Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Family Counseling as An Effort to Maintain the Harmony of A Husband Couple Which does not Have Children Harahap, Erlina; Pardede, Nurhasanah; Astusti, Ira Widi
International Journal of Applied Guidance and Counseling Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.554 KB) | DOI: 10.26486/ijagc.v1i2.1292

Abstract

Every household must have a problem every marriage would want the birth of a child, because children can be trusted with a child's home life will be stronger and more harmonious. Therefore couples who are married try to have children because children are seen as important in the family. The value of children for family or parents in everyday life can be known, among others, from the fact that the child is a place where parents express love, children are a source of family happiness, children are often taken into consideration by a husband and wife to cancel the desire to divorce and also where parents depend various hopes. The purpose of this research is to describe psychological problems, life dynamics and the efforts made in maintaining family harmony without the presence of children. The research method uses a qualitative approach with a descriptive design while the research informants are taken by purposive sampling. The results of research on psychological problems found the fact the presence of a child is not the main factor of family harmony but there are still many other factors. Some of the efforts that a husband and wife can make in maintaining family integrity, the first is cooperation, the second is trying to please the couple, the third is adoption, the fourth is getting closer to religious activities. The benefits  the results of this study are as a basis for implementing family counseling in handling family problems, especially family problems that do not have children. 
GAMBARAN DAMPAK PSIKOLOGIS KORBAN BULLYING PADA ANAK DISABILITAS CACAT FISIK DI KAMPUNG LOSUNG Tur Rahma, Aulia; Harahap, Erlina; Asmaryadi, Asmaryadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 9 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i9.1024-1027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai gambaran dampak psikologis yang dihadapi oleh anak disabilitas cacat fisik akibat bullying, serta bagaimana cara untuk membantu anak dalam mengatasi dampak tersebut baik melalui intervensi psikologis atau kebijakan perlindungan sosial yang lebih baik. Peneliti juga mengkaji peran lingkungan sosial (keluarga dan sekolah) dalam memperkuat atau memperlemah dampak tersebut serta strategi coping yang digunakan anak dalam menghadapi perlakuan bullying. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari satu orang  yang pernah mengalami bullying, orangtua, teman sekolah, dan tetangga. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak korban bullying mengalami tekanan psikologis yang cukup berat akibat perlakuan bullying verbal, sosial dan fisik dari teman sebaya. Responden dengan cara mengelola emosi melalui kegiatan positif seperti menulis, mendengarkan musik. strategi ini membantu anak dalam mengelola stres, mencegah dampak psikologis yang lebih berat, serta kemampuan untuk menyesuaikan diri secara positif dalam menghadapi tekanan dan tetap berusaha mencari solusi yang baik dalam menyikapi stres akibat bullying.
PENGEMBANGAN MODEL FAMILY THERAPY UNTUK PENGELOLAAN EMOSI IBU MUDA DALAM PERAN KEIBUAN Larseman Dela, Vitria; Karneli, Yeni; Fikri, Miftahul; Harahap, Erlina
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i11.1183-1192

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Family Therapy untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan emosi ibu muda dalam menjalankan peran keibuan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (RD) dengan modifikasi Borg Gall yang disederhanakan menjadi empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, penyusunan draf model, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Subjek penelitian terdiri dari 15 ibu muda berusia 18–25 tahun yang memiliki anak usia 0–5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Family Therapy yang dikembangkan terdiri dari tiga komponen, yaitu penguatan dukungan keluarga, restrukturisasi komunikasi keluarga, dan pelatihan regulasi emosi. Validasi ahli memperoleh skor 3,65 (kategori sangat valid), sedangkan uji coba terbatas menunjukkan peningkatan kemampuan pengelolaan emosi dengan gain score 0,52 (kategori sedang). Dengan demikian, model Family Therapy yang dikembangkan layak digunakan sebagai intervensi konseling keluarga untuk membantu ibu muda dalam mengelola emosi selama menjalankan peran keibuan.
ANALISIS JUVENILE DELINQUENCY TERISOLIR Harahap, Erlina; Hasibuan, Fitri Wardani
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 1 (2022): Pebruari, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i1.2022.254-259

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Desa Hulim Kecamatan Sosopan diantaranya semakin beragamnya kenakalan remaja, remaja senang hidup berkelompok melakukan hal-hal yang diluar batas normal misalnya mabuk, mencuri, narkoba, seks bebas, dan biasanya remaja tersebut berasal dari luar desa dan meresahkan masyarakat sekitar. Hal yang relevan untuk memahami mengapa seseorang melakukan perilaku nakal sedangkan ia mengetahui apa yang dilakukannya melanggar aturan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor penyebab terjadinya juvenile delinkuensi terisolir di Desa Hulim Kecamatan Sosopan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan triangulasi, analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif  lebih menekankan makna dari pada generalisasi.  Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan atau kriteria remaja usia 12-18 tahun dan remaja yang tinggal di Desa Hulim. Responden penelitian sebanyak 10 orang.  Adapun informan penelitian ini adalah adalah kepala lingkungan, tokoh masyarakat/orangtua. Sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan mengoptimalkan peran orangtua melalui pola asuh yang baik bagi remaja, peran tokoh masyarakat, guru dalam membimbing dan memberi wawasan kepada remaja supaya tidak salah dalam berperilaku. Kata kunci: Juvenile Deliquncy, Remaja, Terisolir
Sosialisasi/Penyuluhan Tuberkolosis (TB): Penyebab, Gejala, Penularan dan Pencegahannya di Desa Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan: Penelitian Harahap, Erlina; Novitasari , Wiwik; Purba, Happy Sri Rezeki; Nainggolan, Anisa; Saputra, Fauzi; Hidayah , Laila; Putra, Rangga
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5479

