Triyoso, Triyoso
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Asuhan keperawatan komprehensif pola nafas tidak efektif pada pasien asma dengan teknik aromaterapi dan massage Triyoso, Triyoso; Eliya, Rahma; Fitriyan, Irma
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i3.87

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data survey di Provinsi Lampung dengan jumlah penderita Asma sebanyak 4.403 pada tahun 2020 sedangkan kasus di wilayah kerja Puskesmas Ganjar Agung Metro Barat terdapat sebanyak 240 kasus dengan kejadian ASMA. Tujuan: Melakukan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi asuhan keperawatan komprehensif pola nafas tidak efektif pada pasien asma pada pasien asma dengan teknik aromaterapi dan massage Di Puskesmas Ganjar Agung Metro Barat Metode: Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi Hasil: An. R Implementasi keperawatan yang dilakukan yaitu dengan memberikan tindakan keperawatan non farmakologi terapi uap hangat menggunakan campuran minyak kayu putih untuk menurunkan sesak pada dan di kolaborasikan dengan menggunakan masase kaki. An. T dengan masalah sesak diberikan tindakan keperawatan menggunakan uap hangat untuk menurunkan sesak yang dirasakan, dengan memberikan uap air hangat maka akan menambah rasa nyaman dan menurunkan sesak karena otot paru akan lebih mampu melakukan gerakan secara bebas. Simpulan: maka ditarik kesimpulan dengan memberikan uap air angat dicampur minyak kayu putih dan disertai dengan massages mampu menurunkan sesak. Saran agar orang tua mampu menerapkan teknik ini secara mandiri.
Asuhan keperawatan pada lansia dengan insomnia menggunakan terapi penerapan massase Triyoso, Triyoso; Romayati, Umi; Bayu Herdiantama, Rio Nanda
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i4.138

Abstract

Pendahuluan: Menurut Word Health Organization (WHO) populasi lansia yang berusia diatas 60 tahun diperkirakan menjadi dua kali lipat dari 11% pada tahun 2000 dan akan meningkat menjadi 22% tahun 2050. Berdasarkan hasil Susenas tahun 2013, jumlah lansia di Indonesia telah mencapai 20, 40 juta orang atau sekitar 8,05% dari total penduduk Indonesia. Jumlah penduduk di Indonesia lansia di Indonesia pada tahun 2025 akan bertambah sekitar 34,22 juta jiwa Tujuan: melakukan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi pengkajian komprehensif pada lansia dengan insomnia menggunakan terapi penerapan massage dan air hangat di metro Metode : desain analisis kasus lisan siswa (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk penerapan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data dan menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus-kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi. Hasil : Evaluasi yang dilakukan terhadap kedua pasien dengan masalah insomnia pada lansia dengan memberikan terapi rendam air hangat dan masase untuk pasien pertama sedangkan pada pasien kedua gunakan rendam air hangat saja. Untuk hasil perbandingan yang di berikan menunjukkan bahwa setelah melakukan penerapan yang mengalami perubahan signifikan pada pasien dengan penerapan terapi masase dan rendam air hangat sedangkan yang di lakukan penerapan air hangat saja mengalami perubahan namun tidak signifikan. Simpulan : Setelah dilakukan implementasi, evaluasi yang dapat dilakukan yaitu masalah teratasi
Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang mencuci tangan menggunankan sabun pada anak di Kelurahan Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung Gunawan, Muhammad Ricko; Triyoso, Triyoso; Winarno, Rudi; Kusumaningsih, Dewi; Nirwanto, Nirwanto; Ismi, Aprilia; Nurlaini; Sofa, Taufik; Andriyani, Veni
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.253

