Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Disparitas Putusan Hakim Atas Tindak Pidana Kekerasan Secara Bersama-Sama Yang Mengakibatkan Kematian Afrizal Laia, Yusrat; Sumiadi, Sumiadi; Saputra, Ferdy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Vol. 8 No. 2 (2025): (April)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimfh.v8i2.21341

Abstract

Disparitas putusan hakim adalah perbedaan hukuman terhadap perkara dan pelanggaran yang sama dalam kondisi serupa, yang mencerminkan ketidakadilan dan inkonsistensi hukum. Fenomena ini terjadi dalam tiga putusan kekerasan, yaitu Putusan Nomor 210/Pid.B/2024/PN Rbi, 211/Pid.B/2024/PN Rbi, dan 212/Pid.B/2024/PN Rbi, meskipun ketiganya melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP. Terdapat perbedaan mencolok dalam lama hukuman, padahal unsur pidananya sama. Penelitian ini bertujuan mengkaji dasar pertimbangan hakim dan penyebab terjadinya disparitas. Metodenya adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus, perundang-undangan, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim lebih menekankan unsur objektif (actus reus), dan mengabaikan unsur subjektif (mens rea) seperti tingkat kesalahan, niat, kondisi mental, serta usia terdakwa saat kejadian. Disparitas terjadi karena tidak adanya batas minimum pemidanaan dalam KUHP dan kebebasan hakim yang cenderung subjektif. Akibatnya, rasa keadilan belum terpenuhi.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN ANAK DALAM TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (Studi Putusan Nomor 1824/Pid.Sus/2023/PN Mdn) Damayanti, Army; Sumiadi, Sumiadi; Nur, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Vol. 8 No. 3 (2025): (Agustus)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimfh.v8i3.21842

Abstract

Putusan Nomor 1824/Pid.Sus/2023/PN Mdn menegaskan bahwa meskipun pelaku perdagangan orang terhadap anak telah dihukum, hak-hak korban belum sepenuhnya terlindungi sesuai UUD 1945, UU Perlindungan Anak, dan UU PTPPO. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi korban anak serta aspek yang terabaikan dalam putusan tersebut dengan metode yuridis normatif melalui studi putusan dan analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan perlindungan hukum mencakup aspek preventif, kuratif, rehabilitatif, dan reintegratif, namun implementasi pada putusan masih lemah, khususnya terkait pemulihan korban. Kesimpulannya, terdapat kekosongan perlindungan hukum yang mengabaikan prinsip non-viktimisasi dan keadilan restoratif, sehingga perlu penegakan hukum yang juga mengakomodasi hak-hak korban secara komprehensif.
ANALISI PERBANDINGAN PENGATURAN TINDAKPIDANA PERZINAHAN DALAM KUHP LAMA DAN KUHP BARU ( UNDANG-UNDANG No. 1 TAHUN 2023 ) Anggraini, Silvia Dea; Akli, Zul; Sumiadi, Sumiadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Vol. 8 No. 3 (2025): (Agustus)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimfh.v8i3.21965

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan tindak pidana perzinahan antara KUHP lama (Pasal 284) dan KUHP baru (Pasal 411 UU No. 1 Tahun 2023), serta menelaah hukumnya. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan kebijakan peraturan-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP lama hanya mengatur perzinahan yang dilakukan oleh pihak yang telah menikah dan bersifat delik aduan terbatas. Sementara KUHP baru memperluas definisi perzinahan mencakup seluruh hubungan seksual di luar perkawinan, baik yang dilakukan oleh orang yang sudah maupun belum menikah, serta bersifat delik aduan absolut. Perubahan ini mencerminkan pergeseran nilai sosial dan upaya pembaharuan hukum nasional. Oleh karena itu, disarankan kepada aparat penegak hukum agar dalam penanganan kasus ini tidak pilih kasih sehingga aturan hukum itu bisa dijatuhkan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, dan pembuat pihak legislatif atau UUD diharapkan lebih spesifik nilai-nilai norma yang hidup dalam masyarakat dan pelaku perzinahan diharapkan memahami bahwa perbuatan tersebut bukan hanya melanggar norma hukum tetapi juga norma agama dan sosial dimana perbuatannya ditanggung jawabnya.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi Kasus Di Wilayah Polres Takengon) Rahayu, Nurhapsyah; Sumiadi, Sumiadi; Thani, Shira
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Vol. 8 No. 3 (2025): (Agustus)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimfh.v8i3.22410

