Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERMASALAHAN ANAK PENDEK (STUNTING): PENYEBAB, FAKTOR RESIKO DAN PENCEGAHAN Harahap, Erlina; Suryani, Fatma; Hasibuan, Nikmah Sari; Saleh, Ahmadi; Maisaroh, Tassya; Lopita, Lola; Fiskarina, Fiskarina; Elmatiara, Elmatiara
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 1 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING-JANUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i1.136-141

Abstract

Masalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di negara miskin dan berkembang. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini di perparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang optimal. Analisa temuan diuraikan ke bentuk kualitatif deskriftif, selanjutnya peneliti membina hubungan baik dengan responden, menggali informasi akurat, berinteraksi lansung dengan responden. Kriteria responden yang dipilih adalah keluarga yang memiliki anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Sedangkan informan sebanyak 3 orang terdiri dari Kepala Desa, Bidan Desa dan Kader Posyandu. Adapun kesimpulan hasil penelitian faktor penyebab dan resiko terjadinya anak pendek (stunting) yaitu: 1) Genetika dan tidak ada kaitannya dengan masalah kesehatan. Kenyataannya faktor genetika memiliki pengaruh kecil terhadap kondisi kesehatan seseorang dibandingkan dengan faktor gizi, lingkungan dan pelayanan kesehatan. 2) Masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. 3) Pengetahuan ibu rendah, pola asuh yang salah, 4) Pelayanan kesehatan yang tidak memadai (Unicef, 1990). 5) Lingkungan sanitasi hygiene yang buruk. 6) Status sosial ekonomi rendah, pendidikan keluarga terutama pendidikan ibu rendah. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi untuk mencengah dan menurunkan faktor resiko stunting di indonesia khususnya di desa Singali.
PELATIHAN PEMETAAN POTENSI SISWA BERBASIS MULTIPLE INTELLEGENCE BAGI GURU BK Mita Ika Saputri, Nor; Arrasyd, Harun; Harahap, Erlina; Ramadhani Pulungan, Husniah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2278-2283

Abstract

Pelatihan pemetaan potensi siswa berbasis multiple intelligence bagi guru BK sekolah Muhammadiyah di Kota Padang Sidempuan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman guru khususnya guru bimbingan konseling atau konselor siswa untuk dapat meningkatkan potensi dan prestasi siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Maret 2022. Pelatihan ini memuat kegiatan psikoedukasi, FGD dan pendampingan. Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang sudah dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) mitra memahami bagaimana mengadministrasikan instrument multiple intelligence; 2) mitra sudah mampu melakukan analisis terhadap instrument MI; 3) mitra sudah mampu memberikan interpretasi terhadap instrumen MI; 4) mitra mampu menerapkan hasil interpretasi MI terhadap pembelajaran di kelas, pemetaan potensi, minat bakat dan penjurusan serta mengarahkan profesi atau karir yang tepat sesuai dengan potensi siswa.
Family Counseling as An Effort to Maintain the Harmony of A Husband Couple Which does not Have Children Harahap, Erlina; Pardede, Nurhasanah; Astusti, Ira Widi
International Journal of Applied Guidance and Counseling Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.554 KB) | DOI: 10.26486/ijagc.v1i2.1292

