Triyoso, Triyoso
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perencanaan pelaksanaan keperawatan (MPKP) metode tim di ruang penyakit dalam Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Herliza, Herliza; Triyoso, Triyoso; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i3.425

Abstract

Background: A hospital is a health service institution that provides comprehensive and complete health services for individuals by providing inpatient, outpatient, and emergency services based on Law No. 44 of 2009. A hospital is an integral part of a social and health organization with the function of providing comprehensive services, curative, and preventive services to the community.. Purpose: To identify the planning for the implementation of professional nursing practice (MPKP) using the team method in the internal medicine room. Method: Descriptive research with a case study approach, conducted at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung in March-April 2024. The population in this study was 14 nurses in the internal medicine room. The sample selection used the purpose sampling technique, obtaining 7 nurses as respondents. The types of data collected were primary and secondary data through discussion methods, interviews, demonstrations (education of knowledge about professional nursing practice methods/MPKP), and structured observations. Results: MPKP uses the team method and the manpower is sufficient to carry out the team method. Problems identified through observation, interviews, and questionnaires are that the implementation of the MPKP team method has not been implemented, nurses' knowledge of the team method, and their roles are still lacking. A mini project has been developed to reduce problems that arise in the room, namely in the form of re-education about the MPKP team method followed by the coordinator, team leader and team members. This has received a very good response. Implementing and evaluating using a post-test of nurses' knowledge and implementation of the team method through observation, with good results and responses to the renewal. Conclusion: Planning the implementation of MPKP using the team method will be closely related to improving the quality of health services, in training nurses to be professional in their duties, and providing satisfaction to patients. Keywords: Internal Medicine; Professional Nursing Practice Method (MPKP); Team Method Pendahuluan: Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi perorangan secara menyeluruh dan paripurna dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat berdasarkan Undang-Undang No. 44 Tahun 2009. Rumah sakit merupakan bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pencegahan penyakit (preventif) pada masyarakat. Tujuan: Untuk mengidentifikasi perencanaan pelaksanaan praktik keperawatan profesional (MPKP) metode tim di ruang penyakit dalam. Metode: Penelitian deskristif dengan pendekatan studi kasus, dilaksanakan di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin, Bandar Lampung pada bulan maret-April 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah 14 perawat ruang penyakit dalam. Pemilihan sampel menggunakan teknik purpose sampling, mendapatkan 7 perawat sebagai responden. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder melalui metode diskusi, wawancara, demontrasi (edukasi pengetahuan tentang metode praktik keperawatan profesional/MPKP), dan observasi terstruktur Hasil: MPKP menggunakan metode tim dan ketenagaan sudah mencukupi untuk dilakukan. Masalah yang teridentifikasi melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yaitu pelaksaan MPKP metode tim belum terlaksana, pengetahuan perawat tentang metode tim, dan perannya masih kurang. Telah menyusun mini projek untuk mengurangi masalah yang muncul di ruangan, yaitu dalam bentuk re-edukasi tentang MPKP metode tim yang dikuti oleh koordinator, ketua tim dan anggota tim. Hal ini mendapat respon yang sangat baik. Melaksanakan dan mengevaluasi menggunakan post test pengetahuan perawat dan pelaksanaan metode tim secara observasi, dengan hasil dan respon yang baik terhadap pembaharuan Simpulan: Perencanaan pelaksanaan MPKP menggunakan metode tim akan sangat berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, dalam melatih tenaga perawat menjadi profesional terhadap tugasnya, dan memberikan kepuasan kepada pasien.  
Upaya Pencegahan Kecemasan Pada Lansia Terhadap Kesendirian Trismiana, Eka; Rizka, Mahda; K, Umi Rohmayati; Rilyani, Rilyani; Aryanti, Aryanti; Andoko, Andoko; Silvia, Eka; Elliya, Rahma; Wandini, Riska; Triyoso, Triyoso; Setiawati, Setiawati
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20525

