Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pembuatan Biodiesel Dari Biji Nyamplung Menggunakan Metode Tranesterifikasi Dengan Penambahan Toluena Zulfikar Ainunsidiq, Mohammad; Huda, Miftakul; Ayu Titisari, Manik; Budi Pramana, Yanatra; Budipramana, Krisyanti
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.16.2.8170.55-59

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the addition of toluene on the quality of biodiesel from nyamplung seeds, including: viscosity, density, flash point. The method used is esterification using H2SO4 and then transesterification using NaOH. Biodiesel is then added to toluene. The ratio of the addition of toluene to the volume of biodiesel is 2%, 3%, 4% and 5% (%v/v). The final step is to analyze biodiesel which includes analysis of density, viscosity, and flash point. From this research, which gave the best results by adding 3% toluene, the density, viscosity and flash point values ​​met the standards of the Indonesian Biodiesel Forum. Namely a density value of 0,8415gr/ml, a viscosity of 4,7cSt, and a flash point of 62 °C.
ANALISIS ALAT INCINERATOR MINIM ASAP SKALA RUMAH TANGGA DAN PEMANFAATAAN LIMBAHNYA Ridho Sampurno; Mohammad Zulfikar Ainun Sidiq; Yanatra Budi Pramana
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan percobaan yang sudah kami lakukukan dengan membuat alat pembakaraan (incinerator) mampu membakar sampah organik 27,8kg setiap jamnya setelah itu sampah tersebut dilakukan fermentasi dengan penambahan EM4 agar bisa dijadikan pupuk dengan pH 7 dan kelembapan 8 dengan suhu maksimal 150℃ percobaan pembakaran sampah dengan menggunakan jenis sampah yaitu sampah organik dan sampah anoganik pada diagram yang telah disajikan menujukan bahwa pada pembakaran pada suhu tinggi massa sampah sedikit. Kata Kunci: (Incinerator,Pupuk)
PEMBUATAN ALAT PEMOTONG LONTONGAN KERUPUK UDANG SKALA RUMAH TANGGA Hustin Nasrul Fauzian Ramadhan; Ridho Sampurno; Mochammad Zulfikar Ainunsidiq; Yanatra Budi Pramana
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerupuk merupakan jenis makanan yang terbuat dari bahan-bahan yang mengandung paticukup tinggi. Pengertian lain menyebutkan bahwa kerupuk adalah sejenis makanan kecil yangmengalami pengembangan volume membentuk produk yang mengembang dan memiliki densitas rendah selama proses penggorengan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan mesin pemotong lontongan kerupukudang untuk menjadikan potongan kerupuk udang yang memiliki ketebalan irisan yang samaantara tebal dan tipisnya.Kata kunci: mesin pemotong lontongan kerupuk udang, lontongan kerupuk udang
PEMANFAATAN ENERGI PANAS INCINERATOR UNTUK TERMOELEKTRIK MENJADI ENERGI LISTRIK Mochammad Zulfikar Ainunsidiq; Ridho Sampurno; Yanatra Budi Pramana
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu memanfaatkan energi panas pada incinerator diubah menjadienergi listrik. Dalam penelitian ini menggunakan incinerator sebagai sumber energi panasnya.Incinerator sendiri adalah alat yang dipergunakan untuk membakar limbah dalam bentuk padatdan dioperasikan dengan memanfaatkan teknologi pembakaran pada suhu tertentu Dan juga penggunaan rangkaian termoelektrik untuk memanfaatkan energi panas yangdihasilkan incinerator saat pembakaran, merubahnya menjadi energi listrik untuk pengisianbaterai dengan kapasitas kecil. Rangkaian termoelektrik juga dilakukan pengukuran voltase danampere yang dihasilkan menggunakan alat AVO meter. Kata kunci: incinerator, termoelektrik
Rancang Bangun Mesin Crusher Skala Laboratorium Untuk Menghancurkan Limbah Telepon Genggam yanatra, miftakul karto; pramana, yanatra budi
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 4 No 3 (2023): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v4i3.7605

