Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penggunaan Balok Dalam Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Sps Tp Melati Cisolok Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Winarni, Wiwin; Elnawati, Elnawati; Awal Maulana, Redi
Calakan : Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/calakan.v3i2.316

Abstract

One of the educational game tools is blocks, which are usually made of wood. Three-dimensional blocks have various shapes, such as cubes, cylinders, tubes, cones, spheres, spheres, triangular prisms, rectangular pyramids, or pyramids, and various colors that are attractive to children. Block media helps children imagine and think about turning it into a certain shape. They are also trained to put blocks together one by one, and they can think about what to make. If children receive continuous practice, their imagination and creative abilities will develop. The more unique ideas children have, the more creative they are. The aim of this research is to find out how games influence children's creativity in children aged 5-6 years in group B PAUD SPS TP Melati Cisolok. This research uses classroom action research methods.
Peningkatan Kesadaran Riset di Kalangan Dosen dan Parktisi Melalui Program Coaching Clinics: Implikasi untuk Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dian Sudiantini; Hesri Mintawati; Arjulayana Arjulayana; Lisa Chandrasari Desianti; Sri Handayani; Leni Rohida; Nina Anggraeni; Poibe Intan Nosa Lince; Suriyanti Suriyanti; Wiwin Winarni; Wulan Widaningsih; Rossy Lambelanova
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v1i2.1103

Abstract

Peningkatan kesadaran riset di kalangan dosen dan praktisi merupakan langkah strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI) Jawa Barat melalui program Coaching Clinics. Program ini bertujuan untuk memberikan bimbingan intensif kepada dosen dan praktisi dalam meningkatkan keterampilan penelitian dan publikasi ilmiah. Melalui serangkaian workshop, diskusi kelompok, dan sesi mentoring, peserta diajak untuk mengeksplorasi metodologi penelitian yang efektif, teknik penulisan artikel ilmiah, serta strategi untuk mendapatkan pendanaan riset. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pentingnya riset dan publikasi, serta kemampuan mereka dalam merancang dan melaksanakan penelitian yang relevan. Selain itu, Coaching Clinics juga berhasil membangun jaringan kolaborasi antara dosen dan praktisi, yang berpotensi menghasilkan penelitian yang lebih aplikatif dan berdampak. Implikasi dari kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan individu, tetapi juga pada kemajuan ilmu pengetahuan secara keseluruhan, yang pada gilirannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, program ini menjadi model yang efektif dalam mendorong budaya riset yang lebih kuat di lingkungan akademik dan profesional, serta memperkuat peran FORSILADI dalam meningkatkan kualitas penelitian di Jawa Barat.
Efektivitas Coaching Clinics dalam Meningkatkan kolaborasi,Kemampuan Dosen dan Praktisi dalam Mengajukan Hibah Penelitian Hesri Mintawati; Arjulayana Arjulayana; Dian Sudiantini; Lisa Chandrasari Desianti; Sri Handayani; Leni Rohida; Nina Anggraeni; Poibe Intan Nosa Lince; Suriyanti Suriyanti; Wiwin Winarni; Rossy Lambelanova
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v1i2.1104

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas Coaching Clinics dalam meningkatkan kolaborasi antara dosen dan praktisi serta kemampuan mereka dalam mengajukan hibah penelitian. Coaching Clinics adalah program pelatihan yang dirancang untuk memberikan bimbingan langsung dan dukungan kepada peserta dalam proses pengajuan hibah, yang sering kali menjadi tantangan bagi banyak akademisi dan praktisi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan 100 dosen dan praktisi dari berbagai institusi pendidikan. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah program untuk mengukur perubahan dalam kolaborasi dan kemampuan pengajuan hibah. Hasil analisis menunjukkan bahwa partisipasi dalam Coaching Clinics secara signifikan meningkatkan tingkat kolaborasi antara dosen dan praktisi, serta kemampuan mereka dalam menyusun proposal hibah yang kompetitif. Selain itu, peserta melaporkan peningkatan kepercayaan diri dan pemahaman tentang proses pengajuan hibah. Temuan ini menunjukkan bahwa Coaching Clinics tidak hanya memperkuat hubungan antara akademisi dan praktisi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas dan kuantitas proposal penelitian yang diajukan. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan sebagai model yang efektif untuk meningkatkan kapasitas penelitian di kalangan dosen dan praktisi, serta mendorong kolaborasi yang lebih erat dalam dunia penelitian.
PENERAPAN METODE IBC DALAM PUBLIC SPEAKING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA EFEKTIF PADA PNS PADA BKPSDM KABUPATEN SUKABUMI HESRI MINTAWATI; WIWIN WINARNI; NUR RITA HANDAYANI; KOHAR PRADESA; RINA HERYANI
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 1 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v1i1.55

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kompetensi public speaking pada aparatur sipil negara yang merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hal meningkatkan para eselon 3 pada BKPSDM kabupaten sukabumi, terutama public speaking dengan menggunakan metode IBC. Berdasarkan rekapitulasi aparatur sipil negara (ASN) pemerintah kabupaten sukabumi berdasarkan jenis jabatan, total keseluruhan structural dan fungsional berjumlah 9.774, sedangkan kondisi pegawai negeri sipil di sukabumi berdasarkan data sebanyak 12.149 orang dengan rincian jabatan structural 931 orang atau 9,35% dan jabatan fungsional tertentu sebanyak 6,03 orang atau 67,56% dan jabatan fungsional umum berjumlah 2240 orang atau 22,92%. Selain PNS ada juga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau (PPPK) sebanyak 2375 orang. Jumlah PNS yang cukup besar, jelas membawa kontribusi yang besar bagi pengembangan sumber daya manusia namun terbilang Sebagian besar memiliki kinerja yang buruk data kementrian pendayagunaan aparatur negara dan reforma Birokrasi (Kemenpan-RB). Hampir 30% atau sekitar 1,35 juta PNS memiliki kinerja yang tergolong belum maksimal, belum tau tugas hingga tidak memahami kewajibannya. BKPSDM merupakan liding sector pengembangan sumber daya manusia dibidang softskill yang dipimpin oleh kepala badan pelatihan sumber daya manusia bapak Dadang Budiman agar para ASN diberikan pelatihan tentang public speaking dapat meningkatkan kepercayaan diri dan dapat berbicara secara professional teratur, terstruktur, terukur. Mengacu pada tiga komponen penting pada public speaking, visual, verbal, dan vocal. Metodelogi penelitian ini secara kualitatif menggunakan data primer dan data sekunder dengan wawancara, hasil pengamatan dan dokumentasi dan kordinasi serta kerja sama sedangan Teknik pelatihan bimtek public speaking pelatihan langsung dengan metode pelatihan ceramah, tanya jawab, brain storming, simulasi, penayangan video, serta konsep kesiap siagaan bela negara. Hasil pelatihan ini dapat menghasilkan peserta terbaik dengan nilai ujian praktek menunjukan bahwa 70% dari jumlah peserta menunjukan peningkatan yang signifikan tentang berbicara yang professional.
Empowering Mathematics Teachers In Evaluating Textbooks: A Praxeological Approach To Enhancing Constructive Skepticism Hendriyanto, Agus; Abdurahman, Ayi; Winarni, Wiwin; Utomo, Utomo; Sajidin, Sajidin; Fatmasari, Deasy; Syaifana, Elsya; Muhaimin, Lukman Hakim
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v10i2.890

Abstract

This study aims to empower mathematics teachers in evaluating textbooks through the praxeological approach and the development of a constructive skepticism attitude. Textbooks are often used without critical evaluation, which can hinder the development of students' critical thinking skills. The praxeological approach provides a framework based on practical experience, while constructive skepticism encourages in-depth analysis of textbook content. The study employed a qualitative method with a hermeneutic phenomenological approach, involving 20 mathematics teachers in Sukabumi. Data were collected using semi-structured interviews and questionnaires, which explored teachers' criteria for textbook evaluation, challenges in using textbooks, and their attitudes toward textbook content. Thematic analysis was used to analyze the data, allowing the identification of patterns and themes related to teachers' evaluation practices. The results showed that training based on praxeology and constructive skepticism improved teachers' ability to evaluate textbooks, identify weaknesses, and select more relevant materials. This study recommends collaborative training programs to support more critical textbook evaluations, with the goal of enhancing the quality of mathematics education in Indonesia.
Analisis Penggunaan Media Wayang Suku Raga Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar Sintia, Irne; Winarni, Wiwin
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Kiprah Pendidikan | Juli 2025
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v4i3.p250-255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Wayang Suku Raga dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar melalui studi literatur. Wayang Suku Raga sebagai bagian dari warisan budaya lokal memiliki potensi besar dalam menyampaikan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, menganalisis sejumlah sumber seperti buku dan artikel ilmiah terkait. Hasil studi menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis budaya lokal, khususnya Wayang Suku Raga, mampu memperkuat identitas budaya siswa sekaligus menumbuhkan karakter positif. Meskipun demikian, efektivitasnya dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, sehingga implementasi media ini memerlukan strategi yang tepat dalam proses pembelajaran tematik. Studi ini merekomendasikan pemanfaatan lebih lanjut Wayang Suku Raga dalam kegiatan pendidikan karakter di sekolah dasar.
Kebijakan dan Dinamika Pelaksanaan Kegiatan Study Tour di Jenjang Sekolah Dasar Winarni, Wiwin
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Kiprah Pendidikan | Juli 2025
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v4i3.p350-355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dan dinamika pelaksanaan kegiatan study tour di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi dokumen, kajian ini mengevaluasi tujuan, manfaat, serta permasalahan implementatif dari kegiatan study tour, baik dari sisi pedagogis, logistik, maupun regulatif. Data diperoleh dari dokumen kebijakan nasional dan daerah, laporan sekolah, serta praktik internasional di negara-negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Inggris, dan Tiongkok. Hasil kajian menunjukkan bahwa study tour berpotensi memperkaya pembelajaran kontekstual siswa, membangun kerja sama sosial, dan menghubungkan materi sekolah dengan pengalaman dunia nyata. Namun, kegiatan ini juga menimbulkan tantangan signifikan, seperti ketimpangan akses, biaya finansial yang membebani orang tua, ketidaksesuaian tujuan edukatif, serta risiko keselamatan akibat kurangnya standar operasional. Beberapa daerah bahkan mengeluarkan larangan atau pembatasan kegiatan study tour pascakecelakaan bus yang melibatkan siswa. Di sisi lain, negara-negara seperti Jepang dan Inggris telah mengembangkan school trip terintegrasi dengan kurikulum, disertai sistem pengawasan, refleksi pasca kegiatan, dan kemitraan edukatif. Kesimpulannya, pelaksanaan study tour perlu diatur melalui kebijakan yang jelas, edukatif, dan inklusif agar dapat menjadi wahana pembelajaran bermakna tanpa menciptakan kesenjangan sosial dan risiko keselamatan bagi peserta didik
Analisis Penggunaan Media Wayang Suku Raga Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar Sintia, Irne; Winarni, Wiwin
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Kiprah Pendidikan | Juli 2025
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v4i3.p250-255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Wayang Suku Raga dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar melalui studi literatur. Wayang Suku Raga sebagai bagian dari warisan budaya lokal memiliki potensi besar dalam menyampaikan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, menganalisis sejumlah sumber seperti buku dan artikel ilmiah terkait. Hasil studi menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis budaya lokal, khususnya Wayang Suku Raga, mampu memperkuat identitas budaya siswa sekaligus menumbuhkan karakter positif. Meskipun demikian, efektivitasnya dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, sehingga implementasi media ini memerlukan strategi yang tepat dalam proses pembelajaran tematik. Studi ini merekomendasikan pemanfaatan lebih lanjut Wayang Suku Raga dalam kegiatan pendidikan karakter di sekolah dasar.
Kebijakan dan Dinamika Pelaksanaan Kegiatan Study Tour di Jenjang Sekolah Dasar Winarni, Wiwin
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Kiprah Pendidikan | Juli 2025
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v4i3.p350-355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dan dinamika pelaksanaan kegiatan study tour di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi dokumen, kajian ini mengevaluasi tujuan, manfaat, serta permasalahan implementatif dari kegiatan study tour, baik dari sisi pedagogis, logistik, maupun regulatif. Data diperoleh dari dokumen kebijakan nasional dan daerah, laporan sekolah, serta praktik internasional di negara-negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Inggris, dan Tiongkok. Hasil kajian menunjukkan bahwa study tour berpotensi memperkaya pembelajaran kontekstual siswa, membangun kerja sama sosial, dan menghubungkan materi sekolah dengan pengalaman dunia nyata. Namun, kegiatan ini juga menimbulkan tantangan signifikan, seperti ketimpangan akses, biaya finansial yang membebani orang tua, ketidaksesuaian tujuan edukatif, serta risiko keselamatan akibat kurangnya standar operasional. Beberapa daerah bahkan mengeluarkan larangan atau pembatasan kegiatan study tour pascakecelakaan bus yang melibatkan siswa. Di sisi lain, negara-negara seperti Jepang dan Inggris telah mengembangkan school trip terintegrasi dengan kurikulum, disertai sistem pengawasan, refleksi pasca kegiatan, dan kemitraan edukatif. Kesimpulannya, pelaksanaan study tour perlu diatur melalui kebijakan yang jelas, edukatif, dan inklusif agar dapat menjadi wahana pembelajaran bermakna tanpa menciptakan kesenjangan sosial dan risiko keselamatan bagi peserta didik
EMPOWERING ELEMENTRY SCHOOL TEACHERS THROUGH CREATIVE AND CONTEXTUAL PEDAGOGICAL STRATEGI MENTORING Abdurahman, Ayi; Setiawati, Setiawati; Widaningsih, Wulan; Winarni, Wiwin; Pradesa, Kohar; Christine, Sri Erwini; Sajidin, Sajidin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45560

Abstract

Elementary school teachers play a critical role in shaping the foundation of student learning, yet many still rely on traditional, non-contextual teaching methods that fail to meaningfully engage students. This community service initiative aims to empower elementary school teachers through a mentoring program that focuses on creative and contextual pedagogical strategies. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, the program was implemented over a two-month period; April-May 2025 in two public elementary schools in Sukabumi, West Java. The program involved collaborative lesson planning, classroom-based mentoring, and reflective practice sessions. Data were collected through pre- and post-program surveys, interviews, and teacher journals, then analyzed using qualitative thematic analysis and Pearson correlation techniques. The results showed significant increases in teachers’ confidence, creativity, and contextual awareness in teaching, as well as increased student engagement. Teachers began to integrate local culture, materials, and everyday experiences into their teaching, creating a more relevant and participatory learning environment. The program’s mentoring model proved effective in fostering teacher agency and sustained pedagogical innovation. This initiative contributes to the model of teacher professional development by demonstrating how participatory and localized mentoring can bridge the gap between theory and practice in primary education.