Claim Missing Document
Check
Articles

KAITAN PENGETAHUAN, KONSEP DIRI, DAN EFIKASI DIRI PENCEGAHAN PERILAKU BERISIKO HIV PADA REMAJA Wilandika, Angga; Sanusi, Santy; Nurakbar, Majid Fahrizal
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 2 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v2i1.24

Abstract

Infeksi Human Immunodeficiency Virus pada remaja tercatat salah satu infeksi dengan tingkat kejadian yang tinggi. Kejadian infeksi HIV ini dipercaya akibat kurang terpaparnya pengetahuan HIV pada remaja dan kecenderungan melakukan perilaku berisiko HIV. Pengetahuan akan membentuk konsep diri dan keyakinan efikasi diri yang pada akhirnya menentukan perilaku remaja. Studi ini bertujuan mengkaji hubungan antara pengetahuan dengan konsep diri dan efikasi diri dalam mencegak perilaku berisiko HIV pada remaja. Desain cross sectional digunakan dalam studi ini dengan mengikutsertakan 78 orang siswa salah satu sekolah menengah atas swasta di Kota Bandung. Rekruitmen sampel menggunakan convenience sampling dengan kriteria inklusi yaitu siswa yang tercatat aktif di sekolah dan berusia 15-19 tahun. Variabel dalam studi ini yaitu pengetahuan HIV, konsep diri, dan efikasi diri diukur menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif untuk menjabarkan karakteristik demografi siswa sekolah dan analisis inferensial untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan konsep diri dan efikasi diri menggunakan Uji Kendall’s Tau c. Temuan studi menunjukkan pengetahuan secara signifikan berkorelasi dengan efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV (t = 4,155; p <0,05). Sementara itu, hubungan pengetahuan dengan konsep diri pada siswa ditemukan tidak berhubungan. Pengetahuan yang memadai berkontribusi dalam penguatan efikasi diri untuk melakukan pencegahan perilaku berisiko HIV pada remaja. Dengan demikian, peningkatan pengetahuan HIV perlu diprioritaskan dalam rangka menguatkan keyakinan diri remaja untuk mampu dan berhasil mencegah keterlibatan mereka dalam perilaku berisiko HIV.
Fluid Overload and Self-Efficacy in Hemodialysis: Implications for Patient Care Wilandika, Angga; Sanusi, Santy; Rahmawati, Rika
Journal of Public Health Sciences Vol. 4 No. 02 (2025): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.00977

Abstract

This study aimed to investigate the relationship between self-efficacy and fluid overload in patients undergoing hemodialysis. The study included 96 adult patients receiving regular hemodialysis at a private hospital in Bandung, Indonesia. Self-efficacy in fluid restriction was assessed using a validated 20-item questionnaire based on Bandura’s model. Overhydration was measured using the Interdialytic Weight Gain (IDWG) index. Descriptive and inferential analyses were performed, including Kendall’s Tau-b correlation test. The study revealed that 60.4% of participants had low self-efficacy, while 66.7% were classified as overhydrated. A statistically significant inverse relationship was found between self-efficacy and fluid overload (p = 0.002), suggesting that patients with lower self-efficacy were more likely to experience overhydration. Self-efficacy plays a critical role in fluid management among patients receiving hemodialysis. Strengthening self-efficacy through nurse-led behavioral interventions, standardized patient education, and digital health monitoring may enhance fluid adherence.
Kajian Self-Care Mangement Hipertensi dengan Pendekatan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Wilandika, Angga
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 12 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v12i2.67

Abstract

Hipertensi yang dikenal sebagai the silent killer, merupakan salah satu jenis penyakit  tidak menular yang harus diwaspadai dan mendapat penanganan serius. Penderita penyakit ini tidak merasakan gejala sehingga baru berobat setelah mengalami keluhan dan komplikasi yang mematikan. Penderita hipertensi membutuhkan pengelolaan diri (self-care mangement) yang berkelanjutan dan sepanjang hidup penderitanya. Self-care management hipertensi dapat dilaksanakan secara konsisten dengan menguatkan efikasi diri pengelolaan dan dukungan sosial dalam membantu pengelolaan penyakitnya. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendekatan efikasi diri dalam pengelolaan penyakit dan dukungan yang diberikan dalam upaya meningkatkan self-care management hipertensi. Metode yang digunakan adalah kajian literatur. Penelusuran database menggunakan  kata kunci pencarian self-care management, hypertension, self-efficacy, social support dan hypertension management. Hasil kajian menemukan bahwa pengelolaan penyakit pada penderita hipertensi sangat kompleks. Pengelolaan hipertensi memerlukan kemampuan diri yang baik dalam mengelola penyakitnya, yang meliputi pengelolaan diet, aktivitas dan olah raga, pengontrolan tekanan darah dan pengelolaan obat. Kemampuan pengelolaan diri yang baik dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatnya dengan meningkatkan keyakinan diri dalam mengelola penyakit. Selain itu dukungan yang diberikan dalam upaya pengelolaan penyakit baik dari keluarga maupun petugas kesehatan dapat memperbesar tingkat keberhasilan dalam self-care management hipertensi.  Kata kunci: dukungan sosial, efikasi diri, hipertensi, self-care management
A Bibliometric Analysis of Global Research on the Psychological Burden of HIV Stigma Among Adults: Implications for Nursing Practice Wilandika, Angga; Sari, Diah Nur Indah
Nurse Media Journal of Nursing Vol 15, No 2 (2025): (August 2025) [In Progress]
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v15i2.72426

