4) menelusuri manfaat Meme sejarah sebagai sebuah konten digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam pengumpulan datanya penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa Meme sejarah di Neo Historia Indonesia sebagai budaya populer memiliki potensi untuk membangun kesadaran sejarah. Hal ini dikarenakan Meme sejarah yang ada di Neo Historia Indonesia menyampaikan konten sejarah secara menarik. Dengan demikian, Meme sejarah dapat menjadi media penyampai pesan mengenai konten sejarah yang efektif, khususnya bagi masyarakat muda.
Pembekalan Penggunaan Suplemen Materi Pembelajaran Sejarah Mengenai Penanganan Wabah di Batavia Absor, Nur Fajar; Wahyudin; Taufik
Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 (2025): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v4i2.56

Abstract

Pembelajaran sejarah yang kontekstual menjadi suatu hal penting untuk mengembangkan kesadaran sejarah peserta didik, ditambah lagi apabila pembelajaran tersebut dipadukan dengan sejarah lokal yang terjadi dalam cakupan kecil di suatu wilayah yang memiliki unsur kedekatan dengan peserta didik. Pembelajaran sejarah berbasis sejarah lokal dapat diterapkan di sekolah yang memiliki kaitan waktu dan tempat yang sesuai dengan suatu peristiwa sejarah. Salah satunya bisa diterapkan di sekolah yang berada di wilayah DKI Jakarta dengan pembahasannya mengenai penanganan wabah di Batavia pada masa VOC hingga Pemerintah Hindia Belanda. Solusi yang ditawarkan pada program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penjelasan, pemahaman serta penerapan suplemen materi pembelajaran sejarah mengenai penanganan wabah di Batavia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi sejarah lokal, menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi dalam mengikuti pembelajaran sejarah, serta mampu mengaitkan peristiwa wabah pada masa lalu dengan kondisi pandemi Covid-19 pada masa kini. Selain itu, kegiatan ini memberikan alternatif referensi bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan peserta didik.
Pengenalan Sejarah dan Budaya Indonesia dan Taiwan bagi Generasi Muda Kurniawati; Y.H. Teddy, Sim; Nur Fajar Absor; Lobelia Asmaul Husna; Pamela Ayesma
Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): SATWIKA: Volume 5, Number 2, December 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/satwika.050202

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejarah dan budaya pada generasi muda, seperti yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat Kolaboratif Internasional Universitas Negeri Jakarta dengan National Chung Cheng University, Taiwan. Topik utama dalam pengabdian ini adalah “Migrasi Austronesia dan hubungannya dengan Taiwan dan Indonesia”. Pemilihan topik ini didasarkan alasan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia diketahui adalah suku Austronesia, yang berasal dari wilayah Taiwan. Adapun tahapan metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri dari: pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan. Adapun hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman, pengetahuan, dan wawasan pada mahasiswa National Chung Cheng University, Taiwan dan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta tentang hubungan sejarah antara Indonesia dan Taiwan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan rujukan untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Indonesia dan Taiwan.
PENGEMBANGAN BULETIN DIGITAL CANVA SEBAGAI MEDIA LITERASI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Husna, Lobelia Asmaul; Absor, Nur Fajar; M. Fakhruddin; Adiningtyas Oktaviany; Dinna Kamila
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 5 No. 2 (2025): Sejarah Indonesia dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v5i2.50168

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi media pembelajaran yang mampu menumbuhkan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buletin digital berbasis Canva sebagai media literasi multikultural dalam pembelajaran sejarah di sekolah menengah. Model penelitian yang digunakan adalah ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Penelitian dilaksanakan di SMAN 84 Jakarta dan SMAN 31 Jakarta dengan subjek siswa kelas X dan XI. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa buletin digital Canva dinilai sangat valid oleh ahli teknologi pendidikan dengan skor 4,75, terutama pada aspek desain visual, kebahasaan, dan substansi sejarah. Uji coba terbatas menunjukkan bahwa media ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai multikulturalisme, menumbuhkan empati sejarah, dan membuat pembelajaran sejarah lebih menarik serta kontekstual. Guru juga menilai bahwa buletin digital ini mudah digunakan dan dapat dikembangkan secara mandiri oleh siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital berbasis Canva efektif untuk mengintegrasikan pembelajaran sejarah dengan pendidikan multikultural, sekaligus memperkuat kesadaran berbangsa yang inklusif di era digital.
Local History Learning in the Society 5.0 Era: A Study at Universities in Jakarta, West Java, and Banten: Pembelajaran Sejarah Lokal pada Era Society 5.0: Studi pada Perguruan Tinggi di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten Absor, Nur Fajar; Husna, Lobelia Asmaul; Djunaidi, Djunaidi
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 1 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i1.6569

Abstract

This study explores the implementation of local history learning in higher education within the framework of the Society 5.0 era, which seeks to balance technological progress with human-centered values. The research is grounded in the growing need to integrate digital technologies, such as the Internet of Things (IoT) and Artificial Intelligence (AI) into history education, which has traditionally relied on conventional approaches. Using a qualitative descriptive method, the study was conducted in three regions: Jakarta, West Java, and Banten. Data was collected through interviews and document analysis involving three lecturers who teach Local History courses and analyzed using the Miles and Huberman model. The results indicate that local history is understood as the study of local events and values that strengthen regional and national identity. In the context of Society 5.0, local history learning has begun to utilize digital tools, including online archives, educational videos, and AI-based applications; however, implementation remains uneven among universities. Learning methods vary from project-based learning and field trips to discovery-based approaches. The study identifies major challenges, including limited access to online historical resources, low academic writing proficiency among students, and ethical concerns related to AI use. Conversely, digital integration presents opportunities to expand access to historical materials and enhance students’ engagement with local history. The study concludes by emphasizing the need for curriculum development involving professional organizations, particularly the Indonesian Association of History Education Study Programs (P3SI), to align local history education with the Society 5.0 paradigm.