Abstract

Abstrak Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan tindak pidana yang terjadi dalam lingkup kehidupan rumah tangga dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Namun pelaksanaan undang-undang tersebut oleh instansi terkait, khususnya di wilayah Polres Takengon, dinilai belum sepenuhnya memberikan perlindungan hukum yang efektif bagi korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis upaya perlindungan hukum terhadap korban KDRT di wilayah hukum Polres Takengon, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang menghadang dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kasus. Teknik pengumpulan data meliputi penelitian lapangan melalui observasi, wawancara terhadap responden dan informan, serta penelitian kepustakaan melalui literatur, peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan sumber relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum terhadap korban KDRT di Polres Takengon belum berjalan secara optimal, khususnya dalam menyediakan hak psikologis dan rehabilitasi korban. Kendala utama yang dihadapi meliputi persepsi masyarakat yang masih menganggap KDRT sebagai masalah domestik, serta ketakutan korban untuk melaporkan akibat tekanan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, disarankan adanya peningkatan sosialisasi mengenai prosedur pengaduan, serta pelatihan khusus bagi aparat penegak hukum dalam menangani kasus KDRT secara profesional dan berperspektif korban.
TINDAK PIDANA PELANGGARAN LALU LINTAS TIDAK MEMATUHI KETENTUAN BERHENTI DAN PARKIR (Studi Penelitian Di Wilayah Hukum Polres Lhokseumawe) Yusriyana, Yusriyana; Sumiadi, Sumiadi; Nur, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Vol. 8 No. 3 (2025): (Agustus)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimfh.v8i3.23305

Abstract

Pelanggaran lalu lintas terkait ketentuan berhenti dan parkir merupakan permasalahan yang sering terjadi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe. Permasalahan ini tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan mengganggu ketertiban umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pelanggaran serta menelaah upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran dipicu oleh rendahnya kesadaran hukum masyarakat, keterbatasan fasilitas parkir, budaya berkendara yang kurang tertib, serta lemahnya pengawasan. Lokasi pelanggaran umumnya berada di area strategis seperti pasar, rumah sakit, dan pusat kota. Satlantas Polres Lhokseumawe telah melakukan berbagai upaya seperti sosialisasi, patroli, peneguran, penilangan, dan operasi gabungan, baik secara persuasif maupun represif. Namun, efektivitas penegakan hukum masih menghadapi kendala berupa kurangnya fasilitas, rendahnya kesadaran masyarakat, dan keterbatasan personel pengawasan.
Assessment of the Pelangwot-Sedayu Lawas Floodway Capacity for Managing Floods in the Lower Bengawan Solo River Amalia, Dewi; Sumiadi, Sumiadi; Dermawan, Very; Ivan, Hans
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.02.7

Abstract

The Pelangwot-Sedayu Lawas floodway is the main infrastructure for a flood control system in the Lower Bengawan Solo. However, frequent flooding still occurs in the Turi and Kali Tengah subdistricts of Lamongan Regency. Therefore, the number of emergency gates in the floodway has been increased. An important aspect of this flood control is ensuring that, despite the increase in capacity of the Pelangwot-Sedayu Lawas floodway gates, the water surface elevation at Pelangwot does not lead to overflow and that the floodway channel from Pelangwot to Sedayu Lawas effectively conveys the maximum discharge. This study aims to assess the capacity of the emergency gates to convey a flood discharge of 1000 m³/s and the capability of the floodway channel to accommodate flows from both the emergency gates and outlet of Jabung Retarding Basin, which amounts to 1140 m³/s. The analysis of floodway capacity involves calculating the discharge through five floodway gates and simulating the floodway channel to manage flood discharge using the HEC-RAS 5.0.7 software. Results indicate that with a gate opening of 5 m, the five gates can discharge 1000 m³/s at a water surface elevation of +7.03 masl, reducing floods by 32.09%. To improve capacity, the embankment must be elevated by 1.0 meters, with a crest width of 4.00 meters along the left bank for 4.4 km and the right bank for 4.35 km. These modifications are essential to enhance flood management and protect downstream areas.
Kajian Distribusi Konsentrasi Sedimen Suspensi Menggunakan TSS Meter pada Sungai Brantas di Desa Pendem Kota Batu Wiryamanta, Dhimas Raditya; Sumiadi, Sumiadi; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.04