Abstract

Background: HIV-related stigma remains a persistent barrier to psychological well-being and care among people living with HIV. Although research on its psychological burden has grown, no bibliometric synthesis has mapped its development or implications for nursing practice.Purpose: This study aimed to conduct a bibliometric analysis of global research on the psychological burden of HIV stigma among adults, with particular attention to thematic evolution and implications for nursing care.Methods: A bibliometric and thematic analysis was conducted on 131 journal articles indexed in Scopus from 2014 to 2025. Bibliometric mapping was performed using VOSviewer to examine publication trends, authorship patterns, country distribution, keyword co-occurrence networks, and temporal thematic evolution.Results: The analysis found no publications prior to 2014, with output peaking in 2022 and 2024, confirming the field’s novelty. Keyword clustering revealed six thematic domains: psychological distress (depression, anxiety, shame), treatment adherence and healthcare engagement, trauma-related stigma, resilience and protective factors, methodological advances in stigma measurement, and structural-societal stigma. Temporal analysis indicated a shift from documenting emotional distress to examining mediating processes, resilience, and intersectionality, marking a transition from descriptive to explanatory and intervention-focused research.Conclusion: Research on the psychological burden of HIV stigma has expanded, with depression and anxiety remaining central, but increasing attention to resilience, coping, and systemic factors. However, gaps persist in translating these insights into stigma-sensitive nursing interventions. This bibliometric synthesis provides evidence to inform nurse-led strategies such as therapeutic communication, psychoeducation, and psychosocial support to mitigate stigma’s psychological impact on PLHIV.
Eye yoga exercises to reduce eye fatigue syndrome during online learning Wilandika, Angga; Fatmawati, Ariani; Padhli, Fikri Nurul; Lusiani, Eli; Amalia, Maya
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 15, No 3, (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol15.Iss3.art4

Abstract

Background: Eye fatigue syndrome increases as students use computers and smartphones during online learning. Interventions to reduce the eye fatigue syndrome and avoid the severity of its symptoms need to be performed with appropriate and easy-to-practice techniques.Objective: This study aims to determine effects of eye yoga exercises on eye fatigue syndrome in students during online learning. Methods: This study applied one group pretest-post-test design involving 30 students from Universitas ‘Aisyiyah Bandung, West Java Province, Indonesia. Its samples were collected by using a proportional stratified random sampling. The eye yoga exercises were practiced four times for one week and had to begin 30 minutes after the end of online learning. The eye fatigue syndrome was measured using the Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). The difference in the intervention effect was calculated by using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: This study revealed that the yoga eye exercises significantly affected the eye fatigue syndrome (Z= -4.636; p-value < 0.05). The average eye fatigue score decreased; the eye fatigue score before the intervention was 14.40 ± 9.17, and it decreased to 9.17 ± 4.88 after the eye yoga exercise intervention was given.Conclusion: Eye yoga exercises can reduce the level of eye fatigue syndrome in students who are learning by using electronic devices. The exercises can be performed independently to reduce this syndrome when working with a computer or smartphone. This intervention can be a standard for preventing the syndrome in educational institutions by incorporating eye yoga exercises after learning activities, particularly in online learning.
TRANSADAPTASI DAN ANALISIS PSIKOMETRIK SKALA RELIGIUSITAS MUSLIM BERDASARKAN THE MUSLIM PIETY QUESTIONNAIRE Wilandika, Angga
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.549 KB) | DOI: 10.33867/jka.v4i1.7