Abstract

 Pendahuluan: Semua orang akan mengalami proses menua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir. Salah satu gangguan yang dapat muncul pada usia lanjut adalah gangguan mental dan yang paling sering muncul adalah kecemasan. Kesepian merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecemasan pada lansia.Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan terhadap upaya pencegahan pada lansia terhadap kesendirian.Metode: Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal30 Oktober 2023 meliputi wawancara, sesi tanya-jawab serta presentasi yang diampaikan pemateri menggunakan leaflet dan komputer kepada 21 orang Lansia.Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah lansia sangat memahami dan antusias terhadap materi yang disampaikan.Simpulan: Masyarakat khususnya lansia diharapkan dapat segera mengatasi masalah kecemasan yang terjadi pada dirinya sendiri.Kata Kunci: Lansia, Kecemasan, Kesendirian, Penyuluhan Kesehatan
Medication adherence and management of blood glucose in type 2 diabetes mellitus Erwan, Fragestha; Andoko, Andoko; Triyoso, Triyoso; Kurniasih, Dennti
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i4.1367

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus is a prevalent chronic disease that can lead to serious complications if not properly managed. One of the key factors in diabetes management is patient adherence to medication. Purpose: To analyze the relationship between medication adherence and blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. Method: A analytical survey design with a cross-sectional approach. A total of 146 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. Results: A total of 61.0% of respondents demonstrated high medication adherence, and 48.6% had low blood glucose levels. Statistical analysis showed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between medication adherence and blood glucose levels. Conclusion: There is a significant relationship between medication adherence and blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. Keywords: Adherence; Blood Glucose Levels; Type 2 Diabetes Mellitus.
Edukasi juru pemantau jentik dalam pengendalian vektor demam berdarah dengue (DBD) di Desa Sukadadi Kecamatan Gedong Tataan Sintia, Monica Bela Dwi; Triyoso, Triyoso; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1422

Abstract

Background: The incidence of dengue fever in Indonesia remains relatively high, with 88,593 cases and 612 deaths spread across 456 regencies/cities in 34 provinces. According to the Pesawaran Regency Health Office profile, the highest number of dengue fever cases in 2023 was in Gedong Tataan District, with 51 cases. This disease is classified as an infectious disease and, if left uncontrolled, has the potential to become an Extraordinary Event (KLB) and cause an epidemic. One effort that must be taken is to optimize the knowledge of mosquito larvae monitors (Jumantik) and the most appropriate method to prevent dengue fever through vector control. Purpose: To improve the knowledge of mosquito larvae monitors (Jumantik) in controlling dengue hemorrhagic fever (DHF) vectors. Method : The activity was conducted in July 2025 in Sukadadi Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency. The population for this activity was all mosquito larvae monitor (jumantik) cadres in Sukadadi Village, Gedong Tataan District. Using a purposive sampling technique, 10 mosquito larvae monitor (jumantik) cadres were selected as respondents. The activity consisted of counseling with presentations related to knowledge and vector control of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Data processing used a one-group pretest-posttest approach to measure knowledge levels and changes in knowledge levels. Data were analyzed univariately to describe respondent characteristics, and bivariately using the Wilcoxon Signed Rank Test to determine differences in knowledge levels before and after the intervention. Results: The mean level of knowledge of respondents before the education program was 4.4 points with a standard deviation of 1.07 points. Meanwhile, the mean level of knowledge of respondents after the education program was 8.5 points with a standard deviation of 0.17 points. Conclusion: This health education activity, using leaflets, significantly improved the knowledge of mosquito larvae monitors (Jumantik) regarding Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) vector control. This increase in knowledge demonstrates that the use of simple, easy-to-understand educational media is highly effective in conveying health information to mosquito larvae monitors (Jumantik) regarding the role and control of dengue vectors. Suggestion: It is recommended that simple yet effective health promotion media, such as leaflets, be used more actively in educational activities for mosquito larvae monitors (Jumantik) and the public. This media has been proven to increase understanding regarding dengue vector prevention and control. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever; Jumantik; Knowledge; Optimization Pendahuluan : Angka kejadian penyakit DBD di wilayah Indonesia masih tergolong tinggi dengan jumlah kasus sebanyak 88.593 dengan 612 kasus kematian yang tersebar di 456 kabupaten/kota dari 34 provinsi. Berdasarkan profil dinas kesehatan Kabupaten Pesawaran, pada tahun 2023 jumlah kasus demam berdarah tertinggi terdapat di Kecamatan Gedong Tataan dengan jumlah kasus sebesar 51 kasus. Penyakit ini masuk kategori penyakit menular yang apabila tidak dikendalikan akan dapat berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) serta menimbulkan wabah. Salah satu upaya yang harus dilakukan ialah mengoptimalkan peningkatan pengetahuan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan cara yang paling tepat untuk mencegah terjangkitnya penyakit DBD dengan pengendalian vektor penularannya. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan kader juru pemantau jentik (Jumantik) dalam pengendalian vektor Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Populasi dalam kegiatan ini adalah seluruh kader jumantik di Desa Sukadadi,Kecamatan Gedong Tataan dan dengan menggunakan teknik purposive sampling mendapatkan 10 orang kader juru pemantau jentik (jumantik) untuk menjadi responden. Kegiatan dilakukan berupa penyuluhan dengan pemaparan materi terkait pengetahuan dan pengendalian vektor Demam Berdarah Dengue (DBD).  Pengolahan data dengan pendekatan one group pretest-posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan dan perubahan tingkat pengetahuannya. Data dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden, dan secara bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum pemberian edukasi mendapatkan nilai mean 4.4 poin dengan nilai standar deviasi 1.07 poin. Sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah pemberian edukasi mendapatkan nilai mean 8.5 poin dengan nilai standar deviasi 0.17 poin. Simpulan: Kegiatan ini merupakan pendidikan kesehatan melalui media leaflet secara signifikan mampu meningkatkan pengetahuan juru pemantau jentik (Jumantik) dalam pengendalian vektor Demam Berdarah Dengue (DBD). Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif sederhana dan mudah dipahami sangat efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada kader jumantik terkait peranan dan pengendalian vektor DBD. Saran: Diharapkan untuk lebih aktif menggunakan media promosi kesehatan sederhana namun efektif, seperti leaflet, dalam kegiatan edukasi kader jumantik dan masyarakat. Media ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman terkait pencegahan dan pengendalian vektor DBD
Hubungan waiting time dengan kepuasan pasien KHADAFI, AHMADMUAMAR; Triyoso, Triyoso; Keswara, Umi Romayati
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i1.117