Abstract

Every household must have a problem every marriage would want the birth of a child, because children can be trusted with a child's home life will be stronger and more harmonious. Therefore couples who are married try to have children because children are seen as important in the family. The value of children for family or parents in everyday life can be known, among others, from the fact that the child is a place where parents express love, children are a source of family happiness, children are often taken into consideration by a husband and wife to cancel the desire to divorce and also where parents depend various hopes. The purpose of this research is to describe psychological problems, life dynamics and the efforts made in maintaining family harmony without the presence of children. The research method uses a qualitative approach with a descriptive design while the research informants are taken by purposive sampling. The results of research on psychological problems found the fact the presence of a child is not the main factor of family harmony but there are still many other factors. Some of the efforts that a husband and wife can make in maintaining family integrity, the first is cooperation, the second is trying to please the couple, the third is adoption, the fourth is getting closer to religious activities. The benefits  the results of this study are as a basis for implementing family counseling in handling family problems, especially family problems that do not have children. 
GAMBARAN DAMPAK PSIKOLOGIS KORBAN BULLYING PADA ANAK DISABILITAS CACAT FISIK DI KAMPUNG LOSUNG Tur Rahma, Aulia; Harahap, Erlina; Asmaryadi, Asmaryadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 9 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i9.1024-1027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai gambaran dampak psikologis yang dihadapi oleh anak disabilitas cacat fisik akibat bullying, serta bagaimana cara untuk membantu anak dalam mengatasi dampak tersebut baik melalui intervensi psikologis atau kebijakan perlindungan sosial yang lebih baik. Peneliti juga mengkaji peran lingkungan sosial (keluarga dan sekolah) dalam memperkuat atau memperlemah dampak tersebut serta strategi coping yang digunakan anak dalam menghadapi perlakuan bullying. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari satu orang  yang pernah mengalami bullying, orangtua, teman sekolah, dan tetangga. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak korban bullying mengalami tekanan psikologis yang cukup berat akibat perlakuan bullying verbal, sosial dan fisik dari teman sebaya. Responden dengan cara mengelola emosi melalui kegiatan positif seperti menulis, mendengarkan musik. strategi ini membantu anak dalam mengelola stres, mencegah dampak psikologis yang lebih berat, serta kemampuan untuk menyesuaikan diri secara positif dalam menghadapi tekanan dan tetap berusaha mencari solusi yang baik dalam menyikapi stres akibat bullying.
PENGEMBANGAN MODEL FAMILY THERAPY UNTUK PENGELOLAAN EMOSI IBU MUDA DALAM PERAN KEIBUAN Larseman Dela, Vitria; Karneli, Yeni; Fikri, Miftahul; Harahap, Erlina
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i11.1183-1192

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Family Therapy untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan emosi ibu muda dalam menjalankan peran keibuan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (RD) dengan modifikasi Borg Gall yang disederhanakan menjadi empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, penyusunan draf model, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Subjek penelitian terdiri dari 15 ibu muda berusia 18–25 tahun yang memiliki anak usia 0–5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Family Therapy yang dikembangkan terdiri dari tiga komponen, yaitu penguatan dukungan keluarga, restrukturisasi komunikasi keluarga, dan pelatihan regulasi emosi. Validasi ahli memperoleh skor 3,65 (kategori sangat valid), sedangkan uji coba terbatas menunjukkan peningkatan kemampuan pengelolaan emosi dengan gain score 0,52 (kategori sedang). Dengan demikian, model Family Therapy yang dikembangkan layak digunakan sebagai intervensi konseling keluarga untuk membantu ibu muda dalam mengelola emosi selama menjalankan peran keibuan.
ANALISIS JUVENILE DELINQUENCY TERISOLIR Harahap, Erlina; Hasibuan, Fitri Wardani
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 1 (2022): Pebruari, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i1.2022.254-259

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Desa Hulim Kecamatan Sosopan diantaranya semakin beragamnya kenakalan remaja, remaja senang hidup berkelompok melakukan hal-hal yang diluar batas normal misalnya mabuk, mencuri, narkoba, seks bebas, dan biasanya remaja tersebut berasal dari luar desa dan meresahkan masyarakat sekitar. Hal yang relevan untuk memahami mengapa seseorang melakukan perilaku nakal sedangkan ia mengetahui apa yang dilakukannya melanggar aturan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor penyebab terjadinya juvenile delinkuensi terisolir di Desa Hulim Kecamatan Sosopan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan triangulasi, analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif  lebih menekankan makna dari pada generalisasi.  Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan atau kriteria remaja usia 12-18 tahun dan remaja yang tinggal di Desa Hulim. Responden penelitian sebanyak 10 orang.  Adapun informan penelitian ini adalah adalah kepala lingkungan, tokoh masyarakat/orangtua. Sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan mengoptimalkan peran orangtua melalui pola asuh yang baik bagi remaja, peran tokoh masyarakat, guru dalam membimbing dan memberi wawasan kepada remaja supaya tidak salah dalam berperilaku. Kata kunci: Juvenile Deliquncy, Remaja, Terisolir