Abstract

Introduction: Health is a state of well-being of body, soul and social that allows everyone to live socially and economically productive. Therefore, health is a very important thing to pay attention to because it will underlie the improvement of the quality and quantity of life in the community. This can be done with clean and healthy living behavior, one of which is by washing hands with soap. Without us knowing it, germs and bacteria that stick to the hands are very dangerous to health. Children are one of those who experience a fairly high level of play activity. However, the habit of washing hands with good soap is not realized by some children. Children view soap as only useful for removing dirt and odors. To carry out a hand washing program, wash hands with soap, the availability of water and soap for washing hands is actually not a problem but an obstacle is a factor in children's habits. For this reason, the role of caregivers/early childhood educators is needed to provide useful programs for children, namely getting used to washing hands with soap after completing activities or other activities. Objective: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts are able to understand and apply clean and healthy living behaviors about washing hands with soap properly and correctly. Method: The implementation of the method used is based on ibM. Providing information and visual training to children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts. Results: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts can receive well about the application of clean and healthy living behavior by washing their hands. Conclusion: There is a significant increase in children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung villages on the awareness of the importance of washing hands.   Pendahuluan: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Oleh karena itu kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tanpa kita sadari, kuman dan bakteri yang menempel pada tangan sangat membahayakan kesehatan.anak-anak adalah salah satu yang mengalami aktivitas bermain yang cukup tinggi. Namun, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun yang baik itu tidak disadari oleh sebagian anak-anak. Anak-anak memandang sabun hanya bermanfaat untuk menghilangkan kotor dan bau. Untuk melakukan program mencuci tangan cuci tangan dengan sabun, ketersedian air dan sabun untuk mencuci tangan sebenarnya bukan masalah tapi menjadi hambatan adalah faktor kebiasaan anak-anak. Untuk itu diperlukan peran pengasuh/pendidik anak usia dini untuk memberikan program yang bermanfaat kepada anak, yaitu membiasakan mencuci tangan dengan sabun setelah selesai melakukan kegiatan mau pun aktivitas lainnya. Tujuan: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung mampu memahami dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat tentang mencuci tangan menggunakan sabun dengan baik dan benar. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan yaitu berbasis ibM. Pemberian informasi dan pelatihan visual pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung. Hasil: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung bisa menerima dengan baik tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan. Simpulan: Terdapat peningkatan yang signifikan pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung atas kesadaran pentingnya mencuci tangan.
Edukasi manajemen stress pada remaja dengan relaksasi nafas dalam dan relaksasi otot progresif Triyoso, Triyoso; Furqoni, Prima Dian; Rilyani, Rilyani; Wandini, Riska
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.391

Abstract

Background: Adolescence is the most important period in human life, and adolescence refers to the stage of life that represents the transition from childhood to adulthood. Stress in the younger generation throughout the world occurs in both developed and developing countries. The prevalence of stress and anxiety in adolescents worldwide ranges from 5 to 70%. In the United States alone, 60% of suicide victims suffer from stress and depression. In addition, the prevalence of stress among Korean teenagers was found to be 39.3% in 2019. In Indonesia the prevalence of stress among teenagers increase from year to year, reaching 6.0% of the population. Purpose: Increasing teenagers' knowledge about proper stress management through deep breathing relaxation techniques and progressive muscle relaxation techniques. Method: The community service method carried out is using the socialization method, and filling out questionnaires for Permata Bunda IT High School students. Results: There were 16 participants (100%) who were able to carry out deep breathing relaxation and there were 16 participants (100%) who were able to carry out progressive muscle relaxation. Conclusion: The breathing relaxation technique achieved an incredible 100% success rate among 16 participants, highlighting its undeniable effectiveness in reducing stress. Likewise, Progressive Muscle Relaxation exhibits universal adaptability with a 100% success rate, positioning it as a powerful technique in combating the stressors of modern life. Keywords: Relaxation Techniques; Stress Management; Teenagers. Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa terpenting dalam kehidupan manusia, dan masa remaja mengacu pada tahap kehidupan yang mewakili peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Stres pada generasi muda di seluruh dunia terjadi baik di negara maju maupun  berkembang. Prevalensi stres dan kecemasan pada remaja di seluruh dunia berkisar antara 5 hingga 70%. Di Amerika Serikat saja, 60% korban bunuh diri menderita stres dan depresi. Selain itu, prevalensi stres di kalangan remaja  Korea ditemukan sebesar 39,3% pada tahun 2019. Di Indonesia prevalensi stres di kalangan remaja meningkat dari tahun ke tahun,  mencapai 6,0% dari populasi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan remaja mengenai manajemen stres yang baner melalui teknik relaksasi nafas dalam dan teknik relaksasi otot progresif. Metode: Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu menggunakan metode sosialisasi, dan pengisian kuesioner kepada siswa SMA IT Permata Bunda. Hasil: Terdapat 16 partisipan (100%) mampu melakukan relaksasi pernapasan dalam dan terdapat 16 partisipan (100%) yang mampu melakukan relaksasi otot progresif. Simpulan: Teknik relaksasi pernapasan mencapai tingkat keberhasilan 100% yang luar biasa di antara 16 partisipan, menyoroti efektivitasnya yang tidak dapat disangkal dalam mengurangi stres. Demikian pula, Relaksasi Otot Progresif menunjukkan kemampuan beradaptasi universal dengan tingkat keberhasilan 100%, memposisikannya sebagai teknik yang kuat dalam melawan pemicu stres dalam kehidupan modern.
Optimalisasi handover dengan teknik komunikasi SBAR di Puskesmas Rawat Inap Kemiling, Kota Bandar Lampung Pratiwi, Liza Ayu; Triyoso, Triyoso; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.420

Abstract

Background: Handover during shift changes is a very important part of nursing services in transferring information and ensuring continuity of patient care plans. Based on a study conducted in November 2023 at the Kemiling Health Center, it was found that the handover problem was not optimal, which was indicated by the handover being carried out but not in front of the patient and the absence of documentation. Purpose: To apply the handover process using the SBAR communication technique in the KIA Room of the Kemiling Inpatient Health Center UPT, Bandar Lampung City. Method: This type of descriptive research uses a case study approach method. The subjects in the report of the head of the room, and the implementing nurse in the KIA Room of the Kemiling Inpatient Health Center UPT, Bandar Lampung City were 4 people. A meeting was first held on November 21, 2023 to determine the time of intervention as an alternative to solving the problem of nursing overran, namely dissemination of knowledge and role play. The implementation of the dissemination of nursing knowledge using the SBAR technique was carried out on November 22, 2023. Results: The dissemination of knowledge that has been carried out was attended by nurses in the KIA Room and nursing professional students. From the results of the observation, it can be seen that the nurses were enthusiastic in participating in the dissemination of knowledge, all nurses attended the event from start to finish. The implementation of role play has also been carried out by students, and from the results of the observation, nursing overran with the SBAR technique has been carried out optimally and will be even better if carried out in accordance with the theory that has been described in the previous discussion. In its implementation, it has also gone through a process starting from the preparation stage to the implementation stage. Conclusion: The application of the SBAR technique (Situation, Background, Assessment, Recommendation) can be an alternative problem solving in creating a structured communication framework that can be used during patient handove Keywords: Handover; Patient handling; SBAR technique Pendahuluan: Handover selama pergantian shift merupakan bagian yang sangat penting dalam pelayanan keperawatan dalam mentransfer informasi dan menjamin kesinambungan rencana perawatan pasien. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan pada Bulan November 2023 di Puskesmas Kemiling, diperoleh masalah bahwa belum optimalnya permasalahan handover yang ditandai dengan handover dilakukan tetapi tidak dilakukan didepan pasien dan tidak adanya pendokumentasian. Tujuan: Untuk mengaplikasikan proses handover menggunakan teknik komunikasi SBAR di Ruang KIA UPT Puskesmas Rawat Inap Kemiling Kota Bandar Lampung. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek pada laporan kepala ruangan, dan perawat pelaksana di Ruang KIA UPT Puskesmas Rawat Inap Kemiling Kota Bandar Lampung sebanyak 4 orang. Terlebih dahulu dilakukan pertemuan pada tanggal 21 November 2023 untuk menentukan waktu intervensi sebagai alternatif pemecahan masalah tentang overran keperawatan yaitu desiminasi ilmu dan role play. Pelaksanaan kegiatan desiminasi ilmu overran keperawatan dengan teknik SBAR dilaksanakan pada tanggal 22 November 2023.   Hasil: Desiminasi ilmu yang telah dilakukan dihadiri oleh perawat-perawat di Ruangan KIA dan mahasiswa profesi ners. Dari hasil observasi terlihat perawat-perawat antusias dalam mengikuti desiminasi ilmu, semua perawat mengikuti acara dari awal sampai akhir. Pelaksanaan role play juga sudah dilakukan oleh mahasiswa, dan dari hasil observasi overran keperawatan dengan teknik SBAR sudah dilakukan secara optimal dan akan semakin baik lagi jika dilakukan sesuai dengan teori yang telah dijabarkan pada pembahasan sebelumnya. Dalam pelaksanaannya pun sudah melalui proses yang dimulai dari tahap persiapan hingga tahap pelaksanaan.   Simpulan: Penerapan teknik SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) dapat menjadi alternatif pemecahan masalah dalam membuat kerangka komunikasi terstruktur yang dapat digunakan saat serah terima pasien atau handover.
Perencanaan pelaksanaan keperawatan (MPKP) metode tim di ruang penyakit dalam Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Herliza, Herliza; Triyoso, Triyoso; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i3.425