Abstract

Background: Patient satisfiction is one of indicators to measure health service quality. A prolonged waiting time influences the satisfiction of a patient toward health service quality. According to the data from health agency of pesisir barat regency in 2016, the utilization of health center was low, it is 26.7%. The utilization was lower than the Lampung Province utilization, 32.6%. Purpose: The study was to identifi the correlation between waiting time and patient satisfaction. Method: The study was conducted through quantitative method with cross sectional approach. The population involved 134 patients registred at Bengkunat Belimbing Healty Center. The data collection was through questionnaires. The data analysis was through chi squer. Results: There were 81 respondents (60.4%) experinced good waiting time. 88 respondents (68.7%) felt satisfied with the health center service. There was a correlation between waiting time and patient satisfaction at Bengkunat Belimbing Health Center of Pesisir Barat in 2019 with p value = 0.048, in such a way that p value < α (0.048 < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between waiting time and patient satisfaction with the service. Suggestion: The service, which complies with the SOP, meets patient expectations and needs to be maintained and improved to achieve service and waiting times above 90%.   Keywords: Patient; Satisfaction; Waiting time.   Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator untuk mengukur kualitas layanan kesehatan. Waktu tunggu pasien lama akan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2016, pemanfaatan fasilitas kesehatan di Puskesmas masih rendah, yaitu 26.7% masih rendah dibandingkan pemanfaatan fasilitas kesehatan puskesmas  di Provinsi Lampung yaitu 32.6%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan waiting time dengan kepuasan pasien. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara cross sectional, dengan populasi seluruh pasien yang berkunjung di Puskesmas Belimbing Kabupaten Pesisir Barat  yang berjumlah 421 responden. Tekhnik pengambilan sampel dengan accidental sampling dengan jumlah sampel 134 responden. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Pada penelitian menunjukkan sebagian besar responden merasa waiting time yang sudah sesuai (baik) yaitu sebanyak 81 (60.4%) responden. Sebagian besar responden puas dengan pelayanan puskesmas, yaitu sebanyak 88 (68.7%) responden. Terdapat hubungan waiting time dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bengkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2019 p-value = 0.048, sehingga  p-value < α (0.048< 0.05). Simpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara waiting time dengan kepuasan pasien dalam mendapatkan pelayanan. Saran: Pelayanan sesuai SOP sudah sesuai yang diharapkan pasien, dan perlu dipertahankan serta ditingkatkan pelayanan dan waiting time sehingga bisa mencapai lebih dari 90%.   Kata Kunci: Kepuasan; Pasien; Waiting Time.
Efektivitas aroma terapi lavender dalam mengurangi kecemasan pada remaja sebelum ujian Safitri, Hilda Meilinda; Furqoni, Prima Dian; Triyoso, Triyoso
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i8.1448