Abstract

The river is the site of sedimentation, which sediment is sourced from erosion and erosion of the soil layer on the slopes of the river. This sedimentation can decrease water utilization because it results in reduced capacity and water quality in rivers, irrigation channels, reservoirs, and others. So research is needed to find out the distribution of suspension sediment concentrations to plan the steps in the management of water along the river. The method used in solving this problem is to use portable TSS Meter, Partech 740 structure to facilitate the collection of the concentration of suspension sediment in the field easily at any given height. This study was conducted ten (10) times sampled at different times and days using portable TSS Meter aids to determine the distribution value of suspension sediment concentration at each flow depth. In this study, there is a relationship between flow discharge (Qw) and suspension sediment discharge (Qs) with the equation Qs = 1.1071.Qw2.3488, and there is a relationship between flow discharge and the average suspension sediment concentration with the equation C = 12.813.Qw1.3488, and the last obtained magnitude of rouse exponent factor is in the range of 0.01435 – 0.054064.
Studi Perencanaan Saluran Sudetan Pada Kali Lamong Untuk Menanggulangi Banjir di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur Wardono, Brigita Krisanti; Sholichin, Moh; Sumiadi, Sumiadi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.28

Abstract

Kondisi DAS Kali Lamong cukup memprihatinkan, sebab debit sungai Kali Lamong cenderung besar saat musim penghujan. Dari permasalahan penyebab terjadinya banjir Kali Lamong, maka perlu diadakan penanggulangan teknis berupa pembangunan sudetan, tanggul dan normalisasi sungai. Diharapkan dengan adanya penanggulangan banjir secara teknis dapat memperbaiki kondisi eksisting Kali Lamong. Dalam pelaksanaan teknis penanggulangan banjir, metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis hidrologi DAS Kali Lamong, analisis hidrolika kondisi eksisting Kali Lamong menggunakan HEC-RAS 5.0.7, analisis hidrolika setelah adanya pembangunan sudetan, tanggul dan normalisasi menggunakan HEC-RAS 5.0.7 serta analisis biaya pembangunan penanggulangan teknis. Setelah dilaksanakannya pembangunan sudetan, tanggul dan normalisasi sungai pada Kali Lamong didapatkan hasil kapasitas tampungan sungai hingga kala ulang 25 tahun dengan kemampuan mereduksi tinggi muka air pada kondisi eksisting 6.877 m menjadi 6.645 m. Adapun keseluruhan biaya yang dibutuhkan dalam penanggulangan banjir ini sebesar Rp. 15.048.091.000,00 (lima belas miliyar empat puluh delapan juta sembilan puluh satu ribu rupiah).
Evaluasi Kapasitas Emergency Gate Floodway Pelangwot-Sedayu Lawas sebagai Sistem Pengendalian Banjir di Bengawan Solo Hilir Amalia, Dewi; Sumiadi, Sumiadi; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.07