Abstract

Kadar religiusitas seseorang menentukan berbagai perilaku yang ditunjukkannya dalam kehidupan sehari-hari. Religiusitas yang tinggi bahkan dapat mencegah seseorang untuk melakukan berbagai perilaku yang akan menimbulkan efek negatif baik pada dirinya sendiri maupun orang lain disekitarnya. Penelitian ini bertujuan melihat keandalan dan kesesuaian dari skala religiusitas muslim yang dikembangkan dari The Muslim Piety Questionnaire melalui transadaptasi alih bahasa instrumen dan analisis psikometrik. Penelitian psikometrik ini melibatkan 404 orang mahasiswa muslim pada salah satu perguruan tinggi di Jawa Barat yang berasal dari berbagai bidang keilmuan. Skala religiusitas muslim diukur melalui 19 item yang dikategorikan ke dalam lima dimensi yaitu keyakinan religius, praktik keagamaan, pengalaman penghayatan, konsekuensial, dan ketaatan ibadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang telah dialih bahasakan ke dalam Bahasa Indonesia dengan metode back-translationmemiliki tingkat kesepadanan bahasa yang tinggi antara 87,50% - 98,94%. Analisis validitas menggunakan teknik konsistensi internal menunjukkan 19 item valid. Analisis reliabilitas seluruh item menunjukkan keandalan yang cukup tinggi dengan koefisien kuesioner 0,732. Dengan demikian, instrumen ini memiliki keandalan dan validitas yang baik dalam mengukur skala religiusitas muslim seseorang dari berbagai latar belakang pendidikan keilmuan yang berbeda-beda dalam lingkungan budaya Indonesia.
Studi Korelasi Jurusan Sekolah dan Prestasi Akademik (IPK) dengan Skor Uji Kompetensi Perawat Wilandika, Angga; Indah Sari, Diah Nur
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.104 KB) | DOI: 10.33867/jka.v5i1.64

Abstract

Perbedaan kemampuan dan kualitas input mahasiswa menentukan prestasi akademik dan menjadi tolok ukur keberhasilan suatu proses pembelajaran di perguruan tinggi. Nilai prestasi akademik atau IPK sebagai hasil dari proses pembelajaran seharusnya berbanding lurus dengan hasil uji kompetensi perawat. Tujuan penelitian ini adalah teridentifikasinya hubungan antara asal jurusan dan prestasi akademik dengan skor uji kompetensi perawat. Penelitian ini merupakan deskriptif korelatif yang dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 50 orang lulusan diploma III keperawatan yang mengikuti Ujian Kompetensi Nasional Perawat pada bulan Oktober 2017 dilibatkan secara total sampling. Analisis deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Sementara, analisis korelasi menggunakan Uji Kruskal Wallis dan Uji Spearman Rank Rho. Hasil penelitian membuktikan adanya hubungan positif yang kuat (rs = 0,536) dan bermakna secara statistik (p-value = 0,000) antara prestasi akademik (IPK) dengan skor uji kompetensi perawat. Dengan demikian, semakin tinggi prestasi akademik maka akan diikuti semakin tingginya nilai uji kompetensi perawat. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan (p-value = 0,214) antara asal jurusan dengan skor uji kompetensi perawat. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi para praktik dalam menentukan strategi dan tolok ukur keberhasilan mahasiswa untuk meraih kelulusan uji kompetensi perawat nasional.
Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial dengan Self Care Management Penderita Hipertensidi Wilayah Kerja Puskesmas Cijagra Lama Bandung Salami, Salami; Wilandika, Angga
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.805 KB) | DOI: 10.33867/jka.v5i2.75