Abstract

Background: Anxiety is a common psychological disorder experienced by adolescents, especially before exams. A pre-survey of 10 adolescents interviewed at MTs Al-Quran Nurul Huda revealed that most of them reported experiencing anxiety when faced with a problem that hindered their thinking. Excessive anxiety can negatively impact academic performance and mental health. One non-pharmacological therapy proven effective in reducing anxiety is lavender aromatherapy. Purpose: To determine the effectiveness of lavender aromatherapy in reducing anxiety levels in adolescents before exams. Method: The study was conducted from June 26 to July 1, 2025, at MTs Al-Quran Nurul Huda Lempasing. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was used. The population of this study was all 25 eighth-grade students of MTs Al-Quran Nurul Huda. Total sampling was used to select 25 students as respondents. The intervention consisted of aromatherapy with lavender essential oil, which was dripped into a diffuser and inhaled by the respondents. Respondents' anxiety levels were evaluated using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Results: Data showed that the majority of respondents were 14 years old, with 22 students (88.0%), and the majority were female, with 16 students (64.0%). The data also showed that the average anxiety level before lavender aromatherapy was 31.04 with a standard deviation of 5.04, while the average anxiety level after lavender aromatherapy was 10.08 with a standard deviation of 6.68. The statistical test results showed a p-value of 0.000 (p<0.05). Conclusion: Lavender aromatherapy has been shown to be significantly effective in reducing anxiety levels in adolescents before exams and can be used as a safe, easy, and affordable non-pharmacological therapy. Keywords: Adolescents; Anxiety; Lavender Aromatherapy Pendahuluan: Kecemasan merupakan gangguan psikologis yang umum dialami remaja, terutama menjelang ujian. Berdasarkan hasil presurvey 10 remaja di MTs Al-Quran Nurul Huda yang diwawancarai, sebagian besar remaja mengaku cemas ketika dihadapkan suatu permasalahan yang menyulitkan mereka untuk berfikir. Kecemasan yang berlebihan dapat berdampak negatif pada performa akademik dan kesehatan mental remaja. Salah satu terapi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan adalah aroma terapi lavender. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas aroma terapi lavender dalam mengurangi tingkat kecemasan pada remaja sebelum ujian. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Juni hingga 1 Juli 2025, bertempat di MTs Al-Quran Nurul Huda Lempasing. Dengan menggunakan pendekatan pra-eksperimental one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Quran Nurul Huda, yang berjumlah 25 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling mendapatkan 25 orang siswa untuk menjadi responden. Intervensi yang diberikan berupa terapi aroma terapi dengan minyak esensial lavender, yang diteteskan ke dalam alat diffuser dan dihirup oleh responden. Tingkat kecemasan responden dievaluasi menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil: Mendapatkan data bahwa sebagian besar responden berusia 14 tahun yaitu sebanyak 22 siswa (88.0%) dan mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 16 siswi (64.0%). Data juga menunjukkan rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberikan aroma terapi lavender adalah 31.04 dengan standar deviasi 5.04 sedangkan rata-rata tingkat kecemasan sesudah diberikan aroma terapi lavender adalah 10.08 dengan standar deviasi 6.68. Berdasarkan hasil uji statistik mendapatkan nilai p=0.000 (p<0.05). Simpulan: Kegiatan pemberian aroma terapi lavender terbukti efektif secara signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada remaja sebelum ujian, dan dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologis yang aman, mudah, dan terjangkau.
Hubungan Kepemimpinan Transformasional Dosen terhadap Produktivitas Kerja Mahasiswa Keperawatan Universitas Malahayati Kota Bandar Lampung Ryalita, Novindri; Zainaro, M. Arifki; Triyoso, Triyoso
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.16512