Abstract

Background: A hospital is a health service institution that provides comprehensive and complete health services for individuals by providing inpatient, outpatient, and emergency services based on Law No. 44 of 2009. A hospital is an integral part of a social and health organization with the function of providing comprehensive services, curative, and preventive services to the community.. Purpose: To identify the planning for the implementation of professional nursing practice (MPKP) using the team method in the internal medicine room. Method: Descriptive research with a case study approach, conducted at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung in March-April 2024. The population in this study was 14 nurses in the internal medicine room. The sample selection used the purpose sampling technique, obtaining 7 nurses as respondents. The types of data collected were primary and secondary data through discussion methods, interviews, demonstrations (education of knowledge about professional nursing practice methods/MPKP), and structured observations. Results: MPKP uses the team method and the manpower is sufficient to carry out the team method. Problems identified through observation, interviews, and questionnaires are that the implementation of the MPKP team method has not been implemented, nurses' knowledge of the team method, and their roles are still lacking. A mini project has been developed to reduce problems that arise in the room, namely in the form of re-education about the MPKP team method followed by the coordinator, team leader and team members. This has received a very good response. Implementing and evaluating using a post-test of nurses' knowledge and implementation of the team method through observation, with good results and responses to the renewal. Conclusion: Planning the implementation of MPKP using the team method will be closely related to improving the quality of health services, in training nurses to be professional in their duties, and providing satisfaction to patients. Keywords: Internal Medicine; Professional Nursing Practice Method (MPKP); Team Method Pendahuluan: Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi perorangan secara menyeluruh dan paripurna dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat berdasarkan Undang-Undang No. 44 Tahun 2009. Rumah sakit merupakan bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pencegahan penyakit (preventif) pada masyarakat. Tujuan: Untuk mengidentifikasi perencanaan pelaksanaan praktik keperawatan profesional (MPKP) metode tim di ruang penyakit dalam. Metode: Penelitian deskristif dengan pendekatan studi kasus, dilaksanakan di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin, Bandar Lampung pada bulan maret-April 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah 14 perawat ruang penyakit dalam. Pemilihan sampel menggunakan teknik purpose sampling, mendapatkan 7 perawat sebagai responden. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder melalui metode diskusi, wawancara, demontrasi (edukasi pengetahuan tentang metode praktik keperawatan profesional/MPKP), dan observasi terstruktur Hasil: MPKP menggunakan metode tim dan ketenagaan sudah mencukupi untuk dilakukan. Masalah yang teridentifikasi melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yaitu pelaksaan MPKP metode tim belum terlaksana, pengetahuan perawat tentang metode tim, dan perannya masih kurang. Telah menyusun mini projek untuk mengurangi masalah yang muncul di ruangan, yaitu dalam bentuk re-edukasi tentang MPKP metode tim yang dikuti oleh koordinator, ketua tim dan anggota tim. Hal ini mendapat respon yang sangat baik. Melaksanakan dan mengevaluasi menggunakan post test pengetahuan perawat dan pelaksanaan metode tim secara observasi, dengan hasil dan respon yang baik terhadap pembaharuan Simpulan: Perencanaan pelaksanaan MPKP menggunakan metode tim akan sangat berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, dalam melatih tenaga perawat menjadi profesional terhadap tugasnya, dan memberikan kepuasan kepada pasien.  
Edukasi juru pemantau jentik dalam pengendalian vektor demam berdarah dengue (DBD) di Desa Sukadadi Kecamatan Gedong Tataan Sintia, Monica Bela Dwi; Triyoso, Triyoso; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1422

