Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penyuluhan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Mencegah Stunting Melalui Layanan Informasi di Dusun Aek Galoga Desa Pidoli Harahap, Erlina; Mawaddah, Fatya; Agustina, Endang
Amare Vol. 2 No. 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/ja.v2i1.195

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan di dusun Aek Galoga Desa Pidoli. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan, tahap pertama survey lokasi kedua mengidentifikasi permasalahan mitra, ketiga mendata balita stunting berdasarkan wawancara dengan Kepala Desa. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk menawarkan solusi permasalahan yang dihadapi mitra dalam pencengahan stunting. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi aktif dengan tahapan sebagai berikut: pertama, perencanaan kegiatan dan pembagian tugas (job deskripsi) tim dan mitra, kedua, mempersiapkan alat yang dibutuhkan untuk pelaksaan kegiatan pengabdian. ketiga, pelaksanaan penyuluhan konseling. keempat, mencatat kemajuan mitra sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan konseling. Kegiatan penyuluhan melalui layanan informasi meliputi 3 hal yaitu: 1) pengetahuan dan pemahaman mengenai stunting, 2) kesadaran akan pentingnya pemeriksaan balita ke posyandu secara berkala, 3) peduli pada sanitasi dan kebersihan lingkungan. Hasil yang dapat disimpulkan dari penyuluhan yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan, pemahaman mengenai stunting, bagaimana pencengahannya dan kesadaran masyarakat akan sanitasi dan kebersihan lingkungan terlihat dari respek warga dalam kegiatan penyuluhan dan pengabdian, khususnya bagi ibu-ibu yang memiliki balita, ibu hamil, bidan desa dan remaja putri dalam mencengah dan menangani stunting sehingga pengabdian kepada masyarakat ini dapat menurunkan angka balita stunting khususnya di dusun Aek Galoga Desa Pidoli. Dampak nyata yang dirasakan warga desa pidoli setelah kegiatan ini dilaksanakan, pengetahuan dan sikap ibu bertambah dalam mencengah stunting, warganya lebih sehat, bersih dan balita stunting berkurang sehingga tujuan pemerintah dalam menurunkan angka stunting tercapai. Kata kunci: Stunting; Pengetahuan; Sikap; Informasi ABSTRACT Community service activities are carried out in Aek Galoga Hamlet in Pidoli Village. This activity consists of 3 stages, the first stage of the location survey, the second identifies the problem of partners, and the third records stunting toddlers based on interviews with the village head. Making a dedication proposal aims to offer solutions to the partner's face problems. Service activities are carried out with the following stages: First, planning activities and the team and partner's division of tasks (job descriptions). Second, prepare the tools needed for implementing service activities. Third, the implementation of counseling. Fourth, record the progress of partners before and after counseling. Counseling activities through information services include three things, 1) Knowledge and understanding of stunting, 2) Awareness of the importance of toddlers to the integrated services post regularly, and 3) Care for environmental sanitation and cleanliness. The results that can be concluded from the counseling are the increase in knowledge, understanding of stunting, how to trigger, and public awareness of sanitation and environmental cleanliness seen from the respect of residents in counseling and service activities, especially for mothers who have toddlers, pregnant women, village midwives, and young women in creating and handling stunting so that community service can reduce the number of stunting toddlers, especially in Aek Galoga Hamlet, Pidoli Village. After the people of the Aek Galoga, Pidoli Village carried out this activity; they expected to be a village whose citizens are healthier, cleaner and stunted toddlers are reduced so that the government's goal of reducing stunting figures will achieved. Keywords: Stunting; Pengetahuan; Sikap; Informasi
PERMASALAHAN ANAK PENDEK (STUNTING): PENYEBAB, FAKTOR RESIKO DAN PENCEGAHAN Harahap, Erlina; Suryani, Fatma; Hasibuan, Nikmah Sari; Saleh, Ahmadi; Maisaroh, Tasya; Lopita, Lola; Fiskarina, Fiskarina; Elmatiara, Elmatiara
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 1 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i1.148-152