Abstract

Pelangwot-Sedayu Lawas floodway is the main infrastructure of the flood control system in the lower reach of Solo River. Based on the conditions in the field, there is still often occurs flood in that area therefore it is planned to increase the design flood of 1000 m3/s. This study aimed to determine the capability of three flood emergency gates to drain flood discharge of 1000 m3/s and the capability of the flood channels to accommodate discharge from the emergency gates and Rawa Jabung of 1310 m3/s. The analysis of the emergency gate capability is carried out by calculating the discharge that can pass through the emergency gates while the analysis of the flood channel is simulated using HEC-RAS 5.0.7. The results show that with gates opening (w) of 5 m, the emergency gates can drain the design flood of 1000 m3/s, with elevation at Pelangwot +7,190 masl and the condition of the flow is free flow. The percentage of flood reduction in Solo River reached 30.265%. The existing floodway channel has not been able to drain the discharge of 1310 m3/s, so it is necessary to raise the embankment or normalize the flood channel.Floodway Pelangwot-Sedayu Lawas merupakan infrastruktur utama dalam sistem pengendalian banjir Bengawan Solo Hilir. Berdasarkan kondisi di lapangan, diketahui bahwa masih sering terjadi banjir di daerah Bengawan Solo Hilir, maka dari itu direncanakan untuk meningkatkan kapasitas debit yang akan dialirkan menuju ke floodway, yaitu sebesar 1000 m3/dt. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui kemampuan tiga emergency gate floodway dalam mengalirkan debit banjir 1000 m3/dt dan kemampuan saluran floodway untuk menampung debit dari emergency gate maupun dari Rawa Jabung sebesar 1310 m3/dt. Analisis kemampuan emergency gate untuk mengalirkan debit banjir dilakukan dengan menghitung kapasitas debit yang dapat dialirkan melewati tiga pintu floodway, sedangkan analisis kemampuan saluran floodway dalam menampung debit banjir disimulasikan menggunakan aplikasi HEC-RAS 5.0.7. Hasil analisis menunjukkan dengan bukaan pintu (w) 5 m, ketiga pintu floodway tersebut mampu mengalirkan debit banjir rencana 1000 m3/dt, dengan elevasi di Pelangwot adalah +7,190 mdpl, dengan  kondisi aliran yang terjadi di hulu pintu adalah aliran bebas. Persentase reduksi banjir Bengawan Solo dengan kapasita floodway 1000 m3/dt, mencapai 30,265%. Saluran floodway eksisting belum mampu mengalirkan debit 1310 m3/dt, sehingga diperlukan peninggian tanggul ataupun normalisasi pada saluran floodway tersebut.
Analisis Neraca Air (Water Balance) Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso Kabupaten Pasuruan Wintyaswan, Gevan Rangga; Sumiadi, Sumiadi; Soetopo, Widandi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.28

Abstract

One of the watershed areas in Indonesia has been identified as experiencing water balance problems in the Rejoso watershed, Pasuruan Regency, East Java, by looking at the condition of the water balance before and after the Umbulan Regional SPAM raw water was taken. Therefore, it is necessary to take measures for water management and conservation in a measurable, systematic way so that the potential negative impacts can be reduced and controlled. In this study, 2 water balance scenario simulations were also carried out to see whether the availability of water experienced a surplus or deficit using the method FJ Mock uses the Basic Month and Basic Year statistical tests. The discharge reliability level is calculated based on the Distribution Conformity Test examination of 80% with a 20% chance of failure. Calculation of the total Availability of Discharge for Domestic Water Needs, Irrigation, Fisheries, Industry and River Maintenance is 108,562 million m3/year. The Projection of Total Water Demand for Scenario 1 by taking the Umbulan Spring Debit of 4000 lt/sec for Regional SPAM is 116.757 million/m3. Projected Total Water Demand for Scenario 2 (without Industrial Groundwater) by taking Umbulan Spring Debit 5000 lt/sec for Regional SPAM is 67.780 million/m3.Dengan membandingkan keseimbangan air sebelum dan sesudah asupan air baku SPAM Regional Umbulan, ditentukan bahwa salah satu daerah aliran sungai Indonesia, DAS Rejoso di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami masalah dengan keseimbangan air. Oleh karenanya perlu dilakukan langkah-langkah pengelolaan serta konservasi air secara terukur, sistematis agar potensi dampak negatif dapat dikurangi dan dikendalikan. Pada penelitian ini juga dilakukan simulasi skenario neraca air sebanyak 2 kalipercobaan untuk melihat ketersediaan air apakah mengalami Surplus atau Defisit dengan Metode FJ. Mock menggunakan uji statistika Basic Month dan Basic Year. Tingkat keandalan debit dihitung berdasarkan pemeriksaan Uji KesesuaianDistribusi sebesar 80% dengan peluang kegagalan 20%. Perhitungan total Ketersediaan Debit untuk Kebutuhan Air Domestik, Irigasi, Perikanan, Industri dan Pemeliharaan Sungai sebesar 108,562 Juta m3/Tahun. Proyeksi Kebutuhan Air Total untuk Skenario 1 dengan pengambilan Debit Mata Air Umbulan 4000 lt/dt untuk SPAM Regional adalah 116,757 Juta/m3. Proyeksi Kebutuhan Air Total untuk Skenario 2 (tanpa Air Tanah Industri) dengan pengambilan DebitMata Air Umbulan 5000 lt/dt untuk SPAM Regional adalah 67,780 Juta/m3.