Abstract

Background: The incidence of dengue fever in Indonesia remains relatively high, with 88,593 cases and 612 deaths spread across 456 regencies/cities in 34 provinces. According to the Pesawaran Regency Health Office profile, the highest number of dengue fever cases in 2023 was in Gedong Tataan District, with 51 cases. This disease is classified as an infectious disease and, if left uncontrolled, has the potential to become an Extraordinary Event (KLB) and cause an epidemic. One effort that must be taken is to optimize the knowledge of mosquito larvae monitors (Jumantik) and the most appropriate method to prevent dengue fever through vector control. Purpose: To improve the knowledge of mosquito larvae monitors (Jumantik) in controlling dengue hemorrhagic fever (DHF) vectors. Method : The activity was conducted in July 2025 in Sukadadi Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency. The population for this activity was all mosquito larvae monitor (jumantik) cadres in Sukadadi Village, Gedong Tataan District. Using a purposive sampling technique, 10 mosquito larvae monitor (jumantik) cadres were selected as respondents. The activity consisted of counseling with presentations related to knowledge and vector control of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Data processing used a one-group pretest-posttest approach to measure knowledge levels and changes in knowledge levels. Data were analyzed univariately to describe respondent characteristics, and bivariately using the Wilcoxon Signed Rank Test to determine differences in knowledge levels before and after the intervention. Results: The mean level of knowledge of respondents before the education program was 4.4 points with a standard deviation of 1.07 points. Meanwhile, the mean level of knowledge of respondents after the education program was 8.5 points with a standard deviation of 0.17 points. Conclusion: This health education activity, using leaflets, significantly improved the knowledge of mosquito larvae monitors (Jumantik) regarding Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) vector control. This increase in knowledge demonstrates that the use of simple, easy-to-understand educational media is highly effective in conveying health information to mosquito larvae monitors (Jumantik) regarding the role and control of dengue vectors. Suggestion: It is recommended that simple yet effective health promotion media, such as leaflets, be used more actively in educational activities for mosquito larvae monitors (Jumantik) and the public. This media has been proven to increase understanding regarding dengue vector prevention and control. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever; Jumantik; Knowledge; Optimization Pendahuluan : Angka kejadian penyakit DBD di wilayah Indonesia masih tergolong tinggi dengan jumlah kasus sebanyak 88.593 dengan 612 kasus kematian yang tersebar di 456 kabupaten/kota dari 34 provinsi. Berdasarkan profil dinas kesehatan Kabupaten Pesawaran, pada tahun 2023 jumlah kasus demam berdarah tertinggi terdapat di Kecamatan Gedong Tataan dengan jumlah kasus sebesar 51 kasus. Penyakit ini masuk kategori penyakit menular yang apabila tidak dikendalikan akan dapat berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) serta menimbulkan wabah. Salah satu upaya yang harus dilakukan ialah mengoptimalkan peningkatan pengetahuan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan cara yang paling tepat untuk mencegah terjangkitnya penyakit DBD dengan pengendalian vektor penularannya. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan kader juru pemantau jentik (Jumantik) dalam pengendalian vektor Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Populasi dalam kegiatan ini adalah seluruh kader jumantik di Desa Sukadadi,Kecamatan Gedong Tataan dan dengan menggunakan teknik purposive sampling mendapatkan 10 orang kader juru pemantau jentik (jumantik) untuk menjadi responden. Kegiatan dilakukan berupa penyuluhan dengan pemaparan materi terkait pengetahuan dan pengendalian vektor Demam Berdarah Dengue (DBD).  Pengolahan data dengan pendekatan one group pretest-posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan dan perubahan tingkat pengetahuannya. Data dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden, dan secara bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum pemberian edukasi mendapatkan nilai mean 4.4 poin dengan nilai standar deviasi 1.07 poin. Sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah pemberian edukasi mendapatkan nilai mean 8.5 poin dengan nilai standar deviasi 0.17 poin. Simpulan: Kegiatan ini merupakan pendidikan kesehatan melalui media leaflet secara signifikan mampu meningkatkan pengetahuan juru pemantau jentik (Jumantik) dalam pengendalian vektor Demam Berdarah Dengue (DBD). Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif sederhana dan mudah dipahami sangat efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada kader jumantik terkait peranan dan pengendalian vektor DBD. Saran: Diharapkan untuk lebih aktif menggunakan media promosi kesehatan sederhana namun efektif, seperti leaflet, dalam kegiatan edukasi kader jumantik dan masyarakat. Media ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman terkait pencegahan dan pengendalian vektor DBD
Efektivitas aroma terapi lavender dalam mengurangi kecemasan pada remaja sebelum ujian Safitri, Hilda Meilinda; Furqoni, Prima Dian; Triyoso, Triyoso
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i8.1448