Abstract

Masalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di negara miskin dan berkembang. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi  yang berlangsung mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini di perparah dengan tidak terimbanginya  kejar tumbuh (catch up growth) yang optimal. Analisa temuan diuraikan ke bentuk kualitatif deskriftif, selanjutnya peneliti membina hubungan baik dengan responden, menggali informasi akurat, berinteraksi lansung dengan responden. Kriteria responden yang dipilih adalah keluarga yang memiliki anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Sedangkan informan sebanyak 3 orang terdiri dari Kepala Desa, Bidan Desa dan Kader Posyandu. Adapun kesimpulan hasil penelitian faktor penyebab dan resiko terjadinya anak pendek (stunting) yaitu: 1) Genetika dan tidak ada kaitannya dengan masalah kesehatan. Kenyataannya faktor genetika memiliki pengaruh kecil terhadap kondisi kesehatan seseorang dibandingkan dengan faktor gizi, lingkungan dan pelayanan kesehatan. 2) Masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. 3) Pengetahuan ibu rendah, pola asuh yang salah, 4) Pelayanan kesehatan yang tidak memadai (Unicef, 1990). 5) Lingkungan sanitasi hygiene yang buruk. 6) Status sosial ekonomi rendah, pendidikan keluarga terutama pendidikan ibu rendah. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi untuk mencengah dan menurunkan faktor resiko stunting di indonesia khususnya di desa Singali.
Sosialisasi Tahap Perkembangan Pemerolehan Bahasa Anak bagi Orangtua dengan Anak Autisme di Kota Padangsidimpuan Purba, Happy Sri Rezeki; Elisa, Elisa; Mardiyah, Ainun; Harahap, Erlina; Nasirshah, Nasirshah; Siregar, Yulia Anita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.269

Abstract

Pemerolehan bahasa merupakan proses perkembangan yang kompleks dan seringkali mengalami keterlambatan atau gangguan signifikan pada anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (ASD). Orangtua memegang peran penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak, namun banyak yang belum memiliki pengetahuan memadai mengenai tahap pemerolehan bahasa dan strategi komunikasi yang efektif untuk anak autisme. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman kepada orangtua di Kota Padangsidimpuan mengenai tahapan perkembangan bahasa serta strategi komunikasi praktis yang dapat diterapkan di rumah. Program ini melibatkan sesi interaktif, penyediaan materi edukatif, serta kolaborasi antara akademisi, terapis, dan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman orangtua terhadap tahapan pemerolehan bahasa, kesadaran akan tantangan komunikasi pada anak autisme, serta meningkatnya kepercayaan orangtua dalam menerapkan teknik komunikasi yang mendukung. Inisiatif ini diharapkan dapat menjembatani proses terapi dan lingkungan rumah, membangun komunitas yang suportif, serta meningkatkan kemampuan bahasa dan interaksi sosial anak dengan autisme.
Augmented Reality Building Blocks: Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Permainan Konstruktif Digital-Fisik Rambe, Malim Soleh; Asmaryadi, Asmaryadi; Sukatno, Sukatno; Pardede, Nurhasanah; Dela, Vitria Larseman; Harahap, Erlina; Amri, Khairul; Arrasyd, Harun
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2755

Abstract

This study develops and tests the effectiveness of augmented reality building blocks (AR-Block) in increasing the creativity of 5-6 year old children at Darul Hasan IT Kindergarten, Padangsidimpuan City. Using a mixed-methods approach and a pretest-posttest control group design, the sample was purposively selected (N=40) and divided into an experimental (AR-Block) and a control (conventional block) group. The instruments included: (1) the Digital Creativity Assessment Tool (DCAT) to measure fluency, flexibility, and originality of ideas, (2) eye-tracking for engagement analysis, and (3) IoT sensors on the blocks to record interaction patterns. Results showed a significant increase in the experimental group (t=6.32, p<0.001, d=1.5), with the largest effect on originality (a 42% increase). Qualitative analysis revealed three mechanisms of technological influence: (1) AR visual scaffolding stimulates idea exploration, (2) real-time system feedback enhances intrinsic motivation, and (3) digital collaboration develops social-creative skills. Practical implications include: (1) a hybrid physical-digital model for early childhood education (ECE), (2) teacher training in AR integration, and (3) a digital creativity framework based on play-based learning. This research enriches the literature on children's educational technology with empirical evidence that multimodal interaction design can optimize creativity development.
The Instilling of Ethical Language Values for the Students through Folklore at Sekolah Kebangsaan Padung Mart, South Thailand Purba, Happy Sri Rezeki; Harahap, Eli Marlina; Harahap, Erlina; Lubis, Wiwin Wahyuni; Aritonang, Syahrudin; Hasibuan, Iskandar Safri; Harahap, Qorry Hilmiyah; Nasution, Ismawal Pebriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.621

Abstract

This community service program aimed to develop ethical language values among students through storytelling and folklore-based learning. The activity was implemented at Ban Phadung Mart School, Southern Thailand, involving 20 students over three sessions. The program applied interactive storytelling as a medium to integrate linguistic, cultural, and moral learning. The community service was designed as a participatory educational intervention that emphasized the use of folklore to internalize ethical concepts such as honesty, respect, responsibility, and empathy. Data were collected through observation, reflection journals, and interviews with students and teachers. The results indicated a significant improvement in students’ understanding of moral values and their ability to use English to express those values. The storytelling sessions not only improved language skills but also cultivated ethical awareness, social responsibility, and appreciation of local culture. The project highlights the importance of folklore as a pedagogical tool in developing ethical and linguistic competence in EFL contexts.
Halal Certification Literacy for MSME Enterprises 'Aisyiyah Tranting Market Sipirok Novitasari, Wiwik; Samosir, Benny Sofyan; Habibi, Habibi; Harahap, Erlina
Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat January 2024
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/aktual.v2i1.118

Abstract

MSME business actors have a significant role in the Indonesian economy. However, there are still various obstacles faced by MSME business actors, including those related to halal certification literacy. Based on data from the Halal Product Guarantee Organizing Agency (BPJPH), only around 2.8% of MSMEs in Indonesia have been halal certified. The low level of halal certification among MSMEs is caused by a lack of understanding and literacy regarding the procedures and benefits of halal certification. Sipirok Market is one of the traditional markets in Indonesia with the majority of traders selling various food and beverage products, but the majority do not have halal certification. Therefore, it is important to carry out halal certification literacy activities aimed at MSMEs in 'Aisyiyah Branch of Sipirok Market. Data collection was carried out through focus group discussions, observations and questionnaires. Based on an initial survey conducted on 25 MSMEs at Sipirok Market, it was discovered that as many as 18 MSMEs (72%) had not received halal certification from BPJPH. They generally still do not understand the procedures and requirements needed to obtain halal certification. Apart from that, they also don't know the benefits that can be obtained by having halal certification for the products they sell. Based on the results of community service activities, it can be concluded that halal certification literacy for MSME business actors in the Sipirok Market Branch is still relatively low.
EDUKASI KESEHATAN MENTAL BERBASIS MANAJEMEN STRES MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PADA KADER NASYIATUL AISYAH CABANG PADANGSIDIMPUAN SELATAN Harahap, Erlina; Marlina, Eli; Ikasaputri, Normita; Azizah, Zalilah; Novitasari, Wiwik; Putri, Aprilia; Yani, Rahma; Siregar, Ihsan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 6 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i6.1985-1990

Abstract

Melihat keberagaman mitra antara lain latar belakang keluarga, budaya, suku, pekerjaan, pendidikan, masalah psikologis memungkinkan terjadinya benturan maupun konflik antar anggota dalam memajukan organisasi Nasyiatul Aisyiah, berbagai faktor dan alasan di atas hanya sebagian orang yang mau aktif terlibat dalam memajukan organisasi. Dari permasalahan mitra, tim pengusul melihat sangat urgent  diberikan pelatihan tentang kesehatan mental mengingat mental yang sehat akan menghasilkan ide dan pemikiran yang sehat dan cemerlang sehingga lebih mampu memahami permasalan dirinya yang mempengaruhi lingkup organisasi sehingga para kader yang diberikan pelatihan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam memajukan organisasi Nasyiatul Aisyiah. Tujuan pelatihan dan pendampingan dengan praktek diharapkan peserta menjadi terampil, kreatif dalam menyelesaikan masalahnya sehingga mental tetap terjaga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pelatihan dan pendampingan dan diikuti sebanyak 30 kader Nasyiatul Aisyiah cabang padangsidimpuan selatan. Pelaksanaan pelatihan diberikan selama 2 hari berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat, terkait edukasi kesehatan mental dan manajemen stres mitra mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 82,5 % setelah diberikan materi dan pelatihan. Praktek teknik relaksasi nafas dalam, teknik relaksasi otot progresif, teknik imagery dengan peneguhan kata-kata positif tidak sepenuhnya menghilangkan stres namun dapat meningkatkan rileksasi tubuh dan pikiran sehingga kesehatan mental tetap terjaga terutama bagi kaum perempuan. Konsultasi dan dukungan selama satu bulan sebagai pendampingan bagi mitra sangat membantu kemandirian dan terampil dalam menyelesaikan masalahnya. Kesimpulan pengabdian, walaupun mitra tidak dalam kondisi stres berat namun tetap penting diberikan pelatihan manajemen stres dengan teknik relaksasi yang mampu meningkatkan kesehatan mental dan menurunkan rileks tubuh terutama pada perempuan
HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMP NEGERI 1 ANGKOLA SELATAN Harahap, Winda Apriani; Harahap, Erlina; Asmaryadi, Asmaryadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 1 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i1.157-163

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas permasalahan Hubungan konformitas teman sebaya dengan kepercayaan diri siswa. Adapun fokus penelitian ini melihat : Apakah ada hubungan konformitas teman sebaya dengan kepercayaan diri siswa SMP Negeri 1 Angkola Selatan. Adapun tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan konformitas teman sebaya dengan kepercayaan diri siswa SMP Negeri 1 Angkola Selatan. Tempat penelitian ini di lakukan di SMP Negeri 1 Angkola Selatan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif  korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri 1 Angkola Selatan yang berjumlah 39 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 berjumlah 13 siswa, kelas VIII-2 berjumlah 13 siswa dan kelas VIII-3 berjumlah 13 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Teknik analisis data ini menggunakan SPSS versi 23 dengan uji kolmogorov smirnop. Teknik pengumpulan data ini menggunakan angket sebanyak 50 pernyataan variabel X dan 50 pernyataan variabel Y jadi jumlah keseluruhan 100 pertanyaan.Hasil penelitian pemperlihatkan perbedaan nilai rata-rata variabel X dan Y. Hasil uji normalitas 0, 576 dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,895 maka dapat disimpulkan berdistribusi normal. Uji linearitas nilai signifikasinya 0,975 lebih dari 0,05. Uji reliabilitas pengujian nilai Cronbach’s Alpha 0, 629 0,6. Uji regresi sederhana nilai determinasi atau R sebesar 0,021 hal tersebut menandakan bahwa ada pengaruh variabel bebas dan variabel terikat jadi pengaruh variabel X 13,5 sedangkan sisanya  (100% - 13,5 % = 86,5%).   Uji hipotesis 0,21 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis ada hubungan antara konformitas teman sebaya dengan kepercayaan diri diterima. 
HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN PERILAKU AGRESIF SISWA MTS. 22 PADANGSIDIMPUAN Febrianti, Fithri; Harahap, Erlina; Sukatno, Sukatno
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 2 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL-JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i2.359-364