Abstract

Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia antara lain dengan meningkatkan intelektualitas, keterampilan, dan pengabdian mahasiswa melalui disiplin ilmu sebagai implementasi terhadap ilmu pengetahuan yang diterima dibangku perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat menjawab tantangan zaman yang semakin pesat. Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan pada Tanggal 29 September 2025 s/d 16 Januari 2026 bertempat di Desa Muaratais III Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan dengan sasaran masyarakat desa seperti anak-anak, remaja dan orang tua. Metode yang digunakan dalam penyuluhan dengan pendekatan partisipatif dengan metode ceramah tanya jawab, diskusi aktif. Salah satu program kerja mahasiswa adalah melaksanakan kegiatan sosialisasi hidup bersih dan penyuluhan yang melibatkan tim medis kesehatan dari UPT Puskesmas Muaratais adapun tema penyuluhan dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit menular Tuberkulosis (TBC), pencegahan, terapi penyembuhan. Penyuluhan ini diikuti 30 orang peserta. Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Muaratais III semakin peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Dengan demikian, diharapkan kasus Tuberkolosis (TBC) dapat ditekan dan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif. Students as the next generation of the nation are required to be able to improve the quality of human resources, among others by improving the intellectuality, skills, and dedication of students through scientific disciplines as an implementation of the knowledge received in lectures, it is hoped that students can answer the challenges of an increasingly rapid era. Real Work Lecture (KKN) which was held on September 29, 2025 to January 16, 2026 took place in Muaratais III Village, Angkola Muaratais District, South Tapanuli Regency, targeting village communities such as children, teenagers and parents. The method used in the counseling was a participatory approach with a question and answer lecture method, active discussion. One of the student work programs is to carry out clean living socialization activities and counseling involving the health medical team from the Muaratais Community Health Center UPT. The counseling theme is in an effort to increase public awareness about the dangers of infectious diseases Tuberculosis (TB), prevention, healing therapy. This counseling was attended by 30 participants. Through this counseling activity, it is hoped that the people of Muaratais III Village will be more concerned about their own and environmental health. In this way, it is hoped that cases of Tuberculosis (TB) can be suppressed and people can live healthier and more productive lives.
Counseling Strategies to Reduce Bullying Behavior in School: A Systematic Literature Review Putra, Alwi Pramana; Saputri, Nor Mita Ika; Asmaryadi, Asmaryadi; Harahap, Erlina
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2026): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v11i2.12345

Abstract

Background: Bullying behavior in schools remains a serious issue that negatively affects students' psychological well-being, social relationships, and academic achievement. School guidance and counseling services are considered strategic interventions for preventing and reducing bullying by fostering empathy, emotional regulation, and prosocial skills. Aim: This study aims to conduct a systematic literature review of counseling strategies used to reduce bullying behavior in school settings. Method: A systematic literature review (SLR) was conducted following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. The reviewed articles were obtained from Sinta-indexed journals, Scopus, and Google Scholar, and published between 2019 and 2024. A total of 20 empirical studies met the inclusion criteria and were analyzed thematically. Result and Discussions: The findings indicate that cognitive-behavioral counseling, empathy-based group counseling, and integrative school-wide counseling programs are effective in reducing aggressive behavior and enhancing students' social-emotional competencies. Furthermore, the effectiveness of counseling interventions is strongly influenced by counselor competence, institutional support, and program sustainability. Conclusions: These findings provide evidence-based recommendations for school counselors and educational institutions to design comprehensive, sustainable bullying prevention programs.
BULLYING DI SEKOLAH DASAR: PENGERTIAN, DAMPAK, PENCEGAHAN DAN SOLUSI Harahap, Erlina; Dela, Vitria Larseman; Mulyani, Heni; Fernanda, Yogi; Reza, Ahmad; Idayanti, Rahma; Yanti, Niaramada
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 2 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i2.143-148

Abstract

Bullying adalah masalah serius yang dapat mempengaruhi kehidupan anak dan remaja di sekolah. Bullying tidak hanya soal fisik, tetapi juga bisa berupa kekerasan verbal, sosial, dan maupun digital. Penting bagi kita untuk memahami dampak negatif perundungan dan bagaimana mencegahnya, sehingga lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Salah satu perilaku siswa yang banyak diperbincangkan adalah perilaku bullying sebagai bentuk penindasan terhadap korban yang lemah dengan melakukan hal-hal yang tidak disukai secara berulang. Perilaku ini tidak dapat diterima dalam kehidupan sosial. Secara fisik, pelaku bullying tidak selalu berasal dari anak yang bertubuh besar dan kuat. Anak dengan postur kecil atau sedang pun dapat menjadi pelaku apabila memiliki pengaruh atau dominasi psikologis yang kuat di antara teman-temannya. Penelitian difokuskan pada upaya mencengah bullying di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan anak tentang bullying itu sendiri mulai dari pengertian, bullying, pencegahan dan solusi terhadap tindakan bullying. Pendekatan yang dilakukan dengan metode kualitatif yaitu dengan observasi dan wawancara. Adapun hasil hasil layanan informasi yang didapatkan bahwa masih banyak siswa sekolah dasar yang belum mengenal apa itu bullying. Walaupun sesungguhnya beberapa siswa pernah mengalami dan diperlakukan kasar oleh teman ataupun guru disekolah. Anak- anak yang menjadi korban bullying memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan, dan masalah tidur yang mungkin berlanjut hingga dewasa. Bertindak tegas terhadap pelaku bullying juga merupakan langkah penting dalam menangani kasus bullying. Tindakan tegas tidak berarti bersikap kasar, namun bertujuan untuk membuat pelaku bullying menyadari kesalahannya dan menanggung konsekuensi atas perbuatannya.