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi perangkat elektronik yang berdampak pada meningkatnya produksi alat-alat elektronik yang berbanding lurus dengan meningkatnya produk elektronik yang rusak dan menjadi limbah. Hal ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan mesin penghanjur limbah elektronik tersebut sebagai bagian dari proses daur ulang limbah. Telepon genggam merupakan salah satu barang elektronik yang limbahnya perlu dihancurkan dan di daur ulang. Rumusan masalah ini yaitu bagaimana merancang bangun mesin crusher yang dapat digunakan untuk memperkecil ukuran limbah elektronik khususnya limbah telepon genggam dan menentukan kapasitas mesin crusher. Tujuan penelitian ini adalah merancang bangun mesin crusher skala laboratorium untuk menghancurkan limbah telepon genggam dan mengetahui kapasitasnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melakukan perencanaan mesin secara langsung di bengkel kemudian dilanjutkan dengan dengan peralihan variabel yang digunakan P1-P3. Mesin crusher ini memilik komponen utama berupa pisau pencacah yang berfungsi untuk menghancurkan dan mencacah limbah elektronik tersebut, motor yang digunakan adalah motor Listrik sebagai penggerak dari poros pisau pencacah tersebut. Hasil proyek ini adalah dari perhitungan diperoleh dari poros pisau 28 mm dengan motor penggerak 3 HP dan putaran mesin 1420 rpm dengan kapasitas kerja mesin yang cukup tinggi yaitu 42,8 kg/jam.
Analisa Produktivitas Mesin Kerupuk Kentang Dengan Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX) M. Nushron, Miftakul Yanatra; Pramana, Yanatra Budi; Mukhtar, M. Nushron Ali
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 4 No 4 (2023): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v4i4.8074

Abstract

Pengukuran produktivitas memegang peranan yang sangat penting dalam mengevaluasi dan menentukan strategi lebih lanjut untuk meningkatkan tingkat produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas penggunaan mesin pemotong kerupuk kentang produksi UKM Agung Jaya dari bahan pemotongan kerupuk kentang dan mengetahui tingkat produktivitas mesin kerupuk kentang untuk meningkatkan kapasitas produksi potongan kerupuk kentang. Hal ini masih dilakukan secara manual dan menggunakan peralatan sederhana. Untuk mengetahui tingkat produktivitas mesin kerupuk kentang, penelitian ini perlu mengukur produktivitasnya. Sebab hasil pengukuran produktivitas ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk melaksanakan langkah-langkah peningkatan produktivitas pemotongan bahan kerupuk kentang di UKM AGUNG JAYA. Untuk mengetahui produktivitas Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode objective matrix (OMAX). Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah bahan kerupuk yang akan dipotong, jumlah pegawai, kualitas hasil pemotongan kerupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasio produktivitas bahan baku, hasil rasio tersebut pemotong kerupuk menggunakan alat manual yaitu 0,93, sedangkan yang menggunakan mesin sebesar 0,97, terjadi peningkatan sebanyak 4% pada produktivitas bahan baku pada alat pemotong manual dan dengan menggunakan mesin. Kemudian Rasio produktivitas tenaga kerja, hasil rasio produktivitas pemotong kerupuk menggunakan alat manual yaitu 423,7 kg/ orang dan menggunakan mesin pemotong sebesar 873,7 kg/ orang. terjadi peningkatan sebanyak 106% pada produktivitas tenaga kerja pada alat pemotong manual dan dengan menggunakan mesin. Dan Rasio produktivitas jam mesin, hasil rasio produktivitas pemotong kerupuk menggunakan alat manual yaitu 71,7 kg/jam, sedangkan jika menggunakan mesin pemotong sebesar 145,62 kg/jam, terjadi peningkatan sebanyak 104% pada produktivitas tenaga kerja pada alat pemotong manual dan dengan menggunakan mesin
A Review of Fungal-Derived Natural Dyes: Chemical Diversity and Multifaceted Health Benefits Budipramana, Krisyanti; Setiawan, Vendra; Ratih, Ratih; Budi Pramana, Yanatra
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 17 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jtoi.v17i2.1047

Abstract

Various industrial sectors, from food and drug production to textiles, have widely used pigments or dyes as coloring agents. Generally, we can distinguish between two types of coloring agents: synthetic and natural. Currently, the use of synthetic colorings is a topic of debate due to their potential health risks, toxicity, and environmental pollution. This prompts a deeper exploration of natural resources as a more secure substitute for coloring agents. Plants, animals, microbes, and fungi can all provide natural coloring agents. Besides animals and microbes, some challenges in developing plants as major sources of natural coloring agents include variations in production or harvest times, strongly influenced by season, weather, and the intensity of sunlight. These factors influence not only the stability of the produced color but also its physicochemical properties, such as solubility and pH.  Moreover, overexploitation of plants has an impact on ecosystem imbalances and leads to extinction. Among natural resources, pigments or dyes from fungi have shown their potential to address these challenges. This review focuses on the potential of various microfungi that produce natural dyes, especially from Monascaceae, Trichocomaceae, and Nectriaceae, as well as the classification based on their chemical structure. Furthermore, we describe their diverse biological impacts as antioxidants, antibiotics, antidiabetics, anticancer agents, and anti-cholesterol agents, along with their health advantages.
A Review of Fungal-Derived Natural Dyes: Chemical Diversity and Multifaceted Health Benefits Budipramana, Krisyanti; Setiawan, Vendra; Ratih, Ratih; Budi Pramana, Yanatra
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 17 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jtoi.v17i2.1047