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Mts Muhammadiyah 22 Padangsidimpuan dengan populasi penelitian berjumlah 104 orang siswa kelas IX dan sampel yang diambil sebanyak 20 orang siswa, Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif  korelasi, berdasarkan hasil uji korelasi penelitian ini diperoleh bahwa hipotesis Ha : ada hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku agresif siswa yang menunjukkan keduanya memiliki hubungan yang positif. Hubungan antara dua variabel linear atau searah, jadi variabel X tinggi maka variabel Y juga tinggi. Hasil penelitian ini diperoleh nilai koefisian korelasian uji korelasi pearson sebesar 0,001. Angka tersebut berarti bahwa dalam penelitian ini kematangan emosi siswa memberikan sebesar 40,3% terhadap perilaku agresif sedangkan sisanya sebesar 59,7% dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian yang berhubungan dengan kematangan emosi terhadap perilaku agresif sudah banyak yang dilakukan dengan objek yang berbeda-beda, teknik sampling yang digunakan adalah teknik stratified random sampling dengan 269 orang remaja sebagai sampel menggunakan skala kematangan emosi yang telah di uji validasinya 22 item dengan koefesien realibilitasnya 0,877 dan skala agresivitas yang di uji validitasnya menjadi 37 item dengan koefisien realibilitasnya 0.940. Analisis data menggunakan korelasi product momen dengan toleransi kesalahan 5%. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,599(r = 0,599) dengan tarafbsignitifikan 0,000 (p = 0.000) maka Ha diterima yang artinya terdapat hubungan antara kematangan emosi dengan agresivitas pada remaja dengan hubungan negatif antara kedua variaebel tersebut.
STUDI DESKRIPTIF DI DESA HULIM TENTANG FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERNIKAHAN USIA DINI Harahap, Erlina; Dela, Vitria Larseman; Siddik, Ali Bokar
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 6 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i6.671-677

Abstract

Pernikahan dini adalah sebuah bentuk ikatan/pernikahan yang salah satu atau kedua pasangan berusia dibawah 18. Menurut Sri Wahyuni Kepala Laboratorium Psikologi Pengembangan Universitas Surabanya UBAYA (Fatimah, 2016) batasan usia muda dalam pernikahan yaitu 16-23 tahun serta pernikahan harus dipersiapkan secara matang fisik dan mental. Ada dua aspek yang harus dipersiapkan yaitu aspek fisik dan aspek psikologis. Karena usia tersebut seseorang masih berada dalam fase remaja biasanya masih menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas. Apalagi persyaratan untuk dilakukanya sebuah pernikahan, semakin lama semakin tinggi, tidak hanya mensyaratkan kematangan secara fisik, namun juga mensyaratkan kemapanan secara ekonomi, psikologi dan sosial Oleh karena itu pasangan yang menikah pada usia remaja sering disebut dengan menikah muda. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Untuk keabsahan dan keajekan penelitian menggunakan triangulasi data dan triangulasi teori. Kesimpulan analisis terjadinya pernikahan dini di desa hulim merupakan hal biasa dan wajar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari maka seseorang atau keluarga harus bekerja diharapkan dengan menikah remaja lebih giat bekerja dalam mencari nafkah. Rendahnya pendidikan dan pengetahuan yang minim tentang pernikahan menyebabkan cara berfikir remaja sempit hanya saat ini saja. Secara psikososial memaksa remaja menikah dan bertanggung jawab dan berperan sebagai pasangan suami istri menjadi orangtua yang nantinya akan berdampak pada kelanjutan kehidupan pernikahan. Efek terburuk dari menikah muda adalah  remaja belum siap lahir dan batin dalam menerima tanggungjawab moral sehingga sering terjadi kekerasan dalam rumah tangga, penelantaran anak yang akan mempengaruhi kualitas keluarga. Â