Abstract

Background: Anxiety is a common psychological disorder experienced by adolescents, especially before exams. A pre-survey of 10 adolescents interviewed at MTs Al-Quran Nurul Huda revealed that most of them reported experiencing anxiety when faced with a problem that hindered their thinking. Excessive anxiety can negatively impact academic performance and mental health. One non-pharmacological therapy proven effective in reducing anxiety is lavender aromatherapy. Purpose: To determine the effectiveness of lavender aromatherapy in reducing anxiety levels in adolescents before exams. Method: The study was conducted from June 26 to July 1, 2025, at MTs Al-Quran Nurul Huda Lempasing. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was used. The population of this study was all 25 eighth-grade students of MTs Al-Quran Nurul Huda. Total sampling was used to select 25 students as respondents. The intervention consisted of aromatherapy with lavender essential oil, which was dripped into a diffuser and inhaled by the respondents. Respondents' anxiety levels were evaluated using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Results: Data showed that the majority of respondents were 14 years old, with 22 students (88.0%), and the majority were female, with 16 students (64.0%). The data also showed that the average anxiety level before lavender aromatherapy was 31.04 with a standard deviation of 5.04, while the average anxiety level after lavender aromatherapy was 10.08 with a standard deviation of 6.68. The statistical test results showed a p-value of 0.000 (p<0.05). Conclusion: Lavender aromatherapy has been shown to be significantly effective in reducing anxiety levels in adolescents before exams and can be used as a safe, easy, and affordable non-pharmacological therapy. Keywords: Adolescents; Anxiety; Lavender Aromatherapy Pendahuluan: Kecemasan merupakan gangguan psikologis yang umum dialami remaja, terutama menjelang ujian. Berdasarkan hasil presurvey 10 remaja di MTs Al-Quran Nurul Huda yang diwawancarai, sebagian besar remaja mengaku cemas ketika dihadapkan suatu permasalahan yang menyulitkan mereka untuk berfikir. Kecemasan yang berlebihan dapat berdampak negatif pada performa akademik dan kesehatan mental remaja. Salah satu terapi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan adalah aroma terapi lavender. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas aroma terapi lavender dalam mengurangi tingkat kecemasan pada remaja sebelum ujian. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Juni hingga 1 Juli 2025, bertempat di MTs Al-Quran Nurul Huda Lempasing. Dengan menggunakan pendekatan pra-eksperimental one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Quran Nurul Huda, yang berjumlah 25 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling mendapatkan 25 orang siswa untuk menjadi responden. Intervensi yang diberikan berupa terapi aroma terapi dengan minyak esensial lavender, yang diteteskan ke dalam alat diffuser dan dihirup oleh responden. Tingkat kecemasan responden dievaluasi menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil: Mendapatkan data bahwa sebagian besar responden berusia 14 tahun yaitu sebanyak 22 siswa (88.0%) dan mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 16 siswi (64.0%). Data juga menunjukkan rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberikan aroma terapi lavender adalah 31.04 dengan standar deviasi 5.04 sedangkan rata-rata tingkat kecemasan sesudah diberikan aroma terapi lavender adalah 10.08 dengan standar deviasi 6.68. Berdasarkan hasil uji statistik mendapatkan nilai p=0.000 (p<0.05). Simpulan: Kegiatan pemberian aroma terapi lavender terbukti efektif secara signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada remaja sebelum ujian, dan dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologis yang aman, mudah, dan terjangkau.