Abstract

Various industrial sectors, from food and drug production to textiles, have widely used pigments or dyes as coloring agents. Generally, we can distinguish between two types of coloring agents: synthetic and natural. Currently, the use of synthetic colorings is a topic of debate due to their potential health risks, toxicity, and environmental pollution. This prompts a deeper exploration of natural resources as a more secure substitute for coloring agents. Plants, animals, microbes, and fungi can all provide natural coloring agents. Besides animals and microbes, some challenges in developing plants as major sources of natural coloring agents include variations in production or harvest times, strongly influenced by season, weather, and the intensity of sunlight. These factors influence not only the stability of the produced color but also its physicochemical properties, such as solubility and pH.  Moreover, overexploitation of plants has an impact on ecosystem imbalances and leads to extinction. Among natural resources, pigments or dyes from fungi have shown their potential to address these challenges. This review focuses on the potential of various microfungi that produce natural dyes, especially from Monascaceae, Trichocomaceae, and Nectriaceae, as well as the classification based on their chemical structure. Furthermore, we describe their diverse biological impacts as antioxidants, antibiotics, antidiabetics, anticancer agents, and anti-cholesterol agents, along with their health advantages.
ANALISIS PEMBUATAN PAVING STONE UNTUK TAMAN DENGAN BAHAN CAMPURAN STYROFOAM DAN ABU BATU pramana, yanatra budi
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 5 No 2 (2024): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v5i2.9400

Abstract

Styrofoam menimbulkan timbunan sampah yang secara alamiah dapat terurai dalam jangka waktu 100 tahun. Sebenarnya sampah styrofoam dapat didaur ulang namun proses daur ulang melepaskan 57 senyawa – senyawa berbahaya di alam. Styrofoam bahkan dikategorikan sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Tahun 2014 sudah ada yang mengembangkan limbah Styrofoam menjadi lahan bisnis untuk pembuatan paving. Tahapan pembuatan paving dalam penelitian ini secara sistematik dapat dirinci sebagai berikut : Perhitungan jumlah limbah Styrofoam yang dihasilkan dalam pembakaran Styrofoam. Pembuatan paving dengan ukuran 21 x 10 x 6 cm sesuai perbandingan. Perbandingan 1 (paving konvensional), Perbandingan 2 ( Semen 30% + Styrofoam 30% + Abu Batu 40%). Kemudian dilakukan uji kuat tekan dengan mesin khusus di Laboratorium Teknik Sipil ITS pada masing - masing perlakuan yang telah dibuat. Maka terdapat nilai perbandingan dari paving campuran dengan paving konvensional .
Analysis of Wastewater Quality of Jetis Batik, Sidoarjo Tjahjani, Ida Kusnawati; Febrianti, Aulia Nur; Pramana, Yanatra Budi; Titisari, Manik Ayu
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jetis Batik Industry in Sidoarjo is recognized as a prominent batik center in East Java.  Batik is known as an industry that uses both natural and synthetic dyes.  This can serve as a source of environmental pollution.  This study is to evaluate the quality of wastewater generated by Jetis Batik in Sidoarjo.  The determined quality is then evaluated according to Permenkes 02 of 2023 and PerGub Jatim Number 72 of 2013.  In this research, batik wastewater samples from 20 batik cottage industries in the Jetis region of Sidoarjo were used.  It is acknowledged that it does not meet the clean water quality standards set by the Minister of Health Regulation Number 02 of 2023 in terms of TDS parameters, turbidity, color, Fe, Mn, nitrate, nitrite, pH, and chromium.  Subsequent research in accordance with East Java Governor Law No. 72 of 2013 showed that TDS, pH, Fe, Mn, Cr, COD and BOD exceeded the quality criteria established by law.  In addition, according to the East Java Governor Regulation No. 72 of 2023, batik liquid waste is classified into categories I, II, III, IV, and seawater, which is considered unsuitable for discharge into the marine environment.  Immediate disposal of batik liquid waste into water sources without prior treatment poses a significant risk of environmental contamination.