Abstract

ABSTRACT Transformational leadership of lecturers plays a crucial role in influencing the work productivity of students across various fields of study, including nursing. This leadership approach is essential in supporting the learning and development of nursing students. This study aims to explore and analyze the relationship between transformational leadership of lecturers and the work productivity of nursing students. By understanding the dynamics and influence of this leadership style, it is hoped to provide deep insights into the factors affecting the work productivity of nursing students. To know the relationship between transformasional leadership and work productivity of nursing students at Malahayati University, with a sample of 123 respondents. The sample approach used in this study is Simple Random sample. The analysis results indicate that the majority of lecturer’s exhibit non-transformasional leadership, and most nursing students are not productive. The p-value is 0.001 (<0.05), which means there is a significant relationship between the serving leadership of lecturers and the work productivity of students. It would be better for lecturers to be more nurturing, inspiring and motivating for students. Keywords: Transformasional Leadership, Work Productivity, Nursing Students  ABSTRAK Kepemimpinan transformasional dosen memiliki peran penting dalam mempengaruhi produktivitas kerja mahasiswa di berbagai bidang studi, termasuk studi keperawatan. pendekatan kepemimpinan ini diperlukan dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan antara kepemimpinan transformasional dosen dengan produktivitas kerja mahasiswa keperawatan. Dengan memahami dinamika dan pengaruh dari jenis kepemimpinan ini, diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas kerja mahasiswa keperawatan. Diketahui hubungan gaya kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja mahasiswa keperawatan di universitas malahayati Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dimana rancangan dalam penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa keperawatas universitas malahayati, dengan sampel berjumlah 123 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Simple Random  Sampling. Pada penelitian ini hasil analisis menunjukan sebagian besar kepemimpinan dosen tidak transformasional, dan Sebagian besar mahasiswa keperawatan tidak produktif, p-value 0,001 (<0,05) yang berarti ada hubungan antara kepemimpinan transformasional dosen terhadap produktivitas kerja mahasiswa.  Sebaiknya untuk dosen lebih mengayomi, mengispirasi serta memotivasi mahasiswa. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Produktivtas Kerja, Mahasiswa Keperawatan
Hubungan perilaku bullying dengan perilaku kekerasan fisik Kitry, Adelia Lisma Dana; Kusumaningsih, Dewi; Triyoso, Triyoso; Elliya, Rahma
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1638

Abstract

Background: A victim of bullying is someone who is anxious, easily nervous, constantly feels insecure, shy, quiet, has low self-esteem, has a physical or mental disability, behavioral problems, or a neurological developmental disorder. Purpose: To determine the relationship between bullying behavior and physically violent behavior in adolescents. Method: Quantitative research using an analytical survey design and a cross-sectional approach. The study involved 80 respondents, using accidental sampling. Univariate and bivariate data analysis used Fisher's exact test. Results: The characteristics with the highest percentages were male gender (55 respondents (68.8%) and age 15 years (43 respondents (53.8%). Most respondents stated they were not perpetrators of bullying (51 respondents (63.8%), and engaged in high-moderate violence (55 respondents (68.8%). The p-value was 0.024 (<α 0.05). Conclusion: There is a relationship between bullying behavior and physical violence at SMKN 2 Bandar Lampung in 2025. Schools need to have clear, transparent, and consistently enforced anti-bullying policies.   Keywords: Bullying; Behavior; Physical Violence.   Pendahuluan: Seseorang yang menjadi korban bullying adalah seseorang yang pencemas, mudah gugup, selalu merasa tidak aman, pemalu, pendiam, self-esteem rendah, memiliki cacat fisik atau mental, masalah tingkah laku, atau gangguan perkembangan neurologis. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku bullying dengan perilaku kekerasan fisik remaja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian desain Survei Analitik dan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian sebanyak 80 responden dengan teknik sampling menggunakan accidental sampling. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan fisher exact. Hasil : Karakteristik dengan persentase terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki sebanyak 55 responden (68.8%) dan usia 15 tahun sebanyak 43 responden (53,8%). Sebagian besar responden menyatakan bukan pelaku bullying sebanyak 51 responden (63,8%) melakukan perilaku kekerasan tinggi-sedang sebanyak 55 responden (68,8%). P-value = 0.024 0.05. Simpulan : Ada hubungan perilaku bullying dengan perilaku kekerasan fisik sehingga sekolah perlu memiliki kebijakan anti-bullying yang jelas, transparan, dan ditegakkan secara konsisten.   Kata Kunci: Bullying; Perilaku; Kekerasan Fisik.
Hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku agresi remaja di Bandar Lampung Triyoso, Triyoso
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2022): October Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i2.323

