Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran Kadar Gula Darah dan Asam Urat terhadap Komposisi Lemak dan Massa Otot Wanita Dewasa di Jakarta: Studi Multisenter dengan Kontrol Usia: The Role of Blood Sugar and Uric Acid Levels on Fat Composition and Muscle Mass in Adult Women in Jakarta: A Multicenter Study with Age Control Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Sidarta, Erick; Wijaya, Christian; Satyanegara, William Gilbert
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.176

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi diabetes melitus dan hiperurisemia yang meningkat pada wanita dewasa di Indonesia menjadi perhatian karena berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh dan penurunan massa otot. Lemak viseral diketahui sebagai prediktor risiko metabolik, sementara massa otot penting dalam regulasi glukosa. Namun, studi untuk evaluasi hubungan antara kadar gula darah, asam urat, dan komposisi tubuh pada populasi wanita Indonesia masih terbatas. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang multisenter di enam kelurahan DKI Jakarta, melibatkan 325 perempuan dewasa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan gula darah puasa dan asam urat dari darah vena setelah puasa ≥8 jam, serta pengukuran komposisi tubuh menggunakan OMRON HBF-375. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan partial correlation dengan usia sebagai variabel kontrol. Hasil: Rerata usia responden adalah 48,7 tahun (SD 13,26). Kadar gula darah puasa berkorelasi positif signifikan dengan total lemak tubuh (r = 0.175, p = 0.002), lemak viseral (r = 0.156, p = 0.005), dan lemak subkutan (r = 0.136, p = 0.014); korelasi tetap signifikan setelah kontrol usia (p < 0.05). Kadar asam urat juga berkorelasi signifikan dengan lemak viseral (r = 0.235) dan subkutan (r = 0.210), p < 0.001. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara kedua biomarker dengan massa otot (p > 0.05). Kesimpulan: Gula darah dan asam urat berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh secara independen terhadap usia, sedangkan penurunan massa otot lebih dipengaruhi oleh proses penuaan.
Kegiatan Penapisan Kadar Hemoglobin untuk Mencegah Kejadian Anemia pada Populasi Lanjut Usia di Gereja St. Fransiskus Asisi Wijaya, Christian; Setia, Nicholas; Alvianto, Fidelia; Kurniawan, Joshua; Nathaniel, Fernando; Santoso, Alexander Halim
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 2 (2024): Juni Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i2.1623

Abstract

The World Health Organisation (WHO) estimates that the global population aged over 60 years will increase from 900 million in 2015 to 2 billion in 2050. This demographic is particularly vulnerable to disease and disability, with declining haemoglobin levels long considered a consequence of aging. Nutritional deficiencies, chronic diseases, kidney disease, haematological malignancies, and anemia of unknown cause can all contribute to anemia in the elderly. This significantly impacts physical performance, cognitive function, and overall health. We carried out this activity at St. Francis Assisi, Jakarta, with 36 participants. We perform a physical examination and a complete blood count, including haemoglobin and hematocrit levels, to detect nemia. Among the 36 participants, 18 people (50%) had mild anaemia, 6 people (16.7%) had moderate anaemia, and 1 person (2.8%) had very severe anaemia. Anaemia in the elderly can cause severe health consequences, including physical and cognitive decline, increased hospitalisations, and death. Routine screening for haemoglobin and hematocrit levels is essential for early detection and intervention, improving quality of life and health outcomes for older adults.
Pengaruh Usia dan Biomarker Lipid terhadap Distribusi Lemak dan Massa Otot Wanita Dewasa: Studi Observasional di 6 Kelurahan DKI Jakarta: The Effect of Age and Lipid Biomarkers on Fat Distribution and Muscle Mass in Adult Women: An Observational Study in 6 Subdistricts of DKI Jakarta Normala, Ajeng; Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Christian; Satyanegara, William Gilbert
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.187

Abstract

Pendahuluan: Penuaan menyebabkan perubahan komposisi tubuh, seperti peningkatan lemak viseral dan penurunan massa otot rangka, yang dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular. Profil lipid berperan dalam memengaruhi distribusi lemak dan kualitas otot, khususnya pada wanita dewasa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh usia dan biomarker lipid (trigliserida, HDL, LDL, dan kolesterol total) terhadap distribusi lemak (lemak total, viseral, dan subkutan) serta massa otot rangka pada wanita dewasa. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilakukan secara multisenter di enam kelurahan DKI Jakarta pada 325 perempuan dewasa sehat yang dipilih secara purposive, dengan pengambilan data dari Agustus 2024 hingga Mei 2025. Pemeriksaan profil lipid dilakukan dari sampel darah vena puasa, sedangkan komposisi tubuh diukur menggunakan bioimpedansi; data dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan metode Backward LR dengan batas signifikansi p<0,05. Hasil: Penelitian ini melibatkan 325 perempuan dewasa dengan rerata usia 48,7 tahun (SD 13,26). Usia dan kadar trigliserida berpengaruh signifikan terhadap peningkatan lemak tubuh total (p<0,001), lemak viseral (p<0,001), lemak subkutan (p<0,001), serta penurunan massa otot rangka (p<0,001 dan p=0,006). Sebaliknya, HDL berasosiasi negatif signifikan terhadap total lemak (p=0,015) dan lemak subkutan (p=0,011), sedangkan kolesterol total, LDL, dan rasio kolesterol/HDL tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kesimpulan: Usia dan kadar trigliserida berasosiasi positif secara signifikan dengan peningkatan lemak tubuh (total dan viseral) serta penurunan massa otot rangka, sementara HDL berperan protektif terhadap akumulasi lemak, dan komponen lipid lain seperti LDL serta kolesterol total tidak memiliki hubungan bermakna dengan distribusi lemak maupun otot.
Gambaran Kadar Hemoglobin dan Hematokrit Karyawan Perkantoran di Kawasan Sudirman Wijaya, Christian; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Hung, Jennifer
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/yz2nh323

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan darah merupakan aspek penting bagi pekerja usia produktif, khususnya karyawan perkantoran dengan pola kerja sedentari dan tekanan tinggi. Pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht) berperan sebagai indikator sederhana dalam mendeteksi anemia maupun polisitemia yang dapat memengaruhi stamina, konsentrasi, dan produktivitas. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Skrining Hb dan Ht dilakukan pada 57 karyawan aktif perkantoran di Kawasan Sudirman melalui pemeriksaan darah kapiler dengan alat digital. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan adanya variasi kadar Hb dan Ht antarindividu. Nilai rata-rata yang diperoleh memberikan gambaran awal status hematologi karyawan, dengan sebagian responden berada pada rentang yang perlu diperhatikan. Hasil ini menunjukkan adanya potensi risiko gangguan hematologi pada pekerja dengan aktivitas sedentari dan beban kerja tinggi.  Kesimpulan: Skrining sederhana Hb dan Ht di lingkungan kerja terbukti bermanfaat sebagai langkah deteksi dini serta meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya menjaga kesehatan darah. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan fasilitas kesehatan dari perusahaan.