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular (PTM) yang harus diwaspadai dan mendapat penanganan serius. Di Indonesia menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, jumlah penderita hipertensi sebesar 25,8%.. Di Kota Bandung berdasarkan data dari Dinas Kesehatan tahun 2014, dilaporkan bahwa hipertensi merupakan penyakit dengan jumlah penderita terbanyak ketiga. Di Puskesmas Cijagra Lama Kota Bandung dari bulan Januari sampai Desember 2016, rata –rata dalam sebulan angka kunjungan pasien hipertensi sebesar 150-160 orang. Perubahan perilaku merupakan kunci penting dalam pengelolaan penyakit hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan self care penderita hipertensi. Rancangan penelitian menggunakan metode survey analitik cross sectional dengan pendekatan korelasional. Jumlah sampel sebanyak 115 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Pengukuran efikasi diri diukur dengan instrumen Medical Adherence Self-Efficacy Scale (MASES) dan untuk dukungan sosial digunakan instrumen dari Social Support dari Sarason. Sedangkan self care diukur dengan menggunakan HSCALE dari Warren Findlow & Seymour (2011). Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa sebanyak 50,4% penderita hipertensi memiliki self care yang baik dengan skor mean 41,63 dan standard deviasi 11,19 %., berdasarkan efikasi diri sebanyak 66,1% penderita memiliki efikasi diri tinggi dengan skor mean 69,47 dan standard deviasi 7,4. Sedangkanberdasarkan dukungan sosial, sebanyak 54,8% penderita memiliki dukungan sosial rendah dengan skor mean 39,96 ± 2,99. Berdasarkan analisis bivariat dengan menggunakan chi square menunjukan ada hubungan antara efikasi diri dengan self care management pada penderita hipertensi, (p-value = 0,0001 < 0,05)dengan arah hubungan positif. Tidak ada hubungan secara statistik (p-value = 0,109 > 0,05) antara dukungan sosial dengan self care management pada penderita hipertensi. Variabel yang paling dominan berkontribusi pada self care management penderita hipertensi adalah variabel efikasi diri dengan nilai Sig. variabel efikasi diri (0,000 < 0,05) lebih kecil dari nilai Sig. variabel dukungan sosial (0,027 < 0,05) Kata Kunci : efikasi diri, dukungan sosial, Self care management
Pengaruh Self Help Group terhadap Self Care pada Pasien Diabetes Melitus di Persadia Cabang Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Wilandika, Angga; Ilmi Dinyati, Aghnia; Dede Supriyatna, Iyep
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.576 KB) | DOI: 10.33867/jka.v6i1.99

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan yang serius, dimana setiap tahun penderitanya bertambah. Dalam meningkatkan aktivitas self care pada pasien DM sebagai bentuk pengelolaan mencegah komplikasi, maka perlu dilakukan strategi penanggulangan. Intervensi yang dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas kelompok adalah self help group. Self help group melibatkan pasien DM untuk melaksanakan pengelolaan penyakit, memberikan dukungan antar anggota dan meningkatkan pengetahuan terhadap self care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan self care pada pasien diabetes melitus dengan aktivitas self help group. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan rancangan pre post test tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di PERSADIA cabang Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. Sampel penelitian adalah 10 responden dan pelaksanaannya selama empat kali pertemuan dalam empat minggu. Alat pengumpulan data berupa kuesioner summary of diabetes self care activities (SDSCA). Analisa data menggunakan uji ststistik paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh self help group terhadap self care dengan nilai signifikasi p-value 0,0001 (α = 0,05). Skor self care mengalami perubahan, dimana skor pre-test sebesar 50,20 ± 8,829 sedangkan skor post-test sebesar 72,10 ± 6,707. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk program kelompok DM lainnya dan diaplikasikan sebagai rencana asuhan keperawatan berbasis komunitas.
PENGARUH SUPPORTIVE EDUCATIVE TERHADAP SELF CARE PASIEN HIPERTENSI PADA SALAH SATU PUSKESMAS DI BANDUNG Lukmawati, Endang; Wilandika, Angga; Widianti, Anggriyana Tri
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.636 KB) | DOI: 10.33867/jka.v6i2.124

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang mengalami peningkatan kejadian penyakit. Hipertensi salah satu penyakit kronis yang membutuhkan self care (perawatan diri) hal ini karena pasien hipertensi sering mengkonsumsi makanan yang berlemak dan garam berlebihan dengan adanya self care pasien mampu untuk mendeteksi, mengelola gejala dan perubahan gaya hidup yang terkait dengan hipertensi apabila penderita hipertensi tidak melakukan self care maka akan memperparah hipertensi dan menimbulkan komplikasi. Supportive educative (dukungan pendidikan) sangat dibutuhkan karena untuk meningkatkan kepatuhan dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supportive educative terhadap self care pada pasien hipertensi di RW 10 Kelurahan Malabar Wilayah Kerja Puskesmas Talagabodas. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain pre eksperimental (one group pretest-posttest). Sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini yaitu lansia yang menderita hipertensi sebanyak 10 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner Self Care Management. Adapun analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis inferensial dengan menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara self care sebelum dan sesudah diberikan intervensi supportive educative (p-value 0,001; α = 0,005) dengan skor mean 42,90 lebih rendah dibandingkan dengan sesudah diberikan intervensi sebesar 56,70. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi petugas kesehatan untuk melakukan intervensi keperawatan dalam meningkatkan self care melalui intervensi supportive educative. Dimana dengan supportive educative ini bisa meningkatkan self care pada pasien hipertensi dalam aspek manajemen berat badan, makan rendah garam, aktivitas fisik, manajemen stres, membatasi alkohol, membatasi merokok, dan penggunaan terapi.