Abstract

Background: Today we often hear and even see acts of violence that occur in our surroundings, both verbally and non-verbally. Not infrequently also in the family, community and school environment. Families that should be role models for their sons and daughters, whether consciously or not, are now turning their backs on harm. One of the factors that influence aggressive behavior is thought to be emotional intelligence. Purpose: To determine the relationship between emotional intelligence and adolescent aggression behavior in Bandar Lampung. Methods: This research uses a non-experimental quantitative method with a comparative causal type, which wants to know the factors that influence the variables of adolescent aggression behavior. The sampling technique was non-probability sampling with purposive sampling, with a sample of 100 youths in Bandar Lampung. The results of the regression test obtained a sig (p) of 0.000 (<0.05) meaning that the hypothesis is accepted, namely that there is a positive influence of emotional intelligence on aggressive behavior in adolescents in Bandar Lampung. Results: characteristics of respondents with an average age of 16.80 and an age range of 14-18 years. From the sex of the majority male with a percentage of 52 percent, have high aggressive behavior 57 percent, poor emotional intelligence 52 percent, do not consume alcohol 87 percent, people who influence the majority of parents with a percentage of 52 percent and cause of stress the majority of learning tasks with a percentage of 63 percent. Conclusion: There is a relationship between emotional intelligence and aggressive behavior with a p-value <0.05.   Pendahuluan: Dewasa ini kita sering kali mendengar bahkan melihat tindak kekerasan yang terjadi dalam lingkungan sekitar kita baik secara verbal maupun non verbal. Tidak jarang pula pada lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah. Keluarga yang seharusnya menjadi contoh teladan bagi putra putrinya, entah itu secara sadar atau tidak, sekarang justru berbalik mencelakai. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku agresi diduga adalah kecerdasan emosi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku agresi remaja di Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan jenis kausal komparatif, yang ingin mengetahui factor-faktor yang berpengaruh terhadap variabel perilaku agresi remaja. Teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan jenis purposive sampling, dengan sampel sebanyak 100 remaja di Bandar Lampung. Hasil uji regresi didapatkan sig (p) sebesar 0,000 (< 0,05) artinya hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh positif kecerdasan emosi terhadap perilaku agresi pada remaja di Bandar Lampung. Hasil: karakteristik responden dengan rata-rata usia 16.80 dan rentang usia 14-18 tahun. Dari jenis kelamin mayoritas laki-laki dengan persentase 52 persen, memiliki prilaku agresi tinggi 57 persen, kecerdasan emosi buruk 52 persen, tidak mengkonsumsi alkohol 87 persen, orang yang berpengaruh mayoritas orang tua dengan persentase 52 persen dan penyebab stress mayoritas tugas belajar dengan persentase 63 persen. Simpulan: Terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan prilaku agresi dengan hasil p-value < 0,05.
Impelementasi Best Practice Kampung Keluarga Berkualitas Untuk Percepatan Penurunan Stunting (Naget Tempe Dan Daun Kelor) Triyoso, Triyoso; Lia, Melina Eka; Setiawati, Setiawati; Yulendasari, Rika; Bayhaqy, Aqsol
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23463

Abstract

Stunting merupakan kondisi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan kronis dalam jangka panjang, yang ditandai dengan tinggi badan lebih rendah dibandingkan standar usianya. Salah satu cara pencegahan stunting pada balita adalah melalui pemberian makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pemahaman serta peran mahasiswa KKL-PPM di Pekon Negeri Ngarip bersama bidan dan kader desa dalam upaya mengatasi stunting pada balita. Pendekatan yang dilakukan meliputi kegiatan penyuluhan serta pemberian makanan tambahan berbahan dasar nugget ayam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa diperlukan pendampingan lebih lanjut untuk mengembangkan variasi olahan pangan lokal menjadi makanan tambahan sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal