Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemberdayaan Remaja Putri Lintas Agama ‎melalui Peningkatan ‎Kreativitas dan ‎Keterampilan Life-Skills Menuju ‎Transformasi Sosial ‎Ekonomi Mukminah, Mukminah; Hirlan, Hirlan; Lazuardi, Ashar Banyu
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Maret 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i2.180

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya akses keterampilan praktis bagi remaja putri di wilayah marginal serta adanya sekat primordialisme agama yang sering kali membatasi kolaborasi produktif. Fokus utama kegiatan ini adalah sosialisasi dan pendampingan intensif untuk meningkatkan kreativitas serta keterampilan life-skills remaja putri lintas agama sebagai upaya transformasi sosial-ekonomi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang diintegrasikan dengan Participatory Action Research (PAR), melibatkan 40 peserta dari latar belakang agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Tahapan pengabdian meliputi pemetaan aset (discovery), pembangunan visi (dream), perancangan aksi (design), hingga tahap keberlanjutan (destiny). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis peserta, khususnya dalam literasi digital dan kriya ekonomi kreatif berbasis limbah. Secara sosiologis, program ini berhasil memicu perubahan perilaku berupa peningkatan kepercayaan diri dan munculnya pemimpin lokal muda. Selain itu, terbentuknya komunitas "Griya Kreatif Bhinneka" menjadi pranata sosial baru yang memperkuat kohesi sosial dan moderasi beragama melalui kolaborasi ekonomi produktif. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan ekonomi kreatif yang inklusif merupakan strategi efektif untuk meruntuhkan prasangka antarumat beragama sekaligus membangun kemandirian komunitas di tingkat akar rumput
Pergeseran Nilai Edukasi dalam Tradisi Nyongkolan: Antara Ekspresi Budaya dan Komodifikasi Konten Digital Hirlan, Hirlan; Mukminah, Mukminah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6793

Abstract

Tradisi Nyongkolan di Lombok, yang secara substansial berfungsi sebagai i’lanun nikah ‎dalam Islam, kini bertransformasi menjadi panggung konten digital. Penelitian ini bertujuan ‎menganalisis pergeseran nilai edukasi Islam akibat komodifikasi digital yang mengubah esensi ‎pendidikan moral menjadi sekadar hiburan visual demi viralitas. Fenomena ini menciptakan ‎ketegangan antara pelestarian budaya murni dengan tuntutan pasar media sosial yang ‎seringkali dangkal.‎ Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi digital, penelitian dilaksanakan di Lombok ‎Timur dan Tengah. Data dihimpun melalui observasi partisipatif, dokumentasi konten viral, ‎serta wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh adat, konten kreator, dan generasi ‎muda. Analisis data mengikuti model interaktif untuk menjamin keabsahan temuan melalui ‎triangulasi sumber.‎ Hasil penelitian menunjukkan degradasi akhlakul karimah dan adab al-ijtima’ yang signifikan. ‎Dominasi musik kecimol dengan lirik tidak pantas melanggar prinsip hifzhul lisan. ‎Komodifikasi digital memicu perilaku riya’ dan narsisme berlebihan demi engagement media ‎sosial, yang merusak sakralitas pernikahan sebagai mitsaqan ghalizha. Pelanggaran konsep ‎muru’ah juga ditemukan pada modifikasi busana adat yang mengabaikan kaidah menutup ‎aurat. Akibatnya, filosofi Sasak mengalami keretakan akibat rendahnya literasi digital ‎masyarakat.‎ Penelitian menyimpulkan pentingnya pendidikan Islam sebagai filter kritis melalui penguatan ‎literasi budaya. Diperlukan regulasi etis dan sinergi kolektif untuk merevitalisasi nilai edukasi ‎agar tradisi tidak hanya menjadi komoditas. Integrasi kearifan lokal dalam kurikulum ‎pendidikan formal krusial untuk membentengi identitas Muslim Sasak. Transformasi digital ‎harus diarahkan menjadi sarana dakwah kultural yang tetap menjaga harmoni, kesalehan ‎sosial, serta keluhuran nilai ketuhanan yang diberkahi bagi keberlangsungan eksistensi ‎generasi masa depan.‎.